
Beberapa hari setelah Thomas dikroyok.
Nadia dan Sonya seperti biasa baru berangkat sekolah. Tetapi pagi ini tampak berbeda, setiap dia berjalan melewati murid-murid disekolah. Mereka tampak berbisik sambil melirik kearahnya. Ada apa sebenarnya?
Lalu mereka berdua akan berbelok kearah kelasnya. Dengan jelas Nadia dan Sonya mendengar pembicaraan beberapa murid cewek disana.
"Udah denger belum kalau Ari Masuk Penjara?"
"iya katanya abis ngeroyok si Thomas"
"Bukan cuma itu , katanya Si Ari mau memperkosa Nadia!"
"ahh kalau itu sih menurutku si Nadianya juga yang mau, diperkosa apanya"
"ahh.. bener tuh, kalo diperkosa masa mau diajak keklub!"
"nah betul tuh"
Nadia dan Sonya mendengar dari samping tembok. Sonya sudah mau nyamperin mereka, tetapi Nadia menyuruhnya tidak melakukannya.
Lalu Nadia dan Sonya berjalan melewati mereka. Mereka kaget dan segera menghentikan pembicaraan mereka. Nadia berusaha mengandeng Sonya agar tidak menegur Mereka.
Sesampainya dikelas tampak orang-orang dikelasnya memperhatikannya. Nadia berusaha cuek dan duduk dibangkunya.
"Bagaimana mereka bisa tahu kejadiannya?". Bisik Sonya pada Nadia
Nadia sudah tahu kalau hal seperti ini pasti cepat atau lambat akan mudah tersebar disekolah. Entah info darimana mereka mendapatkan nya.
Lalu tiga teman Nadia menghampiri meja Nadia.
"Nadia berita sudah menyebar, dan bukannya mereka simpati sama kamu malah jelek-jelekin kamu"
"Apa yang mereka fikirkan, tidak seperti apa yang terjadi!". seru Sonya tidak terima
"Pelajar masuk keKlub itu sudah menjadi hal yang tidak baik!" seru salah satu Teman Nadia
"Tapi Nadia kan...". seru Sonya tetapi dipotong Nadia
"Biarkan saja"
"Nadia..!" Seru Sonya tidak terima dengan apa yang dipikirkan orang-orang
"Nadia walaupun apapun yang orang lain fikirkan , kita percaya kok sama kamu, kita bakalan berusaha buat meredakan gosip-gosip tentang kamu" seru ketiga temannya
Nadia hanya tersenyum mengiyakan.
*.*
__ADS_1
Dikelas Naella juga sama, orang-orang juga sedang membicarakan Kasus Nadia.
"Kenapa juga Kak Nadia mau diajak keklub sama si Ari" Seru Bobi tiba-tiba, kebetulan si Bobi sedang duduk dibangku Vivi depan bangku Naella dan Puspa
"Apa mereka beneran udah pacaran?" tanya Vivi
"Mana mungkin Kak Nadia mau pacaran sama cowok berandalan kek gitu!" Bantah Bobi tidak terima
"Buktinya mereka bisa masuk keklub, padahal pelajar kan gak bisa masuk keklub!". Seru Vivi meyakinkan
"Ahh itu pasti gak bener!". seru Bobi gak terima
"Kasian sih Kak Nadia, Dia kan Korban, tapi kenapa orang-orang mengolok-ngolok Dia cuma gara-gara mau diajak masuk keklub!" Seru Puspa prihatin
"Nah aku setuju sama Puspa!". seru Bobi
"Kalau Cewek bener mana mungkin mau diajak masuk keklub, berita tentang keganjenan Dia sama cowok-cowok juga udah lama tersebar, termasuk sama Kak Thomas!". Seru Vivi tidak bisa mengontrol bicaranya
"Vivi...". Seru Puspa dengan nada tinggi sambil melirik ke Naella
"Ehh Vi, kamu jangan bisanya fitnah orang aja deh, !" seru Bobi kesal
"Kak Nadia gak seperti yang kamu pikirin Vi!" Seru Naella.
"ya akukan cuma bicara apa yang orang lain tahu selama ini!" Seru Vivi membela diri
"Sudahlah karena kita tidak tahu apa yang terjadi, tidak tahu kebenarannya, janganlah menghakimi!" Seru Puspa bijak
"Ya maaf..!". seru Vivi lirih
"Maaf, maaf.. Kamu gak kenal Sama Kak Nadia , tapi bisa banget ngomongin kejelekan Dia yang gak tau bener apa engaknya!" marah Bobi
"Bobi jangan marah dong! kok kamu jadi yang marah sama aku sih!" seru Vivi
tapi dengerin omongan Vivi, Bobi segera balik ke bangkunya.
