
Hari ini rencana nya keluarga Santoso akan mengadakan barbeque di halaman belakang. Sore harinya mereka sudah kumpul di halaman belakang termasuk kedua orang tua Kayla, karena mereka sedang tidak perjalanan bisnis.
Aisyah bersama mbok Mina sedang menyiapkan bumbu yang akan dipakai sedangkan 1 orang pelayan bersama supir sedang membeli daging ke supermarket.
“ Uwa apa ini sudah cukup..¿” tanya Aisyah
“ Sepertinya cukup Syah.. lebih baik kamu sekarang bawa ke belakang ya uwa mau nunggu Santi dulu..” ujar mbok Mina yang menunggu Santi pelayan di rumah Santoso.
“Baik Wa kalo gitu Aisyah ke belakang duluan ya ...” ujar Aisyah sambil membawa baki berisikan bumbu yang akan di pakai.
******
Di halaman belakang nyonya Zia bersama tuan David dan anak-anaknya sedang mengobrol sedangkan Kayla dan Rayyen sedang bermain.
Aisyah pun meletak kan baki yang dia bawa ke meja.
Rayyen yang melihat Aisyah sedang meletakkan bumbu ke meja pun pamit kepada Kayla , dan berjalan ke arah Aisyah.
“Butuh bantuan .?” tanya Rayyen yang sudah berdiri dibelakang Aisyah.
“ Astagfirullah... tidak tuan tidak usah.. ” ujar Aisyah kaget dengan kehadiran Rayyen yang tiba-tiba.
“hehehe.. maaf saya mengagetkan kamu.. ” cengir Rayyen melihat Aisyah yang sedang mengelus dada nya karena kaget.
“tidak papa kok tuan.. ” ujar Aisyah yang selesai meletakkan bumbu untuk daging. dengan senyum tak pernah hilang di bibir manis Aisyah.
Senyum itu...” batin Rayyen yang selalu terpesona terhadap senyum yang diberikan Aisyah.
“ tuan,,,tuan,, tuan,, kenapa kok malah melamun. ” ujar Aisyah sambil menepuk bahu Rayyen
Rayyen yang merasakan tepukan dibahunya pun sadar dari lamunan nya.
“ ekh...em.. ti-tidak papa kok. ” Rayyen menjawabnya dengan gugup karena ketahuan melamun.
Aisyah yang melihat itu merasa aneh dengan tingkah Rayyen tapi dia tidak ambil pusing, Aisyah pun memilih melanjutkan merapihkan bumbu yang akan dipakai.
“ uncle-uncle..”
Rayyen dan Aisyah pun mengalihkan pandangan nya ke arah Kayla yang sedang berlari ke arah mereka berdua.
“ jangan lari sayang...” ujar Rayyen dan Aisyah berbarengan.
Setelah berucap itupun mereka berdua saling tatap dan ada sedikit rasa canggung menghampiri mereka berdua.
“ uncle kapan kita bakar-bakar nya , Kayla sudah lapar..” ujar Kayla sambil memegang perut .
“ekh.. sebentar lagi sayang, lebih baik Kayla main dulu.. ” ujar Rayyen
🌸🌸🌸🌸
Setelah bahan yang di butuhkan barbeque-an sudah siap mereka berkumpul di halaman belakang termasuk pelayan, supir dan kedua satpam.
Saat ini Aisyah dan Santi sedang membakar sosis dan sayur sebagai pelengkap. Sedangkan Rayyen bersama Alex sedang membakar daging.
__ADS_1
Dan untuk yang lain nya sedang mengobrol ringan. sedangkan kedua satpam dan supir bertugas untuk menjaga mendekor halaman nya dengan lampu-lampu tumbler.
Saat daging dan sosis beserta sayur sudah matang setengah mereka pun segera menghidangkannya. Mereka pun memakan nya sambil mengobrol.
Aisyah melihat masih ada yang belum terpanggang pun beranjak dari duduk dan membawa daging tersebut untuk memanggang nya.
“ Kamu mau kemana Ais ?..” tanya Rayyen karena melihat Aisyah beranjak dari tempat duduknya.
“ Saya mau memanggang daging nya lagi tuan..” Ujar Aisyah .
“ Yasudah saya bantu..” ujar Rayyen ikut beranjak dari tempat duduknya.
“ekh.. ti..” sebelum Aisyah melanjutkan ucapannya Rayyen lebih dulu menarik tangan nya .
Dan dengan terpaksa Aisyah pun mengikuti nya.
********
“Tunggu dulu tadi Rayyen manggil Aisyah dengan apa?..” tanya tuan David karena merasa asing dengan panggilan yang diberikan oleh Rayyen.
Karena tuan David baru pertama kali mendengar panggilan dari Rayyen untuk Aisyah.
“ Ais.. Pih Rayyen memanggil nya Ais.. ” ujar Mayra sambil memotong sosis untuk Kayla.
“Wah seperti nya kita keluarga kita sebentar lagi akan mengadakan pesta... hahaha ” ujar tuan David sambil tertawa dan di ikuti yang lain nya.
“Kita doakan saja yang terbaik untuk mereka berdua Pih..” ujar nyonya Zia dan di amin kan oleh semua yang ada di situ.
Mereka pun melanjutkan berbincang sambil menyantap makanannya.
