
Keesokan harinya Aisyah sudah bersiap siap karena hari ini ia akan ke toko pagi karena ia sudah tidak kesekolah lagi.
“Bu Aisyah pamit ke toko dulu” ujar Aisyah kepada ibunya sambil mencium tanya ibunya, dan hanya di balas “ hem” saja oleh Ibu Desi.
“Assalamualaikum”... “waalaikum salam” jawab ibu Desi tanpa mengalihkan perhatian terhadap majalah yang sedang ia baca.
Aisyah menyusuri jalanan setapak dengan berjalan kaki dengan sesekali menjawab sapaan dari ibu ibu yang sedang berbelanja.
“Assalamualaikum bi Eem” ucap Aisyah kepada pemilik toko sambil tersenyum manis.
“Waalaikumsalam ekh neng Aisyah apa enggak sekolah pagi- pagi udah di sini?” tanya Bi Eem pada Aisyah karena biasanya Aisyah berangkat habis dzuhur.
“Ekh si Bibi lupa apa gimana kan kemarin Aisyah udah bilang kalo Aisyah udah gak sekolah lagi kan dah lulus jadi bisa pagi dateng kesini nya” ucap Aisyah sambil terkekeh.
“ Oh iya astagfirullah Bibi teh lupa neng” ucap Bi Eem sambil menepuk jidatnya sendiri, sedangkan Aisyah yang melihatnya ikut terkekeh karena lucu.
****************************
Sedangkan di rumah keluarga Santoso sedang berkumpul di ruang tengah sambil memperhatikan Kayla yang sedang bermain.
“Alhamdulillah ya sekarang keadaan Kayla sudah membaik” ucap Nyonya Zia kepada suaminya dan Rayyen.
“ Iya mah alhamdulilah, oh iya gimana Meyra kapan pulang katanya, Kayla sepertinya sangat rindu kepada kedua orang tuanya itu” ucap Tuan David bertanya kepada Rayyen sambil menengok ke arah samping kanan dimana Rayyen duduk di sofa single.
“Aku tidak tau Mah Pah soalnya waktu kemarin di hubungi tidak aktif nomer nya terakhir kasih kabar waktu Kayla di rumah sakit” jawab Rayyen
“ Hufrt anak itu” ujar Tuan David menghela nafas sambil geleng-geleng kepala karena melihat kelakuan anak menantunya itu, sangat gila kerja.
“Pah apa sebaiknya kita carikan Kayla baby sister ya, karena rasanya mamah kadang suka capek apa lagi kadang-kadang harus ikut papah keluar kota masa kita harus terus ajak Kayla pulang pergi kasian rasanya Mamah” ucap Nyonya Zia meminta saran kepada suaminya itu, sambil menatap sendu kearah Kayla.
“Kalo papah sih terserah mamah aja, tapi seandainya mamah mau pake baby sister mamah harus ijin dulu sama Meyra karena walau bagaimanapun mereka orang tua Kayla” jelas Tuan David sambil memperhatikan Kayla yang sedang bermain boneka bersama mbok Mina
“Iya Ray juga setuju usul mamah soalnya kan gak mungkin Kayla harus di jaga mbok Mina terus kasian mbok kan udah tua lagian juga pekerjaan nya jadi banyak ” ujar Rayyen
“iya nanti deh mamah minta saran sama mbok Mina siapa ya kira-kira yang cocok untuk jadi babysister nya Kayla” ujar nyonya Zia sambil menonton TV. dan mereka melanjutkan obrolan ringan sambil menonton TV.
***********************
Aisyah baru saja membereskan toko karena sudah waktunya pulang.
“Bi Aisyah pulang duluan ya” ujar Aisyah pamit kepada bi Eem karena hari sudah sore.
“Iya neng hati-hati di jalan ya” ujar bi Eem
Aisyah hanya mengangguk dan tersenyum lalu “ Assalamualaikum Bu Aisyah pulang”........ “waalaikumsalam neng”
__ADS_1
Dijalan pulang Aisyah bertemu dengan Siska yang sedang mengendarai motor nya “Woy Syah gimana kamu mau daftar kuliah dimana?”tanya Siska sambil men'setandar kan motornya.
“Ekh kamu mah sih ngagetin aku aja, lagian kalo ketemu orang di jalan salam dulu bukan way Woy aja” dengus Aisyah karena Siska kebiasaan. Dan di jawab cengengesan oleh Siska sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah nya “piece✌️😄”
“huh kebiasaan” sebal Aisyah.
“Oh iya jadi gimana kamu jadi kuliah dimana?" tanya Siska kepada Aisyah
“Aku kayaknya gak lanjut kuliah deh Sis” ujar Aisyah sambil menghela nafas panjang.
“ Lah kenapa Syah , padahal gue niat nya pengen bareng elo kuliah nya” ujar Siska.
“ Ya gapapa cuman aku mau fokus dulu kerja ngumpulin uang siapa tau tau depan aku bisa nyusul kuliah kan” ujar Aisyah
“ Yaudah deh, ekh btw Syah Lo minat gak jadi babysister? , bukan menyinggung atau gimana ya” ujar Siska sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“ emmm emang jadi babysister di mana Sis” tanya Aisyah .
Karena Aisyah sedikit tertarik menjadi babysister apalagi ia sangat suka pada anak kecil dan kalo di itung itung gaji nya pasti lumayan untuk nabung biaya kuliah sama buat ngasih ke ibu.
“ Elo kenal kan sama uwa Mina?” tanya Siska
“ Yang dulu pernah jualan nasi uduk di samping rumah kamu itu?” tanya Aisyah sambil mengingat- ngingat.
