
“Oma kenapa kok ketawa sampe kedengaran ke kamar Kay . ” ujar Kayla berjalan menuju sang Oma sambil menengok ke arah sang mommy yangs Edang memeluk entah siapa karena belum melihat wajah nya .
“ Sini sayang kamu harus lihat sini sini. kamu juga sini Syah ... "
Aisyah dan Kayla pun menghampiri nyonya Zia yang susuk berhadapan dengan Mayra yang sedang berfoto ria .
“ Hah.. Astaghfirullah tuan kok... ” kaget Aisyah yang melihat tampilan Rayyen yang menggunakan daster dengan muka masam nya .
“ Haha ha . uncle kok pake baju cewek sih.. ” ujar Kayla setelah melihat orang tersebut adalah Rayyen yang sedang tertekan itu .
“ Uncle mu lagi nurutin kemauan Dede bayi sayang . ” ujar nyonya Zia
“ Dede bayi siapa Oma ? ” ujar Kayla menengok ke arak sang Oma .
“ Ya Dede bayi Kayla lah .. ”
“ Dimana Oma Kayla gak punya Dede bayi , yang Kayla punya cuman boneka ya kan kakak Syah ” ujar Kayla
“ Yang di maksud Oma , Dede bayi yang ada di perut mommy Kayla ” terang Aisyah
“ jadi di perut mommy ada Dede bayi ” ujar Kayla menunjuk ke arah perut Mayra yang sedari tadi mendengar percakapan mereka .
“ Iya sayang di sini ada Dede bayi, yang nanti bakal jadi adik nya Kayla .. ” ujar Mayra sambil mengelus perut nya yang mulai menonjol
Kayla menghampiri sang mommy yang sudah duduk bersama Rayyen, “ Jadi di sini ada Dede bayi nya mom ” ujar Kayla mengelus perut sang mommy
“ Iya sayang di sini ada dede bayi ” ujar Mayra
“ Kok Ade bayi ada di perut mommy gimana masuk nya ? ” tanya Kayla yang keheranan dengan bagaimana calon Ade bayi nya yang ada di perut sang mommy .
“ emm. itu . emm ”
Mayra kebingungan harus bagaimana cara menjelaskan nya. massa dia harus menjelaskan cara pembuatan nya kan gak mungkin ..
“ Sayang yang bisa jelasin bagaimana caranya , tanya uncle Ray ya. mommy mau ke atas dulu mau istirahat ya . ” Mayra kabur karena tidak tau cara menjelaskan nya kepada Kayla .
__ADS_1
“ Loh.. kak kok ke Ray sih ” gerutu Rayyen yang melihat sang kakak berlari kecil menuju kamar nya .
“ MAYRAAA. jangan lari - lari inget kamu lagi hamil .. ” nyonya Zia sangat was - was melihat sang putri yang lari menaiki tangga, seakan lupa bahwa dia sedang hamil muda .
“ IYA MOMM ” Teriak Mayra yangs udah berapa di depan pintu kamar nya .
“ Ha ha ha ha Ray kamu ngapain pake baju begitu ha ha ha ha ”
Mereka yang berada di ruang keluarga di kaget kan dengan suara tawa yang tiba-tiba.
“. kamu kenapa pake baju itu Ray . ha ha ”
Tuan David yang baru datang dari kantor langsung menuju ke ruang keluarga karena mendengar suara sang istri yang membahana . jadi dia langsung masuk namun, saat masuk dia di suguhkan dengan penampilan sang putra yang sangat tidak cocok dengan wajah tampan dan berwibawa nya itu .
“ Pah.. udah pulang ” ujar nyonya Zia menghampiri sang suami
“ Iya ma. itu kenapa Ray kok pake baju daster sih ma, apa dia mau cosplay buat tujuh belas agustusan . ” ujar tuan David mencium kening nyonya Zia .
