
Setelah menyapa pak satpam yang ada di depan. Mbok Mina pun mengajak Aisyah masuk untuk bertemu dengan nyonya Zia.
“ Assalamualaikum.. nyonya ini Aisyah yang akan jadi babysister nya non Kayla..” sapa mbok Mina kepada nyonya Zia yang sedang duduk di ruang keluarga dengan Kayla.
“ ekh... waalaikumsalam salam... giman perjalanan mbok?..”. “ Alhamdulillah lancar Nyah” jawab mbok Mina. Sedangkan Aisyah hanya mendengarkan dan menunduk.
“ oh ini Aisyah ya. perkenalan saya Zia kamu bisa panggil saya apa saja senyaman nya kamu.. kamu cantik sekali nak ” ujar nyonya Zia menyapa Aisyah dengan ramah.
“ Baik nyonya..dan terima kasih” ujar Aisyah sambil tersenyum.
“ dan iya perkenalkan ini Kayla yang akan kamu jaga selama kerja di sini” ujar nyonya Zia sambil memperkenalkan Kayla.
“ Hallo non salam kenal nama kakak Aisyah..” sapa Aisyah kepada Kayla dengan ramah.
“ salam kenal juga kakak nama aku Kayla” jawab Kayla sambil memeluk Aisyah dan tersenyum.
( ujar Kayla dengan bahasa cadel nya... anggap perkataan Kayla cadel ya mentemen..)
“ ekh.....” Aisyah kaget karena tiba-tiba Kayla memeluknya dengan erat.
“ wah seperti nya Kayla nyaman mbok sama Aisyah. Karena biasanya diakan susah sekali bergaul dengan orang baru.. ” bisik nyonya Zia kepada mbok Mina yang sedang duduk di samping dirinya.
“ iya nyah...” ujar mbok Mina tersenyum melihat keakraban Aisyah dengan Kayla. Padahal mereka baru saja bertemu tapi Kayla seperti nya sudah nyaman dan cocok dengan Aisyah.
Tiba-tiba......
“ Mah Ray berangkat dulu ya...” tiba-tiba Rayyen turun sambil mengancingkan jas nya karena dia akan berangkat lagi ke kantor setelah makan siang bersama tadi.
“ ekh mbok sudah balik lagi..” ujar Rayyen menyapa mbok Mina.. Dan pandangan nya mengalih karena mendengar suara tertawa Kayla dengan seseorang Yangs sedang duduk memunggunginya.
“ siapa itu mah.?” tanya Rayyen melihat Kayla yang sedang bermain dan tertawa bersama Aisyah.
“ oh itu yang bakal jadi babysister nya Kayla. dan lihat Kayla langsung nyaman padahal baru saja mereka berkenalan sudah diajak main oleh Kayla,,, Em Aisyah kenalkan ini Anak bungsu saya Rayyen” jelas nyonya Zia sambil memperkenalkan Rayyen kepada Aisyah.
Aisyah pun menengok ke belakang dan melihat ada seorang laki-laki yang sangat tampan putih bersih dan tinggi atletis. Setelah beberapa detik terpesona oleh ketampanan Rayyen Aisyah pun tersadar dan mengangguk kepalanya dan tersenyum kepada Rayyen Yangs Edang menatap nya.
__ADS_1
“Saya Aisyah tua yang akan menjaga Kayla..” ujar Aisyah sambil menunduk.
Sedangkan Rayyen hanya berdehem sebagai jawabannya. Dan pamit terhadap nyonya Zia karena dia akan pergi lagi ke kantor.
“ ma.. Ray berangkat dulu ” ucap Rayyen sambil mencium tangan Mama dan mbok Mina.
Setelah mencium tangan Mama nya Rayyen pun berjalan ke arah Kayla untuk berpamitan. “ Kay uncle berangkat ke kantor dulu ya.... inget Kayla jangan bandel nurut sama Oma dan sama kakak itu ya..” ujar Rayyen sambil menunjuk ke arah Aisyah dan tak lupa mencium pipi dan puncak kepala Kayla.
“ namanya kakak Aisyah uncle bukan kakak itu...” protes Kayla karena Rayyen tidak menyebut nama Aisyah.
“ iya-iya uncle tau . Yaudah uncle berangkat ya sayang..” ujar Rayyen sambil mengelus rambut Kayla dan berjalan ke luar rumah untuk pergi ke kantor.
Setelah Rayyen pergi mereka melanjutkan istirahat karena semenjak datang ke rumah Nyonya Zia mereka belum beristirahat.
“ Ayok Syah uwa antar ke kamar kamu” ajak mbok Mina setelah mereka berpamitan untuk istirahat terlebih dahulu kepada nyonya Zia.
“ iya... uwa.” jawab Aisyah.
Setelah sampai di depan pintu kamar yang akan ditempati, mbok Mina pun membuka kunci kamar itu dan dia pun pergi ke kamar nya setelah berkata....
