Nafkah Batin Suamiku

Nafkah Batin Suamiku
Bab 14


__ADS_3

Avan memijat pelipisnya pelan sembari memandangi televisi yang terpajang di ruang keluarga. Pria itu duduk seorang diri dengan wajah frustasi sembari sesekali mengusap rambut gondrongnya ke belakang.


Melihat Avan yang nampak tidak semangat, Kayla pun berinisiatif mendekati sang suaminya dan menanyakan keadaan Avan. "Mas, mau Ila buatkan kopi?" tawar Kayla pada suaminya.


Avan berhenti memijat pelipisnya kemudian melirik sekilas ke arah Kayla. "Tidak perlu. Aku sudah meminum kopi tadi," ujar Avan singkat.


Wanita yang masih merasa bersalah pada sang suami itu mencoba bersikap baik pada Avan dengan memberikan perhatian. "Mas sedang tidak enak badannya?" tanya Kayla lagi."Mau Ila kerokin?"


Tak mendapat jawaban, Kayla mencoba mengajukan pertanyaan lain.


"Mas sakit kepala? Ingin aku ambilkan obat?" tawar Kayla lagi.


Avan menggelengkan kepala. "Tidak perlu!" sahut Avan.


"Mas yakin? Mas terlihat tidak bersemangat. Apa Mas sedang ada masalah?" tanya Kayla.


Avan terdiam sejenak. Pria itu pun mencoba mencari-cari alasan dan tidak membahas mengenai Kayla dan juga Raize yang sempat dilihat olehnya di restoran sebelumnya.


"Mas hanya sedang pusing saja memikirkan masalah di restoran," ujar Avan membawa-bawa bisnis restoran yang tengah ia jalani sebagai alasan.


"Kenapa? Ada masalah apa di restoran?" Kayla terus bertanya ini-itu pada Avan dengan cerewetnya.


Avan pun perlahan mulai merasakan perhatian yang diberikan oleh Kayla pada dirinya. Setelah beberapa bulan menikah, Avan mulai merasakan kehangatan di pernikahannya, meskipun ia tahu jika Kayla masih mengharapkan Raize dan bahkan masih menjalin hubungan dengan Raize.


'Kayla, sebenarnya apa yang kamu pikirkan tentang aku?' batin Avan.


Perhatian yang diberikan oleh Kayla pada Avan perlahan mulai membuat pria itu makin berharap. 'Apakah perhatian yang kamu berikan padaku saat ini adalah bentuk cinta yang ingin kamu berikan padaku?' batin Avan penuh harap.


Setelah berbulan-bulan menikah, wajar saja jika Avan mengharapkan cinta dan kasih dari istrinya. Walaupun ia sangat tahu jika hati Kayla masih diisi oleh Raize, tapi Avan tetap berharap Kayla akan membuka hati untuknya meskipun hanya sedikit saja.


"Hanya masalah kecil. Biasa ... masalah dengan karyawan dan pelanggan," ungkap Avan.


"Masalah apa? Mas sampai pucat dan tidak bersemangat seperti ini," cetus Kayla.


Kayla terus bertanya tanpa henti dan menemani Avan berbincang cukup lama. Avan cukup senang bisa menghabiskan waktu bersama dengan sang istri, tapi pria itu juga resah memikirkan Raize yang kembali ke hidup Kayla.


'Kayla ... apa selama kita menikah, aku tidak pernah ada di hatimu?' batin Avan sembari menatap Kayla dengan seksama.


Pria itu benar-benar ingin tahu bagaimana pendapat Kayla tentang dirinya, dan Avan benar-benar ingin mencari tahu apakah ia mempunyai kesempatan untuk masuk ke dalam hati Kayla.

__ADS_1


"Kayla!" panggil Avan tiba-tiba. Kayla yang masih asyik mengoceh pun segera membungkam mulutnya rapat-rapat.


"Ya? Kenapa?" tanya Kayla dengan polosnya.


Avan mendekat ke arah Kayla. Pasangan suami istri itu saling beradu pandang lama tanpa berkedip. Jantung Kayla mulai berdebar kencang, begitupula dengan Avan.


'Kayla ... apakah ada aku di hatimu? Apa kamu masih menyisakan sedikit saja ruang untukku?' batin Avan.


Pria itu semakin dekat pada Kayla hingga hidung mereka hampir bersentuhan. Kayla nampak bingung, tapi wanita itu bergeming.


'Kenapa Mas Avan melihatku seperti itu?' batin Kayla.


Tiba-tiba saja, wajah Avan semakin mendekat ke arah Kayla dan ... cup. Satu kecupan mendarat mulus di bibir Kayla.


Avan mencium sang istri tanpa aba-aba hingga membuat Kayla terkejut dan tidak mempersiapkan diri. Wanita itu hanya diam tanpa melakukan apa pun saat suaminya mencium dirinya. Kayla tidak menolak, tapi wanita itu juga tidak membalas ciuman dari Avan.


