Nafsu Remaja

Nafsu Remaja
Teror Mantan 1


__ADS_3

Dikosannya, Naella kembali memutar sesi wawancara tadi pagi. Naella melihat kalau Thomas lebih perfect dari segi penampilannya dan atitudenya. Dia terlihat lebih tinggi, badannya lebih bagus, dan pastinya lebih tampan. Naella sedikit melirik kecermin yang ada didekatnya. Siapa dirinya sekarang, tidak ada bedanya. Tidak ada yang menarik. Berbanding terbalik dengan Thomas.


Lalu dia membuka sosial media, dan ternyata sedang sangat ramai membahas Thomas, Pria misterius yang ternyata tampan. Semua sangat menyesal karena baru melihat sekarang. Bahkan ada yang berkomentar kalau Thomas seperti seorang Idol. Naella pun segera menelusuri sosial media untuk menemukan akunt milik Thomas, tapi tidak ada. Dan tiba-tiba dia teringat dengan akunt Facebook Thomas saat SMA dulu, apakah mungkin masih ada. Setelah dia cari-cari, ternyata sudah tidak ada. Gagal sudah buat ngepoin keadaan Thomas selama ini.


Lalu ada pesan dari Viko senior ditempat kerjanya.


💌


Gagal projek kita, pihak Thomas menolak adanya wawancara dengan kita, Kenapa dia masih ingin sok misterius sih, padahal lagi bagus-bagusnya ini momennya, aku juga nanya sama temen media sebelah juga pada ditolak semua, Thomas maunya pres konferens bareng sama semua media... Pikirin caranya biar kita bisa eksklusif wawancara hanya sama Dia


Naella membaca pesan Viko sambil mengerutkan kening, kalaupun Thomas mau belum tentu juga Dia yang akan mewawancarai, tapi pasti akan ketemu sama Dia juga karena Naella ikut ditim itu. Sejujurnya Dia belum siap untuk ketemu dengan Thomas lagi. Tapi kalau berhasil ini akan mempengaruhi karirnya juga.


Lalu dia membuka kontak diPonselnya, melihat Nomer HP milik Thomas dahulu. Dia ingin memencet panggil, tapi dia sangat ragu-ragu. Naella juga tidak tahu sih, nomer Thomas masih aktif atau tidak. Dahulu Naella pernah sempat meneleponnya tapi tidak aktif, dan belum mencobanya lagi.


Kalau nomernya masih aktif dan diangkat apa yang akan Dia katakan.


Naella benar-benar frustrasi, Dia juga menyesal kenapa hubungannya harus berakhir dengan tidak baik-baik. Jadinya sekarang seperti ini.


Naella terus menerus menatap nomer telepon milik Thomas dengan beribu pikiran diotaknya.


"telepon engak telepon engak... Tapi dulu gak aktif sih, mungkin sekarang nomernya sudah tidak terpakai" batin Naella berusaha meyakinkan dirinya


Diapun memencet tombol panggil. Dan...


"Tutttt... Tuttttt... Tutttt... "


AKTIF


Naella sampai kelabakan dan melempar ponselnya kekasur. Dia gak menyangka kalau nomernya bisa aktif, padahal dahulu tidak aktif. Ada apa ini?


Tetapi walaupun masih aktif, tidak ada yang mengangkat panggillannya. Dia sedikit lega, tapi penasaran juga. Tetapi setelah dipikir-pikir, wajar sih kalau tidak diangkat, karena sekarang sudah jam setengah satu malam. Mungkinkah nanti pagi Thomas akan menghubunginya.


Sebelumnya nomer Naella belum ganti, sempat tidak aktif karena tidak punya ponsel dulu, tetapi untung saja bisa diaktifkan lagi.


Naella segera bersiap untuk tidur saja, karena besok kerja pagi, Tetapi tetap saja Naella masih sangat penasaran dengan ponselnya, kalau-kalau ada pesan dari Thomas. Tidak terlalu berharap sih, tapi pasti nomernya juga sudah dihapus mengingat Thomas sangat galau sekali dulu. Karena biasanya orang yang patah hati akan menghapus semua memori tentang mantannya, salah satunya nomer ponselnya.


***


Naella sudah berangkat ketempat kerjanya. Disana sudah ada Viko yang tampak sedang sangat sibuk tetapi terlihat sumringah. Dan tidak biasanya seniornya berangkat lebih cepat dari dirinya.


"Pagi senior" sapa Naella bertanya-tanya juga

__ADS_1


"Nae... Keajaiban nae keajaiban hahaha...! " jawab Viko sambil ketawa


Naella tampak bingung


" Apanya yang keajaiban? "


" Thomas mau wawancara ditempat Kita... Yeyyyyyy....! "


" Apaaaa.....!!!"


