Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)

Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)
Episode 10 Sarah


__ADS_3

Setalah aku mengantar dita, aku tidak langsung pulang Ke


kontrakanku, aku arahkan sepeda motorku kearah kampusku, bermakasud ingin


merasakan sejuknya malam yang berharap dapat meredam panasnya perasaanku yang


tak karuan, kampusku terbilang masih asri masih banyak pepohonan dilokasi


kampusku. Perjalanan menuju kampusku akan melewati titik kumpul kepulangan


mahasiswa dari KKN, tak ada niat untuk kembali untuk bertemu dengan vera &


sarah, tanpa sangaja aku melihat mereka sedang menyeberang jalan keaarah lajur


atas yang akan ku lewati, dengan kecepatan sepeda motorku yang sangat lambat,


tentu mereka akan melihat keberadaanku, vera memanggilku dan aku memberhentikan


sepeda motorku.


Hai rian mau kemana? Tanya vera


Mau cari angin lagi suntuk, balasku


Yang ada lu masuk angin kali, dari pada suntuk mendingan lu


temen kami ngobrol, sambil nungguin mobil mbak sarah datang balas vera.


Aku mengikuti ajakan vera, kami duduk disebuah kafe yang ada


disana, kami memesan minuman, dan kami memulai obrolan.


SARAH……………


Aku sarah Usia Ku saat ini 21 Tahun, Aku Anak Ke 3 dari 3


bersaudara, aku satu-satunya Anak perempuan dikeluargaku, Aku terlahir dari


keluarga Kalangan Dokter, papa dan mama ku, adalah dokter sekaligus dosen


diuniversitasku, Aku termasuk manusia beruntung terlahir kedunia ini, Bagaimana


tidak dalam segi ekonomi aku termasuk golongan menengah, dan aku tidak


kekurangan kasih sayang dari orang tuaku, kesibukan orang tuaku tidak melupakan


kewajibanya sebagai orang tuaku, ia mendidikku bagaimana semestinya menjadi


orang tua, mereka mengajariku dari kecil untuk tetap rendah hati, taat dalam


agama. Keinginanku menjadi dokter tidak ada sedikitpun paksaan dari orang


tuaku, aku bebas memilih dalam menentukan masa depanku, Pilihanku menjadi


dokter karena  keinginan dariku sendiri,


dapat menolong orang yang sedang sakit menjadi cita-citaku, secara sederhananya


seperti itu. mungkin karena aku terlahir dari keluarga dokter secara tidak


langsung membawaku masuk kedalam dunia kedokteran.


Kelulusanku di uniersitas ini tidak ada campur tangan dari


orang tuaku, orang tuaku malah mempersiapkan Kampus Lain jika ternyata aku


tidak lulus dalam seleksi Kampus ini.  Karena


orangtuaku tidak mau menyalahgunakan posisi mereka dikampusku. Mereka ingin aku


berusaha dengan otakku sendiri. Dan singkat cerita aku lulus di kampus ini


dengan hasil perjuanganku sendiri belajar tiap malam, mengikuti bimbel dan tak


lupa berdoa. Karena manusia hanya bisa berusaha yang menentukan adalah SANG


PEMILIK TAKDIR.


Dalam hubungan asmara, aku termasuk perempuan yang sangat


memilih, bukan karena fisikku yang lumayan, akan tetapi aku mencari orang yang


benar-benar memperjuangkan aku. Karena beberapa kali aku menjalin hubungan


asmara, aku mendapati pria-pria yang hanya memanfaatkanku, karena latarbelakang


keluargaku, Memanfaatkan otakku, atau hal lain yang sembunyikan dariku demi


tujuan tertentu dari mereka.


Didunia zaman sekarang ini aku juga tidak naïf, karenaku


paham tidak ada hubungan tanpa kepentingan tertentu, baik dari materi fisik dan


lain sebagainya. Aku hanya mencari seorang yang mempunyai tujuan hidup yang


jelas dan cara pandang kearah masa depan yang lebih baik, yang mengandalkan

__ADS_1


kemampuan diri sendiri berusaha meminimalisir bantuan orang tua. Cukup itu yang


kumau. Walaupun nanntinya orang itu kecipratan sesuatu dari diriku dan


keluargaku itu tidak jadi masalah bagiku karena itu bonus, dari apa yang ia


perjuangkan untuk meluluhkan hatiku. Tak ada manusia yang bisa menghindari


Takdir terlahir dari Keluarga yang bisa mereka pilih. Jadi aku tak perlu


berhalusinasi untuk mencari seseorang laki-laki seperti di FILM FILM. Yah yang


realistis saja.


Tidak terasa aku telah menyelesaikan Studiku dikampus ini,


bergelar dengan Sarjana Kedokteran, tapi itu belum cukup untuk menjadi seorang


dokter, ada beberapa tahapan yang akun kelewati, Sebelum aku akan mengikuti chaos


diuniversitasku mewajibkan Mahasiswa Kedokteran untuk mengikuti Kuliah Kerja


Nyata Yang disingkat (KKN). Dari sini awal mula aku menemukan sesorang yang aku


kagumi.


Apakah aku cinta lokasi ketika KKN? Tidak salah besar.


Mungkin berlaku bagi sebagian orang akan tetapi hal ini tidak berlaku bagiku.


cerita-cerita yang kudapat dari mahasiswa yang telah


melewati masa KKN, biasanya orang yang tidak mempunyai pasangan, ketika masa


KKN usai , akan membawa pasangan dari KKN, ada yang bertahan lama dan ada yang


hanya cinta sesaat dimasa KKN.


Ada pula yang sebelum KKN Mempunyai Pasangan, Mendapatkan


Pasangan Baru di Masa KKN, Alhasil Hubungan dengan pasanganya yang lama menjadi


retak berkeping-keping.


