
Setelah tadi sempat berhenti untuk menyelimuti Aisyah. Akhirnya mobil yang membawa mereka berdua pun memasuki gerbang mansion.
Para penjaga yang melihat mobil sang majikan pun langsung membukakan gerbang dengan membungkuk kan badan tanda menyapa. Dan Rayyen pun membalas dengan membunyikan klakson mobil .
Mobil pun berhenti di garasi rumah. Rayyen melihat ke samping dimana Aisyah masih sangat nyenyak tidur.
Rayyen pun mencoba membangunkan nya dengan menepuk pelan bahu Aisyah.
“ Ais.. Ais.. Aisyah.. ” panggil Rayyen sambil menepuk pelan bahu Aisyah yang masih tetap nyenyak dalam tidurnya.
Karena merasa kasihan, Rayyen pun memilih menggendong nya karena kelihatan nya Aisyah kelelahan.
Rayyen turun dari mobil berjalan ke arah samping arah dan membuka perlahan pintu mobil, dan Aisyah pun tak bergeming sama sekali.
Rayyen membukakan seat belt dan menggendong nya dengan hati - hati. Setelah menutup pintu mobil Rayyen pun berjalan masuk lewat pintu yang berada di garasi.
Saat melewati ruang keluarga ternyata Mayra dan Alex masih menonton TV berdua di temani cemilan.
“ Loh Ray kenapa Aisyah ? ” tanya Mayra khawatir karena Aisyah pulang di gendong oleh Rayyen.
“ Gak papa kok kak dia cuman ketiduran aja, mungkin kecapean ” ujar Rayyen berdiri dengan Aisyah yang masih di gendongan nya.
“ oh yasudah kamu bawa ke kamar tamu aja kalo ke kamar belakang jauh ” ujar Mayra memberi saran
“ iya kak.. BTW tolong gantiin baju nya kak, biar nyaman tidurnya. Gak mungkin kan sama gue yang gantiin, bisi di tebas habis sama mami” ujar Rayyen bergidik ngeri
“ Yaudah iya kamu bawa dulu aja Aisyah nya ke kamar, kakak mau ambil baju tidur buat Aisyah di kamar ” ujar Mayra beranjak naik ke kamarnya
Rayyen pun melangkah ke kamar kamu dan menidurkan perlahan Aisyah di ranjang. Dan Aisyah pun sama sekali tidak terusik dari tidur nya.
Setelah menyelimuti Aisyah, Rayyen pun keluar menuju ruang keluarga dimana kakak ipar nya berada.
“ Gimana tadi acaranya Ray ? ” tanya Alex
“ Ya acara biasa aja, ya gitu - gitu aja namanya juga nikahan gak ada yang beda ” jawab Rayyen sambil mendudukkan bokongnya di sofa singel samping Alex
“ kamu kapan Ray nyusul, seperti nya kamu dengan Aisyah cocok tuh ” goda Alex sambil terkekeh
“ Tar lah lagian gue juga masih muda ini kok ” ujar Rayyen mendelik ke arah sang kakak ipar
di sambut gelak tawa oleh Alex, Mayra yang sudah selesai menggantikan baju Aisyah pun kembali ke ruang keluarga dan heran mendengar suara tawa sang suami.
“ Ada apa nih sepertinya ada yang lucu ” ujar Mayra duduk kembali di samping sang suami
“ Ini Yang aku tanya kapan Ray nyusul temennya nikah ” ujar Alex dengan memeluk tubuh Mayra
“ Udah akh gue mau tidur dulu besok ada meeting. Silahkan di lanjut bucin nya ” ujar Rayyen berlalu ke kamarnya karena jika dia terus di situ pasti akan terus di ejek sang kakak dan akan menodai mata nya dengan kebucinan mereka berdua.
Mayra yang melihat sang adik berlalu ke kamarnya pun hanya menggeleng saja dan menyandar kembali ke arah sang suami.
*****
Dikamar Rayyen langsung membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian. Setelah selesai Rayyen pun merebahkan tubuh nya di ranjang. Dan tertidur dengan pulas.
Esok harinya Rayyen bangun pagi karena akan ada meeting, setelah selesai bersiap dia pun turun untuk sarapan.