“ iya uwa makasih.. ” . Setelah mbok Mina pergi ke kamarnya Aisyah pun menutup pintu dan melihat sekeliling kamarnya.
“ kamar nya lebih besar dari pada kamar yang ada di kampung, dan kasurnya pun empuk sekali. ” ujar Aisyah setelah berkeliling melihat kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang .
Setelah itu dia pun tertidur karena kecapean karena perjalanan yang melelahkan.
************
Sedangkan Rayyen dia sedang di ruangan, Dia sedang berkutat dengan berkas-berkas yang sedang dia cek.
“ Huh kenapa gue kepikiran senyum tuh cewek ya..” gumam Rayyen sambil membayangkan senyum manis Aisyah. Karena sedari dia datang ke kantor dia selalu terbayang senyum manis Aisyah yang tadi tersenyum kepadanya.
Karena keasyikan melamun memikirkan senyum manis Aisyah, Rayyen sampai tidak sadar kalo dari tadi kedua sahabatnya memerhatikan nya yang sedang melamun dan tersenyum-senyum sendiri.
“Woyy... loe kenapa ? kesambet jin yang ada di kantor ya ” ucap Kendra yang gak ada akhlak mengangetkan Rayyen yang sedang melamun. Sedangkan Adit hanya diem saja sambil memperhatikan kedua sahabat nya itu.
__ADS_1
“Sialan loe ngagetin gua aja..” ujar Rayyen sambil menimpuk Kendra yang sedang duduk di sofa yang ada di ruangan Rayyen dengan kertas yang berserakan di atas meja kerjanya.
“ hahaha lagian loe kenapa dah ngelamun sambil senyum-senyum sendiri.. atau jangan-jangan loe jadi jatuh cinta ya..” tebak Kendra dengan gaya hebohnya..
Sedangkan Adit hanya menghela nafas karena kelakuan sahabat yang satunya itu.
“Mana ada..” elak Rayyen. “ ada apa loe berdua kesini tumben..” ujar Rayyen mengalihkan pembicaraan sambil melanjutkan mengecek berkas-berkas yang sedang dia cek.
“ Gue juga gak tau tiba-tiba nih anak dateng ke ruangan gue katanya ada yang mau dia katakan” ujar Adit yang sedari tadi diam.
Dan Rayyen pun bergabung dengan mereka berdua di sofa.
“ Ada apa ?... Awas aja kalo gak penting gue bunuh loe yang udah ganggu gue kerja ” ujar Rayyen
“ Wait .Wait.. Wait ...santai bro gue kesini cuman mau bilang kalo kita diundang ke acara pernikahan Soni bulan depan dan katanya yang dateng harus bawa gandengan karena bakal ada game untuk berpasangan gitu,, Dan loh berdua pasti gak punya kan??. Makanya gue bilang sekarang biar kalian nyari pasangan buat hadirin acaranya..” ujar Kendra dengan gaya tengilnya.
“Mentang-mentang ada yang bakal loe gandeng sombong amat.. Liat aja tar gue bakal bawa yang cewek yang lebih cantik dari Miranda..” ujar Rayyen dengan jengah karena kelakuan sahabat nya itu.
“Oke... gue tantang kalian berdua kalo kalian bawa gandengan ke acara nikahan si Soni Wakwaw.. gua bakal jadi babu kalian selama seminggu deh, tapi kalo kalian gak bawa gandengan kalian berdua harus nurutin kemauan gue... gimana??” tantang Kendra dengan sombongnya karena dia yakin bahwa kedua temanya itu tidak bakal berhasil mencari gandengan, karena keduanya terlalu dingin dan cuek terhadap cewek yang sering mendekati mereka.
“Oke gue bakal buktiin. gue bakal bawa cewek yang lebih cantik dari cewek loe. Tapi awas ya loe kalo gak nempatin janji nya” ujar Rayyen menerima tantangan Kendra.
“ oke ..siapa takut” ujar Kendra dengan gaya sombongnya sambil menyilang kan kedua kakinya.
“ Gua gak ikutan.. dan gue balik ke ruangan karena masih banyak kerjaan..” ujar Adit melenggang keluar tanpa mempedulikan jawaban kedua sahabatnya itu.
“ Dasar beruang kutub... Gua aneh ma tuh anak dingin + cuek banget.. Gua tau loe juga dingin tapi di beruang kutub itu lebih dingin ” gerutu Kendra.
Sedangkan Rayyen pun kembali ke meja kerjanya, Kendra yang yang di tinggalkan oleh kedua sahabatnya itu pun memilih untuk merebahkan tubuhnya di sofa dan bermain game. Karena ini masih jam kuliah tapi dia kabur karena merasa males mengerjakan tugas kuliahnya.
-
-
-
__ADS_1