Nafsu Remaja

Nafsu Remaja
Meninggalkan semua Kenangan


__ADS_3

Hari-hari yang mulai membosankan buat Naella,  tanpa ada Thomas yang selalu menghiburnya. Tetapi dia harus tetap semangat apapun yang terjadi. Walaupun dia tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau dia sangat kesal karena ditinggalkan Thomas. Tapi ini demi kebaikan Kekasihnya.


Dan sore ini hujan grimis menguyur sekitaran rumah Naella, pas sekali dengan momen yang tengah dirasakannya. 


Kak Thomas Apa Kabar? Kamu baik-baik saja kan disana?


Naella menatap rintikan hujan yang tampak seolah menari-nari menghibur kekalutan hatinya.


Ibu Naella yang sedari tadi memperhatikannya mengerti apa yang tengah dirasakan putrinya, lalu Dia mendekati putrinya yang sedang melamun itu.


"Nae... Kamu masih mikirin Mas Thomas?"


Naella tersadar dari lamunannya.


"Kalau kalian berjodoh, pasti tuhan akan menyatukan kalian kembali"  Seru Ibunya sambil mengelus rambut putrinya.


Naella memeluk ibunya sedih, dan mencurahkan semua kekalutan hatinya dipelukan ibunya.


"Ibu dari kemarin ibu selalu menelepon kekampung? Apa sakit nenek sangat parah?"


tanya Naella


Ibu Naella menghela nafas panjang.


"Nae.. Ibu juga sedang bingung sekarang!"


"Kenapa bu?"


"Nenek dikampung tidak ada yg merawatnya, anak perempuannya hanyalah ibu, tapi ibu tidak mungkin pulang kekampung sendiri, karena Ayahmu juga tidak mau kalau hanya ibu yang kembali kekampung, Dia ingin kalau kita bertiga pindah kekampung semua!"  jelas ibunya


Naella langsung bingung dibuatnya,  Pindah kekampung?  Lalu bagaimana dengan sekolahnya disini.


"Ibu tau Nae pasti tidak mau kan pindah kekampung juga, tapi Ayah dan Ibu akan tetap membiayai Sekolahmu disini kalau memang kamu tidak mau ikutan pindah"


Naella bingung disisi lain Dia tidak ingin pindah sekolah, dan disisi lain Dia tidak ingin membebani kedua orang tuanya.


"Tidak usah difikirkan, yang penting selesaikan sekolahmu disini dengan baik, tidak usah fikirkan yang lain ya!"


Naella memegang tangan ibunya dan meyakinkan dirinya sendiri dengan keputusan yang akan dia ambil.


"Ibu Naella akan ikutan pindah!"


Ibunya terkejut dengan keputusan Naella.


"Tapi Nae, bagaimana dengan sekolahmu disini,  bukankah  kamu sangat senang sekolah disini?"


Naella memaksakan senyum dibibirnya dan berusaha ikhlas dengan keputusan yang dia ambil.


"Nae tidak mau jauh dari Ayah dan Ibu, lagian pasti biayanya akan besar kalau Nae tetap memaksakan diri tinggal disini, Naella tidak masalah kok, yang penting bisa sama-sama terus dengan Ayah dan Ibu"


Ibunya sedih dengan keprihatinan Putrinya, Dia segera memeluk putrinya dan berucap terimakasih pada Naella.

__ADS_1


*.*


Naella sedang duduk ditaman sekolah bersama Puspa dan Bobi,  lalu datang Vivi tiba-tiba sambil berlari-lari.


"Nae...Nae...."


Seru Vivi teriak-teriak seolah-olah ada sesuatu yang gawat sedang terjadi.


"Kenapa Vi?" tanya Naella


"Itu Ayah dan Ibumu kenapa pada kesini?"  Tanya Vivi disela terengah-engahnya


Puspa dan Bobi merasa terkejut juga, apa mungkin ada masalah dengan Naella, berbeda dengan Naella , Dia malah terlihat murung.


"Nae ada apa?"


Naella menghelakan nafas panjang, Dia berat untuk mengatakan yang sebenarnya.


"Nae ada apa sih?"  tanya Vivi makin khawatir


"Aku mau... Pindah sekolah!" seru Naella yang langsung membuat teman-temannya terkejut


"Apa? Pindah!"


Seru teman-temannya kaget


Puspa langsung memegang tangan Naella tidak percaya.


