
"Maaf ya? Aku tidak membuat Mas menunggu lama, kan?" tanya Kayla pada Avan yang tengah menjemput dirinya seperti biasa.
Avan menggeleng sembari melempar senyum pada sang istri. "Tidak masalah. Mas juga baru saja datang, La," ujar Avan.
Pria itu melirik sekilas ke arah Kayla. Selama dalam perjalanan pulang, Kayla terus mengembangkan senyum dan terlihat begitu bahagia.
'Kayla terlihat bahagia sekali hari ini,' batin Avan. Pria itu tidak menaruh rasa curiga sedikit pun. Melihat wajah Kayla yang penuh dengan senyum membuat Avan ikut senang.
"Sepertinya kamu senang sekali hari ini," cetus Avan pada sang istri.
"Benarkah? Aku merasa biasa saja," sahut Kayla.
Di hari berikutnya saat Avan kembali menjemput sang istri, pria itu diperlihatkan lagi dengan wajah ceria istrinya. Entah hanya perasaan Avan saja atau bagaimana, pria itu merasa jika Kayla terlihat lebih ceria dari biasanya.
"Kamu terlihat berbeda beberapa hari ini," ujar Avan pada sang istri saat pria itu menjemput Kayla lagi.
"Berbeda bagaimana?" tanya Kayla dengan dahi berkerut.
Avan juga ikut senang melihat kegembiraan sang istri, tapi pria itu juga dibuat penasaran dengan penyebab keceriaan Kayla akhir-akhir ini. "Kamu terlihat lebih ceria beberapa hari ini. Apa ada hal bagus yang terjadi?" tanya Avan.
Kayla terdiam. Wanita itu nampak tengah memikirkan jawaban apa yang harus ia katakan pada sang suami. "Benarkah? Aku terlihat lebih ceria? Aku merasa biasa saja, mas," timpal Kayla.
"Kamu lebih banyak tersenyum beberapa hari ini. Aku hanya penasaran saja. Sepertinya suasana hati kamu sedang bagus ya?" tukas Avan.
__ADS_1
"Memang suasana hatiku sedang bagus beberapa hari ini. Semuanya berjalan dengan lancar dan tidak ada banyak masalah yang membuatku pusing," jawab Kayla.
Avan mengulas senyum. "Baguslah kalau tidak ada masalah. Mas juga ikut senang melihat Ila ceria seperti ini," cetus Avan menyudahi perbincangan mereka.
Di hari berikutnya, Kayla masih mengembangkan senyum yang sama. Avan ikut senang melihat istrinya, dan pria itu juga tidak menaruh kecurigaan. Sepertinya memang sedang ada yang terjadi pada Kayla, tapi wanita itu tidak membaginya pada Avan.
Pria itu benar-benar tidak mengira jika keceriaan istrinya ini berhubungan dengan orang ketiga dan orang yang ada di masa lalu istrinya. Avan tetap mengantar jemput istrinya seperti biasa dan semakin sering melihat senyuman istrinya.
Hingga pada suatu hari, Avan pun mengetahui sesuatu mengenai istrinya dan kehidupan cinta masa lalunya.
Seperti biasa, Avan bergegas berangkat menuju ke rumah sakit begitu ia memeriksa jam. Sudah waktunya bagi pria itu untuk menjemput sang istri.
Pria itu menunggu di depan rumah sakit sembari beberapa kali memeriksa arloji di tangannya. "Apa Kayla sedang ada urusan lain?" gumam Affan sembari celingukan mencari sang istri yang tak kunjung terlihat.
Pria itu masih menunggu dengan sabar, hingga akhirnya Avan pun memutuskan untuk berkeliling di sekitar rumah sakit sembari menunggu Kayla. Avan yng merasa lapar pun, memutuskan untuk berhenti sejenak di sebuah restoran dan berencana membelikan sesuatu untuk Kayla.
Akhirnya, Affan pun mengetahui penyebab kebahagiaan istrinya selama beberapa hari belakangan. Tanpa sengaja, Affan melihat istrinya tengah berada di tempat tersebut bersama dengan Raize.