Aku termasuk menjadi saksi dari cerita yang kudapatkan


sebelumnya, Kenyataan itu berlaku dengan Kelompok KKN ku.


Namun tak berlaku bagiku dan vera temanku. Kami tidak ikut


serta menjadi pemeran dalam problema kisah cinta dalam KKN, kami hanya


\===


Sebelum ku menceritakan tentang sesorang yang kukagumi itu,


aku akan memperkenalkan seorang teman baruku, yang bernama vera,


Vera perempuan itu seusia denganku, karakter perempuan ini


yang super cuek dan tidak mau pernah ikut campur dengan urusan orang lain.


Awalku bertemu denganya ketika aku mengikuti rapat pertemuan


kelompok KKN untuk mempersiapkan keberangkatan kedesa X, dalam ruangan itu


ketika aku baru datang diantara kerumunan mahasiswa itu terdapat vera yang


menghindar dari kerumunan itu, vera duduk dibelakang sendirian, aku datang


kearahnya karena aku juga belum mengenal teman teman kelompokku. Jadi kuputuskan


untuk duduk bersebelahan dengannya.


Hai mbak, boleh aku duduk sebelahmu tanyaku sopan.


Silahkan mbak santai aja ga ada yang larang, ucap vera


Setelah aku duduk aku memperkenalkan diriku terlebih dahulu


kepada vera dengan mengulurkan tanganku untuk berjabatan tangan.


Aku sarah, nama kamu siapa?


Aku vera mbak, salam kenal yah ucap vera,


Kamu kenapa duduk sendirian disini, kenapa ga gabung dengan


yang lain tanyaku?


Males mbak, aku ga ada yang kenal jadi aku sendirian aja,


toh nantinya kita semua juga kenalan, jawabnya sambil tersenyum ramah.


Owhh gitu yah, aku juga ga ada yang kenal jadi aku liat kamu


sendirian jadi aku nyamperiin kamu aja deh..

__ADS_1


Ohh mbak dari jurusan apa? Tanya vera memulai kembali


obrolan


Kedokteran, kamu?


Wah ada yang ngobatin aku nih nantinya kalau aku sakit,


candanya vera Aku dari jurusan X mbak, jawab vera melanjutkan ucapannya.


Kami berdua melanjutkan obrolan kami dengan berbagai topic,


tentang kuliah, keluarga dan hal-hal lainnya..


Vera termasuk anak yang pintar ia mewakili kampus kami dalam


lomba debat sampai tingkat nasional dan vera juga aktif dengan organisasi yang


mewadahi kemampuan berbahasa Asing.


Karakter vera lumayan tetutup, akan tetapi dia akan dekat


dengan orang-orang yang menurutnya nyaman berteman dengannya, dari sinilah kami


mulai dekat, sampai KKN usaipun kami masih dekat.


Obrolan kami terhenti ketika dosen pendamping KKN kami telah


datang, Dosen tersebut memberikan pengarahan dalam melaksanakan kkn, dan kami


diberikan kesempatan berkenalan satu sama lain,


Satu persatu mahasiswa memperkenalkann diri, tak luput aku


dan vera, setelah selesai berkenalan kami diberikan tugas  menyusun persiapaan untuk keberangkatan, dan


menyusun panitia kecil. Sebelum melangkah kesana kami diberikan waktu untuk


memilih ketua kelompok, namun sayang dalam diskusi itu terlihat para lelaki


saling lempar sana sini untuk menjadi ketua kelompok, aku merasakan kesal jadi


cowok cemen amat dalam hatiku, dan vera terlihat dari wajah ingin menumpahkan


kekesalanya, karena habis waktu terbuang untuk menentukan siapa yang menjadi


ketua kelompok.


Tanpa ku sangka vera berdiri dari bangkunya, dan meminta


waktu untuk berbicara.


Permisi Bu, izinkan saya berbicara bu ucap vera.


silahkan nak vera jawab dosen itu lembut.


Kawan-kawan ini bukan waktunya saling lempar-melempar siapa


yang jadi ketua, ini akan membuang-buang waktu dalam perdebatan yang tidak


jelas, saya lihat disini kawan-kawan ada yang berasal dari fakultas x,y,z, dan


lain-lain dan fakultas teman-teman sering kali mengisi jabatan-jabatan penting


di organisasi kampus ini, dan saya lihat terdapat wajah-wajah familiar yang


sering aktif diorganisasi kampus ini. Apakah jabatan ketua kelompok ini tidak


begitu menarik buat teman-teman? KKN ini juga sangat penting menurut saya,


karena persyaratan melengkapi jumlah SKS kita.


Kalau teman-teman berpikiran kenapa tidak saya saja yang menjadi


ketua KKN, apakah teman-teman tidak berpikir ketika nanti saya menjadi ketua


KKN, saya akan berurusan dengan Pemuda setempat,perangkat desa, dan masyarakat


setempat, apakah teman-teman tidak malu.?


Saya pikir kesampingkan ego-ego teman-teman, siapapun yang


jadi ketua, kita bersama-sama mendampinginya.


Sekian Terimakasih.


Aku cukup terkejut dengan apa yang disampaikan oleh vera,


mungkin karena dia sudah terbiasa berdebat mewakali kampus. Aku merasakan susasana


hening, dan aku melihat ekspresi teman-teman laki-laki kelompok ku, merasa


malu, kalau aku jadi mereka entah dimana muka ini ku letakakn..


Akhirnya ketua kelompok terpilih, dan kami membagi-bagi


tugas, aku dan vera bersama ketua kelompok ketika hari keberangkatan kami

__ADS_1


duluan kelokasi KKN untuk mempersiapkan acara pembukaan kkn di desa itu.


__ADS_2