
Malam ini setelah makan Aisyah dan Vano pun mampir di taman yang ramai pengunjung .
Mereka berdua duduk di bangku taman di temani es krim yangs Edang mereka makan .
“ Gimana enak gak ?.. ” tanya Vano memperhatikan Aisyah yang sedang makan eskrim nya .
“ Iya kak, eskrim nya enak banget.. ” Antusias Aisyah .
“ Hahaha.. kamu lucu banget sih kalo lagi makan eskrim gitu kayak masih bocah ... ” kekeh Vano melihat cara makan eskrim Aisyah yang sedikit berantakan .
“ Ishh.. apaan sih nggak kok .. ” ujar Aisyah mengelap pinggiran bibir nya .
Vano mendekat ke arah Aisyah, membuat Aisyah reflek memundurkan badan nya gugup takut Vano berbuat macam-macam .
“ Ekh - eh - K- kak ... ”
“ Ini ... ” Vano mengusap eskrim yang berada di dagu Aisyah dengan ibu jari nya membuat mereka begitu dekat. mungkin orang yang lewat bakal mengira bahwa mereka sedang berciuman .
“ Akh- makasih kak ... ” gugup Aisyah.
Vano pun memundurkan kan lagi badan nya, dan mereka berdua menjadi salah tingkah .
“ Em Kak kita pulang yuk udah malem.. ” ujar Aisyah setelah beberapa saat diam .
“ Tapi ada yang mau omongin sama kamu Syah... ” tiba-tiba Vano menjadi serius .
“ Ngomong apa kak ? .. ” Aisyah menengok ke arah Vano
“ emm gimana ya ,, em -mmm ” bukanya langsung ngomong Vano malah gugup duluan .
“ Jadi sebenarnya aku --- ” belum selesai Vano bicara tiba-tiba handphone Aisyah berbunyi .
Ting - tirk
💌 : Kamu dimana ini sudah malam.
💌 : cepet pulang !!!
💌 : saya tunggu sampai jam 10.30 kalo kmu belum sampai juga kamu akan saya kasih hukuman !!!!
Pesan berturut-turut dari Rayyen menyuruh Aisyah untuk segara pulang.
Aisyah yang membaca pesan dari Rayyen pun langsung saja membalas nya .
📩 : Iya kak sebentar lagi aku pulang .
Read.
Setelah membalas pesan Rayyen, Aisyah pun langsung meminta untuk segera pulang kepada Vano .
“ Kak kita pulang yuk, Kak Ray udah nyuruh aku pulang ini. ” ujar Aisyah dengan gelisah takut Rayyen marah kepadanya .
“ Tapi--- akh. sudahlah ayok .. ” dengan terpaksa Vano menuruti kemauan Aisyah padahal dia masih belum selesai berbicara kepada Rayyen .
Diperjalanan pulang Aisyah sedikit khawatir karena waktu yang di berikan Rayyen tinggal 5 menit lagi .
“ Kak bisa agak cepet gak soalnya kak Ray , udah nanyain terus . ” ujar Aisyah sambil meremas tangan nya sendiri yang berada di pangkuan an nya .
__ADS_1
Vano pun hanya menjawab dengan anggukan , dan melajukan mobil nya dengan sedikit kencang .
Pas pukul 10.30 , Mobil Vano terparkir di halaman mansion yang ternyata Rayyen sudah menunggu nya di teras mansion .
“ Kak aku masuk duluan ya, gak enak sama kak Rayyen.. ” pamit Aisyah
“ Kakak hati - hati dijalan ya .. ” lanjut Aisyah lalu turun dari mobil berjalan menuju Rayyen yang sedang menatapnya .
“ Masuk ” ucap datar Rayyen. Saat Aisyah ingin menjawabnya Rayyen sudah terlebih dahulu menyala .
“ MASUK.. ”. Tekan Rayyen.
Aisyah pun menurut masuk ke dalam mansion dan berjalan ke kamar nya .
Sedangkan Rayyen berjalan menuju mobil yang belum beranjak dari tempat nya .
*Tok - Tok
Rayyen mengetuk pintu* mobil . Vano pun membuka nya dan Rayyen berkata...
“ Kalo sekali lagi loe ngajak Aisyah jalan sampe malem gini lagi gue gak akan ngizinin lagi. ” tekan Rayyen lalu berlalu masuk kedalam mansion .
Vano yang belum sempat menjawab perkataan Rayyen pun hanya mengedik kan bahu nya .
“ Kayaknya tuh cowok suka deh sama Aisyah, keliatan dari gestur nya sih ... ” batin Vano yang berada di jalan pulang .
****
Dikamar yang bernuansa abu - hitam seorang laki-laki sedang uring - uringan .
“ Duh gimana nih, Aisyah marah gak ya sama gue ? mana tadi pake bentak dia lagi ? ” Rayyen masih saja mundar - mandir tidak jelas karena kepikiran Aisyah terus .
“ Udahlah mending gue tidur aja, dari pada pusing ” lirih Rayyen memejamkan matanya .
Dikamar Aisyah setelah tadi membersihkan diri, kini dia sedang duduk dimeja belajar yang disiapkan oleh nyonya Zia .
