
Kembali kemasa sekarang...
Naella sedang berada dikantor. Seperti dugaan Viko, bos marah-marah dengan hasil kerja Naella dan Viko. Sudah pasti yang kena omelan tetap saja Viko karena Dia adalah seniornya.
Naella mana tahu kalau Direktur itu ternyata adalah seseorang yang pernah ada dimasa lalunya. Dan orang lain mana tahu dengan masalah kehidupannya. Dia belum mempersiapkan mental untuk bertemu tiba-tiba dengan Thomas. Jadi Dia tidak bisa profesional dengan pekerjaannya tadi.
Naellapun termenung lagi dimeja kerjanya setelah mendapat ceramah dari Bosnya. Apakah Thomas tadi mengenalinya ya. Kalau sampai mengenalinya apa yang akan terjadi selanjutnya. Naella benar-benar frustasi, Dia tidak tahu harus memulai dari mana.
Tiba-tiba Viko membanting tumpukan buku dimeja Naella dengan keras. Naella kaget dan segera membuyarkan lamunannya.
"Sabar Senior" Seru Naella pelan sambil melirik kearah seniornya dan bergidik ngeri. Sekarang pasti gilirannya yang kena omelan Viko.
"Hey Naella...! Hari ini telaktir aku makan!" Seru Viko dengan tatapan sadis
tapi membut Naella lega juga
"Dia tidak marah!"
"Telingaku sakit dan perutku kosong setelah mendengar omelan Bos, dan tidak ada gunanya juga jika aku memarahimu juga! kenapa Tiap melihatmu membuatku benar-benar tambah kesal sih!" gerutu Viko
"Maaf senior hal seperti ini tidak akan terjadi lagi kok!" seru Naella meyakinkan
"Bagaiman kalau kita makan Daging panggang!" Ajak Naella merayu
"Ya daging panggang yang mahal sebelum aku benar-benar memotong-motong daging kamu!" Omel Viko mengancam
Naella pun segera mengajak Viko keluar kantor untuk makan.
*.*
Naella dan Viko pergi ke Restoran langanannya, yaitu Restoran milik Puspa. Setelah lulus sekolah Puspa segera membuka Restorannya, dan lumayan mendapakan sambutan baik dari masyarakat. Naella dan Viko, Mereka berdua sudah sering makan di Restoran Puspa, sehingga Viko dan Puspa juga sudah saling mengenal.
Naella dan Viko sudah memilih tempat duduk, dan tampak Puspa tergesa-gesa mendekati mereka berdua.
"Hay Kalian akhirnya mampir juga kemari!" seru Puspa seolah-olah sudah menunggu kedatangan nya
"Tumben banget, apa kamu merindukanku?" tanya Viko genit tetapi Puspa tidak mengubris dirinya, dan segera mendekati Naella
"Nae... Aku udah ngeliat sesi wawancaramu tadi siang!" seru Puspa tampak antusias
__ADS_1
Naella buru-buru memotong ucapan Puspa dan mengajaknya pergi.
"Emm Senior, silahkan pesan makananmu! Aku akan segera kembali!" seru Naella sambil menarik Puspa pergi
Viko menatap kepergian mereka dengan curiga.
"Ada apa dengan wawancara tadi, apa dia merasa tidak puas juga dengan Naella!" batin Viko
Naella mengajak Puspa menjauh dari Viko agar supaya leluasa berbicara.
"Kamu lihat kan Direktur Itu, Direktur Misterius itu?" tanya Naella
"Iya aku melihatnya!" Seru Puspa yakin
"Aku benar-benar tidak menyangka kalau itu Dia!" Seru Naella
"Aku juga kaget Nae, selama ini Kita benar-benar tidak bisa menemukan jejaknya kan! Dan tiba-tiba Dia sudah menjadi orang nomer satu Di Asia! Wow..! gak nyangka banget" Seru Puspa takjub
"Lalu apa kamu sudah saling bertegur sapa, apa dia mengenalimu, apa kalian sudah saling berbicara?" tanya Puspa penasaran
Naella mengelengkan kepalanya.
"Mana mungkin Dia sudah melupakanmu Nae?"
"Lebih baik begitu, aku tidak punya hati kalau masih terus-menerus mengejarnya lagi!" Seru Naella
"Tapi jika dia tinggal dikota ini, suatu saat pasti kalian akan bertemu lagi, lalu apa yang akan kamu lakukan?" tanya Puspa
"Aku rasa dia tidak akan tinggal disini, dia bukan orang sembarangan, selama ini saja dia menyembunyikan identitasnya kan!"
"iya sih... tapi setidaknya persiapkan diri kamu untuk bertemu dia lagi Nae!" Minta Puspa
Naella mengangguk setuju
Lalu dia pergi meninggalkan Puspa.
Viko sudah menunggu Naella sambil memanggang dagingnya.
"Sudah bicaranya, memangnya apa yang kalian bicarakan sampai-sampai aku pun tidak boleh mendengarkannya?" tanya Viko penasaran
__ADS_1
Naella diam saja dan segera meneguk minumannya berkali-kali.
"hey Nae.. sebenarnya apa sih yang sedang kamu rencanakan? kalian ngomongin soal pers Conferse tadi kan?"
"aku tidak punya rencana apa-apa senior, berhenti berfikir macam-macam padaku!" seru Naella sambil memakan dagingnya.
"Ingat ya jangan bikin masalah lagi, sekali kamu bikin masalah pasti aku yang kena lagi!"
Naella pun segera menyumpel mulut seniornya dengan daging agar tidak cerewet lagi.
Viko buru-buru mengunyah dan menelan dagingnya.
"Tapi kenapa Puspa tertarik dengan sesi wawancaramu tadi? apakah dia seorang komentator berita? selama ini dia tidak pernah tertari dengan pekerjaanmu" tanya Viko masih terus penasaran
Naella menghela nafas panjang, Dia kesal kenapa seniornya cerewet sekali.
"Senior kamu taukan dia itu direktur kosmetik paling populer se Asia tenggara kan! pastinya Puspa ingin mengenal lebih dalam direkturnya, sudah biasa saat aku mendapatkan narasumber yang menarik, pasti orang lain langsung menyerbuku untuk bisa mengenali lebih intens lagi!" jelas Naella meyakinkan
Tampak Viko manggut-manggut seolah percaya dengan perkataan Naella.
"Ohh masuk akal, oke kalau begitu kamu jangan pernah membocorkan informasi apapun tentangnya pada siapapun! biarkan temanmu hanya mendapatkan informasinya hanya dari televisi, apa kamu mengerti?"
"Baik senior!" seru Naella sambil hormat pada viko
Mereka segera menghabiskan daging yang sudah dipangganya.
"Daging ditempat ini memang yang terbaik!"
"Puspa namba satu lagi ya!" Seru Viko yang membuat Naella tidak percaya
"Ini sudah yang ketiga kalinya, apa dia benar-benar kelaparan, abis sudah uang bulananku kali ini" batin Naella
Tetapi demi memperbaiki hubungan dengan seniornya , Naella pun ikhlas.
"Wah daging disini memang yang terbaik!" seru Viko sambil mengacungkan jempolnya
"Senior silahkan makanlah sepuasnya!" seru Naella sambil memaksakan senyum
Dibilang begitu, Vikopun semakin semangat.
__ADS_1
*.*