Nafsu Remaja

Nafsu Remaja
Kisah Selanjutnya


__ADS_3

5 Tahun Kemudian...


Naella sudah kembali lagi kekota yang dulu pernah Dia tinggalkan, tetapi dengan nasib yang berbeda.  


Naella sudah berhasil menjadi seorang reporter baru disebuah TV Swasta.


Hari ini Dia mendapatkan tugas mewawancarai seorang Direktur Muda dari sebuah perusahan besar yang berhasil menjadi pemilik Brand kosmetik yang paling diminati se Asia Tenggara.


Pers Conferene ini diadakan disebuah Aula yang dihadiri oleh berbagai reporter dari bermacam-macam media cetak maupun elektronik. Naella duduk disebelah teman kerjanya yang juga seniornya.  Viko namanya.


Naella sibuk membaca biografi sang Direktur Muda itu. Walaupun banyak artikel yang membahas dirinya, tetapi tidak pernah ada satupun foto tentang direktur muda itu. Benar-benar misterius, tapi prestasinya sangat membangakan. Karena hal itu makanya terjadi banyak perbincangan dan spekulasi tentang dirinya. Bahkan ada rumor kalau Direktur itu Buruk Rupa, sehingga malu untuk menampakkan wajahnya karena tidak sebanding dengan keberhasilan produk kosmetiknya.


" Nae  seperti yang dibrifing tadi, tanyakan semua sesuai yang ada didaftar, kalau bisa lakukan improfisasi yang penting jangan sampai keluar jalur, gue mau ke kamera lagi, sebentar lagi mau dimulai oke" Seru Viko lalu pergi menghampiri kameranya lagi.


Naella sebelumnya memang cuma magang sebagai kameramen dan sekarang sudah berhasil diangkat menjadi karyawan diredaksi TV swasta. Dia baru-baru ini juga masih belajar menjadi pewarta, tetapi Bosnya sangat bangga dengan Naella karena informasi yang dibawakannya cukup jelas dan mudah dimengerti. Sehingga Bosnya mempercayakan momen berita kali ini kepada Naella dan viko rekan seniornya.


Lalu Konferensi Pers pun dimulai...


Seorang Direktur Mudapun masuk dan segera mendapat sambutan sangat meriah dari para reporter yang datang. Semua sangat penasaran dengan wajah direktur pemilik Kosmetik terlaris di Asia Tenggara ini. Yang ternyata...


"Ganteng banget.."  bisik-bisik para reporter disana


"Sangat berbeda dari apa yang dipikirkan selama ini "


Naella juga menatap Direktur Muda itu, Dia sangat terkejut melihatnya. 


 "Wajah itu?"


Direktur muda itupun memperkenalkan namanya.


Perkenalkan Saya "Steven Thomas Alfansyah" Direktur Utama PT Alfans Group.


Tepuk tangan dan sorak-sorak meramaikan suasana aula. Jepretan kamerapun terlihat sangat terang, tetapi tidak bisa membuyarkan lamunan Naella yang tengah menatap wajah Thomas.


*.*


Konferensi Pers sudah selesai, dan Naella sudah berada diMobil Kantornya. Dikemudi sudah ada Viko, yang sudah siap-siap akan menceramahi Naella.


"Hey kamu kira tadi itu nonton teater, kenapa diam saja sih, Reporter macam apa yang hanya diam saja tidak mengajukan pertanyaan kepada Narasumbernya! Apa kamu reporter baru, kenapa tidak bisa mengulik informasi lebih, Biasanya kamu tidak seperti ini" omel Viko kesal

__ADS_1


"Apa dia benar-benar Direkturnya?"  Tanya Naella datar tanpa perduli dengan Viko yang sedang marah-marah


"Kamu gila ya...! apa karena dia ganteng terus terkesima, dan semua pertanyaan diotakmu itu hilang! Ada-ada saja, memangnya kamu ini anak ABG, yang mudah terlena gara-gara kegantengan orang" seru Viko kesal


"Lalu aku harus bertanya apa? Apa aku harus bertanya kabarnya sekarang?"  seru Naella lesu


"Kau ini... Awas aja kalau sampai kita dapet masalah dari Bos gara-gara kebegoan kamu, kamu tahu tidak sih ini untuk pertama kalinya wajah Direktur Brand Kosmetik terlaris seAsia Tenggara terungkap, tapi kamu malah kayak patung,  Kenapa juga Bos malah menyuruh kamu kesini, menyia-yiakan kesempatan banget!"  omel Viko kesal


"Maafkan aku senior!" seru Naella lesu sambil menyenderkan kepalanya dijendela


"Hey Naella kamu ini aneh banget sih, apa gak pernah lihat cowok ganteng, apa melihatku tiap hari belum cukup menyehatkan otakmu!"