"Duhh akukan cuma ngomong yang apa yang aku tahu dari orang-orang!". seru Vivi membela diri
Puspa hanya mengeleng-geleng kepala melihat perilaku temannya satu ini.
Didalam hati Naella juga kasihan dengan apa yang menimpa Nadia. Kenapa orang-orang malah menghakimi Nadia, padahal Nadia kan korbannya. Pantas saja Nadia sempat tidak mau melaporkan kasusnya ternyata Dia sudah tahu kalau ini yang akan terjadi.
*.*
Saat istirahat Nadia berada dibalkon sekolah. Perasaan Nadia sangat sakit dan sesak. Dia pikir kalau beritanya tidak akan sedetail ini menyebarnya. Nadia mengambil permen dikaleng, Dia duduk menyender tembok dipinggiran Balkong sambil menangis.
Dibully, dibicarakan dibelakang oleh orang lain adalah sesuatu hal yang pernah iya alami semasa kecil dan Dia tidak ingin mengulangnya lagi. Tapi hari ini, Dia mengalaminya lagi.
__ADS_1
Belum hilang rasa trauma saat Ari yang tiba-tiba memaksanya waktu itu. Sekarang malah ditambah lagi omongan-omongan yang lebih menyakiti perasaan Nadia. Apa mungkin Dia bisa bertahan bersekolah disini, padahal sekarang sudah kelas tiga. Ternyata tidak cukup Dia bergabung dengan gank sekolah yang paling ditakuti. Dia masih bisa merasakan Dibully.
Saat itu juga Dia sangat benci dengan sekolah, seperti Saat kecil dulu.
*.*
Ketiga teman Nadia sedang memergoki cewek-cewek yang mengosipi Nadia.
"Apa yang kalian tahu soal Nadia, Kenapa bisa jahat banget mulut kalian!". seru salah satu teman Nadia
"Kita hanya bicara soal fakta, emang bener kan kalau Nadia cewek kegenitan"
"Elu ya...". Marah temen Nadia sambil mendorong cewek itu
Cewek itu tidak terima, lalu akhirnya
mereka malah berantem saling jambak-jambakkan dan membuat gaduh seluruh sekolah. Melihat kegaduhan itu Para guru segera melerai mereka dan langsung dimasukkan keruang kepala sekolah.
Nadia mendapatkan SMS dari Sonya soal ketiga teman ganknya yang berantem dan masuk keruang Kepala Sekolah. Buru-buru Nadia pergi keruang Kepala Sekolah.
Sesampainya disana sudah banyak yang mengerumuni ruang kepala sekolah. Setelah melihat Nadia , segera Sonya menghampiri Nadia.
"Nad, gimana nih?". seru Sonya gugup
"Aku akan masuk keruang kepala sekolah!". Seru Nadia tapi segera dicegah Sonya
"Kenapa kamu ikutan masuk?"
"Mereka berantem gara-gara akukan, aku tidak mau kalau masalahnya tambah panjang!". Seru Nadia lalu Dia masuk ke ruang kepala sekolah.
Nadia masuk dan memohon ijin kepala sekolah terlebih dahulu.
"Pak tolong maafkan teman-teman saya, mereka melakukan ini karena ingin membela saya!". Seru Nadia
"Nadia!". Seru ketiga temannya tidak terima Nadia bilang begitu.
"Mungkin benar perilaku saya selama ini tidak baik, saya sudah membuat malu sekolah ini, Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya!" Seru Nadia sambil menahan perasaannya
Ketiga temannya mengelengkan kepala tidak terima dengan ucapan Nadia, karena mereka merasa apa yang dilakukan benar.
"Nadia Bapak tahu semuanya, Bapak mengikuti proses masalah ini, Bapak juga prihatin kenapa teman-temanmu yang lain malah mengolok-ngolok kamu bukannya mensuport kamu, Kalian yang sudah mengolok-olok Nadia, cepat minta maaf pada Nadia, bagaiman kalau hal seperti itu menimpa kalian!"
"Dan kalian bertiga!" menunjuk teman Nadia "Jika ada masalah selesaikan baik-baik, jangan berantem, anak perempuan kok kaya preman, ayo cepat minta maaf sama Nadia, kalian ini tidak tahu cerita yang sebenarnya, bisa-bisanya menyimpulkan yang sejahat itu, Harusnya kalian mensuport Nadia, biar Nadia bisa kembali lagi seperti biasa!"
Nadia menangis setelah itu.
Lalu murid yang mengolok-ngolok Nadia pun segera meminta maaf pada Nadia. Ketiga teman Nadia juga sudah berdamai dengan mereka.
__ADS_1
Setelah itu mereka segera kembali ke Kelas masing-masing.