
Setalah aku mengantar dita, aku tidak langsung pulang Ke
kontrakanku, aku arahkan sepeda motorku kearah kampusku, bermakasud ingin
merasakan sejuknya malam yang berharap dapat meredam panasnya perasaanku yang
tak karuan, kampusku terbilang masih asri masih banyak pepohonan dilokasi
kampusku. Perjalanan menuju kampusku akan melewati titik kumpul kepulangan
mahasiswa dari KKN, tak ada niat untuk kembali untuk bertemu dengan vera &
sarah, tanpa sangaja aku melihat mereka sedang menyeberang jalan keaarah lajur
atas yang akan ku lewati, dengan kecepatan sepeda motorku yang sangat lambat,
tentu mereka akan melihat keberadaanku, vera memanggilku dan aku memberhentikan
sepeda motorku.
Hai rian mau kemana? Tanya vera
Mau cari angin lagi suntuk, balasku
Yang ada lu masuk angin kali, dari pada suntuk mendingan lu
temen kami ngobrol, sambil nungguin mobil mbak sarah datang balas vera.
Aku mengikuti ajakan vera, kami duduk disebuah kafe yang ada
disana, kami memesan minuman, dan kami memulai obrolan.
SARAH……………
Aku sarah Usia Ku saat ini 21 Tahun, Aku Anak Ke 3 dari 3
bersaudara, aku satu-satunya Anak perempuan dikeluargaku, Aku terlahir dari
keluarga Kalangan Dokter, papa dan mama ku, adalah dokter sekaligus dosen
diuniversitasku, Aku termasuk manusia beruntung terlahir kedunia ini, Bagaimana
tidak dalam segi ekonomi aku termasuk golongan menengah, dan aku tidak
kekurangan kasih sayang dari orang tuaku, kesibukan orang tuaku tidak melupakan
kewajibanya sebagai orang tuaku, ia mendidikku bagaimana semestinya menjadi
orang tua, mereka mengajariku dari kecil untuk tetap rendah hati, taat dalam
agama. Keinginanku menjadi dokter tidak ada sedikitpun paksaan dari orang
tuaku, aku bebas memilih dalam menentukan masa depanku, Pilihanku menjadi
dokter karena keinginan dariku sendiri,
dapat menolong orang yang sedang sakit menjadi cita-citaku, secara sederhananya
seperti itu. mungkin karena aku terlahir dari keluarga dokter secara tidak
langsung membawaku masuk kedalam dunia kedokteran.
Kelulusanku di uniersitas ini tidak ada campur tangan dari
orang tuaku, orang tuaku malah mempersiapkan Kampus Lain jika ternyata aku
tidak lulus dalam seleksi Kampus ini. Karena
orangtuaku tidak mau menyalahgunakan posisi mereka dikampusku. Mereka ingin aku
berusaha dengan otakku sendiri. Dan singkat cerita aku lulus di kampus ini
dengan hasil perjuanganku sendiri belajar tiap malam, mengikuti bimbel dan tak
lupa berdoa. Karena manusia hanya bisa berusaha yang menentukan adalah SANG
PEMILIK TAKDIR.
Dalam hubungan asmara, aku termasuk perempuan yang sangat
memilih, bukan karena fisikku yang lumayan, akan tetapi aku mencari orang yang
benar-benar memperjuangkan aku. Karena beberapa kali aku menjalin hubungan
asmara, aku mendapati pria-pria yang hanya memanfaatkanku, karena latarbelakang
keluargaku, Memanfaatkan otakku, atau hal lain yang sembunyikan dariku demi
tujuan tertentu dari mereka.
Didunia zaman sekarang ini aku juga tidak naïf, karenaku
paham tidak ada hubungan tanpa kepentingan tertentu, baik dari materi fisik dan
lain sebagainya. Aku hanya mencari seorang yang mempunyai tujuan hidup yang
jelas dan cara pandang kearah masa depan yang lebih baik, yang mengandalkan
__ADS_1
kemampuan diri sendiri berusaha meminimalisir bantuan orang tua. Cukup itu yang
kumau. Walaupun nanntinya orang itu kecipratan sesuatu dari diriku dan
keluargaku itu tidak jadi masalah bagiku karena itu bonus, dari apa yang ia
perjuangkan untuk meluluhkan hatiku. Tak ada manusia yang bisa menghindari
Takdir terlahir dari Keluarga yang bisa mereka pilih. Jadi aku tak perlu
berhalusinasi untuk mencari seseorang laki-laki seperti di FILM FILM. Yah yang
realistis saja.
Tidak terasa aku telah menyelesaikan Studiku dikampus ini,
bergelar dengan Sarjana Kedokteran, tapi itu belum cukup untuk menjadi seorang
dokter, ada beberapa tahapan yang akun kelewati, Sebelum aku akan mengikuti chaos
diuniversitasku mewajibkan Mahasiswa Kedokteran untuk mengikuti Kuliah Kerja
Nyata Yang disingkat (KKN). Dari sini awal mula aku menemukan sesorang yang aku
kagumi.
Apakah aku cinta lokasi ketika KKN? Tidak salah besar.
Mungkin berlaku bagi sebagian orang akan tetapi hal ini tidak berlaku bagiku.
cerita-cerita yang kudapat dari mahasiswa yang telah
melewati masa KKN, biasanya orang yang tidak mempunyai pasangan, ketika masa
KKN usai , akan membawa pasangan dari KKN, ada yang bertahan lama dan ada yang
hanya cinta sesaat dimasa KKN.
Ada pula yang sebelum KKN Mempunyai Pasangan, Mendapatkan
Pasangan Baru di Masa KKN, Alhasil Hubungan dengan pasanganya yang lama menjadi
retak berkeping-keping.
