
Pagi hari di mansion Santoso, semua sudah berkumpul dimeja makan . Mereka sarapan dengan si selingi obrolan tentang kantor dan lain nya . Tiba-tiba....
“ Ray kamu gak mau nikah apa ? . kamu udah cocok loh nikah ” ujar Mayra mengawalinya
“ Apaan sih kak lagian juga gue masih muda ini . ” jawab Rayyen yang masih makan sarapan nya .
“ Ya bukan gitu kalo loe nikah kan enak ada yang ngurusin loe Ray .” dengus Mayra karena setiap mengobrol kan pernikahan Rayyen selalu saja begitu .
( Mentemen, maaf ya kayaknya umur Rayyen aku ganti ya, jadi sekitar 27 tahun. Sekali lagi maaf aku ganti umur Rayyen nya )
Sedangkan Rayyen yang jadi bahan obrolan hanya diam sambil memakan sarapan nya .
“ Kayak nya Aisyah cocok sama kamu Ray . ” Ucap tuan David tiba-tiba .
Uhuk - Uhuk
Sekita Rayyen terbatuk-batuk mendengar ucapan dari tuan David .
“ Papih apaan sih.. ” ujar Rayyen memerah karena tersedak makan nya .
“ Loh kenapa papih kan cuman bicara kalo kamu kayaknya cocok sama Aisyah. Yaudah kalo gak mau papih bakal jodohin Aisyah sama anak nya temen papih aja . ” Ujar tuan David dengan santai .
Perkataan tuan David tersebut membuat Rayyen membulat kan mata nya dan menggenggam sendok nya dengan erat .
Karena kesal menjadi bahan ghibah' an , Rayyen pun memilih beranjak dari meja makan, padahal nasi yang sedang dia makan belum habis .
„ Ray kamu mau kemana, habis kan dulu sarapan nya ” ujar nyonya Zia melihat sang putra beranjak dari meja makan .
__ADS_1
“ Aku sarapan nya nanti saja mih di kantor, di sini banyak nyamuk . ” ujar Rayyen berangkat menuju ke kantor nya .
Sedangkan nyonya Zia yang mendengar jawaban dari putra nya hanya menggeleng kan kepalanya .
***
Rayyen pun sampai di kantor dan berjalan menuju ke ruangan nya, di jalan menuju ruangan banyak karyawan yang menyapa nya ,dan Rayyen hanya mengangguk dan tersenyum tipis .
Saat Rayyen memasuki ruangan nya di dalam sudah ada Adit yang siap membacakan jadwal Rayyen hari ini .
***
Hari ini Aisyah sedang bermain di Timezone bersama Kayla dan Mayra . Ya semenjak Mayra memutuskan untuk lebih memilih mengurus rumah tangganya , Mayra selalu ikut serta bermain bersama Aisyah dan Kayla .
Karena dia ingin lebih dekat Kayla ,karena sebelum - sebelumnya dirinya kurang dekat karena sibuk kerja dan kerja .
“ Mau sih cuman saya belum ada waktu yang pas buat daftar nya aja, soalnya saya sudah ada tabungan buat kuliah ” jawab Aisyah
“ Ya sudah lebih baik percepatan saya agar kamu dapat kuliah lagi, Kalo masalah Kayla mh tenang aja kan ada aku ini ” Ujar Mayra
“ Tapi saya gak enak sama kakak, harusnya kan tugas menjaga Kayla tugas saya kak ” ujar Aisyah tertunduk
“ Udah lagian juga aku udah gak ke kantor ini, jadi nanti kamu kerjanya pulang kuliah aja Syah ” ujar Mayra menepuk bahu Aisyah
“ Beneran gak papa kak ? ” tanya Aisyah menyakini
“ Iya gak papa, gimana kamu besok aja daftar kuliah nya ” ujar Mayra .
__ADS_1
“ Apa bisa kak ? ” tanya Aisyah
“ Ya bisa, gimana kalo besok aku anter aja kalo enggak minta bantuan Ray aja, Syah ? ” ujar Mayra memberi saran .
“ Ekh, enggak usah Kak aku sendiri aja gak papa kok ” ujar Aisyah. Tidak enak jika harus meminta bantuan keluarga Santoso, karena sudah sering merepotkan .
Setelah itu mereka pun melanjutkan obrolan sambil melihat Kayla yang sedang asik bermain bersama teman sebaya nya yang sedang berada di Timezone .
***
Malam harinya di kediaman Santoso sedang mengobrol di ruang tamu sedang berbincang tentang kegiatan seharian tadi . Tiba-tiba Mayra berbicara...
“ Mih, Pih, besok Aisyah akan daftar kuliah ” ujar Mayra, membuat kedua orang tua itu berhenti bermain nya bersama Mayra .
“ Iya lah bagus , agar Aisyah bisa menggapai cita-cita nya yang sudah dia impikan sejak dulu . ” ujar nyonya Zia .
“ Loh.. kok Aisyah gak bilang sama aku kak ” protes Rayyen .
“ Ya emang nya kamu siapa nya Aisyah sampai Aisyah harus bilang dulu sama kamu ” Sindir Tuan David kepada sang putra .
“ Ya - Em - Ya kan aku-ak.. ” ujar Rayyen terbata bingung dengan pertanyaan dari tuan David .
“ Apa kamu a - em - a em ? ” tuan David ngegas karena masih ingat perkataan tadi pagi .
“ Apaan sih..... ” ujar Rayyen melengos dan berlalu menuju kamar nya .
Sedangkan yang lain masih berada di ruang keluarga pun tertawa dengan kelakuan Rayyen yang tidak mau mengakui perasaannya .
__ADS_1
******