
Hari ini adalah hari minggu dan libur sekolah.
Setelah bangun tidur Thomas langsung mengecek Ponselnya. Menelepon Naella, tapi masih tidak aktif lagi. Lalu mengirim pesan ke Sonya menanyakan keadaan Nadia.
đź’ŚNadia sudah bangun, tapi dia masih sesekali terisak ditempat tidur, Dia tidak mau makan atau pun minum.. Aku takut Dia malahan sakit Thom
Thomas jadi pusing sendiri, terlalu banyak masalah dihidupnya. Dia harus memperbaiki hubungannya dengan Naella tetapi Nadia juga sedang terpuruk. Dia harus memilih salah satu mana yang harus diselesaikan dahulu.
Thomas sudah selesai mandi dan bersiap untuk pergi, tetapi Dia bingung harus pergi kemana dulu. Dia hanya berdiri terus didepan pintu.
Maminya memanggil-manggil Thomas, tetapi Thomas tidak juga menjawab. Sampai-sampai harus menghampiri Thomas.
"Thom.. "panggil maminya sambil menepuk pundak Thomas
" ehhh... Mami...! " seru Thomas kaget
" kamu kenapa sih dipanggil-panggil gak jawab, malah bengong didepan pintu! "
" emm..! "
Thomas terlihat lesu seperti ada masalah.
" kamu mau kemana masih pagi sudah mau pergi? "
Thomas juga masih bingung mau kemana. Sehingga dia tidak bisa menjawab pertanyaan maminya.
" ehh masih bengong saja, mending bantuin mami bikin kue! " ajak mami
Setiap hari minggu Maminya memang suka membuat kue.
Akhirnya Thomas berbicara
" Mi.. Kalau mami pilih pacar atau sahabat? "
Mami kaget dan juga merasa lucu dengan pertanyaan Thomas.
" Memangnya kamu sudah pacaran? Pacaran sama siapa? "
" aku cuma nanya mi! Kalau umpama lagi ada masalah dengan keduanya, yang mana yang mami pilih untuk pertama kali diperbaiki hubungannya? "
" Tergantung kamu, mana yang kamu ingin jaga hubungannya! "
" ya dua-duanya lah! "
" apa masalahnya saling berkaitan? " tanya mami
Thomas mengangguk dan takjub dengan tebakan maminya yang pas.
" Berarti kamu harus mendekati yang hatinya paling lembut dahulu"
"yang hatinya paling lembut"
"iya, pasti Dia akan lebih mudah diperbaiki "
Thomas berpikir sejenak, dan akhirnya dia punya ide.
Thomas segera berpamitan dengan maminya.
Mami melihat Thomas pergi dengan tersenyum lucu. Anaknya sekarang sudah dewasa. Tapi Memangnya Thomas sudah berpacaran sama siapa? Apa mungkin sama Nadia.
*. *
Naella menatap Ponselnya terus menerus, Dia tidak berniat untuk mengaktifkan ponselnya. Dia kesal dan sedih sendiri. Mungkin ini salah Dia sendiri, kenapa mau pacaran sama orang yang baru Dia kenal. Menyesal juga tidak ada artinya, Dia merasa kalau terlalu mudah terpedaya dengan seorang Pria.
Saat sedang terhanyut dengan lamunannya, Dia kaget dengan suara pintu rumahnya yang diketuk.
__ADS_1
"siapa yang datang? "
Lalu segera Naella membukakan pintu rumahnya.
Naella kaget ternyata itu adalah Thomas, buru-buru Naella menutup pintunya lagi. Tetapi Thomas segera mendorong pintunya agar tidak tertutup lagi. Mereka saling dorong-dorongan pintu dan akhirnya pintu terbuka.
" Nae dengerin penjelasanku dulu"
Naella menyerah tidak bisa melawan Thomas. Thomas sudah pasti jauh lebih kuat.
"Semalam itu aku tidak dengan sengaja membatalkan kencan kita" seru Thomas menjelaskan
Naella diam saja dengan raut wajah yang kesal. Apanya yang tidak sengaja, berjam-jam Naella menunggu Thomas tanpa dikabari.
"aku tahu, aku salah, semalam ada masalah yang tidak bisa aku tinggalkan, dan maaf aku tidak menghubungimu dulu, aku akan menjelaskan semuanya "
Karena Thomas terus-menerus meminta maaf.
Akhirnya Naellapun luluh. Tidak ada salahnya dia harus mendengarkan penjelasan Thomas.
Lalu mereka duduk diruang tamu. Thomas segera menyeritakan semua yang terjadi semalam, tanpa ada yang tertinggal.
Raut wajah Naella yang tadinya terlihat kesal sudah kembali lembut lagi. Dia bisa mengerti sekarang.
"Ohh jadi begitu ceritanya, maaf kalo Naella tidak mau dengerin penjelasan kakak" seru Naella
"Wajarlah kalau kamu marah, pasti kamu malu menunggu ku sendirian disana kan, lain kali Aku janji akan mengajak kamu ketaman hiburan"
Naella mengangguk setuju.
"terus Kakak gak mau melihat keadaan Kak Nadia? "
" emang boleh? " tanya Thomas
" Kak Nadia sedang butuh Kak Thomas sekarang , jadi Kakak harus kesana! "
" Ya sudah sana..! "
" iya.. Iya.. Terimakasih ya atas pengertiannya" seru Thomas
Lalu Thomas pergi meninggalkan Naella. Dia akan pergi kerumah Sonya.