“ Huh, kak Ray kenapa ya, kayaknya tadi marah banget sama aku ?! apa karena aku kemalaman ya pulang nya . ” Aisyah terus memikirkan kan nya sambil menopang dagu nya di atas meja .
*****
Pagi harinya Aisyah terbangun dari tidurnya karena mendengar suara mbok Mina yang membangunkan nya .
“ Syah. Syah bangun Syah pindah tidur nya jangan disini . ” ujar mbok Mina menepuk pundak Aisyah
eught ....
Lenguh Aisyah merasakan tepukan dari mbok Mina.
“ Iya uwa ada apa ? ,. ” Tanya Aisyah yang masih mengumpulkan nyawanya dan merenggangkan badannya karena pegal tidur menyender ke meja .
“ Kamu tidurnya pindah jangan disini, pasti badannya pegel entar. .. ” ujar mbok Mina menggeleng kepala nya .
“ Udah pagi ya uwa ... ? ” tanya Aisyah
“ baru jam 5 kok kamu kalo mau tidur lagi juga papa... ” ujar mbok Mina mengelus sayang rambut panjang Aisyah .
“ enggak deh uwa, mau bantu uwa aja di dapur ... ” ujar Aisyah tersenyum kepada mbok Mina .
__ADS_1
“ Yasudah terserah kamu ,sana mandi terus sholat dulu . ” Titah mbok Mina lalu diangguki Aisyah.
Setelah mbok Mina keluar kamar nya, Aisyah pun mandi dan sholat .
****
Di dapur Aisyah bersama Santi sedang membersihkan Sayur yang akan di masak , sedangkan Mbok Mina tadi pergi ke pasar untuk membeli ikan yang di pesan oleh Nyonya Zia .
Setelah selesai masak Aisyah membantu Santi membersihkan alat masak dan membersihkan rumah .
“ Syah udah gak papa, kamu ke kamar aja belajar. Ini kan bukan pekerjaan kamu. ” ujar Santi
“ Enggak deh mbak , lagian juga aku gak ada kerjaan soalnya kan Kayla lagi gak ada di rumah ... ” ujar Aisyah meneruskan membersihkan debu yang ada di situ .
Mendengar jawaban Aisyah, membuat Santi bangga karena Aisyah tidak pernah membedakan pekerjaan siapa pun , kalo ada waktu Aisyah selalu saja membantu nya .
Pukul 7 pagi di ruang makan semua keluarga Santoso sudah berkumpul mines keluarga kecil Mayra .
“ Kamu hari ini ke kantor Ray ?.. ” tanya Tuan David
“ Iya Pih, soalnya jam sepuluh ada meeting masalah proyek baru lagi ... ” Jawab Rayyen
“ Ya , tapi kmu juga harus jaga kesehatan Ray, jangan lupa makan nya .. ” ujar nyonya Zia mengingatkan .
“ Iya mih,, kalo gitu aku berangkat dulu ya .. Assalamualaikum ” pamit Rayyen mencium tangan kedua orang tuanya .
****
Sedangkan di belakang Aisyah, Santi beserta Mbok Mina sedang mengobrol karena pekerjaan mereka sudah selesai .
“ Syah kamu mau pulang kapan ke kampung ? ... ” tanya mbok Mina .
“ Gak tau mbok, tapi kayaknya kalo sekarang - sekarang gak bisa soalnya kan aku sekarang kuliah .... ” jawab Aisyah
“ Kalo uwa rencana nya kapan pulang uwa ... ? ” balik tanya Aisyah
“ Kalo uwa rencana nya mau balik entar sekitar dua Minggu lagi soalnya anak uwa yang ada Surabaya mau ke kampung ... ” ujar mbok Mina
Aisyah mengangguk mengerti .
“ Kalo Mbak Santi gimana, semenjak aku kerja disini belum pernah liat Mbak Santi pulang kampung. ... ” Aisyah mengingat - ngingat
“ Aku pernah pulang kok, cuman kebetulan waktu kamu pulang kemarin dan cuman sebentar ,.... ” jawab Santi .
Aisyah mengangguk .
mereka mengobrol sesekali tertawa mendengar cerita dari mbok Mina saat masih muda dulu .
Nyonya Zia yang melihat mereka sedang mengobrol dan tertawa pun berjalan menuju mereka dan bergabung berbincang tentang pengalaman mereka .
Ya, nyonya Zia , walaupun kaya raya tapi tidak pernah memandang rendah orang lain, dia selalu saya menyamaratakan nya .
Makanya orang yang berkerja di mansion ini pasti betah ,karena kebaikan nyonya Zia dan keluarnya yang selalu saja membantu saat sedang kesulitan .
Pernah sekali dulu Bapak Santi, sakit dan haru di operasi karena terkenal gagal ginjal . Dan bersyukur nya Keluarga Santoso dengan suka rela nya membayar semua biaya nya secara gratis tapa cuma - cuma .
Makanya Santi sudah berjanji kepada dirinya sendiri untuk selalu mengabdi kepada keluarga Santoso dan akan selalu setia .
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸🌸🌸