
Naella dan Thomas sama-sama bingung antara harus jujur dengan hubungan mereka atau tidak. Tetapi Disatu sisi Maminya Thomas terus-menerus mengintimidasi mereka untuk berkata jujur.
"Mih..."Seru Thomas tampak ragu-ragu
Mami Thomas menatap Thomas dalam-dalam.
Secara kebetulan Ibu Naella juga melihat Naella dan Thomas dari kejauhan. Naella melirik Ibunya, Ibunya pun sama. Ada rasa penasaran dan kekhawatiran dimata ibunya. Naella merasa semakin bingung dan takut harus berbuat apa.
Tiba-tiba Thomas memegang tangan Naella.
Naella kaget, Maminya Thomas juga terkejut.
"Mami... Aku mohon restui hubungan kami berdua!" Seru Thomas dengan lantang
Seperti disambar petir Naella dan Ibunya Naella secara bersamaan dibuat kaget dengan pernyataan Thomas barusan.
Sedangkan Mami nampak menatap Naella dan Thomas dengan tatapan tajam.
"Kalian benar-benar pacaran?" Seru Mami dengan nada tinggi
Naella hanya bisa menundukkan kepalanya takut. Sudah pasti Maminya Thomas tidak akan menerima dirinya.
Nia yang sedang mengintip pun tampak tersenyum senang.
"Kena kamu anak pembantu sialan" batinnya
Lalu tampak Ibu Naella menghampiri mereka diruang tamu.
"anu Bu Sekar Saya mohon maafkan atas kelancangan anak saya" Seru Ibunya Naella sambil duduk sujut didepan Bu Sekar
Naella menatap Ibunya merasa bersalah.
Tanpa diduga, tiba-tiba Bu sekar kemudian mengajak Ibunya Naella untuk duduk disofa sambil tersenyum.
"Udah gak papa, mereka sangat cocok kok" Seru Bu sekar sambil tersenyum
Ibunya Naella, Naella, Thomas dan Nia yang sedang mengintip tampak kaget dengan ucapan Bu Sekar yang tampak menerima begitu saja hubungan Naella dan Thomas.
"Mami...gak marah kalau aku pacaran sama Naella?" Tanya Thomas girang
"Kenapa harus marah, Naella gadis yang cantik , baik dan perhatian kok sama kamu"
__ADS_1
Thomas senang lalu segera memeluk Maminya penuh sayang.
"Makasih mih, Love you mamiku"
Lalu Maminya Thomas menatap Naella dengan senyum.
"Naella Ibu titip Thomas ya sama kamu, Kalau Thomas macem-macem, langsung lapor ke Ibu" Seru Maminya Thomas
Maminya Thomas juga meyakinkan Ibunya Naella untuk tidak terlalu memikirkan hubungan Naella dan Thomas. Karena menurutnya , anaknya berhak mencintai siapapun wanita didunia ini.
Ibunya Naella tetap masih merasa tidak enak dengan hubungan anaknya dengan anak majikannya. Bisa-bisanya anaknya berpacaran dengan anak majikannya.
Dilain sisi Nia tampak sangat kesal dengan kenyataan yang dia lihat. Kenapa bisa Majikannya menerima anaknya memacari anak pembantu. Ini bukan drama korea, mana mungkin ada hal semacam ini dikehidupan nyata. Nia benar-benar tampak tidak suka, dia sangat kesal dengan kenyataan yang dilihatnya. Sumpah serapah keluar dari mulutnya, mendoakan hubungan Naella dan Thomas segera berakhir saja. Karena menurutnya yang paling cocok bersanding dengan Thomas adalah Nadia. Dari status sosial, Orang Tua Nadialah yang paling setara dengan Orang Tua Thomas.
*.*
Sekarang Thomas dan Naella sudah tenang dengan hubungan mereka. Semua orang juga sudah tau dan tampak mendukung.
*.*
Semenjak kejadian diBis, Nadia dan Bima tampak semakin akrab. Setelah saling mengenal satu sama lain, Nadiapun tahu kalau ternyata Bima adalah seorang bisnisman muda disebuah kedai kopi yang cukup terkenal didaerahnya. Nadia pun diundang untuk mampir kekedai milik bima , untuk mencoba rasa kopi racikan Bima langsung.