Sedangkan yang sedang menjadi bahan obrolan melenggang pergi menuju ke kamar nya karena pasti akan jadi bahan ejekan sang papa .
“ Ishh. udah pah jangan diketawain mulu nanti dia ngambek lagi .. ” nyonya Zia menabok tangan tuan David
“ itu tu karena Mayra ngidam pengen lihat Rayyen pake baju daster, malahan tadi mau di suruh pake make up juga ” nyonya Zia geleng-geleng kepala mengingat permintaan sang bumil
“ Ha ha . gak papa ma sekali - kali biar dia entar kalo punya istri dia udah siap dengan permintaan ibu hamil yang aneh- aneh. ”
****
Di kamar Kayla , Aisyah sedang membantu Kayla bersiap setelah mandi .
“ UMM Kayla udah wangi , sekarang kita ke bawah yuk makan dulu abis makan kita langsung bobo ” ujar Aisyah menggendong Kayla
Di meja makan mereka sedang melaksanakan makan malam . dengan Aisyah yangs Edang menyuapi Kayla .
“ Syah udah sini biar saya saja yang suapi Kayla , sebaiknya kamu makan dulu gih ” titah nyonya Zia .
__ADS_1
Karena saat ini Mayra tiba - tiba mengidam ingin makan malam di luar bersama sang suami .
“ Makasih nyonya . kalo begitu saya ke belakang dulu . ” pamit Aisyah menyerahkan piring Kayla
***
Hari ini di kampus Aisyah ada pengumuman tentang kegiatan camping yang akan di lakukan bulan depan , dan mahasiswa semester 1 di wajibkan ikut kegiatan tersebut .
“ Syah , gimana elo ikut kan ? ” tanya Sifa
Ya, saat ini mereka berdua sedang istirahat pertama di kantin yang di sediakan pihak kampus .
“ Gak tau Sif aku bingung kalo aku ikut camping tar Kayla sama siapa ? . aku sungkan kalo harus ninggalin Kayla terus ” ujar Aisyah bingung
“ Iya juga ya . tapi elo kan harus ikut ini kan acara wajib buat semester 1 Syah ” ujar Sifa
“ Nah itu dia yang makin buat aku bingung ” ujar Aisyah menopang dagu nya
“ Kenapa gak elo coba ijin aja dulu Syah ”
“ Tapi aku gak enak Syah mana kalo aku kuliah Kayla aku tinggal masa sih tar aku tinggal beberapa hari , aku kaya lagi makan gaji buta tau Sif ” keluh Aisyah karena dia merasa tidak enak kepada keluarga Santoso yang sudah baik sekali pada dirinya .
“ Oh iya Syah gimana hubungan Lo sama kak Vano ? ” tanya Sifa mengalihkan obrolan nya
“ Hubungan gimana Sif , aku kan gak ada hubungan apa-apa sama kak Vano ” ujar Aisyah
“ Tapi ya Syah kayaknya kak Vano suka deh sama lo ” tebak Sifa karena merasa Vano sangat perhatian kepada teman nya itu dan juga dari cara Vano menatap Aisyah sangat berbeda dari cara menatap orang lain .
“ akh perasaan kamu aja Sif , mana mau kak Vano sama ku ini ” sangkal Aisyah yang merasa sangat tidak mungkin untuk seorang Vano menyukai dirinya yang berasal dari kampung dan mencoba keberuntungan di ibu kota .
“ Tapi kalo menurut sih kak Vano pasti suka sama lo , dari cara dia natal tuh beda banget tau Syah ” kekeh Sifa dengan dugaan nya itu.
“ udah akh kok malah bahas kak Vano sih, yuk kita masuk bentar lagi Bu meli masuk yuk ”
“ Tapi Syah.. ”
__ADS_1
Karena males membahas tentang Vano , Aisyah pun menyeret tangan Sifa untuk kembali kedalam kelas .
💫💫💫💫💫💫💫💫