
Akhir-akhir ini Naella sering menemukan bunga mawar merah dilaci bangku kelasnya. Naella selalu berpikir kalau itu pemberian dari Thomas , tapi Dia belum pernah sekalipun memastikan nya pada Thomas. Seperti pagi ini Dia menemukan lagi setangkai Bunga mawar merah dilaci. Bunganya memang gak asli, tapi bentunya selalu sama.
"kak Thomas ini, bener-bener deh, romantis banget ! " batin Naella tersipu
Puspa baru masuk kekelas dan melihat Naella yang sedang memegang bunga mawar.
" Wahh.. Dapet bunga lagi Nae? "
Tanya Puspa, puspa sudah tahu sebelumnya. Karena setiap harj Naella selalu mendapatkan bunga mawar merah itu.
Naellapun tersenyum malu-malu.
"Duh romantis banget sih, jadi pengen punya pacar" seru Puspa cemburu
"ya punya dong, tuh ada si Bobi yang selalu jalan sama kamu, kenapa kalian gak jadian aja sih? "
Puspa dan Bobi terlihat memang cukup dekat karena mereka tinggal satu kompleks. Bobi sekolah memakai motor dan Puspa selalu nebeng ke Bobi. Dan beberapa kali mereka juga suka jalan bareng setelah pulang sekolah atau malam minggu juga. Yah alasannya karena mereka sama-sama jomblo. Tetapi tetep tidak ada perasaan diantara mereka.
" ihh sama Dia, Dia aja tiap jalan sama aku ngobrolinnya soal Kak Nadia terus, sebel aku" tolak Puspa kesal
Naella ketawa cekikian mendengar keluh-kesah Puspa soal Bobi.
"Tapi nae, kamu masih mau rahasiain soal pacar kamu? "
" iya..."
"ihhh nae, kita kan udah temenan lama, emang kita belum cukup dekat ya, masih main rahasia-rahasiaan aja"
"Aku belum siap Pus! " seru Naella dengan raut wajah sedih
Puspa jadi semakin bertanya-tanya cowok seperti apa sih yang dipacarin Naella. Apa dia orang yang akan membahayakan kehidupan Naella sampai harus dirahasiakan Naella terus.
" emang cowok kamu kenapa Nae, sampai harus pacaran diem-diem, dia satu kelas sama kita? "
" ihh mana ada? "
" Dia guru? "
" Puspa makin ngaco deh, masa iya guru"
"hahaha maaf becanda, abis kek misterius banget cowoknya "
" Suatu saat juga pasti tau kok! "
" Okelah..."
Seru Puspa kecewa lagi. Tapi yang pasti mereka satu sekolah kan, walaupun Puspa juga belum pernah memergoki Naella ketemuan sama cowok disekolah.
__ADS_1
Naella memang benar-benar sangat lihay memainkan permainan hubungan rahasianya.
*. *
Saat pulang sekolah Naella sudah janjian untuk bertemu dengan Thomas ditaman, tempat mereka jadian dulu. Mereka tidak naik Bis bareng karena Naella yang tidak mau.
Setelah bertemu Naella langsung duduk disamping Thomas.
"Kak Thomas makasih ya" seru Naella sambil mencium pipi Thomas
Thomas langsung berbunga-bunga mendapatkan perlakuan itu. Naella kenapa tiba-tiba jadi manis begini senang rasanya.
"makasih soal apasih? Kurang nih ciumannya" seru Thomas, lalu segera menarik Naella dan mencium bibir Naella dengan lembut.
Ahh sensasi ini lagi , Naella sangat menikmati setiap ciuman dari Thomas. Thomas bukan seorang perokok jadi mulutnya enak dan wangi. Bibirnya juga berwarna pink bibir alami. Dia selalu ingin mengecupnya setiap melihat bibir Thomas.
Thomas menyudahi ciumannya, dan bertanya lagi pada Naella.
"Tadi terimakasih soal apa? "
" terimakasih karena Setiap hari kakak selalu narok bunga dilaci aku, duhhh romantis banget deh " seru Naella sambil menyenderkan kepalanya kepundak Thomas
" Ahhh... Bunga? "
" iya Bunga,... Nih" seru Naella sambil mengeluarkan bunganya dari dalam tasnya.