“Iya uwa Mina yang itu yang mana lagi dong yang namanya uwa Mina” ujar Siska.
Siska memutar bola matanya dan “Ya kali Syah uwa Mina punya bayi lagi orang dah tua udah menopause, lagian juga kan dia janda seperti yang lu bilang”
“Hehehe iya iya jadi gimana?” tanya Aisyah
“Gini jadi kemarin uwa Mina nelpon katanya majikan dia yang di Jakarta lagi nyari babysister buat cucunya katanya”ujar Siska.
flashback
Di dapur Nyonya Zia bersama mbok Mina sedang memasak untuk makan malam.
“Mbok kira- kira dimana ya nyari babysister buat Kayla yang bisa dipercaya” tanya nyonya Zia sambil memotong sayuran yang akan dimasak.
“ Babysister buat non Kayla nyah?” tanya Mbok Mina.
“iya Mbok soalnya saya kasihan sama mbok harus kerja double, lagian saya juga kadang harus ikut mas David perjalanan bisnis kalau Kayla dibawa terus kasihan takut nya dia capek” ujar Nyonya Zia sambil menatap Mbok Mina yang sedang mengaduk sup ayam yang sedang di buat untuk makan malam.
“ Iya juga si nyah, gimana nyonya kalau saya bantu cari, saya bakal hubungi tetangga yang di kampung semoga saya ada yang mau” Mbok Mina ngasih saran.
“ Boleh juga mbok tapi kalau bisa yang baik, sama bisa dipercaya untuk jagain Kayla ya mbok” ujar nyonya Zia.
__ADS_1
Mereka berdua pun melanjutkan memasak sambil di selingi obrolan tentang masa mbok Mina masih dikampung dulu.
flashback end
💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮
“Assalamualaikum” ucap Aisyah sambil memasuki rumah karena iya baru sampe rumah hampir magrib karena tadi Aisyah keasikan ngobrol bareng Siska di warung bakso mang Udin.
“Mana uang yang gue minta Minggu lalu?” ujar Dewi dan Sinta menghadang minta uang kepada Aisyah karena mereka ingin membeli baju baru untuk acara kuliah mereka.
Aisyah merogoh tas selempang kecil yang ada di bahu kiri nya “ Kak aku cuman ada segini uang nya soalnya, kemarin kan aku pake lunasi biaya ujian” ujar Aisyah sambil memberikan uang pecahan sebanyak 500ribu.
Sinta dan Dewi melotot karena mereka hanya dikasih lima ratus ribu“ Heh Lo tu gak guna ya uang segini mana cukup buat beli baju baru, lagian juga udah gue bilang gak usah gaya-gayaan ikut ujian de” hardik Sista kepada Aisyah sambil merebut uang ada ada di tanya Aisyah dan melenggang pergi keluar rumah.
saya by like' Lah ngomel sih ngomel tapi uang nya di embat juga dasar nenek lampir lu berdua😏😏
Aisyah hanya menatap kedua kakak kembarnya itu dengan sedih karena selalu saja memarahi nya tanpa sebab .,. Setelah itu Aisyah berjalan menuju kamar tidur nya yang berada di belakang yang lebih tepat nya harusnya itu untuk gudang.
“ Hufrt hari ini agak capek lebih baik aku bersih-bersih terus sholat maghrib deh” ujar Aisyah sambil melenggang ke arah kamar mandi yang ada di samping dapur.
Setelah solat isya Aisyah mengistirahatkan tubuh nya karena baru beres bersih-bersih rumah karena kalo tidak ibu nya pasti marah-marah dan akan menghukum nya dengan memukulinya atau di kurung di kamar mandi dengan keadaan basah dan dikunciin hingga pagi tanpa makan malam.
“Alhamdulillah beres juga, ught badan aku rasanya pegel banget” ujar Aisyah sambil merebahkan tubuhnya di kasur usang ada di kamar itu atau lebih tepatnya gudang yang sudah Aisyah bersihkan sedemikian rupa agar bisa ia tempati.
Aisyah tiduran sambil mendongakkan kepalanya ke atas plafon kamar sambil memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa kuliah kembali “ emm apa aku ambil aja ya pekerjaan jadi babysister yang Siska saran kan tadi” Aisyah masih memikirkan obrolan tadi bersama Siska tentang pekerjaan jadi babysister dirumah majikan uwa Mina.
Lama kelamaan Aisyah pun tertidur pulas mungkin karena capek seharian ini bekerja dari pagi sampe sore, sore dilanjut lagi membereskan rumah.
✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
Di sebuah ruangan lebih tepat tepat nya di perusahaan RYN CROP . Rayyen sedang lembur karena pekerjaan nya menumpuk karena harus menjaga Kayla di rumah sakit kemarin dan jadilah ia sekarang harus kerja lembur.
tok-tok ( suara pintu di ketuk dari luar)
“Masuk” sahut Rayyen sambil terus fokus ke layar laptop yang ada dihadapan nya.
“ Permisi tuan ini sudah larut malam apa tuan tidak pulang?” tanya Adit kepada Rayyen karena ini sudah jam 12 malem.
“ Hem sebentar lagi masih ada yang gue cek” ujar Rayyen masih fokus pada laptop nya tersebut.
“Baiklah tuan” ujar Adit menunduk .
“ Udahlah Dit gak usah sok formal lagian juga udah gak jam kerja ini kan?”ucap Rayyen sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi kebesaran nya itu.
“Ya gue tau, cuman barusan kan gue cuman mau ngingetin pulang sebagai asisten sekaligus sekretaris lo” ujar Adit cuek sambil merebahkan badannya di sofa yang ada di ruangan Rayyen.
__ADS_1
.
.