
Setelah sampai ke dalam mall Rayyen langsung saja menggendong Kayla untuk mencari toko yang menjual kelinci. Sedangkan Aisyah dia berjalan di belakang mereka berdua....
Rayyen menoleh ke Arah Aisyah dan berkata “ kenapa kamu dibelakang berjalan dibelakang kita??..” tanya Rayyen karena Aisyah dari pertama jalan dari parkiran terus berjalan di belakang nya.
“Saya di belakang saja tuan tidak enak kalo ada yang liat tuan berjalan dengan saya..”ujar Aisyah ikut berhenti berjalan dan menunduk.
“ Biarkan saja orang bilang apa.. ayok jalan di samping saja, Kamu bukan bodyguard saya..”ujar Rayyen menarik tangan Aisyah untuk berjalan disampingnya.
“ekhhh..” Aisyah tersentak kaget karena tiba-tiba Rayyen menarik tangannya..
Sedangkan Kayla yang sedari tadi melihat mereka berdua berbicara akhirnya buka suara..
“Uncle sama kakak Syah kenapa malah ribut-ribut sih,, ayokkk Kayla dah gak sabar mau kelinci lucu-lucu...”ujar Kayla menghentikan pertengkaran masalah berjalan dibelakang.
Setelah mendengar teguran dari Kayla akhirnya Aisyah dan Rayyen pun berjalan berdampingan sambil satu tangan Rayyen menggandeng tangan Aisyah dan satuan untuk menggendong Kayla.
Mungkin orang-orang akan mengira bahwa mereka adalah sepasang suami-istri karena mereka memakai pakaian yang serasi.
***********
Setelah berputar mencari toko yang menjual kelinci akhirnya mereka pun sampai di depan toko yang menjual berbagai hewan...
“uncle...itu... uncle...kelinci yang Kayla lihat” ujar Kayla bergembira karena melihat begitu banyak hewan berbulu lembut itu.
Mereka pun menghampiri ke arah yang di tunjuk Kayla dengan Kayla yang berjalan di depan karena dia tadi meminta di turunkan dari gendongan Rayyen.
“wahhh....kakak lihat ini lucu sekali..”ujar Kayla kepada Aisyah sambil mengelus bulu halus kelinci yang berwarna putih.
“iya sayang.. ini lucu sekali..”ujar Aisyah sambil ikut mengelus kelinci tersebut.
Rayyen yang melihat mereka berdua pun hanya tersenyum tipis dengan kelakuan mereka berdua yang begitu cocok.
“yasudah Kayla mau yang ini kelinci atau mau apa lagi??..”tanya Rayyen
__ADS_1
“mau yang ini uncle tapi 2 ya...”ujar Kayla sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengah nya.
“untuk apa Kay...satu saja tar siapa yang ngurus...”ujar Rayyen
“ikhh... uncle belinya 2 satu untuk Kayla satunya buat kakak Syah ya...”ujar Kayla memohon kepada Rayyen.
“ekh gak usah sayang... belinya satu saja buat Kayla..”ujar Aisyah karena tidak enak, walau sebenarnya Aisyah pun begitu menginginkan kelinci tersebut .
Sebenarnya dari dulu Aisyah begitu menyukai hewan berbulu seperti kucing, kelinci,marmut. tapi dia tidak di ijinkan membeli oleh nya oleh ibunya.
“ya sudah... kamu mau pilih yang mana Ais..”tanya Rayyen.
“gak usah deh tuan saya tidak punya nanti saja..”ujar Aisyah belum menyadari panggilan istimewa dari Rayyen.
“tidak papa kamu pilih saja mana yang mau kamu beli,, kalo Kayla mau yang ini kan??..”ujar Rayyen.
Karena melihat Aisyah hanya diam tidak memilih namun Rayyen melihat arah lirikan mata Aisyah melihat kelinci yang berwarna abu-abu.
“Yasudah bagaimana kalo yang ini Ais...?” tanya Rayyen sambil mengambil kelinci yang berwarna abu.
Setelah selesai membayar Rayyen berjalan ke arah tunggu yang di duduki oleh Aisyah dan Kayla.
“lohh...uncle mana kelinci Kayla,, kok tidak ada..?”tanya Kayla dengan raut wajah mendung.
“ekh sayang kelinci nya tar diantar ke rumah ya... Sekarang kita makan dulu yuk ini sudah siang” ajak Rayyen karena melihat Kayla seperti ingin menangis .
***********
Setelah mereka makan siang di restoran di mall, mereka pun memutuskan untuk pulang karena Kayla sudah mulai agak rewel, sepertinya ingin tidur siang.
Benar saja baru mobil melaju sekitar sepuluh menit Kayla sudah tidur dipangkuan Aisyah sambil menyenderkan kepalanya ke dada Aisyah.
“Kayla sudah tidur...?” tanya Rayyen sambil terus melihat ke depan karena sedang menyetir mobil.
__ADS_1
“iya tuan Kayla sudah tidur..”ujar Aisyah sambil mengelus rambut Kayla.
“Kalo kamu pegel bagaiman Kayla ditidurkan di belakang saja..?” ujar Rayyen karena takut Aisyah pegal kerena perjalanan masih sekitar 20menit.
“tidak usah tuan tidak papa kok.. kalo di taro dibelakang tar takut jatuh..”ujar Aisyah yang terus mengelus rambut Kayla dan sesekali mencium puncak kepala nya.
Sedangkan Rayyen yang melihat itu entah mengapa tiba-tiba hatinya ikut hangat..
************
Setelah sampai dihalaman rumah Rayyen turun terlebih dahulu karena melihat Aisyah yang sepertinya kesusahan untuk turun.
“ Sini Kayla biar saya saja yang gendong..”ujar Rayyen setelah membuka pintu samping Aisyah.
Dengan hati-hati Rayyen mengambil Kayla dari pangkuan Aisyah yang otomatis hembusan hafas mereka begitu berdekatan sampai membuat jantung Aisyah berdebar .
Setelah mengambil Kayla. Rayyen pun langsung masuk ke dalam rumah sedangkan Aisyah masih menetralkan degup jantung nya.
Setelah jantungnya sudah normal kembali Aisyah pun menyusul Rayyen ke kamar Kayla.
Sampai di kamar Kayla ternyata Rayyen sudah tidak ada mungkin sudah kembali ke kamarnya.
***********
Rayyen POV
Sebenarnya tadi setelah melihat Aisyah dari jarak begitu dekat jantungku tiba-tiba berdegup kencang.
Karena aku menyangkal nya dan lebih memilih mempercepat untuk membawa Kayla ke dalam kamarnya.
Setelah menaruh Kayla di kamarnya aku pun langsung masuk ke dalam kamarku karena masih canggung untuk bertemu Aisyah.
Karena entah kenapa jantungku kalo berdekatan dengan Aisyah selalu saja berdebar-debar.
__ADS_1
Rayyen POV end
**********