
Sesampainya dirumah sakit Thomas langsung masuk ruang perawatan . Karena Luka pukulannya cukup parah, dokter langsung menanganinya.
Naella hanya bisa duduk diruang tunggu depan ruang perawatan. Dia merasa lemas dan tidak percaya dengan apa yang menimpa Thomas . Dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Lalu datang Papi dan Maminya Thomas.
"Thomas... "teriak Mami sambil menangis
Karena tidak bisa masuk, mereka hanya bisa mengintip dari depan pintu.
Maminya Thomas melihat Naella disana, dia segera menghampiri nya. Naella yang tadi menghubungi Maminya Thomas.
" Nae.. Apa yang sebenernya terjadi? "
Muka Naella sudah sembab karena menangis. Dia hanya bisa mengelengkan kepala sambil menangis.
" Tadi Nae cuma menemukan Kak Thomas terkapar dijalan Bu.. Nae tidak tahu siapa yang memukuli"
Maminya Thomas pun menangis dipelukan suaminya.
"Pi bagaimana kalau terjadi apa-apa sama Thomas? "
" Kita berdoa saja, semoga Thomas baik-baik saja" seru Papi menenangkan istrinya.
Mereka menunggu sampai ada seorang dokter yang keluar dari ruang perawatan.
"Wali dari pasien Thomas "
Mami dan Papinya Thomas segera menghampiri dokter tersebut.
" Bagaimana keadaan anak saya dok? " tanya mami Thomas
" Kondisinya cukup Stabil bu, tetapi banyak luka lebam disekujur tubuhnya akibat bekas pukulan, dan pergelangan tangan kanannya juga patah, tetapi jika terus melakukan terapi, Kondisinya akan pulih kembali"
Lalu Papi dan Maminya Thomas masuk kedalam ruang perawatan setelah dipersilahkan dokter.
Benar memang kondisi Thomas sangat memprihatinkan, disana sini terlihat perban untuk menutupi bekas jahitan. Tangan kananya juga digips. Maminya Thomas sangat sedih melihat kondisi anaknya.
Thomas masih belum sadarkan diri.
*. *
Naella tidak berani masuk kedalam, dia hanya menunggu didepan pintu ruang perawatan Thomas. Dia harus menunggu sampai orang tua Thomas keluar.
Lalu datang Nadia dan Sonya. Naella kaget apa mungkin orang tua Thomas yang memberi tahu mereka.
"Kamu... "seru Nadia menunjuk Naella
" Halo kak! " seru Nadia berasa tidak enak
" Bagaimana kondisi Thomas? Apa kamu melihat siapa yang memukuli? " tanya Nadia
Nadia tahu kalau Naella yang menemukan Thomas.
Naella menggeleng tidak tahu.
" Didalam ada orang tua Kak Thomas! " jelas Naella
Lalu Nadia masuk kedalam, sedangkan Sonya hanya menunggu diruang tunggu bersama Naella.
" Kamu tidak masuk Nae? " tanya Sonya
" Iya nanti Kak"
"aku yakin ini pasti perbuatan Ari! " seru Sonya kesal
Naella juga berfikir begitu, karena Thomas hanya berselisih dengan Ari selama ini.
" Orang Tua Thomas sudah melaporkan kepolisi, aku yakin anak itu bakalan segera ditangkap! Aku tidak mau kalau bajingan itu sampai lolos" seru Sonya
"Maaf aku terlambat menemukan Kak Thomas, padahal setiap hari kita selalu pulang bersama, tetapi Kak Thomas malah menyuruhku ke Halte duluan "
" Sudahlah jangan menyalahkan diri sendiri, siapa yang tahu kalau ini akan terjadi "
Sonya melihat baju sekolah Naella yang ada bekas darah. Lalu dia membuka Tasnya, dan mengeluarkan kaos ditasnya.
" ini ganti bajumu dengan ini, bajumu kotor ada bekas darahnya! " seru Sonya sambil menyodorkan bajunya
" Gak usah Kak! "
" udah pakek aja gak usah sungkan! " seru Sonya memaksa
__ADS_1
Lalu Naella menurut dan pergi ketoilet rumah sakit.
Dalam hati Naella, Dia merasa kalau selama ini salah menilai Sonya. Sonya ternyata anak yang sangat baik, tidak terlihat seperti saat dulu ditaman belakang sekolah. Apa mungkin memang dasarnya Sonya baik. Karena hanya 3 teman nya yang mencaci maki dirinya dulu. Dan Sonya hanya melihat saja disitu.
*. *
Didalam ruang perawatan Thomas.
Thomas terlihat sudah sadar, dia melirik kearah Mami dan Papinya.
"Thomas.. "
" Mami, Papi maafin Thomas ya sudah berkelahi! " seru Thomas langsung ingat yang terjadi pada dirinya
" Kenapa minta maaf, kan kamu yang babak belur disini! "
Thomas mengerak-gerakkan matanya seolah-olah mencari sesuatu.
" Kamu mencari siapa Thomas? Nadia sudah ada disampingmu! " seru Mami
" Naella tidak ada ya? "
Mami kaget karena Thomas mencari-cari Naella, apa mungkin Thomas tahu kalau Naella yang pertama kali menemukannya.
" Naella ada diluar! " seru Nadia lalu pergi memanggil Naella
Naella masuk dan segera mendekati ranjang Thomas.
"Terimakasih Nae sudah menolong Thomas ya?" seru Papi dan Maminya Thomas
Thomas melirik Papi dan Maminya.
