
Naella tinggal disebuah rumah kecil yang sederhana ditengah-tengah perkampungan dipinggir perumahan mewah. Ayahnya bekerja sebagai sopir pribadi dan ibunya adalah pembantu rumah tangga dimajikan yang sama. Naella adalah anak satu-satunya dikeluarga tersebut.
Ibunya bekerja saat pagi dan sore saja. Karena tugas nya hanya membersihkan rumah dan mencuci baju. Sedangkan ayahnya kerjanya tidak menentu, tergantung mengikuti majikannya saat sedang butuh sopir.
Naella pulang kerumahnya dan melihat ibunya sedang batuk-batuk dikamarnya.
"ibuk.. Ibuk masih sakit? " tanya Naella cemas
Sudah beberapa hari ibunya mengeluh tidak enak badan.
" nanti juga sembuh kalau minum obat, kamu baru pulang Nae, ya sudah sana makan terus istirahat, ibu mau kerumah Bu Sekar (nama majikannya), udah jam 3"
"ibu istirahat aja ya, biar Nae yang gantiin ibu kerja"
"Nae gak usah ibuk gak papa kok, dari dulu kalo ngeliat ibuk sakit sedikit udah mau gantiin kerjaan ibuk aja"
"buk.. Nae kan udah gede, terus kalo cuman nyapu ngepel nae juga bisa kok"
"gak usah mending nae mandi, terus makan lalu belajar " minta ibunya lembut
Naella tetap bersikeras untuk mengantikan ibunya bekerja, sehingga ibunya pun luluh juga.
" ya sudah, kalo nae memaksa, kalau begitu ibuk sms bu Sekar dulu ya buat bilang kalau kamu yang gantiin ibuk"
"iya udah, nae juga mau ganti baju dulu"
*. *
Naella sudah sampai dirumah Ibu Sekar. Rumahnya sangat besar dan mewah. Sesuai arahan ibunya dan pembantu yang lain, Naella segera melakukan tugasnya menyapu mengepel dan mengelap meja.
Lalu datang Bu Sekar yang baru saja pulang dari kantor.
"Selamat sore Bu! " sapa Naella sopan
" Sore.. Kamu anaknya Bik Maya ya? "
" Iya bu.. "
" Wah ternyata Bik Maya punya anak gadis yang cantik sekali ya, siapa namamu? "
" Naella bu"
__ADS_1
"sekolah dimana dan kelas berapa ? "
" SMA 86 bu, baru kelas satu "
"Ohh ya, anak ibu juga sekolah disana loh, tapi Dia sudah kelas 3, Mungkin kamu pernah lihat Dia"
Naella sedikit kaget dan was-was karena anak majikannya satu sekolah dengan dirinya.
Lalu Bu Sekar mengetuk pintu sebuah kamar dan segera keluarlah sebuah kepala.
"Mami udah pulang" seru orang itu sambil mencium tangan Bu Sekar
"Itu loh Thom ada anaknya Bik Maya, Dia satu sekolah sama kamu loh" seru Bu Sekar
Naella dan anak Bu Sekar saling pandang dan kaget setengah mati. Tidak menyangka dengan kenyataan yang mereka lihat.
"Kak Thomas! " batin Naella
Thomas terlihat tidak menyangka kalau anak Bik Maya adalah Naella. Dia tidak bisa berkata apa-apa dan hanya bisa diam menatap Naella.
" Thom kamu kenal sama Naella tidak? "
Thomas agak ragu-ragu untuk menjawab, tapi dia juga tak bisa lepas dari pandangannya ke arah Naella.
"yah wajar aja sih, Naella juga baru saja masuk sekolah"
"ohh iya katanya Mami mau minta dipijit, ya udah ayo sekarang " ajak Thomas sambil mengandeng mamanya menuju kamarnya
" Iya iya, emm Naella kalo kerjaannya sudah selesai, langsung pulang saja ya, entar bilang dulu sama Bik ijah, ada makanan entar kamu bawa pulang "
" Baik bu.. "
Bu sekar dan Thomas sudah masuk kekamarnya, dan Naella segera menyelesaikan pekerjaannya.
*.*
Naella sudah menyelesaikan pekerjaannya, jam sudah menunjukkan jam setengah 7 malam. Dia pulang jalan kaki menyusuri jalanan kompleks mewah ini. Setelah lumayan jauh berjalan dari rumah majikannya, didepan sana ada Thomas yang sudah menunggu.
"Kak Thomas" panggil Naella sambil senyum
"Nae kamu gak marah kan? " tanya Thomas ragu-ragu
__ADS_1
" marah? Kenapa harus marah"
"gara-gara tadi aku gak jujur sama Mami"
Naella tersenyum menangapi pertanyaan Thomas.
"Kenapa harus marah sih, justru aku takut kalau Kakak jujur tadi sama Bu Sekar"
Thomas kaget dengan jawaban Naella, tapi sedikit lega juga.
"Nanti aku pasti akan bilang sama Mami kok"
Naella memegang tangan Thomas sambil tersenyum.
"Kak Thomas jangan terburu-buru aku lebih nyaman seperti ini, belum saatnya semua orang tahu hubungan Kita"
"Tapi tetep aja aku ngerasa gak enak"
"Ayolah, kan kemaren udah sepakat! "
Thomas hanya bisa pasrah untuk menyetujui usulan Naella, walaupun didalam hatinya ingin semua orang tahu tentang hubungan mereka apapun resikonya.
" Ya udah aku antar pulang yuk! "
Gak usah ahh deket ini, lagian emang kamu gak takut balik sendiri?" goda Naella
"ya masak aku biyarin kamu pulang sendiri sih, tenang aja aku bawa sepeda kok " seru Thomas sambil menunjuk sepeda dibalik pohon
" Nanti kalau aku pulang kerumah tinggal ngebut aja pakek sepeda hahaha.. "
Naella tertawa melihat tingkah Thomas yang lucu.
Akhirnya mereka pun berboncengan sampai rumah Naella.
*. *
Naella benar-benar tidak menyangka kalau Thomas adalah anak dari majikannya. Selama ini Thomas terlihat tidak terlalu menampilkan kalau dirinya adalah anak orang kaya. Dia cukup sederhana, dan lebih sering naik Bis. Naella belum pernah sekalipun melihat Thomas naik mobil atau diantar pakai mobil.
Naella mulai merasa tidak pantas untuk Thomas. Dia hanyalah anak pembantu sedangkan Thomas adalah anak dari majikannya. Naella tidak bisa membayangkan kalau orang tua Thomas sampai tahu sama hubungannya. Bisa-bisa nanti orang tua Naella dipecat dari pekerjaannya. Padahal itu satu-satunya mata pencaharian orang tuanya. Sampai Dia bisa masuk kesekolah favorit.
Tetapi Naella sangat sayang sekali dengan Thomas, Dia merasa kalau Thomas adalah anak yang baik. Tetapi kalau teringat dengan keadaannya dia jadi minder lagi.
__ADS_1
Entahlah akan seperti apa nanti hubungannya dengan Thomas kalau sampai semua orang tau. Yang penting sekarang dijalani saja dulu.