Tak lama kemudian, Avan pun menghentikan kecupannya. Pria itu benar-benar kecewa melihat reaksi Kayla yang hanya diam.


Pasangan suami istri itu menyudahi ciuman mereka dengan canggung. Avan segera bangkit dari sofa dan bergegas meninggalkan Kayla.


"M-mas mau ke mana?" tanya Kayla menahan kepergian Avan.


Tanpa mengatakan apa pun lagi, pria itu segera melangkah menuju ke kamarnya. "Sepertinya apa pun yang aku lakukan, aku tidak akan pernah bisa mendapatkan hati Kayla," gumam Avan mulai putus asa.


Entah sampai kapan pria itu sanggup bertahan bersama dengan Kayla. Menunggu Kayla membuka hati untuknya benar-benar membuat Avan lelah.


Sementara di ruang keluarga, Kayla masih duduk di sofa dengan pandangan kosong menatap layar televisi. "Apa yang dilakukan Mas Avan tadi?" gumam Kayla sembari mengusap bibirnya yang mendapat kecupan dari Avan.


Keesokan harinya, Avan dan Kayla pun terbangun di pagi buta karena tamu tak diundang yang datang tanpa pemberitahuan. Dengan tergesa-gesa, pasangan suami istri itu segera bangun untuk membukakan pintu dan melihat siapa tamu yang datang.


"Kita tidak berlebihan kan bertamu pagi-pagi seperti ini?" tanya seorang pria pada sang istri yang saat ini tengah berdiri di depan pintu rumah Avan dan Kayla.


"Anggap saja sebagai kejutan, Pak!" sahut seorang wanita paruh baya.


Cklek! Pintu pun terbuka dan alangkah terkejutnya Avan dan Kayla saat melihat Emak dan Bapak yang sudah berdiri di depan rumah mereka.


"Emak?" sapa Kayla dengan mata terbelalak lebar.


Tamu yang datang ternyata tak lain ialah orang tua dari Kayla. Emak dan Bapak Kayla sengaja datang tanpa memberitahu untuk memberikan kejutan.

__ADS_1


"Kalian baru bangun?" sapa Bapak.


Avan dan Kayla segera mempersilakan kedua orang tua Kayla itu untuk masuk. "Silakan masuk, Pak!" ucap Avan dengan sopan.


"Kita tidak mengganggu kan, Nak Avan?" tanya Bapak.


Avan mengulas senyum. "Tentu tidak, Pak! Silakan duduk dulu, saya cuci muka dulu," ujar Avan pamit undur diri untuk berbenah sedikit di depan keluarga mertua.


"Aku juga ke kamar bentar, Mak!" sahut Kayla ikut berpamitan.


Keduanya melangkah menuju ke kamar masing-masing. Tanpa mereka tahu, ternyata Emak mengikuti dari belakang dengan maksud hendak bertanya soal kamar mandi. Namun, belum sempat Emak bertanya, wanita paruh baya itu sudah terlanjur dikejutkan dengan anak dan menantunya yang masuk ke ruangan berbeda.


"Kenapa mereka masuk ruangan yang berbeda?" gumam Emak heran.


Emak pun segera menyeret Bapak dan menunggu pasangan suami istri itu keluar dari kamar. "Ada apa, sih? Buat apa kita berdiri di sini?" omel Bapak.


"Diam dulu! Tunggu sampai Avan sama Kayla keluar kamar!" timpal Emak.


"Memangnya Avan sama Kayla kenapa?" tanya Bapak.


"Tadi Emak melihat mereka masuk ke ruangan yang berbeda. Kalau mereka mau ganti baju dan sebagainya, harusnya mereka masuk ke kamar yang sama, kan?" tukas Emak.


"Apa masalahnya? Mungkin saja Avan atau Kayla sedang mengambil sesuatu di ruangan lain," ujar Bapak.


Tak lama kemudian, Avan dan Kayla pun keluar kamar. Dan tentunya dari ruangan yang berbeda. Keduanya muncul dengan pakaian lebih rapi dan dandanan lebih segar.


Avan dan Kayla terkejut bukan main saat melihat Emak dan Bapak di depan kamar mereka. Melihat hal tersebut, Emak pun langsung menerobos masuk ke kamar Kayla untuk memeriksa ruangan di dalamnya.


"Emak sama Bapak butuh apa?" tanya Kayla.


"Emak butuh penjelasan!" sahut Emak dengan nada tinggi.


Wanita paruh baya itu cukup terkejut saat ia melihat ruangan yang dimasuki olehnya penuh dengan barang-barang Kayla. Emak membuka lemari pakaian Kayla dan melihat hanya ada pakaian Kayla di sana, tidak ada pakaian Avan.


"Apa maksudnya ini, Kayla?" tanya Emak sembari menatap tajam ke arah Kayla.


Bapak yang sedari tadi diam, mulai memahami situasi. "Jangan bilang kalau kamu ... tidur terpisah dari Avan?" tanya Bapak.


*****

__ADS_1


__ADS_2