"ahh aku gak pernah naro bunga dilaci kamu! "
" Kakak jangan becanda deh! "
" Beneran, aku gak pernah naro bunga dilaci kamu"
"terus ini bunga dari siapa? " tanya Naella bertanya-tanya
" dari pengemar kamu kalik, ohh si cowok itu yang suka makan bareng kamu! "
Seru Thomas tiba-tiba terlihat kesal.
" cowok siapa? , ahh si Bobi, Aku sama Dia cuma temen, lagian si Bobi sukanya sama cewek lain kok"
"hahhh... Susahnya punya pacar cantik jadi banyak yang naksir, apalagi orang-orang gak tahu kalau kamu udah punya pacar " keluh Thomas
" Ya udah aku buang aja deh bunganya, aku kan sukanya sama Kak Thomas "
" Kamu bahagia banget sepertinya pas dapet bunga itu"
"ya kan aku kira kalau Kak Thomas yang ngasih"
__ADS_1
"terus sekarang kamu kecewa kalau ternyata bukan aku yang ngasih, kenapa gak cari tahu aja siapa yang ngasih bunga itu! "
Thomas terlihat sangat kesal dengan Naella. Mungkin dia cemburu.
" Kak Thomas kenapa jadi marah gitu sih sama Nae, Nae kan gak tahu kalau ada yang ngasih bunga mawar dilaci"
"Gimana cowok-cowok gak leluasa buat ngejar kamu, orang mereka juga ngira kalau kamu belum punya pacar "
" Kenapa jadi mrembetnya kesitu lagi sih, nanti juga Nae bakalan bilang sama semua orang kalau kita pacaran kok! "
" kapan? Ohh apa mungkin ada cowok yang lagi kamu jaga hatinya makanya kamu pengen nyembunyiin hubungan ini terus"
"kenapa Kakak jadi mikirinnya aneh-aneh sih! "
" gimana aku gak mikirin aneh-aneh orang kamu kayak gini terus "
Thomas terlihat benar-benar cemburu sampai tidak mau melihat kearah Naella lagi.
" Udahlah aku mau pulang " seru Thomas ketus tidak seperti biasanya
" kak Thom, jangan marah dong sama nae"
Thomas lalu menelepon untuk minta dijemput.
"Pak wisnu lagi dirumah, jemput aku pak ditaman deket bank, pakek motor aku aja" seru Thomas ditelepon nya
Thomas sengaja menelepon ayah Naella, yang merupakan sopir dirumah Thomas supaya Naella tidak mengikutinya.
"Mending kamu juga cepat pulang! atau kamu pengen lihat ayah kamu lihat aku jalan sama kamu" seru Thomas masih dengan nada ketus
Naella juga ikutan kesal sama Thomas yang terlalu kekanak-kanakan menurutnya dan Dia pun segera pergi kehalte bis dekat taman.
*. *
Seperti kemarin Naella kerumah Thomas untuk mengantikan ibunya yang sedang sakit. Setiap bertemu dengan Thomas, Thomas selalu memalingkan wajahnya tidak mau menghiraukan keberadaan Naella.
"Dia masih marah" batin Naella
Lalu seperti biasa jam setengah tujuh malam Naella pulang jalan kaki, dan selalu ada Thomas yang sudah menunggu diujung jalan. Namun malam ini tak nampak Thomas ada disana.
"Dia benar-benar ya, kenapa harus semarah itu sih, aku juga gak minta ada yang narok bunga mawar dilaci.. Ya sudah kalau mau marah-marah saja sana! " batin Naella sambil mengusap air matanya.
Dia sedih dan kecewa dibuatnya.
*. *
Thomas sedang bersembunyi dibalik semak-semak memerhatikan Naella berhenti dipinggir jalan tempat Dia biasa menunggu nya.
__ADS_1
Walaupun Thomas sangat cemburu dan marah, tetapi Dia tidak bisa membiarkan Naella pulang sendirian. Diam-diam dia mengikuti Naella sampai kerumahnya. Thomas harus memastikan Naella pulang dengan selamat. Walaupun bagaimana pun Thomas tidak ingin Naella kenapa-kenapa dijalan.
Thomas kesal dengan pengemar rahasianya Naella. Tetapi dia juga harus ngertiin Keinginan Naella yang masih ingin merahasiakan hubungannya. Melihat keadaan Naella, Thomas harus bisa mengerti. Tapi kalau gara-gara hubungan yang dirahasiakan ini membuat cowok lain mendekati Naella, Dia benar-benar sangat kesal. Lalu mereka harus bagaimana?