Pria itu berdiri mematung menyaksikan istrinya yang tengah tertawa bersama dengan Raize. "Itu Kayla, kan? gumam Avan melihat sang istri dari kejauhan.
Avan mengepalkan tangan kuat-kuat. Manik mata pria itu fokus menatap istrinya yang saat ini tengah berbincang akrab bersama dengan pria yang tidak asing lagi.
Ia benar-benar tidak menyangka akan berjumpa dengan Kayla di sana. Terlebih lagi, akan melihat Kayla duduk bersama dengan Raize di tempat tersebut.
__ADS_1
"Apa ini penyebab keceriaan Kayla akhir-akhir ini?" gumam Avan miris. Pria itu menunggu sang istri di tempat biasa, tapi nyatanya istri yang sedang ia tunggu-tunggu tengah menghabiskan waktu bersama dengan seorang pria.
Hatinya mulai tercabik-cabik melihat kebersamaan Kayla dengan Raize. "Kayla, kenapa kamu tidak bilang saja pada Mas kalau kamu kembali berjumpa dengan Raize?"
Avan bergegas pergi meninggalkan restoran tersebut, dan mengurungkan niat untuk menikmati makanan di sana. Niat hati, Avan ingin membelikan makanan untuk sang istri di restoran tersebut. Tapi sepertinya rencana pria itu buyar sebelum terlaksana. Kayla sudah terlebih dahulu menikmati makanan restoran tersebut bersama dengan sang mantan tercinta yang saat ini masih ada di hati Kayla.
"Untuk apa juga aku mengajak Kayla ke sini? Kayla pasti lebih suka mengunjungi tempat-tempat seperti ini bersama dengan orang yang ia suka," ujar Avan kemudian meninggalkan tempat tersebut sebelum Kayla melihat dirinya.
Hati Avan hancur. Meskipun ia melihat istrinya bersama dengan pria lain, tetapi Avan tidak dapat melakukan apa pun. Apalagi saat ini istrinya tengah bersama dengan pria yang masih menguasai hati Kayla.
Walaupun sudah berstatus sebagai suami, tapi Raize masih tetaplah pemilik hati Kayla yang sesungguhnya. Status Avan saja tidak akan bisa menggantikan posisi Raize di hidup Kayla.
"Pantas saja Kayla terlihat bersemangat akhir-akhir ini, ternyata semua ini karena Raize?" gerutu Avan.
Pria itu duduk termenung seorang diri untuk menenangkan hatinya sejenak usai melihat pemandangan yang menyakitkan. Avan benar-benar kecewa pada Kayla yang tidak bisa jujur dan mengungkapkan semuanya padanya.
"Kenapa Kayla tidak bilang saja kalau dia berjumpa lagi dengan Raize?" oceh Avan makin nelangsa. Ternyata hal yang membuat istrinya bersemangat dan bahagia selama ini adalah pertemuan istrinya dengan pria lain.
Avan tidak bisa membohongi hatinya yang merasakan kecemburuan luar biasa, tapi bukan rasa cemburu yang membuat apa kecewa. Ketidakjujuran dari Kayla-lah yang membuat Avan merasa terluka.
Akan tetapi, Avan paham betul dengan semua yang ia lakukan. Saat meminang Kayla yang masih terluka. Avan-lah yang menawarkan diri untuk menjadi pengobat bagi Kayla. Menawarkan diri untuk dilukai oleh sang istri berkali-kali.
"Sepertinya apa pun yang aku lakukan, aku tetap tidak akan bisa meluluhkan hati Kayla dan membuat gadis itu lupa dengan masa lalunya. Sampai kapan pun, sepertinya tetap Raize yang akan menjadi sumber kebahagiaan dari Kayla," ujar Avan mencoba menyadari posisinya saat ini.
__ADS_1
Tidak ada lagi hal yang bisa ia sesalkan. Sejak awal, Avan sendiri yang membuat pilihan ini. Sejak awal, pria itu sendiri yang menginginkan dirinya untuk disakiti hanya demi melihat Kayla mendapatkan kebahagiaan kembali.
***