***
“ Ini tuan daging nya .” ujar Aisyah meletakkan daging nya di dekat tempat pembakaran.
Rayyen menarik tangan Aisyah, agar berdiri di samping nya.....
“ Sini coba, rasanya gimana.?” tanya Rayyen sambil menyodorkan potongan steak yang di lumuri saus yang Rayyen racik sendiri.
“ enak tuan ini enak sekali.. Tuan pake bumbu apa lagi kok beda rasanya sama yang tadi. ” ujar Aisyah dengan antusias setelah merasakan daging yang dia makan.
“ hahaha.. itu bumbu rahasia doang. ” ujar Rayyen sambil kembali fokus ke panggangan nya.
Aisyah yang mendengar jawaban dari Rayyen pun mengerucutkan bibirnya.
Rayyen yang melihat Aisyah mengerucutkan bibirnya pun merasa gemas sampai gatal ingin mencubit pipi nya yang mengembung, namun ia urungkan karena takut Aisyah marah padanya.
“ Tuan mending siniin sama saya saja bakar nya lebih baik tua di sana ikut kumpul sama yang lain nya. ” ujar Aisyah sambil mencoba menggeser badan Rayyen yang sedang membalikan steak nya.
“ Tidak usah lebih baik kamu saja yang duduk bareng yang lain nya. ” ujar Rayyen kekeh dan tidak bergeser dari tempatnya.
“ ish... tuan-n.....shhhhhh ..... awhhh.” ujar Aisyah merintih karena tangan nya tidak sengaja mengenai pinggiran panggangan yang panas.
Rayyen yang mendengar rintihan Aisyah menengok dan terkejut melihat punggung tangan Aisyah sebelah kanan yang merah.
__ADS_1
Dengan reflek Rayyen pun mengambil tangan Aisyah dan meniupnya.....
“ Kamu ini bagaimana sih ceroboh banget udah tau dipinggir kamu ada panggangan panas ” gerutu Rayyen sambil terus meniup - niup tangan Aisyah.
Rayyen pun menarik tangan Aisyah, dan Aisyah pun mengikuti Rayyen yang membawa nya masuk ke dalam rumah.
Sedangkan yang lain masih asik mengobrol dan tidak memerhatikan kepergian mereka berdua.
Rayyen membawa Aisyah untuk duduk di sofa, setelah mendudukkan Aisyah, Rayyen pun mencari P3K.
Setelah ketemu Rayyen pun membawanya ke hadapan Aisyah
Rayyen mengulurkan tangan nya... “ Sini tangan nya ” Kata Rayyen sambil mencoba mengambil tangan Aisyah.
“ Ekh... gak usah tuan, biar saya saja ” ujar Aisyah karena merasa tidak enak.
“ Sudah tidak apa-apa... Sini tangan..” ujar Rayyen dengan tegas.
Dengan ragu Aisyah pun mengulurkan tangannya kehadapan Rayyen.
Rayyen pun mengoleskan salep ke tangan Aisyah yang terkena pinggiran panggangan.
Aisyah pun meringis saat Rayyen mengoleskan salep, dan Rayyen pun yang melihat itupun langsung meniup nya.
“ Tahan... ya..” ujar Rayyen dengan lembut karena melihat Aisyah yang meringis. Aisyah pun hanya mengangguk dan mencoba menahan rasa perih nya.
Setelah selesai mengoleskan salepnya , Rayyen pun membereskan P3K nya dan menaruhkan kembali.
“ Sudah lebih baik kamu istirahat ” ujar Rayyen menyuruh Aisyah beristirahat.
“ Tidak tuan nanti saja saya mau membantu membereskan yang dibelakang, sama saya juga harus memandikan Kayla ” ujar Aisyah
“ Sudah masalah dibelakang, ada yang lain kok dan masalah Kayla kan ada mommy nya ” ujar Rayyen. “ Sudah sana kamu istirahat saja ”lanjut Rayyen sambil mendorong pelan bahu Aisyah. Karena melihat Aisyah yang sepertinya ingin menyahuti ucapan Rayyen.
Setelah memastikan Aisyah masuk ke kamar nya, Rayyen pun melangkah ke halaman belakang untuk membantu membereskan peralatan yang tadi abis dipakai.
******
DIHALAMAN BELAKANG
Saat sedang asik mengobrol nyonya Zia melirik ke arah tempat dimana tadi Rayyen dan Aisyah berdiri, Namun dia tidak menemukan mereka berdua.
“ Loh kemana Rayyen sama Aisyah ? ” Ujar nyonya Zia bingung karena tidak melihat mereka berdua.
Yang lain pun menengok ke arah pandangan nyonya Zia dan bertanya..
“ Siapa..mih ?” tanya Mayra
“ Itu tadikan Rayyen sama Aisyah disana, sedang memanggang daging kok sekarang gak ada ” jawab nyonya Zia sambil menunjuk.
“ loh iya.... kemana mereka berdua..” sahut tuan David
“ Tadi sih aku lihat sepertinya mereka berdua masuk kedalam rumah deh..” ujar Alex yang tadi sempat melihat bayangan mereka berdua masuk kedalam rumah.
__ADS_1
Mendengar penuturan Alex barusan mereka pun kembali melanjutkan ngobrol sambil makan nya.