
Zack terkekeh melihat El dan pelayan itu "Kenapa kau tertawa?" tanya El dingin sambil melirik ke arah Zack
"Tidak apa, kupikir pelayan tadi akan mati terkejut karena mu" jawabnya yang menahan tawa.
"Apa yang salah?" tanya El yang binggung
"Tidak ada, nona besar mah tau apa hahaha" Zack pun tidak bisa menahan tawanya lagi.
El semakin binggung dibuatnya, ia pun membuka sedikit bagian bawah topengnya lalu memasukkan sedotan agar ia bisa meminum jus itu. Semua mata yang dari tadi tertuju padanya, seakan-akan kecewa dibuatnya.
"Yaaah, kukira dia akan membuka topengnya"/ "Padahal aku sudah menunggu dari tadi"/ " Yaahh ngak bisa liat gimana wajah Sang Topeng Hantu"/ "Kecewa kecewa!" ucap para penonton yang menunggu dengan hasil kecewa.
El menaruh gelas jus miliknya, lalu mengambil kain untuk membersihkan darah dipedangnya. Tiba-tiba datang seorang pelayan yang menghampiri El "Tuan topeng?" tanya pelayan itu yang berdiri tepat disamping El.
El mengamati seragam yang dikenakan pelayan itu "Pelayan raja" batinnya "Ada apa?" tanya El dengan nada datar "Raja menyuruh anda ke lantai VVIP" ucap pelayan itu. El pun menaruh kain tadi lalu berdiri "Aku akan kesana" ucapnya yang masih dengan nada datar lalu pergi menuju ruang VVIP.
Zack yang melihatnya hanya diam, karena itu perintah Sang Raja, ia tidak bisa melarang El untuk pergi.
__ADS_1
~
Ruang VVIP~
El langsung masuk ke dalam ruangan tanpa mengetuk pintu, ia menatap lekat bayangan seseorang yang berada dibalik kursi raja
"Sudah sampai?" tanya orang itu yang bukan lain adalah pemimpin organisasi
"Ada apa perlu apa sampai anda memanggil saya?" tanya El langsung to the point, yang kini telah berdiri di samping pemimpin organisasi
"Aku mengerti, aku akan turun ke arena" El pun berbalik dan hendak pergi meninggalkan ruangan itu
"Tunggu!" langkah El terhenti oleh ucapan pemimpin organisasi "Ace, aku berharap kau menjadi pemimpin organisasi ini, menggantikan diriku"
"Sayangnya, harapan anda tidak akan pernah tercapai, karna aku tidak berminat untuk menjadi pemimpin organisasi. Mungkin anda bisa mempertimbangkan Winter" ucapnya dingin lalu melangkah pergi meninggalkan ruangan itu.
"Haaaah!!! Dasar Ace!" gumamnya yang menghela nafas panjang dengan senyuman pahit.
__ADS_1
~
Ace adalah panggilan yang diberikan oleh pemimpin organisasi pada El karna kulitnya yang putih, sikapnya yang dingin, dan keras. Bagaikan gunung es dimusim dingin yang abadi.
Sedangkan Winter adalah panggilan untuk Zack yang diberikan oleh pemimpin organisasi, karna memiliki sifat dan sikap yang sama dengan El, Zack cenderung mudah diajak bicara dibandingkan El.
Elisa dan Zack, Ace dan Winter, Sang Gunung Es dan Musim Dingin Abadi.
Bagaikan pasangan serasi, itu lah yang selalu orang katakan. Di pandangan mereka, Ace dan Winter adalah pasangan yang serasi. Tetapi, sesuatu yang sama jika digabungkan akan menjadi seperti apa?
~
El sekarang sudah berada didalam arena, diantara dua orang yang berdiri jauh darinya. Ia memakai mikrofon kecil tepat di baju yang ia kenakan.
Semua mata tertuju padanya, seakan-akan dialah bintang utamanya.
"Pertandingan akan segera dimulai, apa kalian siap?" Tanyanya dengan tatapan serius
__ADS_1