Nafkah Batin Suamiku

Nafkah Batin Suamiku
bab 18


__ADS_3

Avan menyentuh pipi Kayla dengan lembut. Pria itu tersenyum meski netranya memancarkan kesedihan dan rasa sayang yang mendalam.


"Mas sudah menghubungi pacarmu. Dia akan menjemputmu besok."


Bibir Kayla terbuka seketika. Ia tak mengerti mengapa Avan mengucapkan kalimat itu. Ia tak tau harus merasa bahagia atau bersedih. Kayla benar-benar bingung dengan perasaannya sendiri. Kayla memang merasa senang karena bertemu kembali dengan Raize. Akan tetapi, ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.


"Mas tidak ingin menjadi penghalang kebahagiaan mu, La. Dia sudah kembali... Mengenai emak dan bapak, biar mas yang bicara. Mas yakin, mereka pasti tidak akan tega menentang terlalu lama. Mas yang akan memintakan restu untuk kalian berdua."


Mata Kayla terus menatap wajah pria berambut gondrong itu. Menatap intens mata Avan, pria yang mengukir tersenyum, tapi mata itu membuat Kayla merasa sangat bersedih. Mata itu membuat hati Kayla bimbang dan sakit. Serasa di tusuk berulang kali. Kenapa?


"Maafkan mas yang sudah membuatmu bimbang dan bersedih. Membuatmu tertahan terlalu lama bersama mas."

__ADS_1


Wajah Avan semakin mendekat, lalu mengecup bibir kayla. Wanita itu ikut menggerakkan bibirnya, memberi sentuhan lidah dan menyambut hangat belaian lidah sang suami. Wajah Avan berjarak lagi, lalu tersenyum. Lagi-lagi sebuah senyuman dengan tatapan mata sayang dan sendu yang bersamaan. Wajah yang membuat Kayla semakin merasa berat. Entah oleh apa.


Tanpa kata, tanpa suara, baik Kayla ataupun Avan sama-sama bungkam dengan keadaan hati masing-masing. Avan tersenyum lagi menatap jauh di netra Kayla. Pria itu mendekatkan lagi wajahnya, menyergap kayla dengan kehangatan cintanya. Membelai lagi lidah kayla, yang perlahan menutup matanya. Merasakan betapa lembutnya sentuhan Avan. Kayla ikut menggerakkan bibir dan lidahnya. Saling membelai dalam keheningan malam itu.


Avan mengakhiri pangutannya, menatap wajah istrinya yang mungkin untuk terakhir kali. Avan tersenyum lagi, meski hatinya terasa nyeri melepaskan Kayla. Avan mencoba iklas, semua demi kebahagiaan istrinya. Meski harus mematahkan hati dan harga diri.


"Bolehkah, mas meminta satu hal terpenting dari mu?" Tanya Avan lirih, suaranya terdengar tercekat seolah akan meminta hal yang tak mungkin akan Kayla berikan.


"Bolehkah mas meminta..." Avan tercekat lagi.


"Meminta..." Dengan sangat susah Avan membasahi tenggorokan nya yang terasa kering.

__ADS_1


"Nafkah batin..."


Bola mata Kayla melebar, permintaan seorang suami yang sudah tertunda hampir satu tahun bersama. Kayla mengangguk samar, netranya menangkap senyum tipis Avan sebelum pria berambut gondrong itu mendekatkan lagi wajahnya, lalu mengecup kening Kayla. Lalu berpindah ke alis, mencium kedua mata Kayla bergantian.


Air mata Kayla menetes dengan sendirinya, begitupun dengan Avan. Pria baik itu berganti mencium pipi Kayla yang basah. Lalu pindah ke hidung Bangir istrinya. Berpindah ke dagu, ruang di bawah bibir dan terakhir mendaratkan ciuman di bibir Kayla. Bibir Kayla dan Avan saling bertautan, namun kedua nya menangis. Suara ingus yang tertarik kembali terdengar bersahutan di ruang keluarga itu. Avan memeluk tubuh Kayla erat, menikmati getaran yang tersalur di dalam nadinya.


***


Kayla membuka mata, merasa kepalanya berdenyut pusing. Kayla mengedarkan pandangan di setiap sudut ruang. Ia terbangun di kamar Avan. Kayla duduk dengan masih tertutup selimut di tubuhnya. Kayla mencoba mengingat-ingat lagi kejadian semalam. Ia ingat Avan meminta nafkah batin, ia juga ingat mereka berciuman Cukup intens dan perasaan Kayla yang tak menentu arahnya. Apakah pada Raize atau pada suaminya Avan.


Kayla menyentuh dadanya yang terasa nyeri secara tiba-tiba. Kayla sadar, ia kini tak mengenakan pakaian apapun. Hatinya kembali di Landa kebingungan, dengan perasaan kalut, Kayla menyibak selimut yang menutupi tubuh polosnya. Kayla tercengang, melihat ada noda merah di atas sprai diantara pahanya.

__ADS_1


"Jadi kami benar-benar melakukanya? Dia sudah mengambil mahkota ku?"


__ADS_2