Aku termasuk menjadi saksi dari cerita yang kudapatkan
sebelumnya, Kenyataan itu berlaku dengan Kelompok KKN ku.
Namun tak berlaku bagiku dan vera temanku. Kami tidak ikut
serta menjadi pemeran dalam problema kisah cinta dalam KKN, kami hanya
\===
Sebelum ku menceritakan tentang sesorang yang kukagumi itu,
aku akan memperkenalkan seorang teman baruku, yang bernama vera,
Vera perempuan itu seusia denganku, karakter perempuan ini
yang super cuek dan tidak mau pernah ikut campur dengan urusan orang lain.
Awalku bertemu denganya ketika aku mengikuti rapat pertemuan
kelompok KKN untuk mempersiapkan keberangkatan kedesa X, dalam ruangan itu
ketika aku baru datang diantara kerumunan mahasiswa itu terdapat vera yang
menghindar dari kerumunan itu, vera duduk dibelakang sendirian, aku datang
kearahnya karena aku juga belum mengenal teman teman kelompokku. Jadi kuputuskan
untuk duduk bersebelahan dengannya.
Hai mbak, boleh aku duduk sebelahmu tanyaku sopan.
Silahkan mbak santai aja ga ada yang larang, ucap vera
Setelah aku duduk aku memperkenalkan diriku terlebih dahulu
kepada vera dengan mengulurkan tanganku untuk berjabatan tangan.
Aku sarah, nama kamu siapa?
Aku vera mbak, salam kenal yah ucap vera,
Kamu kenapa duduk sendirian disini, kenapa ga gabung dengan
yang lain tanyaku?
Males mbak, aku ga ada yang kenal jadi aku sendirian aja,
toh nantinya kita semua juga kenalan, jawabnya sambil tersenyum ramah.
Owhh gitu yah, aku juga ga ada yang kenal jadi aku liat kamu
sendirian jadi aku nyamperiin kamu aja deh..
__ADS_1
Ohh mbak dari jurusan apa? Tanya vera memulai kembali
obrolan
Kedokteran, kamu?
Wah ada yang ngobatin aku nih nantinya kalau aku sakit,
candanya vera Aku dari jurusan X mbak, jawab vera melanjutkan ucapannya.
Kami berdua melanjutkan obrolan kami dengan berbagai topic,
tentang kuliah, keluarga dan hal-hal lainnya..
Vera termasuk anak yang pintar ia mewakili kampus kami dalam
lomba debat sampai tingkat nasional dan vera juga aktif dengan organisasi yang
mewadahi kemampuan berbahasa Asing.
Karakter vera lumayan tetutup, akan tetapi dia akan dekat
dengan orang-orang yang menurutnya nyaman berteman dengannya, dari sinilah kami
mulai dekat, sampai KKN usaipun kami masih dekat.
Obrolan kami terhenti ketika dosen pendamping KKN kami telah
datang, Dosen tersebut memberikan pengarahan dalam melaksanakan kkn, dan kami
diberikan kesempatan berkenalan satu sama lain,
Satu persatu mahasiswa memperkenalkann diri, tak luput aku
dan vera, setelah selesai berkenalan kami diberikan tugas menyusun persiapaan untuk keberangkatan, dan
menyusun panitia kecil. Sebelum melangkah kesana kami diberikan waktu untuk
memilih ketua kelompok, namun sayang dalam diskusi itu terlihat para lelaki
saling lempar sana sini untuk menjadi ketua kelompok, aku merasakan kesal jadi
cowok cemen amat dalam hatiku, dan vera terlihat dari wajah ingin menumpahkan
kekesalanya, karena habis waktu terbuang untuk menentukan siapa yang menjadi
ketua kelompok.
Tanpa ku sangka vera berdiri dari bangkunya, dan meminta
waktu untuk berbicara.
Permisi Bu, izinkan saya berbicara bu ucap vera.
silahkan nak vera jawab dosen itu lembut.
Kawan-kawan ini bukan waktunya saling lempar-melempar siapa
yang jadi ketua, ini akan membuang-buang waktu dalam perdebatan yang tidak
jelas, saya lihat disini kawan-kawan ada yang berasal dari fakultas x,y,z, dan
lain-lain dan fakultas teman-teman sering kali mengisi jabatan-jabatan penting
di organisasi kampus ini, dan saya lihat terdapat wajah-wajah familiar yang
sering aktif diorganisasi kampus ini. Apakah jabatan ketua kelompok ini tidak
begitu menarik buat teman-teman? KKN ini juga sangat penting menurut saya,
karena persyaratan melengkapi jumlah SKS kita.
Kalau teman-teman berpikiran kenapa tidak saya saja yang menjadi
ketua KKN, apakah teman-teman tidak berpikir ketika nanti saya menjadi ketua
KKN, saya akan berurusan dengan Pemuda setempat,perangkat desa, dan masyarakat
setempat, apakah teman-teman tidak malu.?
Saya pikir kesampingkan ego-ego teman-teman, siapapun yang
jadi ketua, kita bersama-sama mendampinginya.
Sekian Terimakasih.
Aku cukup terkejut dengan apa yang disampaikan oleh vera,
mungkin karena dia sudah terbiasa berdebat mewakali kampus. Aku merasakan susasana
hening, dan aku melihat ekspresi teman-teman laki-laki kelompok ku, merasa
malu, kalau aku jadi mereka entah dimana muka ini ku letakakn..
Akhirnya ketua kelompok terpilih, dan kami membagi-bagi
tugas, aku dan vera bersama ketua kelompok ketika hari keberangkatan kami
__ADS_1
duluan kelokasi KKN untuk mempersiapkan acara pembukaan kkn di desa itu.