
Malam harinya Rayyen pulang jam 12malam, karena merasa lelah dia pun langsung naik ke kamar nya untuk membersihkan tubuhnya karena sudah lengket dengan keringat.
Setelah selesai mandi dan bersiap untuk tidur tiba-tiba Rayyen merasa tenggorokan nya kering, dan dia melihat gelas yang ada di nakas dekat ranjang ternyata kosong tidak ada airnya.
Dengan malas dia pun turun ke bawah untuk mengambil air. Saat sedang minum air tiba-tiba Rayyen mendengar suara seseorang sedang masak, karena Rayyen penasaran dia pun melihat siapa yang sedang memasak malam-malam.
Setelah mendekat ke arah ke arah pintu dapur dia melihat punggung seseorang yang sedang memasak. Dengan rasa penasaran nya dia pun menepuk pundak orang tersebut membuat orang tersebut terkejut dan menengok ke kebelakang...Dan ....
“ Tuan" “ kamu”. ujar mereka berdua berbarengan.
Ternyata orang yang sedang memasak tadi adalah Aisyah karena dia merasa lapar dia pun memutus ka untuk memasak, karena mbok Mina berpesan kalau Aisyah butuh sesuatu tinggal ambil sendiri.
“sedang apa kamu di sini malam-malam.. ?” tanya Rayyen sambil meminum air yang berada di tangan nya
“ emm.. maaf tuan saya lapar makanya saya masak.. ” ujar Aisyah menunduk takut, karena dia pikir Rayyen bakal memarahinya karena sudah lancang memasak bahan makanan yang ada di dapur.
Rayyen mendekati Aisyah, sedangkan Aisyah yang melihat Rayyen mendekat pun langsung memundurkan tubuh nya. Tiba-tiba....
“Awasss...” ujar Rayyen menarik tubuh Aisyah ke dalam pelukannya sambil mematikan kompor yang masih menyala di belakang Aisyah.
“Kamu nih,, gimana sih kok malah mundur udah tau di belakang kamu ada kompor gimana kalo kamu kena hahh..” ujar Rayyen marah karena keteledoran Aisyah, sambil terus mengelus punggung Aisyah dan mengecek apa ada luka atau tidak.
“ ma-maaf tuan saya ceroboh..” ujar Aisyah sambil menenangkan debaran jantungnya karena kaget tiba-tiba Rayyen memeluknya dan juga kaget atas perlakuan Rayyen tersebut.
Karena pertama melihat Rayyen ke arah dia. Dia takut berbuat macem-macem kepada Aisyah.
Setelah sadar akan tingkah nya yang secara reflek tersebut, Rayyen pun melepaskan pelukan nya kepada Aisyah dengan wajah merona karena malu dengan tingkah nya dan juga karena dia baru pertama kalinya se-khawatir itu terhadap perempuan.
“ hm.. yasudah saya mau ke atas lagi, silahkan lanjut masak nya dan ingat hati-hati” ujar Rayyen sambil berlalu meninggalkan Aisyah yang masih dengan kegugupan yang sedang dia rasakan.
Setelah menghilangkan rasa gugup dan keterkejutan nya dia pun kembali memasak karena dia sudah lapar, dan menghilangkan ingatan kejadian barusan.
__ADS_1
Setelah selesai makan dan membereskan bekasnya, Dia pun kembali ke kamar karena besok Aisyah sudah mulai bekerja mengasuh Kayla.
********
Sedangkan di kamar Rayyen dia masih saja memikirkan kejadian tadi dan dia masih membayangkan wajah manis Aisyah saat dia sedang gugup dan terkejut.
“ uuhuh.. kenapa gue mikirin dia terus sih, dan kenapa juga gue bisa selembut dan se-khawatir itu sama dia” gumam Rayyen sambil terus terbayang saat dia berbicara begitu lembutnya kepada Aisyah.
Padahal biasa nya dia jika berbicara dengan perempuan begitu dingin dan cuek, kecuali kepada keluarganya. Tapi entah kenapa kepada Aisyah dia bisa ke peduli dan selembut itu.
