Nafsu Remaja

Nafsu Remaja
Mencari Restu


__ADS_3

Dirumah Thomas, datang Naella yang diminta Thomas setelah merayu maminya berkali- kali. Thomas beralasan meminta Naella untuk membantunya saat makan dan hal lain. Karena maminya sibuk bekerja dan tidak bisa terus-terusan mengurusi Thomas. Akhirnya Maminya setuju tanpa curiga.


Naella dudu disamping Thomas ditaman rumahnya, sambil menyuapinya makan buah-buahan. Dengan manja, Thomas ingin selalu disuapi, karena dia tidak mau makan dengan tangan kiri karena itu tidak baik.


"Kakak! kenapa menyuruhku yang mengurus kakak sih? aku gak nyaman kalau harus kerumah juga" tanya Naella berbisik


Dia juga khawatir kalau ibunya yang bekerja disitu ikut curiga.


"Lalu aku harus menyuruh siapa, kan orang tuamu bekerja disini, kenapa gak sekalian kamu juga!"


"iya sih, tapi....!"


Thomas memegang tangan Naella.


"Kita tidak bisa kan terus-terusan menyembunyikan hubungan kita dari orang tua kita!". seru Thomas


"Apa kakak mau bilang sama mereka sekarang?"


"iya aku ingin, aku yakin mereka mau mengerti dan malah mendukung!"


Naella menghela nafas frustasi.


Mana ada anak pembantu yang pacaran sama anak majikan.


"Kita harus jujur apapun resikonya... Biar aku juga bisa nyaman sama Orang Tuamu!" seru Thomas meyakinkan


"Kita harus meminta restu orang tua kita, supaya hubungan kita bisa tetep langgeng!" tambah Thomas


Naella lalu berfikir apa mungkin yang dikatakan Kak Thomas itu benar.


Apa mungkin ini saat yang tepat untuk bilang kepada orang tua mereka. Tetapi disisi lain, Naella juga takut akan menjadi masalah di hubungan mereka berdua. Secara perbedaan tingkat sosial yang amat signifikan antara keluarga mereka.


Apa mungkin keluarga Thomas mau menerima dirinya yang adalah anak dari pembantunya? Dia merasa kalau itu tidak mungkin.


...


Disisi lain, Dari kejauhan Ibu Naella memperhatikan Naella dan Thomas. Dia kaget melihat Thomas yang memegang tangan Naella dan juga pipi Naella. Mereka terlihat sangat dekat, seperti ada hubungan khusus. Tetapi Ibu Naella menepis pikirannya, itu tidaklah mungkin. Dia berharap kalau apa yang ada dipikirannya itu tidak benar.


*.*


Di suatu malam, Mami Thomas sedang dipijit oleh salah satu pembantunya yang tinggal dirumahnya. Ada dua pembantu wanita yang tidur dirumah itu, satunya Ibu-ibu setengah baya yang sudah bekerja berpuluh tahun, dan satu lagi wanita berumur 26 tahun dan baru bekerja setahun terakhir. Lalu ada ibunya Naella, yang hanya bekerja Pagi dan sore saja khusus bersih-bersih rumah.


Dan sekarang yang sedang memijit Maminya Thomas Adalah pembantu yang muda yang berumur 30an, Namanya Nia. Tetapi Maminya Thomas biasa memanggilnya Neng Nia.


"Bu Sekar, Nia boleh bilang sesuatu gak?" Tanya Nia disela-sela memijitnya


"Ada apa Neng, Bilang aja!"


"Anu Bu, Tapi Ibu jangan marah ya!"


"Iya ada apa?"


Nia agak diam sejenak lalu meyakinkan dirinya untuk berbicara.


"Ini tentang anaknya bi Maya bu (Ibunya Naella) sama Mas Thomas!"


"Ada apa sama mereka?". Tanya Bu Sekar, sambil melirik Nia

__ADS_1


"Sepertinya ada sesuatu deh, diantara mereka!". seru Nia tampak yakin


"Thomas sama Naella itu satu sekolah , karena Thomas tangan kanannya masih sakit


begitu, makanya Naella aku suruh yang membantu Thomas makan dirumah dan disekolah, kan tidak mungkin Dia makan pakek tangan kiri!" Seru Bu Sekar menjelaskan tanpa curiga


"Duhh bu, bukan itu masalahnya, Tadi sore aku liat mereka gandengan tangan bu, Naella megang tangan Mas Thomas! terus ngelus-ngelus pipi mas Thomas juga"


"kamu yakin?" Tanya Bu Sekar tidak percaya


"Iya Bu, Malah Naella juga nempel-nempel ke Mas Thomas terus!, aku jadi ngerasa gimana gitu Bu, ngeliatnya" Seru Nia bercerita dengan liciknya


Padahal kenyataannya Thomas yang mengelus pipi Naella dan memegang tangan Naella.


