
RIAN
Dalam perjalanan meninggalkan Villa itu, aku mulai merasakan sakit di perutku, rasanya ada yang menusuk, aku tidak bisa menahan rasa sakit
itu… Sarah melihat wajahku yang mulai berubah, cemas, menahan rasa sakit
“Kamu kenapa Rian” Tanya Sarah
“ga ada kenapa-kenapa” jawabku singkat
“apanya yang kenapa-kenapa kamu megang perut , sakit yah”
ucap Sarah
“iya sakit”
Aku mulai lemas menahan rasa sakit ini, aku sudah pusing,
pandangan ku mulai kosong..
Sarah berdiri tempat duduk setelah ia mengatur kedudukan kursi untuk diturunkan kebawah, karena aku duduk di kursi urutan dua dari belakang dan space nya cukup lapang bisa digunakan untuk posisi tidur, sambil memgang bahu ku sarah berucap
"Rian kamu pindah kepojokan yah, tidurin badan kamu dan lurusin kaki kamu"
Aku hanya mengikuti perintahnya, untuk merobah posisi.
Melihat sarah yang berdiri verapun bertanya
__ADS_1
"Kenapa mbak?"
"Rian Sakit" Ucap Sarah
Vera berinisiatif memberitahu supir bus untuk menghentikan jalan bus.
"Aku cek bentar yah Rian, lepasin dulu yah tangan dari perut kamu, dimana yang sakit Rian ?" Tanya sarah
"Disini" ucapku
Sarah kemudian menyentuh bagian perutku
"Kamu Asam lambung hmm, jangan keseringan makan pedes" ucap sarah
Aku lupa bahwa aku ada penyakit magh dan asam lambung hingga aku tidak mengontrol apa yang kumakan, sarah memberikan ku obat dan aku menelan obat tersebut.
Semua orang didalam bus melihat kondisiku.. sudah jadi tontonan perhatian sarah kepada.
"Apaan sih vera orang sakit masih aja dibecandaiin Vera" Ucap sarah
"Hehe maap mbak, gimana keadaanya" mbak tanya Vera
"Rian asam lambung, keseringan makan pedes, trus terlalu banyak pikiran juga mempengaruhi, lanjut aja jalan busnya vera, riannya udah ga apa-apa, nanti bentar lagi sakitnya hilang udah dikasi obat." Ucap sarah
"Owh gitu mbak, ya udah kita lanjutin perjalanan" ucap vera dan memberi tahu supir bus untuk melanjutkan perjalanan.
Selama dalam perjalanan aku tertidur, dan aku terbangun, perutku berangsur-angsur membaik, sedikit terasa perih, Aku melihat sarah memperhatikan.
__ADS_1
"Gimana perutnya rian?" Tanya sarah
"Udah lumayan ga sakit, tapi sedikit perih" balesku
"Syukurlah, kamu pola makan dijaga, jangan sering telat, dan yang pedes dikurangi, minuman yg bersoda juga jangan diminum, kasihan lambung kamu"
Ucap sarah menjelaskan membuatku terdiam dan bicara dalam hati "ni orang cenanyang yah, bisa tau semua, aku lupa dia calon dokter"
"Oke siap Komandan Perintah dilaksanakan" ucapku bercanda
"Apaan sih Rian, sakit masih sempet becanda" ucap sarah tersenyum
SKIP
Semenjak kepulangan kami dari Villa itu, aku merasakan Sarah lebih perhatian dengan ku..
"Hallo Rian, udah bangun" ucap sarah dari kejauhan
"Iya sarah, udah bangun kok, ini mau cari sarapan" balesku
"owhh gitu, Rian sarapannya jangan yang berat-berat dulu yah, makannya teratur, yang penting perut kamu keisi yah Rian" ucap sarah menegaskan
"Oke siap sarah, intruksi dilaksanakan hehehe" ucapku
"Rian becanda mulu, rian ngampus hari ini" ucap sarah
"Becanda perlu, biar ga tegang hehehe, ga dulu deh, aku mau istirahat aja sarah" balesku
__ADS_1
"Kamu mau istirahat dulu biar sembuh total, bagus deh, ya udah kalau gitu Rian Aku mw kekampus dulu yah bye rian cepat sembuh yah" ucap sarah
"Ok, Hati hati kampus yah, makasi perhatiannya sarah" ucapku mengakhiri panggilan suara ini.