Kedai kopinya tidak terlalu besar, tapi cukup terlihat berkelas dengan arsitektur yang sangat keren menurut Nadia. Dikedai itu ada 3 karyawan 2 cowok dan satu cewek. Bima juga sering ikut membantu disana. Dengan penampilan Bima yang sederhana, yang memilih naik trasportasi umum dibandingkan kendaraan pribadi. Siapa yang menyangka kalau dia adalah pemilik sebuah kedai kopi yang cukup ternama.
Tak menunggu lama, Kopi buatan Bima sudah jadi dan segera diantar ketempat Nadia duduk.
"silahkan dicoba, ini spesial loh!" seru Bima sambil duduk didepan Nadia
Nadia mencobanya dan rasanya sangat nikmat sekali. Komposisinya juga sangat pas.
"Wah enak banget kak! mau dong diajarin bikin kopi yang enak!" Seru Nadia senang
"Serius mau belajar bikin kopi?" Tanya Bima
Nadia mengangguk mengiyakan.
Tanpa basa basi lagi, Bima lalu segera mengajak Nadia kedapur tempat membuat kopi.
Bima memakaikan celemek ke Nadia, mengikatkannya ketubuh Nadia. Dan membantu memakaikan sarung tangan ke tangan Nadia. Benar-benar penuh perhatian banget. Nadia sampai-sampai tersipu malu dibuatnya. Malu juga karena diperhatikan oleh karyawan bima yang sedang duduk dibelakang. Dan juga beberapa pengunjung yang sedang menikmati kopi dikedai itu.
Lalu belajarpun dimulai. Dengan penuh kesabaran Bima mengajari Nadia meracik kopi yang enak. Dari menghaluskan kopi, menambahkan gula dan susu agar rasanya pas. Sampai melukis diatas kopi. Walaupun Nadia beberapa kali membuat kesalahan, tetap saja , Bima dengan sabar membantu Nadia sampai bisa. Dan akhirnya taraaaa... Kopi buatan Nadia pun jadi. Kopi hangat yang diatasnya ada tulisan Love ala buatan Nadia pastinya.
__ADS_1
"Gimana hasilnya?" Tanya Nadia Dengan bangganya
"wah lumayan sih!" jawab Bima
"Kalau gitu cobain!"
"Harus nih? takut keracunan ahhh...!" Ledek Bima
"yeyyy...kan Kakak sendiri yang ngajarin" Seru Nadia ngambek
Dengan tertawa cekikikan karena melihat Nadia yang ngambek, Bima pun segera mencoba Kopinya.
"hemmm..." Serumut Bima tampak dengan ekspresi
Nadia melihat kearah Bima, bertanya-tanya seperti apa rasa kopi buatannya.
"hemmm...Terlalu manis nih!" seru Bima dengan nada tinggi
"ahh masa sih, kan Kakak yang ngajarin tadi" Seru Nadia gak terima
"Terlalu manis karena minumnya sambil ngeliat kamu hehe" Seru Bima sambil cekikikan
Nadia yang tersipu lalu memukul Bima dengan manja.
" ye malah ngegombal, Tapi udah pantes kan disajikan buat pelanggan?" Tanya Nadia
"Iya lumayan, emang kenapa mau ngelamar kerja disini?" tanya Bima
"iya kalau boleh, tapi aku bayarannya mahal" seru Nadia sombong
"Yehhh anak baru mana bisa digaji lebih tinggi"
"Kan karyawan sepesial" Seru Nadia lucu
Bima lalu mengacak-ngacak rambut Nadia dengan gemas. Nadia lagi-lagi tersipu dengan perlakuan Bima. padahal Rambutnya yang diacak-acak, tetapi kenapa hatinya yang berantakan hehe.
Bima menatap Nadia sambil tersenyum senang , sebaliknya Nadia pun sama. Sepertinya mereka benar-benar sudah cocok satu sama lain.
Tanpa sadar , Bima datang menyembuhkan trauma Nadia dengan cepat. Nadia sudah tak memikirkan Kejadian kemarin yang membuatnya trauma. Seperti seolah-olah kata dari sebuah pepatah "Habis gelap terbitlah terang". Bima yang entah dari mana tiba-tiba datang dikehidupannya. Memberikan sebuah penerangan dikehidupannya yang sekarang.
Dalam hati Nadia bersyukur bisa mengenal sosok Bima dikehidupannya. Menurut pengamatannya, Bima benar-benar seorang laki-laki yang baik. Terlihat juga pada saat Dia berinteraksi dengan karyawannya. Bima dan karyawannya malah tak terlihat seperti atasan dan bawahan, lebih terlihat seperti teman akrab.
__ADS_1
*.*