Nafsu Remaja

Nafsu Remaja
Ternyata Dia...


__ADS_3

Puspa hari ini dapat jadwal piket membersihkan kelas. Dalam satu hari ada 7 anak yang piket. Tetapi hari ini terlalu banyak tugas sekolah dan Puspa belum menyelesaikan semuanya. Ditambah hari ini juga dia piket. Maka dari itu pagi-pagi sekali Puspa sudah berangkat sekolah tanpa nebeng Bobi. Dia berangkat sendiri diantar sama mamang yang bekerja dirumahnya.


Tujuan Puspa berangkat pagi-pagi agar bisa segera piket menyapu kelas, setelah itu mengerjakan PR. Disekolah saat ini benar-benar masih sepi, yang terlihat hanya Pak bon yang sedang menyapu halaman sekolah.


"Hari terpagi dalam sejarah, perlu diapresiasi dong" seru Puspa dalam hati membanggakan diri-sendiri


Puspa segera berjalan menuju kelasnya, karena masih sepi pintu semua kelas masih tertutup, itu menandakan kalau dikelas masih kosong. Termasuk juga kelasnya pintunya masih tertutup.


"Serem gak ya kalau dikelas sendirian " seru Puspa bergidik ngeri


Antara takut dan tidak takut, Puspa pun nekat buat masuk kekelasnya. Diapun membuka pintu kelasnya. Dan apa yang Dia lihat..


" Romi! "


Romi kaget bukan main dan melihat kearah Puspa.


Romi satu kelas dengan Puspa. Dia tidak terlalu akrab, karena memang Romi tidak banyak bicara. Romi duduk sebangku dengan Bobi, dan sering kekantin bareng karena temannya Bobi. Tetapi karena Romi anaknya pendiam, jadi tidak terlalu dianggap tiap dalam obrolan. Romi juga adalah anak paling pandai dikelasnya. Terbukti setiap ada ulangan dia selalu dapat nilai sempurna.


Tapi hari ini Puspa dibuatnya kaget. Romi berada dibangkunya sedang menaroh bunga mawar di laci Naella.


Puspa tersipu malu-malu dan juga kegirangan. Ternyata cowok Naella itu adalah sih Romi.


Romi terlihat malu dan salah tingkah karena perbuatannya terbongkar. Dia sampai menundukkan mukanya dan segera duduk dibangkunya.


"gak apa-apa kok Romi, lagian aku juga sudah tahu semuanya" seru Puspa sambil nyengir


Lalu Puspa pun segera piket dan Romi menyibukkan diri dengan buku-bukunya.


*. *


Naella baru masuk kekelasnya, dikelasnya sudah ramai dengan anak-anak. Dia tampak lesu karena Kak Thomas tak kunjung menghubunginya. Pas tadi dirumah Thomas juga, Thomas tampak masih mengacuhkannya.


Naella duduk dibangkunya dengan malas-malas. Dia segera mengeluarkan bukunya dan akan dimasukkan ke laci.


"Bunga lagi"


Naella benar-benar frustrasi dengan bunga ini, gara-gara bunga ini hubungannya dengan Thomas jadi tidak baik.


Puspa juga sedari tadi memerhatikan Naella terus menerus. Tapi Dia juga merasa aneh karena Naella tidak senyum-senyum seperti biasanya.


"Kenapa Nae?"


Naella tampak menghela nafas panjang.


Puspa berfikir kalau Naella mungkin sedang bermasalah dengan Romi. Biasalah namanya pacaran pasti ada masanya marah-marahan. Puspa juga berusaha curi-curi pandang kearah Romi tapi wajah Romi tak kunjung terlihat.


"Puspa tugas matematika ku belum selesai nih, aku dah gak bisa mikir lagi? "


" Ehh.. Yang mana? " tanya Puspa kaget karena sedari tadi Dia sedang memerhatikan Romi.


" yang ini tuh, kamu udah ngerjain belum sih? "


" waduh aku juga gak ngerti nae.. Kenapa gak nanya sama Romi aja... "


" Romi tolongin ajarin tugas Matematika ini dong" seru Puspa memanggil Romi


Naella kaget kenapa tiba-tiba Puspa memanggil Romi. Walaupun Romi sering ikut ngumpul dikantin, tetapi mereka tidak pernah sekalipun ngobrol bareng. Karena selama ini Romi terlalu pendiam orangnya.

__ADS_1


Tanpa diduga Romi berjalan mendekati bangku Naella dan Puspa. Romi duduk dikursi bangku depan Naella.


"soal yang mana? "


" Yang mana Nae..? " tanya Puspa sambil cengar-cengir


Naella jadi tambah penasaran dengan kelakuan Puspa yang tidak biasanya berprilaku akrab dengan Romi. Apa jangan-jangan mereka udah pacaran.


