Nafsu Remaja

Nafsu Remaja
Pemilihan Universitas


__ADS_3

Ujian Nasional semakin dekat, dan anak kelas tiga sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan untuk ujian.


Selain mempersiapkan ujian, mereka juga mempersiapkan untuk masuk Universitas yang paling bangus.


Thomas sedang berada dirumah berkumpul dengan Papi dan Maminya.


Thomas mempunyai 1 Kakak Perempuan yang Berkuliah dan sekarang sudah bekerja diluar negeri. Sudah dipersiapkan jauh-jauh waktu oleh kedua orang Tua Thomas. Agar anak-anaknya kelak bisa kuliah diluar negeri termasuk Thomas.


Dahulu saat baru masuk SMA, Thomas sudah berencana akan kuliah disalah satu Universitas ternama di San Frasisco, Kampus yang sama dimana Kakaknya dulu Kuliah. Selain Kampusnya sangat bagus, Dia juga ingin bisa tinggal bersama Kakak perempuan satu-satunya disana. Setiap bertelepon dengan Kakaknya, Kakaknya selalu menangis karena harus tinggal sendirian disana. Tidak ada keluarga dan sanak saudara.


Tetapi tiba-tiba sekarang Dia bimbang. Ada seseorang yang tidak bisa dia tinggalkan disini.


"Mami tahu bagaimana perasaanmu?" Seru Mami mengetahui apa yang dipikirkan anaknya


"Setelah kamu kuliah disana kamu bisa langsung balik kesini, dan bekerja diperusahaan Papi, dan Kakakmu dipindahkan tugaskan juga disini!" Jelas Papinya


"Itu Universitas yang Bagus Thom, pikirkan hal itu, Saat liburan kan kamu bisa pulang kesini dan Melihat Naella!" Tambah Maminya


"Bicarakan Baik-baik sama Naella, Mami rasa dia akan mengerti!"


Thomas menatap kedua orang tuanya, dan diapun mengangguk setuju.


*.*


Naella sedang duduk berdua ditaman sekolah bersama Thomas.


"Kakak kan sedang sibuk belajar, kita jangan sering bertemu, fokus saja sama Ujian !" Seru Naella


"Kalau Kita tidak bertemu dalam waktu yang sangat lama bagaimana?" Tanya Thomas


Naella menatap Thomas bertanya-tanya , apa maksud perkataanya.


"Memangnya Kakak mau kemana?"


"Aku harus bersekolah diluar Negeri!" Seru Thomas yang membuat Naella kaget tidak percaya


"Luar Negeri? "


"Aku tidak bisa sering pulang kesini, Apa kamu mau menungguku?" Tanya Thomas


"Haruskah Kuliah diluar Negeri, disini kan banyak Universitas yang bagus"


"Ini adalah rencanaku sebelum kenal sama kamu!"


Naella tampak sedih tetapi tidak bisa menghalangi keinginan Thomas. Karena ini demi kebaikan kekasihnya juga.


"Maaf Naella, aku tidak bisa menepati janjiku untuk selalu bersama kamu, Ini juga berat dan membuatku bingung!"


Naella memegang tangan Thomas dan menatap wajahnya sambil tersenyum.


"Pergilah kak, Kejarlah semua cita-citamu, aku akan selalu menunggumu disini!" Seru Naella sambil tersenyum getir


"Nae..."


"Aku akan tetap setia disini, asal Kakak berjanji akan setia juga disana"


Thomas pun memeluk Naella sedih.


"Semangat... Kakak pasti bisa sukses" Seru Naella memberi semangat


"Kamu bener-bener pacar yang paling pengertian, makasih Naella"

__ADS_1


"Yang penting kakak janji, jangan sampe selingkuh sama gadis bule disana!" Ancam Naella


"Kamu juga jangan selingkuh, jangan dekat-dekat sama Romi hanya dengan alasan mau belajar bareng!"


"Loh aku kan memang belajar bareng sama Dia, Dia murit paling pintar dikelas, jadi aku harus dekat sama Dia!" jelas Naella


"Aku bilang gak boleh tetep gak bolaeh"


"Posesif.." Seru Naella ngambek


"ehhh iya-iya becanda, boleh deket-deket Dia tapi jangan macem-macem ya, mata -mata aku banyak disini"


"Ihhh takutttt...." Ledek Naella


*.*


Thomas sedang nongkrong bareng Elo. Mereka sedang membicarakan soal Kuliah.


Thomas sudah menceritakan rencananya untuk bersekolah diluar negeri dan itu membuat Elo juga sedih. Bagaimanapun mereka sudah berteman sangat dekat.


"Kenapa harus keluar negeri, kenapa tidak disini saja?" Tanya Elo sedikit kesal


"Ini rencanaku dari dulu, dan juga aku ingin menemani Kakak perempuanku disana, Tepat saat nanti aku lulus kuliah Kakakku juga akan dipindahkan disini!"


