Nafkah Batin Suamiku

Nafkah Batin Suamiku
Bab 13


__ADS_3

Kayla menoleh ke arah salah satu sudut restoran. Wanita itu merasa ada seseorang yang mengamati dirinya dari kejauhan. Sayangnya ia tidak melihat siapa pun di sana.


"Kenapa, Kay?" tanya Raize pada Kayla yang tengah mengedarkan pandangan ke sekeliling restoran dan terlihat seperti tengah mencari seseorang.


"Tidak ada. Tidak apa-apa," sahut Kayla penuh dusta.


'Kenapa aku seperti melihat mas Avan sekilas tadi? Tidak mungkin Mas Avan ada di sini kan?' batin Kayla menerka-nerka.


Memang betul Avan sempat berada di sana, tapi pria itu kini sudah pergi meninggalkan restoran tersebut. Saat ini Kayla tengah menikmati makanan bersama dengan rekan-rekan sejawatnya.


Kayla sendiri tidak tahu jika Raize juga akan berada di restoran tersebut. Wanita itu tidak membuat janji dengan Raize. Kayla benar-benar murni bertemu dengan Raize karena kebetulan.


Tak lama kemudian, acara Kayla dengan teman-temannya di restoran tersebut pun berakhir. Satu persatu teman Kayla mulai meninggalkan tempat itu.


"Astaghfirullah! Aku lupa belum memberitahu Mas Avan!" cetus Kayla sembari menepuk jidatnya saat melihat ponsel.


Terdapat beberapa pesan masuk berasal dari Avan saat pria itu menjemput Kayla di rumah sakit tadi. Karena terlalu asik mengobrol dengan teman-temannya dan juga Raize, Kayla pun sampai mengabaikan ponselnya dan tidak tahu jika ada beberapa pesan masuk dari suaminya beberapa menit yang lalu.


"Kamu mau pulang sekarang, kan? Ayo aku antar, Kay." ajak Raize pada Kayla.


"Tidak perlu. Aku akan meminta jemput saja," tolak Kayla halus.


"Kenapa harus menunggu dijemput? Lebih baik pulang bersamaku sekarang saja, Kay! Kamu tidak perlu menunggu lagi," ujar Raize mencoba membujuk Kayla.


Bukannya mengindahkan tawaran dari Raize, Kayla pun justru sibuk dengan ponselnya dan bergegas kembali ke rumah sakit. "Kalian pulang dulu saja! Aku ada urusan." pamit Kayla pada teman-temannya dan juga Raize.


"Kayla!" Raize mencoba memanggil dan mengejar Kayla yang sudah terlanjur berlari meninggalkan restoran. Sayangnya Kayla tidak menggubris sedikitpun saat Raize mengejar dirinya.


"Mas Avan pasti sudah menungguku lama tadi," gumam Kayla merasa bersalah pada sang suami.


"Kayla, kenapa kamu bisa sampai lupa tidak mengabari Mas Avan dulu?" omel Kayla pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Teman-temannya yang sudah terlanjur menarik Kayla untuk ikut, membuat wanita itu sampai lupa untuk memberitahu suaminya. Kayla pun segera berlari menuju ke rumah sakit untuk melihat apakah Avan tengah menunggu di sana.


"Mas Avan pasti mencari-cariku sejak tadi!" sesal Kayla.


Sayangnya, begitu wanita itu tiba di rumah sakit, tidak ada siapa pun di sana. Tidak ada sosok Avan yang tengah menunggunya.


Kayla segera merogoh ponselnya dan menghubungi suaminya untuk meminta jemput seperti biasa. "Semoga saja Mas Avan tidak marah," gumam Kayla.


"Halo?"


"Mas Avan? Mas Avan sekarang ada di mana?" tanya Kayla pada sang suami. "Maaf aku tidak memeriksa ponsel sejak tadi. Aku sedang ada acara bersama dengan teman."


Kayla mencoba meminta maaf dan menjelaskan kegiatannya pada Avan. Avan hanya diam dan tidak memberikan banyak komentar. Pria itu juga sudah tahu jika Kayla tengah sibuk menghabiskan waktu dengan Raize di sebuah restoran.


"Tidak apa-apa," sahut Avan datar.


"Bisakah Mas menjemputku sekarang?" pinta Kayla pada sang suami.


"Mas Avan tidak marah padaku, kan?" gumam Kayla Masih memikirkan suaminya yang sangat ini tengah berada dalam perjalanan untuk menjemput dirinya di rumah sakit seperti biasa.


Tak lama kemudian, akhirnya Avan pun datang. Pasangan suami istri itu pun bergegas pulang ke rumah sebelum malam semakin larut.