" Nae...! Yang mana? " seru Puspa membuyarkan lamunan Naella


" Ehh iya yang ini Rom.. "


" Oh yang ini, Dia gini nih...! "


Romi menjelaskan dengan lemah lembut. Terlihat sekali kalau dia sangat memahami pelajaran sekola.


Puspa memerhatikan Romi sambil cengar cengir gak jelas. Sesekali Naella juga melirik kearah Puspa. Naella semakin yakin ada hubungan istimewa antara Dia dengan Romi.


Berkat bantuan Romi tugas Matematika nya bisa diselesaikan dengan mudah.


"Duhhh senengnya bisa belajar bareng kek gini! " seru Puspa masih terus cengar cengir yang membuat Naella benar-benar semakin yakin


" Lain kali kalau butuh bantuan bilang aja sama aku" seru Romi sambil berdiri dan kembali kebangkunya


"Nae kalo kamu butuh bantuan bilang aja sama Romi gak usah malu-malu"


"gak apa-apa emang? "tanya Naella malah merasa tidak enak


" ya gak apa-apa lah! " seru Puspa sambil cekikian


*. *


Naella sedang sibuk melap prabot rumah dan tanpa disadari Thomas sudah berdiri disampingnya.


"Nae ayo kita bicara! " Ajak Thomas sambil menarik Naella masuk kekamarnya


" Kak.. Nanti kalau dilihat yang lain bagaimana? "


" Tinggal bilang aja aku nyuruh kamu bersihin kamar aku"


Naella pun nurut.


Thomas mengajak Naella duduk dikasurnya. Kamar Thomas cukup luas dan bersih. Kamarnya identik dengan kamar cowok yang penuh dengan asesoris bola. Dari mulai poster, seprai semua tentang bola.


Thomas terlihat ragu-ragu untuk berbicara.


"Kak maafin Naella ya! " minta Naella


Thomas segera memeluk Naella erat-erat.


" engak, seharusnya aku yang meminta maaf, gak seharusnya aku marah sama kamu sampai kayak gini" seru Thomas merasa bersalah


"wajar kok kalau Kak Thomas cemburu sama aku, tandanya itu sayang "


" iya aku sayang sayang sayang banget sama kamu Nae, makanya jangan bikin aku cemburu "


" iya gimana lagi, itu kan bukan kehendak aku"

__ADS_1


"ya udah cuekin aja bunga itu, kalau abis dapet bunganya langsung buang aja"


"udah.. "


" terus ada yang marah gak? "


" ya mana aku tau, kan aku gak tau siapa orangnya "


" iya juga ya"


Thomas dan Naella pun asik ngobrol dikamar , sampai ada suara maminya yang mengetuk pintu kamarnya.


"Thom kamu didalam? "


" gawat ada mami" bisik Thomas


Buru-buru Naella disembunyikan dibalik selimut kasurnya


Mamanya Thomas membuka pintu kamar tepat saat Naella sudah bersembunyi dibalik selimut.


"Thom ngapain kamu sore-sore udah selimutan aja? "


" emm tadi abis berenang mih, iya abis berenang "


" berenang? Apa hubungannya sama selimutan?"


"ehh gak ada hubungannya ya? lagian mami ngapain sih masuk-masuk kamar perjaka mami tiba-tiba! "


" owww sekarang anak mami udah perjaka ya, ya udah deh! , mami gak bakalan masuk-masuk kamar anak perjaka mami lagi, Ohh iya mami itu cuma mo nyuruh kamu keminimarket bentar! Dari tadi mami panggilin gak nyaut-nyaut"


" iya Entar aja mih, sekalian nganterin Naella! Seru Thomas tanpa sadar


"Nganterin Naella?"


"ahh anu mih, ituh... Aku kasihan aja kalau Naella harus pulang sendirian, makanya mending aku anterin dia sekalian terus keminimarket "


" oww ya udah lah bagus kalau kamu peduli, entar kekamar mami ya ambil duwit sama daftarnya"


"Siap bos! "


Mamanya Thomas pun segera pergi.


" hampir aja ketahuan "


Naella segera membuka selimutnya. Sedari tadi Naella di peluk Thomas membelakangi maminya. Jadi maminya tidak curiga, karena maminya pikir Thomas sedang memeluk guling.


Naella sangat dekat dengan Thomas. Dia bisa mencium aroma tubuh Thomas yang wangi. Thomas pasti habis mandi.


Tanpa diduga Thomas sudah menindih Naella.


"Kak mo ngapain sih? "


Tanpa dijawab Thomas segera menciumi Naella. Naella jadi keenakan dan tak bisa berkutik.


" Udah nanti ketahuan "


" udah mau keluar, padahal enak bisa kek gini terus "

__ADS_1


" udah ahh, Udah mau pulang nih aku"


Thomas pun mengalah. Dia segera melihat situasi sehingga Naella bisa keluar tanpa ketahuan.


__ADS_2