*. *
Thomas sudah dirumah Sonya, lalu Thomas membawakan nampan berisi bubur untuk Nadia.
"Nadia ayo makan! Kamu belum makan dari semalam "
" kenapa kamu kesini lagi? " seru Nadia acuh
" karena Sonya bilang kamu belum makan, makanya aku kesini! "
" aku sedang tidak berselera! "
" Ayolah makan, apa mau aku cariin makanan yang mau kamu makan? "
"pergilah Thom, aku merasa terhina jika kamu terus disini!" seru Nadia
"Aku tidak akan pergi, masalahmu juga masalahku! "
" kenapa? Padahal kamu lebih memilih Naella, tapi kamu masih pedulikan aku? " seru Nadia sambil terisak
" Karena aku sudah berjanji akan selalu menjaga kamu! " seru Thomas sambil menyodorkan permen kaleng untuk Nadia
Permen kaleng yang membuat Nadia bangkit saat masih kecil. Permen yang selalu menjadi obat disaat dia sakit.
__ADS_1
Saat kecil Thomas selalu mendekati Nadia saat Nadia menangis setelah dibully. Dia memberikan permen itu dan selalu bisa membuat Nadia merasa tenang.
Pernah suatu ketika Nadia kecil dibully anak-anak laki-laki, dan Thomas segera menghadang. Yang akhirnya Thomas yang dipukuli habis-habisan.
Setelah melihat Thomas babak belur, anak laki-laki itu pun pergi meninggalkan mereka. Disisa-sisa tenaganya Thomas kecil berkata.
"Nadia aku supermen yang akan selalu menjagamu"
Thomas sambil nyengir mengatakan itu. Dan Nadia pun tersenyum senang.
Thomas kecil juga mulai mengikuti taekwondo. Sehingga sekarang dia bisa bela diri. Entah ada hubungannya atau tidak dengan Nadia. Nadia juga belum tahu.
Kembali ke Nadia yang sekarang.
Nadia menatap kaleng permen itu. Thomas selalu ada saat Dia terpuruk. Tetapi Dia tidak boleh berharap lebih.
Apa dia harus menghapus perasaannya?
"Kamu boleh makan permen ini setelah makan buburnya ya! " seru Thomas menyadarkan lamunan Nadia
" Buburnya kalau dingin tidak akan enak! "
Nadia menatap Thomas tanpa berucap satu katapun. Lalu akhirnya dia memakan buburnya.
Thomas tersenyum seneng.
" Terimakasih Thom..! "seru Nadia tiba-tiba
" Untuk apa? "
" Kamu selalu baik sama aku"
"akukan Supermen" seru Thomas sambil tertawa
Nadia tersenyum, dia merasa lucu kalau Thomas sudah menyebut dirinya Supermen.
"Setidaknya supermen sekarang lebih kuat, lihat aku tidak terluka sedikitpun kan! "
Nadia mengangguk mengiyakan.
" jika ada Monster yang mengaggu Tuan Putri, Supermen yang akan melawan Monster itu! " seru Thomas sambil memeragakan gaya Supermen
Nadia tertawa cekikikan.
" Akhirnya tertawa juga" Seru Thomas seneng
"Jangan menyebut dirimu Supermen lagi, itu hanya dilakukan anak kecil! "
" Tapi kamu selalu Senang tiap aku menjadi Supermen! "
" Thomas... "
Thomas tersenyum tertawa, Dia juga merasa lega karena Nadia sudah kembali.
*. *
Sonya mengintip dari balik pintu. Dia lega melihat Nadia sudah tertawa. Thomas memang selalu bisa mengatasi keterpurukan Nadia.
Sonya baru berteman sejak SMP kelas 2, dia dulu adalah murit pindahan. Orang pertama yang mendekati dia adalah Nadia dan Thomas. Thomas dimata Sonya adalah sosok yang baik dan juga lembut dengan semua orang. Makanya sejak SMP Thomas sudah menjadi idola para cewek. Thomas tidak pernah membeda-bedakan dalam berteman. Sehingga orang lain akan mudah nyaman sama dia.
Sedangkan Nadia dimata Sonya adalah sosok cewek yang dingin namun baik. Saat pertama kali masuk sekolah, Sonya sempat dijaili anak-anak dari ganknya Nadia. Tetapi Nadia justru malah mendekati Dia, walaupun awalnya Sonya takut. Tetapi ternyata Nadia mendekati karena ingin mengajaknya berteman. Semenjak itu Nadia dan Sonya berteman, sehingga teman-temannya tidak berani menjahili dirinya.
Entah kenapa Nadia senang berteman dengan orang-orang yang kurang baik untuk dijadikan teman. Orang-orang yang paling menonjol disekolah. Paling terkenal jahil dan suka membully. Tetapi Nadia tidak pernah ikut melakukan tindakan, Dia hanya ikut melihat saja. Sonya sebenarnya tidak mau berteman dengan orang-orang seperti itu, tetapi karena Nadia berteman dengan mereka, dia jadi ikutan.
Sekarang melihat Nadia sudah baik-baik saja, Sonya merasa lega.
__ADS_1
Setidaknya besok Nadia bisa masuk sekolah dengan biasa.
..