Nafsu Remaja

Nafsu Remaja
Mengalah..


__ADS_3

Hari ini Thomas sudah mulai masuk sekolah, walaupun tangan kanannya masih diperban dan belum bisa digunakan. Dia sudah bosan harus terus-terusan istirahat, tanpa bisa kemana-mana.


Disaat mengikuti pelajaran, Thomas hanya mendengarkan penjelasan guru tanpa bisa ikut mencatat. Bagaimana mau mencatat, tangan kanannya masih sakit dan Dia bukanlah seorang kidal.


"Kenapa kamu tidak istirahat saja dirumah sih?" tanya Elo


Elo adalah teman sebangku Thomas, sekaligus teman dekatnya juga.


"Aku Kangen sama Naella!" seru Thomas yang membuat Elo mengelus dada kesal.


Dia fikir Thomas takut ketinggalan pelajaran, tetapi malah gara-gara soal cewek.


"Kalau dirumah Naella tidak mau datang, jadi aku yang harus mendatangi Dia!"


"Apa orang tuamu belum tau hubungan kalian?" tanya Elo


Thomas mengeleng dan membuat Elo mengelus dada lagi tidak percaya.


*.*


Saat istirahat...


Nadia melihat Thomas dan Elo akan mengambil makan siang. Lalu Dia berniat akan membantu Thomas mengambil makanannya, tetapi tiba-tiba Naella muncul menghampiri Thomas. Nadia hanya bisa menundukkan kepalanya kecewa.


Naella menghampiri Thomas, dan membantu mengambilkan makanan untuknya.


"Sayurnya yang banyak ya, kakak harus banyak makan Sayur!" seru Naella


Thomas hanya mengangguk menurut.


Thomas duduk dibangku tempat Naella dan teman-temannya duduk. Sedangkan Elo hanya berdiri mematung.


"Duduk Kak!" seru Naella


Elo melirik Thomas, meminta persetujuan untuk duduk ditempat lain.


"Kau mau kemana, duduk disitu, kamu gak lihat aku gak bisa ditinggal sendiri!" Seru Thomas mengancam


Dan akhirnya Elo duduk dengan terpaksa , Dia duduk disamping Puspa.


Mereka makan sambil mengobrol, hanya Elo dan Romi yang hanya diam saja.


Walaupun sebelumnya Romi sempat patah hati dan malas makan bersama. Tetapi lama-lama Romi baikan juga dan mau bergabung lagi


Elo tampak canggung, ini kali pertamanya dia makan bareng Adik kelas. Sebelumnya hanya Thomas yang makan bareng mereka.


Tiba-tiba Puspa menaruh telur gulung ketempat makan Elo. Elo kaget dan memandang kearah Puspa takjub. Takjub karena tiba-tiba ada yang menaruh telur gulung ditempat makannya dan juga takjub karena ternyata ada adik kelas yang cantik dan perhatian.


"itu telur gulung sayuran, setiap hari aku selalu membawanya, karena Kakak baru pertama makan bareng Kita, Kakak harus nyobain!". Seru Puspa sambil tersenyum


Itu sudah cukup membuat Elo menatap Puspa tanpa berkedip.


"Dia tidak mau kalik, biar aku saja yang makan Puspa!" Seru Bobi sambil akan merebut Telur dadar dari tempat makan Elo, tetapi dengan cepat Elo melahapnya.


Elo mengunyah-ngunyah telur dadarnya. Dan rasanya..


"Enak.."


Telur dadar apa ini, padahal cuma telur dadar sayuran tapi rasanya bisa seenak ini.


Puspa tersenyum sambil memberi Elo Telur dadarnya lagi.

__ADS_1


"Puspa aku juga mau!" seru Bobi


"Katamu telur dadarku tidak enak" seru Puspa marah


"Enak kok enak"


Sebaliknya Naella sedang menyuapi Thomas. Mereka tampak romantis sekali, benar-benar kesempatan untuk bisa romantis-romantisan. Dengan beralasan Tangan yang sakit.


"Kalo bisa seperti ini terus, lebih baik tanganku sakit aja terus!". seru Thomas bercanda


"Kakak ini" seru Naella malu


Tak jauh dari meja Naella DKK, Nadia sedang memperhatikan dengan sedih.


*.*


Saatnya Pulang sekolah....


Nadia satu kelas dengan Thomas. Saat Nadia akan pulang, Thomas memanggilnya.


"Nad... !". Seru Thomas sambil melempar Tasnya


Nadia menangkap tas Thomas dengan kaget.