Bu Sekar langsung berfikir dan penasaran ada hubungan apa antara Naella dan anaknya.


"Naella nyari kesempatan banget bu, gak nyangka masih anak sekolah , tapi kayak gitu kelakuannya, miris banget!"


"Thomas gak bilang apa-apa sih sama aku!" seru Bu Sekar masih tetap santai


"Aku sih cuma bilang aja bu dengan apa yang aku lihat!" Seru Nia


Dalam hati Nia berharap Bu sekar akan segera mengambil tindakan pada Naella.


*.*


Kesok harinya disekolah.


Nadia baru sampai disekolah. Lalu Dia mendapat pesan dari Bima, kenalannya kemarin saat Dibis.


"Selamat Pagi Nadia"


"Pagi juga kak"


balas Nadia


"Lagi disekolah ya, semangat ya sekolahnya"


Nadia tersenyum bahagia entah apa alasannya.


*.*


Seperti hari-hari sebelumnya, Naella selalu menyuapinya Thomas saat makan siang dikantin. Lalu karena hari ini Naella tidak ada ekstrakulikuler, mereka pun pulang bersama dan langsung menuju kerumah Thomas.


Sesampainya dirumah , ternyata Maminya Thomas ada dirumah.


"Loh Mami , gak kerja!" Seru Thomas sambil mencium tangan Maminya


"hari ini tidak ada kerjaan, jadi Mami pulang cepat, kalian cepat ganti baju sana, Mami mau bicara!"


Thomas dan Naella saling pandang, apa yang akan mami bicarakan.


Lalu Thomas dan Naella segera pergi untuk ganti baju.


Diseberang sana, ada Nia yang sedang mengintip dan tersenyum licik.


"Ahhh kena kamu Naella, Anak pembantu aja belagu banget pengen dapetin Anak Majikan, gak tau diri banget!" Batin Nia dengan seneng

__ADS_1


...


Naella dan Thomas sudah duduk diruang tamu bersama Maminya Thomas. Mereka penasaran ada apa sebenarnya, kenapa Mamanya menyuruhnya dan Naella untuk berkumpul.


"Ada apa sih mi, sampai nyuruh kita ngumpul disini?" tanya Thomas


"Naella, bagaimana dengan sekolah mu? apa kamu merasa terganggu selama merawat Thomas?". tanya Mami


Naella agak terkejut dan ragu- ragu untuk menjawab.


"Gak terganggu kok Bu, Saya justru senang Bisa membantu Kak Thomas" Jawab Naella berusaha sesopan mungkin


"Mami kenapa nanya begitu sih, aku kan tidak menganggu Naella, Aku cuma minta bantuan Dia saat istirahat aja kok!" seru Thomas membela diri.


"Kan Mami cuma nanya aja?"


"Mami nih!" gerutu Thomas


"Ohh ya , terus sudah berapa lama kalian saling mengenal?" tanya Mami lagi


Naella melirik Thomas, ragu-ragu menjawab pertanyaan majikannya.


"Semenjak Naella Masuk SMA!" Jawab Thomas bebarengan dengan Naella yang menjawab "Sejak ngantiin ibuk!"


Naella dan Thomas saling pandang karena jawaban mereka berbeda.


"Yang benar yang mana?"


Naella tampak menundukkan kepalanya, tidak enak.


"oke Thomas akan cerita!" Seru Thomas yang membuat Naella kaget


Naella belum siap kalau Thomas mengatakan yang sejujurnya.


"Sebenarnya aku sama Naella..." Seru Thomas sambil melirik Naella


Naella berusaha mengatakan jangan..jangan.. dengan matanya.


"kalau kita sebenarnya sudah bertemu dan saling kenal sebelum Naella menggantikan Ibunya dan Mami ngenalin ke aku!". Seru Thomas yang membuat Naella lega


Hampir saja janntungnya Naella mau copot.


Naella mengiyakan jawaban dari Thomas.


"Oh ya! jadi kalian sudah saling kenal sebelumnya, terus kenapa harus berbohong?" Tanya Mami


"emm itu..!" Thomas tidak bisa menjawab


Mami menatap Naella dan Thomas dalam-dalam, kebetulan mereka berdua duduk berdampingan didepannya.


Mami tampak menarik nafas dalam- dalam lalu mengeluarkannya.


"Sebenarnya ada hubungan apa antara kalian berdua? Apa kalian pacaran?"


Tanya Mami dengan nada tegas


Naella dan Thomas sama-sama kaget. Mendadak seperti aliran darahnya berhenti tiba-tiba.

__ADS_1


...


__ADS_2