
Pagi ini terasa berbeda sekali menurut Naella. Dia masih tidak percaya bisa pacaran sama Kakak kelas paling tampan dan populer disekolah. Kalau sampai orang lain tahu, apa yang akan terjadi ya.
Dia ingin sekali setiap hari bisa berangkat sekolah bersama. Bergandengan tangan layaknya sepasang kekasih. Tapi keinginan itu harus dipendamnya dalam-dalam. Tidak mungkin bisa, Naella tidak mau berurusan dengan genknya Nadia.
Naella berjalan menyusuri halaman sekolah, dan Dia melihat Thomas yang sedang tersenyum kearahnya. Naella ingin membalas senyum Thomas sambil melambaikan tangannya. Tetapi niatnya diurungkan setelah ada Puspa dan Vivi yang menghampiri dirinya.
"Nae, setiap hari kamu naik bis? " tanya Vivi
" Ahh iya, kebetulan rumahku agak terlalu jauh dari sekolah "
" Yuk masuk yuk, tugas fisika aku belom kelar nih" Ajak Puspa
Naella langsung ditarik Puspa untuk segera kekelasnya. Naella melirik kearah Thomas yang tampak kecewa.
*. *
Didalam kelas Naella sibuk chatan dengan Thomas, sedangkan Puspa juga sibuk nyelesein tugas fisikanya.
"Nae, tugas kamu udah selesai? " tanya Puspa
" Udah" jawab Naella sambil terus asik membalas chatan Thomas
"Lagi chatan sama siapa sih? "
" Bukan siapa-siapa kok, emm aku mau ketoilet dulu ya"
Naella lalu buru-buru pergi keluar kelas.
"seperti ada yang aneh? Mencurigakan"
Naella rupanya tidak pergi ketoilet, melainkan ketaman belakang sekolah yang masih sepi. Jam bel sekolah masih setengah jam lagi, makanya masih sepi.
"nae.. Panggil seseorang dari balik tanaman yang lumayan tinggi "
Naella segera menghampiri orang itu, yang tak lain adalah Thomas.
" Thomas tau banget tempat tersembunyi begini" batin Naella
Thomas segera memeluk Naella erat-erat.
"duh aku kangen"
"kita kan baru aja ketemu kemarin "
" emang kamu belom juga kangen? " tanya Thomas ngambek
__ADS_1
" kangen sih"
"udah sarapan belum? "
" udah"
"aku belum" jawab Thomas sambil memonyongkan bibirnya
"dia mau apa sih, apa dia mau ngajakin ciuman lagi? " batin Naella
Thomas masih memonyong-monyongkan bibirnya dan semakin dekat dengan bibir Naella.
" emm.. Kak" dorang Naella menjauh
"kenapa? "
" emm.. Ini disekolah "
" biyarin " seru Thomas dan langsung mencium Naella dengan ganas.
Naella pun akhirnya terhanyut dalam lamutan bibir Thomas. Semakin lama Thomas semakin ganas. Ciuman Thomas menjalar kepipi Naella, lalu kekupingnya dan Naella bisa merasakan hembusan nafas Thomas dikupingnya. Membuatnya merinding dan semakin terhanyut, Dia sampai tak ingat kalau sedang berada disekolah. Ciuman Thomas semakin turun-turun dan turun. Benar-benar lembut sekali. Tubuh Naella merinding, denyut nadinya berdetak sangat cepat.
Lalu Thomas mejilati leher Naella, mengecup-ngecupnya, menyedot dengan bibirnya yang lembut.
Thomas masih terus menciumi Naella sambil meraba punggung Naella, memberikan sensasi luar biasa. Dan tangan nya semakin menjalar kedada Naella. Naella kaget lalu segera mendorong Thomas.
"aku gak mau sejauh itu Kak"
"emm.. Maafin aku Nae, aku terbawa suasana" seru Thomas merasa tidak enak
"Ya udah kita masuk yuk" Ajak Thomas
Dan Thomas pun pergi duluan disusul Naella.
*. *
Naella memasuki kelasnya dengan perasaan yang aduk campur gak karuan. Dia segera duduk dibangkunya dan melihat Puspa yang sedang memainkan ponselnya.
"Lama banget ketoilet" tanya Puspa
"ahh iya, aku sakit perut pus"
Puspa melihat kearah Naella terus menerus membuatnya merasa risih.
"Ada apa sih pus? Jangan ngeliatin aku terus ahh"
__ADS_1
"Kamu abis ngapain sih?" Tanya puspa masih ngeliatin Naella, Naella merasa kalau Puspa ngelihat ke arah lehernya.
"Ada apa sama leherku yak" Batin Naella sambil menyingkap lehernya, tapi tak merasa apa-apa
Puspa akhirnya fokus ke ponselnya lagi sampai bel masuk berbunyi. Dan pelajaran dimulai, tetapi Naella benar-benar tidak bisa fokus dengan pelajaran nya. Dia penasaran ada apa sih dilehernya.
*. *
Saat bel istirahat Naella segera ketoilet untuk mengecek lehernya. Untung ditoilet tidak ada orang, jadi Dia bisa leluasa memeriksa lehernya dari kaca.
"wah apa itu? Ada bekas merah dileher? "
Naella teringat saat tadi Thomas menciumi lehernya. Ternyata itu bisa meninggalkan bekas dan Dia baru tahu. Sekarang Dia sangat malu, bagaimana Dia harus menyembunyikan merah dilehernya.
Naella sibuk menutupi cupang dilehernya dengan rambutnya tapi tetap aneh. Dan dia segera dikagetkan dengan kedatangan Puspa yang tiba-tiba. Naella buru-buru menyamping tidak menghadap kekaca lagi.
"lagi apa kamu Nae? " Tanya Puspa sambil cengar-cengir
" emm.. Itu aku , anu ini.... "
" ngeliatin cupang dileher ya? " tanya Puspa sambil cekikian
Naella kaget dan gak nyangka kalau Puspa bakalan seberani itu ngomongnya.
" kamu punya pacar ya Nae? Benar-benar gak nyangka aku diem-diem kamu seberani itu pacaran disekolah, soalnya tadi pagi pas baru berangkat itu belum ada, tetapi pas tadi kamu bilang mo ketoilet ehh baru ada" seru Puspa sambil cekikian
Muka Naella langsung memerah malu dan tak bisa berkata apa-apa.
" Nae cerita dong siapa pacar kamu? "
" emm Puspa, jangan bilang siapa-siapa ya! "
" Asiapppp.... " seru Puspa sambil seolah-olah memeragakan mengunci mulutnya, lalu kuncinya dibuang
" Ya udah ayo kekantin"
"ihhhh... Naella, kasih tau dulu siapa orangnya? "
" ahh tar ahh belum saatnya "
" yahhh... Kenapa dirahasiain sih? "
" entar aku kasih tau orang nya kok, maaf ya"
Puspa agak kecewa tapi menurut juga. Lalu mereka pun segera pergi kekantin.
__ADS_1