Selama perjalanan, Avan hanya diam. Biasanya pria itu akan membuka perbincangan ringan untuk sekedar mencairkan suasana. Tapi kali ini Avan hanya diam dan menampakkan wajah murung di depan Kayla.


'Kenapa Mas Avan diam saja,' batin Kayla merasa tidak nyaman dengan keheningan antara dirinya dan sang suami selama perjalanan pulang ke rumah.


'Apa Mas Avan masih kesal padaku karena aku tidak memberi kabar pada Mas Avan? Apa mas Avan tadi menungguku lama?' batin Kayla mencoba menerka-nerka, tanpa berani menyampaikannya langsung pada Avan.


Wajah muram Avan membuat Kayla semakin tenggelam dalam perasaan bersalah. Bukan hanya rasa bersalah karena dirinya yang tidak memberikan kabar, tapi juga rasa bersalah karena Kayla membiarkan Avan menunggu, sementara dirinya berjumpa dengan mantan kekasihnya.


"Mas Avan menunggu lama tadi di rumah sakit? Aku benar-benar lupa untuk memberitahu Mas. Tadi temanku mengajak secara mendadak. Aku terlalu sibuk berbincang dengan teman sampai-sampai aku tidak ingat kalau belum mengabari Mas Avan," terang Kayla dengan wajah memelas pada sang suami.

__ADS_1


"Tidak apa-apa," jawab Avan singkat tanpa melirik sedikitpun ke arah Kayla. Jawaban pria itu pun juga terkesan dingin meski tampak tersenyum kecil."Jangan di pikirkan."


Avan sendiri memang tidak ingin membuka perbincangan. Pria itu masih kecewa, dan berusaha menelan bulat-bulat kekecewaannya dalam diam.


Di saat keheningan itu, tiba-tiba saja ponsel Kayla berdering dan muncul panggilan telepon dari Raize saat ia membaca nama yang tertera di layar ponselnya. Mana mungkin wanita itu berani mengangkat panggilan telepon dari Raize di depan suaminya sendiri?


'Untuk apa Raize meneleponku?' batin Kayla


Sementara di tempat lain, Raize terus-menerus mencoba menghubungi Kayla meskipun wanita itu tidak kunjung mengangkatnya. "Kenapa Kayla tidak juga mengangkatnya sejak tadi? Kayla baik-baik saja, kan?" gerutu Raize mencemaskan Kayla yang tadi pergi dengan tergesa-gesa dari restoran dan menolak tawaran dirinya untuk mengantar pulang.


"Kayla sudah sampai di rumah apa belum, ya? Kayla sudah dijemput apa belum, ya? Kayla pulang ke rumah naik apa, ya?" Pikiran Raize penuh dengan banyak pertanyaan mengenai Kayla, Kayla, dan Kayla.


Sedangkan wanita yang tengah dicemaskan oleh pria itu, saat ini masih berada di dalam perjalanan bersama dengan sang suami. Kayla nampak bimbang saat saat ia mendapatkan panggilan telepon dari Raize.


"Angkat saja, La." ujar Avan.


Kayla terperanjat dan segera menyembunyikan ponselnya yang berisik itu. Sesegera mungkin Kayla menonaktifkan nada dering di ponselnya agar benda kecil itu tidak lagi membuat keributan dalam perjalanan pulang mereka.


"Bukan telepon penting, Mas." sahut Kayla tanpa ingin mengangkat telepon dari Raize. Bukannya tidak ingin, mungkin lebih tepatnya tidak bisa, karena dirinya saat ini masih bersama dengan Avan.


"Kamu belum mengangkatnya, dari mana kamu tahu kalau itu telepon tidak penting, La?" cetus Avan.


Avan mulai curiga jika panggilan telepon itu berasal dari Raize. Tapi pria itu tidak ingin mengatakan apa pun pada sang istri, dan ia juga tidak menyinggung apa pun mengenai Raize.


"Tidak apa-apa! Aku tidak perlu mengangkatnya!" seru Kayla.


Wanita itu benar-benar dibuat bimbang di antara dua pria. Kayla benar-benar kesulitan memilih salah satu diantara mereka. Meskipun dalam hatinya masih terpatri nama Raize, tapi Kayla juga tidak mau menyakiti suaminya yang selama ini sudah mendukungnya dan mencoba menjadi pelipur lara bagi dirinya.


Kayla benar-benar dihadapkan dengan pilihan yang sulit. Kembalinya Raize dan kebaikan Avan membuat wanita itu kebingungan di persimpangan jalan.


****

__ADS_1


__ADS_2