Karena terus memikirkan itu Rayyen pun tertidur dengan sejuta pertanyaan yang sedang dia pikirkan. apa iya dia mencintai Aisyah? atau hanya kepedulian terhadap sesama saja?. Dan masih banyak lagi pertanyaan Yanga da di pikiran Rayyen.
*********
Keesokan paginya. Setelah mandi dan berpakaian Aisyah pun langsung saja menuju kamar Kayla yang berada tepat di samping kamar Rayyen dan kamar mommy nya.
( ceklek ). pintu terbuka dan memperlihatkan Kayla yang masih tidur di bawah selimut nya.
“ emm.. Kakak Cha Kayla masih ngantuk.. ” ujar Kayla dengan suara serak khas bangun tidur.
“ ini udah siang loh.. bangun yuk sayang ” ujar Aisyah terus membangun Kayla dengan mengusap pipi Kayla dan mencium nya terus.
“ ha-ha-ha geli kak... geli . ha-ha-ha ” Ujar Kayla kegelian karena Aisyah terus saj mencium wajah Kayla.
“ Makanya ayo Kayla bangun terus mandi setelah mandi kita Saparan yuk bangun yuk” ujar Aisyah sambil menggendong Kayla ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi dan berpakaian Kayla pun meminta Aisyah untuk mengikat rambutnya dengan berbagai gaya ikatan.
“ wowww... bagus banget Kak kunciran nya lucu.. hehehe ” ujar Kayla berbinar karena untuk pertama kalinya dia di kuncir dengan berbagai gaya kunciran.
“iya dong siapa dulu yang ikat..hehe” ujar Aisyah dengan kekeh nya.
__ADS_1
“ hahaha iya bagus besok Kayla kuncirnya ganti lagi ya yang beda..” ujar Kayla sambil duduk dipangkuan Aisyah.
“ Baiklah tuan putri..” ujar Aisyah sambil mencium kedua pipi gembul Kayla.
Setelah selesai. mereka berdua pun keluar kamar untuk sarapan dan kebetulan Rayyen pun membuka pintu karena dia akan berangkat ke kantor.
“ uncle-uncle.. lihat kunciran Kayla bagus kan?... ini yang kuncir Kaka Aisyah lohh..” ujar Kayla sambil menunjuk kunciran nya kepada Rayyen.
“ iya bagus...yuk bareng uncle kita sarapan” ajak Rayyen sambil menggendong Kayla ke bawah untuk sarapan.
“ yasudah tuan saya titip Kayla, say kebelakang dulu” ujar Aisyah karena dia berniat membantu mbok Mina.
“ memang nya kamu sudah sarapa??” tanya Rayyen sambil menuruni tangga di ikuti Aisyah di belakangnya.
“ belum tua nanti saja saya sarapan nya di belakang..” ujar Aisyah sambil terus melangkah menuruni tangga di belakang Rayyen.
“Kamu sarapan sekarang saja bareng kita, lagian mbok pasti udah sarapan duluan lebih baik kamu bareng kita aja agar tidak sendirian sarapannya..” ajak Rayyen dan membuat Aisyah menghentikan langkahnya.
Rayyen menengok kebelakang melihat Aisyah yang sedang berdiri sambil melihat nya dan berkata.... “ kenapa..?” tanya Rayyen
“em.. tua saya makan dibelakang saja, saya gak enak sama nyonya Zia dan Tuan David..” uajr Aisyah karena merasa tidak enak kalau harus sarapan bareng majikan nya itu
“ udah ayok... sarapan bareng saja, papa sama Mama gak bakal marah kok. Lagian tar yang menyuapi Kayla siapa..?” ujar Rayyen sambil menarik tangan Aisyah untuk ikut ke arah meja makan yang sudah ada nyonya Zia dan Tuan David.
Sedangkan kedua orang tua Kayla sudah berangkat pagi-pagi sekali karena ada pekerjaan yang harus di selesai kan.
*************
Setelah sarapan Rayyen berangkat ke kantor bersama tuan David sedangkan nyonya Zia dia sedang menghadiri acara arisan bersama teman sosialita nya.
-
__ADS_1