"Iya aku harus pindah kerumah Nenek termasuk sekolahku!"  jelas Naella


Teman-temannya langsung heboh tidak terima.


"Nae kenapa harus pindah, tidak bisakah tetap disini?"  seru Puspa


"Iya Nae, jangan pindah"  seru Bobi tidak setuju juga


Sedangkan Vivi hanya menangis.


"Ini keputusanku temen-temen, ya mau bagaimana lagi orang tuaku akan pindah jadi aku harus ikut"


"Tapi nae, tidak bisakah kamu tetep disini?" tanya Puspa


"Akan butuh biaya besar kalau aku tetap disini, dan itu bisa membebani Ayah dan Ibu.


Teman-temannya langsung memeluk Naella sedih.


*.*


Naella pergi kekafe  milik Bima,  disana sudah pasti ada Nadia.  Disela-sela kuliahnya, Nadia memutuskan untuk menjadi pelayan dikafe milik Bima. Dia ingin belajar hidup mandiri seperti Bima. Sebagai pacar tentunya Bima sangat mendukung hal itu.


Naella mendekati meja barista.

__ADS_1


"Selamat sore kak, mau pesan apa?....Loh Naella?" Seru Nadia


Nadia tampak kaget karena tak menyangka Naella akan kekafe milik Bima yang notabene lumayan jauh dari sekolah maupun rumahnya.


"Hai Kak...!" seru Naella sambil senyum


Naella sudah duduk di meja kafe dan Nadia yang mengantarkan minuman milik Naella.


"Silahkan dinikmati"  Seru Nadia sambil duduk didepan Naella


"Wahh ternyata bener ya Kakak jadi pelayan dikafe pacar Kakak sendiri!"  


Nadia tampak tertawa senang dibilang begitu.


"Ya begitulah,  karena yang punya kafe pacar sendiri jadi gampang masuk kerjanya, haha...! ngomong-ngomong kenapa kamu sampai kekafe sejauh ini?" 


"Ada yang mau aku katakan pada kak Nadia!" seru Naella sambil menyeruput es kopinya


"Apa tuh?" Tanya Nadia penasaran


Hubungan Naella dan Nadia benar-benar sudah membaik. Nadia sudah menerima Thomas yang lebih memilih Naella dibandingkan dirinya. Lagian sekarang juga sudah ada Bima yang benar-benar bisa mengisi hatinya sekarang.


"Emm darimana ya aku ngomongnya, aku juga bingung kenapa tiba-tiba ingin menemui Kakak!"


"Ada apa sih, katakan saja!"  seru Nadia malah jadi makin penasaran


Naella menghela nafas panjang. Dia juga tidak yakin harus mengatakannya juga pada Nadia atau tidak.


"Kak aku mau pindah dari kota ini " seru Naella


Nadia terlihat kaget juga.


"Loh pindah kenapa?"


"Karena harus merawat Nenekku yang sedang sakit dikampung, jadi aku sekeluarga memutuskan pindah kekampung nenek"


"Nae... Kamu yakin?"  tanya Nadia tidak percaya


"Iya,  tapi jangan bilang apa-apa sama Kak Thomas ya!"  minta Naella


"Lalu bagaimana kalo dia pulang dan mencarimu disini?"


"Jangan katakan apa-apa, pura-puralah tidak tahu apa-apa!  Aku hanya ingin Dia selesaikan sekolahnya tanpa memikirkan aku!" jelas Naella


"Nae..."


"Liburan semester Dia juga tidak bisa pulang kan, karena dia harus mengambil les private saat liburan, jadi dia tidak akan mencari aku disini, asal kakak juga tidak bilang kalau aku pindah dari kota ini!" 


Nadia tampak cemas dengan situasi ini,  tapi Dia menurut saja dengan apa yang dikatakan Naella.  Semoga saja hubungan mereka tetap baik-baik saja.


Naella juga jarang saling berhubungan dengan Thomas lewat Ponsel maupun internet. Karena perbedaan waktu disini dan disana. Kalau disini Pagi disana sudah sore, jadi sangat susah membagi waktu dengan kesibukan masing-masing. Naella juga tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Yang terpenting sekarang yaitu menyelesaikan Study mereka terlebih dahulu. Apalagi impian Thomas sangat besar dan sudah direncanakan sejak sebelum mengenal Naella. Jadi Naella tidak ingin merusak mimpi-mimpi Thomas.

__ADS_1


*.*


__ADS_2