“ Pagi semua ” sapa Rayyen melihat di meja makan semua orang sudah lengkap
“ Pagi ” jawab semuanya
“ Ray semalam kamu bawa Aisyah ke acara nikahan temen kamu ? , dan terus sekarang Aisyah nya mana kok gak keliatan ? ” tanya nyonya Zia yang sedang mengambilkan makanan untung tuan David
“ Loh Aisyah belum keluar dari kamar tamu ? ” tanya balik Rayyen
__ADS_1
“ Mungkin Aisyah kecapean kali mih ” sela Mayra yang sedang menyuapi Kayla makan
Dan mereka pun melanjutkan sarapan nya.
*
*
Sedangkan di kamar tamu, Aisyah baru saja membuka mata nya dan melihat sekeliling kamar yang sepertinya bukan yang biasa dia tempati di mansion Santoso.
Aisyah pun melihat sekeliling dan melirik jam yang ternyata sudah pukul 07 pagi.
“ Astagfirullah, aku kesiangan.. ” Ujar Aisyah langsung lompat dari ranjang dan berjalan keluar kamar
Sedikit tergesa Aisyah berjalan dengan muka bantal berjalan ke arah kamar nya yang ada di belakang.
Namun, saat akan melewati dapur bertepatan dengan Rayyen yang sepertinya akan berangkat ke kantor .
“ Tuan maaf saya kesiangan bangun nya ” ujar Aisyah menunduk sambil meremas baju tidur yang di gantikan oleh Mayra semalam.
“ Sudah tidak papa, saya paham kok kamu pasti capek kan pulang dari acara semalam ” ujar Rayyen yang sebenarnya terpesona akan muka bantal Aisyah yang terlihat lucu dan gemas .
“ Sudah lebih baik kamu segera mandi dan sarapan ” lanjut Rayyen
Aisyah yang mendengar perkataan Rayyen pun langsung ingat bahwa semalam dia bukan menggunakan baju ini
Rayyen yang melihat Aisyah sepertinya bingung karena baju yang dia gunakan pun menjawab...
“ Kamu tenang aja yang gantiin kamu baju kak Mayra kok, dan satu lagi saya lebih suka kamu panggil kak. Tidak usah Tuan kesannya saya sudah tua ” ujar Rayyen diiringi kekehan
“ Baik tuan- Kak maksudnya ” ralat Aisyah
“ Ya sudah kamu kembali ke kamar kamu, saya mau langsung berangkat ke kantor ada meeting pagi ini ” pamit Rayyen
“ Ya tuan hati - hati dijalan ” ujar Aisyah
Setelah selesai mandi dan berpakaian Aisyah keluar kamar dan berjalan menuju ruang TV dimana nyonya Zia sedang bersantai sambil membaca majalah.
“ Nyonya ” panggil Aisyah, membuat nyonya Zia menoleh ke arah Aisyah yang berdiri di samping sofa
“ ekh Syah kamu udah bangun, sini duduk sama saya ” ujar nyonya Zia menepuk sofa samping dirinya
“ Ekh tidak usah nyonya saya disini saja. Nyonya saya mau minta maaf tadi pagi saya kesiangan dan tidak membantu Kayla bersiap ” sesal Aisyah sembari menunduk
Melihat Aisyah yang sepertinya sangat menyesal akan kesiangan nya, padahal mereka tidak marah karena mereka memakluminya.
Nyonya Zia pun menarik tangan Aisyah agar duduk disampingnya, dan berkata....
“ Sudah tidak papa kamu sudah sarapan ? ” tanya nyonya Zia. Dijawab gelengan oleh Aisyah
“ Loh kenapa ? . Lebih baik kamu sarapan dulu abis itu tar kita ngobrol lagi, gih sarapan dulu biar gak sakit ” suruh Nyonya Zia
*
***
Di perusahaan RYN CROP. Rayyen baru saja sampai dan memasuki kantor dengan Adit yang setia dibelakang nya.
Para karyawan yang melihat sang CEO pun menyapa dan membungkuk, Rayyen hanya menjawab anggukan saja dan terus berjalan menuju lift.
Di dalam lift Rayyen berdiri di depan dan Adit di belakang nya sambil mengecek bahan meeting.