Thomas hanya menunjuk tangannya sambil tersenyum. Lalu mereka berjalan bersama.


Disepanjang jalan Nadia hanya diam saja.


"Kenapa kamu diam saja sih?" Tanya Thomas


"Kamu gak pulang bareng Naella?".


"Dia ada ekstrakulikuler hari ini, makannya ayo kita pulang bareng!"


"Aku males dirumah terus, tidak ada yang menjenguk, termasuk kamu!". Seru Thomas


Nadia menghentikan langkahnya tiba-tiba.


"Thom aku lupa kalau ada janji". Seru Nadia sambil memberikan Tas Thomas, tetapi Thomas tidak mau menerimanya.


"Kenapa? kamu menghindariku?" tanya Thomas


"Aku benar-benar ada urusan Thom" Seru Nadia sambil memberikan tas Thomas lalu Dia pergi meninggalkan Thomas sendiri.


"kenapa dia bersikap begini?" Tanya Thomas dalam hati


*.*


Nadia berjalan terus sampai halte bis. Saat ada Bis berhenti Dia langsung saja naik tanpa perduli jurusan Bis itu kemana.


Dia duduk dipojok belakang,


Entah apa yang dirasakan, kenapa hatinya tiba-tiba sakit.


Nadia duduk termenung didalam bis.


cukup jauh Nadia menaiki Bis, sampai Dia tersadar, Dia salah Naik Bis.


Nadia segera turun dihalte berikutnya.


"Gara-gara banyak pikiran aku sampai salah naik Bis" Batin Nadia

__ADS_1


Lalu ada Bis yang berhenti, Bis jurusan arah rumahnya.


Dia segera naik dan akan menempelkan Kartu dimesin Pembayaran Bis. Tetapi dompetnya!


"Dompet aku tidak ada?"


Nadia mengubek-ngubek tasnya, Semua uang dan kartu ada didompet itu.


"Dek mau naik tidak?" Tanya Sopir Bis


"Ahh itu pak, dompet aku hilang"


"Terus mau tetep naik atau tidak?" tanya sopir Bus itu lagi


Disaat Nadia dalam kebingungan,tiba-tiba saja ada cowok yang menyerobot didepan Nadia.


"Untuk dua orang Pak!". Seru Cowok itu, lalu menyuruh Nadia masuk ke Bis


Nadia masuk ke Bis malu-malu.


"Emm..Terimakasih kak, Boleh minta nomor ponselmu, nanti aku ganti ongkosnya!"


Cowok itu memberikan nomer Ponselnya. Dan mengetik Namanya "Bima".


Nadia melihat ponselnya, lalu berkata "Ohh namanya Kak Bima, Aku Nadia Kak"


"oh iya, Gak usah diganti ongkosnya.. cuman berapa ribu aja, kenapa naik Bus tidak bawa kartu?"


"Ahh dompetku sepertinya terjatuh, dibis yang tadi aku naiki, tapi aku lupa Plat Mobilnya!"


"Wahhh begitu? sudah buat laporan? Kebetulan dihalte berikutnya dekat sama kantor pengaduan barang hilang, pasti mudah dilacak, kalau kamu ingat jam berapa naik bisnya"


"Belum kak, tapi mungkin aku pulang kerumah dulu deh!". Seru Nadia karena dia sadar tidak membawa uang sepeserpun


"Tenang aja aku akan nemenin kamu buat bikin laporan!" Seru Cowok itu seolah mengerti apa yang dipikirkan Nadia


"Ahhh beneran Gak Apa-apa kak?" Seru Nadia


Cowok itu tersenyum sambil mengangguk.


*.*


Lalu mereka segera membuat laporan. Setelah ditelusuri, ternyata dompetnya Nadia ada yang menemukan, dan sudah diserahkan kepetugas Dikantor pengaduan tempat lain.


Bima dan Nadia segera kekantor tersebut.


Dompet sudah didapat dan uang serta isi dompet yang lain juga masih utuh.


"Syukurlah dompetnya ketemu, terimakasih Kak!"


Nadia segera mengeluarkan beberapa lembar uang untuk Bima.


"ini untuk ganti ongkos Bis Kak!"


"Ehhh gak usah, aku bilang gak usah diganti kan!"


Seru Bima menolak


"Ahh aku tidak enak Kak, masak gak mau diganti sih!"


"Ahhh begini saja, gimana kalau temenin aku makan, kebetulan aku laper nih!"

__ADS_1


"Ohh ya udah, ayo kalau begitu!" Setuju Nadia


Lalu mereka segera pergi makan.


__ADS_2