"San Frasisco jauh Thom, Kamu akan jarang pulang kesini, lalu bagaimana dengan pacarmu, mau kamu putusin?"


"Aku dah bilang sama Dia, Dia sudah setuju mau menungguku!" Seru Thomas


"Hubungan jarak jauh itu tidak pernah ada yang berhasil!" Seru Elo menakut-nakuti Thomas


"Lalu aku harus bagaimana, Orang Tuaku sudah sangat mendukung aku untuk Kuliah disana jauh-jauh waktu!"


Elo hanya bisa menutup matanya bingung.


"Bicaramu sudah sejauh itu, kamu belum tahu apa yang akan terjadi nanti!" Seru Elo mencemoh


"Kamu bukannya mendukung, malah bikin ngedown !"


"Pikirkan lagi Thom, Disini lebih baik!"


"Kenapa? kamu gak mau jauh-jauh dariku?" ledek Thomas


"Ya masa mau kuliah keluar negeri sih, kita kan bisa pilih satu kampus, terus bisa duduk bersebelahan lagi"


"Hadehhhh.... Kenapa aku risi mendengarnya, seperti Pacar yang bicara!"


"Terserah anggap saja begitu" Seru Elo Cemberut


"Ya ampun, Sudah sanalah aku jadi Jijik!" Seru Thomas lalu pergi


"Jangan Pergi Thomas... Jangan..." Seru Elo meledek Thomas sambil tertawa


*.*


Naella tampak lesu dibangkunya dan disebelahnya ada Puspa yang tampak sedang sibuk dengan ponselnya.


"Nae... Universitas (Puspa menyebutkan nama beberapa Universitas yang ada didaerahnya) mana ya yang paling bagus?" Tanya Puspa


Naella tampak menghela nafasnya lesu karena Puspa mengungkit-ungkit soal Perkuliahan.


"Kenapa kamu bertanya itu, masih lama Kita lulusnya!"

__ADS_1


"Ini bukan buat aku, tapi buat Kak Elo!" Seru Puspa sambil senyum


Naella menatap Puspa , dan Naella juga tahu Kalau Elo juga berasal dari keluarga Kaya.


"Dia tidak mau Kuliah keluar negeri?" Tanya Naella


"Luar Negeri? aku rasa tidak, orang dia nanya Universitas didaerah sini aja kok?"


Naella tampak terlihat lesu yang membuat Pusapa bertanya-tanya apa yang sedang Naella pikirkan.


"Kenapa sih?"


"Entahlah... " Seru Naella


Tiba-tiba saja Naella menangis.


"Lohhh... Nae... Kenapa? apa aku salah ngomong?" tanya Puspa ketakutan


"Kenapa harus keluar negeri!" rintih Naella


"Siapa yang mau keluar negeri, gak ada yang mau keluar negeri"


"Kak Thomas" Seru Naella terisak


"Apa....?" Puspa tampak terkejut


"Aku harus bagaimana, tapi Itu demi kebaikan Kak Thomas juga"


Puspa segera memeluk Naella menenangkan.


"Seperti apa rasanya pacaran jarak jauh pus? aku tidak bisa bayangin!" tanya Naella sedih


"Yang penting kalian saling menjaga aja, pasti semuanya akan baik-baik aja kok!"


"Aku tidak bertemu dia sehari saja rasanya kangen banget !" Sedih Naella


Puspa tiba-tiba ikut menangis juga, melihat Puspa ikutan menangis, Naella jadi tambah menangis, mereka pun berpelukan.


*.*


Seperti biyasa Nadia sedang nongkrong di Kafe milik Bima. Nadia sedang browsing memilih kampus ditemani Bima.


"Kamu tidak berencan Kuliah keluar Negeri?" tanya Bima


"Aku dulu ingin ke San Fransisco menemani Thomas, tapi sekarang sudah tidak lagi, Kuliah disini saja lebih baik!" Jawab Nadia sambil tersenyum


Nadia sudah banyak bercerita soal Thomas pada Bima. Walaupun mereka belum bertemu. Jadi Bima sudah paham.


"Apa karena aku makanya ingin Kuliah disini saja?" tanya Bima


"Bukan karena itu, Karena nilaiku tidak akan mencukupi dan juga kalau tidak lewat beasiswa biyaya sekolahya sangat mahal, aku takkan sangup!" Jelas Nadia sambil nyengir


"Kenapa tidak bilang saja karena aku sih!" Seru Bima pura-pura cemberut


"Yeee... kenapa harus gara-gara kamu!"


"Karena aku pacarmu!" Seru Bima yang membuat Nadia tersenyum malu


"Iya-iya gara-gara kamu!"


"Nah gitu dong!" Seru Bima sambil mengacak-acak Rambut Nadia.

__ADS_1


*.*


__ADS_2