“ Gimana Dit sudah siap semua berkas nya ” tanya Rayyen sambil melirik arah jam tangan nya
__ADS_1
“ Sudah tuan semuanya sudah siap. Apa kita langsung ke ruang meeting atau ke ruangan anda terlebih dahulu ? ” tanya Adit dengan sopan karena ini di jam kerja jadi dia memanggil Rayyen dengan Formal
“ Kita langsung aja, lagian meeting nya juga tinggal 10 menit lagi ini ” ujar Rayyen
“ Baik tuan ”
Setelah lift terbuka mereka berdua berjalan ke ruangan diman meeting akan dilaksanakan.
Saat membuka pintu ternyata semuanya sudah hadir, melihat pemilik perusahaan semuanya pun berdiri dan membungkuk.
“ Selamat pagi tuan ” sapa manager keuangan, mewakili yang lainnya.
“ Selamat pagi. Baik seperti nya kita langsung saja mulai meeting nya ” ujar Rayyen dengan datar nya.
Meeting pun di mulai selama 2 jam lebih. Setelah selesai Rayyen kembali ke ruangan nya dan menanyakan jadwalnya hari ini.
“ Jadwal gue hari ini apa aja Dit ? ” tanya Rayyen setelah duduk di kursi kebesaran nya, sedangkan Adit berdiri di hadapan nya .
“ Jadwal anda hari ini meeting di cafe xxx dengan perusahaan xxx jam makan siang. Selebihnya anda hanya mengecek file yang ada di meja saja tuan ” jelas Adit memberitahu kegiatan Rayyen hari ini
“ Ya sudah kamu boleh kembali ke ruangan kamu ” ujar Rayyen
“ Baik tuan... permisi ”
Setelah Adit keluar, Rayyen pun fokus mengecek file dengan fokus agar tidak ada kesalahan lalu menandatangani nya .
***
Dengan menurut Aisyah pun berjalan gontai ke arah dapur, disana dia melihat mbok Mina sedang mencuci piring.
“ Uwa.. maaf Aisyah kesiangan jadi gak bisa bantu uwa nyiapin sarapan ” ujar Aisyah ingin membantu mencuci piring
“ekh sudah tidak papa, kamu mending sarapan aja kamu kan belum sarapan Syah ” ujar mbok Mina melarang Aisyah membantu nya
“ Enggak akh uwa biar Aisyah saja, masalah makan nanti aja gampang ” ujar Aisyah menolak dan memilih membantu membereskan piring yang baru saja di cuci ke rak .
Setelah selesai mencuci piring, mbok Mina pun mengambilkan makanan untuk Aisyah dan membawa nya ke arah Aisyah yang sedang duduk di kursi dekat dapur.
“ Syah nih makan dulu kamu belum makan dari pagi ” ujar mbok Mina menaruh makanan di hadapan Aisyah
“ ekh gak usah repot-repot uwa, biar Aisyah aja padahal mah tar juga ngambil ” ujar Aisyah
“ Sudah tidak papa lebih baik kamu teh makan dulu tar sakit lagi ” ujar mbok Mina duduk di samping Aisyah.
“ Kamu kenapa ? ada masalah ? ” tanya mbok Mina melihat ke arah Aisyah yang sedikit murung
“ Syah gak papa kok uwa, cuman Syah takut di pecat gara - gara kesiangan jadi lalai menjaga Kayla. ” ujar Aisyah mengaduk - ngaduk makanannya .
“ Sudah tidak papa lagian juga nyonya Zia memakluminya, kalo masalah Kayla. Tadi dia bersama kedua orang tua selesai sarapan berangkat ke rumah orang tuanya den Alex ” ujar mbok Mina
“ Loh Kayla jadi gak ada di rumah uwa ” ujar Aisyah
“ iya tadi selesai sarapan langsung berangkat soalnya ayah nya den Alex sedang sakit ” ujar mbok Mina
“ Innalilahi... semoga cepat sembuh ya uwa ”
“ iya aminn..”
“ Sudah kamu makan dulu, jangan mikir yang macem- macem nyonya gak bakalan kok pecat kamu cuman masalah kesiangan ” ujar mbok Mina menenangkan
“ Sudah kamu makan uwa mau nyapu dulu ” lanjut mbok Mina
“ iya uwa makasih.. Nanti beres makan Syah bantu uwa ” ujar Aisyah sambil makan dijawab anggukan oleh mbok Mina.
__ADS_1
Setelah selesai makan dan mencuci piring bekas. Aisyah pun membantu mbok Mina beres-beres, setelah selesai semua pekerjaan Aisyah pun menemui nyonya Zia.
🌸🌸🌸🌸