"Naella yang menolongku? "
" Loh bukannya kamu sudah tahu? "tanya Mami
Naella tampak tidak enak dengan kondisi ini.
" Aku tidak tahu sih, tapi makasih ya Nae! " seru Thomas sambil tersenyum
Mami melirik ke Nadia, Dia penasaran kenapa Thomas tidak menyapa Nadia, malah langsung mencari - cari Naella.
Thomas melirik Nadia bertanya dalam hati.
Bolehkah dia menjawab jujur?
Seolah mengerti apa yang ada dipikiran Thomas. Nadia mengangguk tanda setuju.
" Mami tidak tahu sebenarnya ada masalah apa, tetapi jangan berantem lagi ya Thom! "
" anak cowok biasa Mi berantem itu! "seru Thomas sambil nyengir
" Thomas.. Kamu ini kalau dibilangin orang Tua! "
Lalu Papi Maminya pergi untuk menemui dokter dan mengurus administrasi, tertinggallah Naella, Nadia dan Sonya yang ikut masuk.
" Thom sakit ya, kenapa kamu bisa dipukuli Ari lagi? " tanya Nadia
" Katanya dia cuma mau bicara, tetapi malah main kroyok haha, kamu tahu kan kalau satu lawan satu pasti aku menang! " jawab Thomas masih bercanda
" Thom kamu udah babak belur gini masih aja... "
" Aku akan jawab seadanya, kalau kamu tidak mau terlibat! "
Nadia agak merasa takut tetapi Dia harus berani. Tidak bisa kalau ini dipendam terus-menerus.
" Engak katakan semua pada polisi, kita punya banyak bukti, aku juga akan memberikan hasil visumku! " seru Nadia meyakinkan
" Nad...! "
Nadia mengangguk meyakinkan
Lalu Nadia dan Sonya permisi untuk pulang, tertinggal Naella dan Thomas sendiri.
" Nae kamu diem aja sih, sakit nih! " seru Thomas manja
Sedari tadi Naella memang hanya diam saja, karena merasa tidak enak mau bicara.
" Sakit banget ya kak? " Tanya Naella
" iya.. "
__ADS_1
" terus Kakak mo minta apa? "
" dicium! Biar cepet sembuh"
Naella tersenyum geli, dalam keadaan yang seperti ini masih saja Thomas mengoda Dia.
"Mana mungkin bisa sembuh! "
" Ayolah sebelum ada orang! "
Naella melihat kanan kiri, setelah aman lalu mencium Thomas.
Thomas tersipu malu.
" aku sepertinya sudah sembuh nih"
Naella tertawa geli melihat tingkah Thomas.
"Terus Kakak beneran akan cerita semuanya?"
"Iya, Nadia juga sudah mengijinkan! "
Tak lama Dua orang Polisi datang menemui Thomas.
*. *
Nadia dipanggil kekantor polisi sebagai saksi sekaligus korban. Akhirnya Nadia juga melaporkan Ari.
" Semuanya akan segera berakhir " Batin Nadia
*. *
Ari dan teman-temannya sedang nongkrong disebuah kafe. Tiba-tiba polisi datang meringkus mereka. Ari sempat meronta-ronta, tetapi Polisi berhasil membawa mereka.
Mereka langsung dijebloskan kepenjara menunggu vonis dari pengadilan.
*. *
Disebuah kantor, terlihat seorang Direktur melempar benda ke tembok hingga pecah.
"Anak itu bikin ulah lagi"
"Aku sudah berusaha berdamai dengan korban dengan memberikan kompensasi tetapi tidak diterima Direktur "
Seru Pengacara
" sudah ku bilang awasi anak itu, jangan sampai membuat onar saat pemilihan! "
" Maafkan Direktur "
" Cepat bereskan, jangan sampai wartawan tahu! "
" Baik..! "
*. *
Pengacara menemui Ari dikantor polisi.
" Ari kenapa kamu tidak bisa menahan diri? " tanya Pengacara
" Kenapa? Apa Dia menyerah ? "
" Dia tidak akan melakukan apapun untuk membelamu, lebih baik kamu akui kesalahanmu dan meminta maaf! "
" Dia benar-benar menyuruhku melakukan itu? "
" Apa yang kamu harapkan? Lebih baik kamu memperbaiki diri agar bisa kembali menjadi keluarga Direktur "
" Sejak kecil aku tidak pernah dianggap anaknya, lalu untuk apa aku harus memperbaiki diri, Dia hanya mengaggapku anak dari selingkuhanya, Aku yang keluar dari keluarga itu! " seru Ari kesal
" Kamu harus mengingat kebaikan Direktur, jadi jangan menyulitkannya! " minta Pengacara
" Kebaikan..! "Tawa Ari
" Mungkin memang sebaiknya aku ada didalam penjara, agar tidak ada yang menganggu Dia! " seru Ari Lalu Dia pergi
Begitulah Kehidupan Ari.
Ari adalah anak dari seorang Direktur dari Perusahaan besar sekaligus calon Walikota. Namun Dia hanya anak dari hasil hubungan gelapnya antara Direktur dengan Ibu Ari. Ibu Ari sudah meninggal, saat Ari masih bayi. Sebelum Ibu Ari meninggal, Ari dititikan ke Direktur karena Ari juga adalah anaknya.
Tetapi Istri dan anak-anak Direktur tidak menerima keberadaan Ari. Sehingga Ari selalu diperlakukan tidak baik. Makanya Ari tumbuh menjadi anak berandalan yang selalu membuat onar demi menarik perhatian Direktur.
__ADS_1