"Bukan karena Dia ganteng" Seru Naella sambil menutup wajahnya dan membenturkan kepalanya kekaca mobil


"Kamu ini kenapa sih bikin kesal saja"


Lalu Mobil pun segera melaju meninggalkan parkiran, walapun Viko masih terus ngedumel sendiri.


Diperjalanan Naella membuka ponselnya, dan membrowsing kejadian konferensi pers tadi.


Ramai banget, semua Netizen membicarakan Konferensi Pers tadi . Kata mereka Direkturnya benar-benar sangat tampan.  Dan kesal kenapa wajah setampan itu harus ditutup-tutupi selama ini.


*.*


Beberapa tahun yang lalu...


Kuliah Thomas selesai dalam waktu dua tahun dan Dia segera kembali ketanah air.


Dia pulang kerumahnya dan disambut oleh Papi dan Maminya.


Thomas segera menanyakan keberadaan Naella tetapi keluarganya tidak ada yang tahu.  Sebelumnya Naella sudah bilang kalau ponselnya rusak yang mungkin tidak bisa menghubungi Thomas lagi.  Jadi Thomas diminta bersabar dan tetap semangat saja disana. Agar Dia bisa segera menyelesaikan kuliahnya. Dan segera kembali ke Tanah Air. Thomas tidak menyangka kalau Naella sudah pindah dari kotanya. Dan Orang tuanya juga tidak tahu kampung halaman neneknya Naella.


Thomas segera menghubungi teman-teman Naella yang ternyata semua tidak tahu keberadaan Naella sekarang.


Thomas sangat marah dan Frustasi.


Apa maksudnya, apa Naella sengaja mencampakkan dirinya.


Thomas jatuh dalam kepatah hatian, serasa tidak punya semangat hidup tetapi  orang tuanya terus menerus memberi semangat pada Putranya. Lalu Kakak Perempuannya yang sudah dipindah tugaskan ketanah air namun dikota lain menyarankan untuk pindah rumah didekat tempat kerjanya supaya Thomas bisa segera move on dan memulai kehidupan yang baru. Orang Tuanya setuju dan Thomas pun menurut saja, mereka segera pindah  keKota lain dan menjual rumahnya.

__ADS_1


Sedangkan Naella setelah lulus SMA , Dia segera melanjutkan kuliah diUniversitas daerah kampungnya. Saat masih kuliah Dia juga sambil melamar pekerjaan dibeberapa perusahaan TV Swasta untuk magang kerja disana. Tak disangka ada salah satu Perusahaan TV swasta yang menerima Dia, dan berada di Kota yang sama saat Dia SMA dulu. Jadi Naella memutuskan pindah Tempat kuliah dan ngekos disana, karena sambil bekerja, ortunya tidak perlu memikirkan biaya sekolah lagi.


Saat sudah pindahan,  Naella teringat dengan Thomas, sudah 3 tahun berlalu. Thomas pasti sudah pulang kerumahnya.


Saat SMA dulu ponselnya benar-benar rusak. Karena orang tuanya miskin, Dia tidak bisa membeli ponsel yang baru.  Dan juga dia tidak ingin menjadi beban pikiran Thomas.


Naella sempat ragu-ragu akan kerumah Thomas, pasti Dia tidak akan diterima disana, tetapi dia harus meminta maaf pada Thomas dan Keluarganya.


Naella pergi kerumah Thomas, Rumah itu ternyata masih sama tidak ada yang berubah. Dia segera memencet bel rumah itu, dengan hati yang berdebar.


Dilayar kecil dibawah bel tampak ada seorang cowok yang nongol.


"Siapa?"


"Emm..Aku Naella, apa Thomasnya ada?"


Tanya Naella menjawab melalui spiker layar


"Thomas?... Maaf disini tidak ada yang bernama Thomas!"


Naella terkejut, kenapa Thomas tidak ada.


"Tapi ini rumahnya Bu Sekar kan?"


Cowok dibalik layar itu tampak bingung dengan nama-nama yang disebutkan Naella. Dia segera membukakan pintu rumahnya.


"Halo selamat siang Kak!"  sapa Naella sopan


"Nama yang kamu sebutkan tadi tidak ada disini, mungkin kamu salah rumah!"  Seru cowok itu sedikit curiga


"Tapi dulu mereka tinggal disini!"


"Owhhh... Pemilik dahulu ya, rumah ini sudah kami beli beberapa bulan yang lalu!"


"Benarkah?"   seru Naella terkejut 


"Lalu mereka pindah kemana?"  


"Wah kurang tahu ya, soalnya Kami belinya bukan sama orangnya langsung!"

__ADS_1


Naella langsung lemas dibuatnya, dan dia segera permisi untuk pergi.


__ADS_2