Naella terperanga kaget, loh kenapa tiba-tiba dia mau, apa sekarang Dirinya masih bermimpi.


"Kamu cepet persiapin materinya, hubungin Mbak Diaz (Pembawa berita senior diacara berita pagi) udah ada dimana, pastikan kostumnya, semuanya lengkap " Seru Viko penuh semangat


Naella segera menjalankan tugasnya, untung saja Thomas masuk diacara pagi dan jamnya tepat, jadi bukan dia yang harus wawancara empat mata dengannya.


***


Naella sedang diruang tunggu bersama Mbak Diaz untuk menjelaskan materi-materi yang nanti akan dibawakan. Mbak Diaz adalah seorang Pembawa Berita Senior yang sangat berpengaruh. Orangnya ramah, supel dan tidak membeda-bedakan antara junior dan senior. Dan lebih pentingnya dia memiliki banyak koneksi dengan orang-orang penting. Mungkinkah karena Dia yang membuat Thomas mau diwawancarai eksklusif. Secara Dia adalah orang yang sangat berpengaruh.


Entahlah...


Naella tampak salah tingkah dan terlihat jelas oleh Mbak Diaz.


" Ada apa Nae, kamu gak demam seperti gadis-gadis lain kan? " tanya mbak Diaz sambil tertawa


" ahhh engak kok mbak, demam apaan biasa saja! "


" yahhh walaupun kamu ngefans tapi tetap harus profesional ya, sangat susah sekali loh mengajak orang ini! "


Naella mengangguk lalu ijin keluar untuk melihat apakah Thomas sudah datang atau belum.


Diluar sudah ada Viko yang ternyata sedang menunggu kedatangan Thomas dengan harap-harap cemas.


" Senior disini? " tanya Naella


" Ini dadakan banget sih, tiba-tiba aja dia mau datang kesini setelah semalam menolak, jadi aku masih cemas juga kalau sampai dia tidak jadi kemari, apa persiapan didalem sudah oke? "


" emmm udah, Mbak Diaz juga udah nungguin Thomas, mau ngobrol dulu sebelum take! "


Gak berapa lama datang sebuah mobil ke halaman kantor redaksi Naella.

__ADS_1


" Itu pasti Dia... "


Naella langsung mundur, Sumpah Dia belum siap, apakah harus mereka bertemu sekarang. Lalu dia segera masuk kedalam kantor tidak mau berpapasan.


***


Naella sedang duduk ditempat kerjanya, Dia tidak tahu apa yang harus Di lakukan sekarang.


Lalu datang Viko seperti dugaannya pasti untuk brifing materi dengan Mbak Diaz dan Thomas.


"Kamu bukannya standby diruangannya Mbak Diaz malah disini" omel Viko


"Emm... Senior aja yang brifing yah" seru Naella memohon


"Lah kita berdua dong " Seru Viko sambil menarik Naella keruangan Mbak Diaz


"Ahhh senior... sekali aja ya aku gak ikut brifing..." Seru Naella semakin memohon, tetapi Viko masa bodo


Naella dan Viko masuk keruangan itu, Disana tampak ada Thomas dan Mbak Diaz yang sedang berbincang-bincang dengan sedikit tertawa. Mengetahui Ada yang masuk keruangan, otomatis Thomas melihat kearah Naella. Mereka saling bertatap mata, tetapi Naella buru-buru menunduk.


"Halo Mas Thomas, perkenalkan ini Naella rekan kerja Kita! " seru Viko sambil menyengol bahu Naella untuk bersalaman.


Naella tampak ragu untuk mengulurkan tangannya.


" Halo aku Thomas... "


" Ahh iya, Saya Naella "


Naella sedikit terkejut sih dengan sikap Thomas yang Biasa saja dengan dirinya. Ada apa? Apakah Dia sudah tidak mengenali dirinya?


Lalu mereka segera menjelaskan materinya, sebelum take.


***


Acara selesai, seperti biasa ada acara berbincang-bincang sebentar dibelakang layar walaupun hanya sekedar ucapan terimakasih. Dan lagi-lagi Naella harus berada disituasi Bertemu langsung dengan Thomas.


"Terimakasih atas waktunya " Seru Naella sambil berjabat tangan lagi


" Oke...! " Seru Thomas singkat lalu segera pergi dengan asistennya tanpa berbicara hal yang lain


Naella masih penasaran sih kenapa Thomas tidak bereaksi apa-apa terhadap dirinya. Apa Dia benar-benar sudah melupakannya.

__ADS_1


__ADS_2