Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)

Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)
Episode 13 (Penjelasan)


__ADS_3

Aku memulai kembali dipertemukan dengan sarah melalui vera yang selalu berdampingan dengannya, entah mengapa disela obrolan kami dikafe itu, aku tertarik dengan karekter dita yang Mandiri, Pintar, Sederhana, dibalik kesederhananya menyimpan sebuah sikap kerendahan hati, bagaimana tidak? Sarah terlahir dari keluarga terpandang orang tuanya termasuk jajaran petinggi dikampus kami, Sarah tak ingin orang memandangnya karena orang tuanya, sarah ingin apa yang ia cita-citakan, untuk mendapatkanya, dengan hasil dari jerih payahnya sendiri.


yang menjadi tanda tanya bagiku adalah kenapa ia secepat ini terbuka membahas yang menurutku sebuah  privasi dengan orang yang baru ia kenal seperti aku.


yah aku ingat perkataan vera, sarah memilki rasa denganku,(mungkin ini alasanya) aku hanya mengangap itu hanya candaan vera saja, karena tidak mungkin itu terjadi, pada kondisi sarah belum mengenalku begitu dekat.


didalam obrolan kami tidak ada pembahasan tentang dita, mungkin mereka paham aku sedang kalut dengan hubunganku.


SKIP


Rian


Tiap manusia mempunyai batasan dalam titik tertentu, yah


begitulah kira-kira orang bijak berkata, dengan kepala yang dingin, ditambah


kelapangan hati untuk bisa mengendalikan sebuah rasa meluapkan sebuah titik


batasan manusiawi.


Sudah hampir seminggu dita berada dikota yang sama denganku,


apa yang ku hayalkan sepertinya berbanding terbalik sebelum dita berangkat


kedunia barunya, tak ada lagi canda tawa yang mengisi hari-hariku bersamanya,


sikap dinginnya bagaikan es , membuatku sudah pasrah pada hubungan ini, tidak


ada pembahasan yang ku lontarkan kepada dita mengenai sikap dinginnya kepadaku,


walaupunku tau penyebabnya adalah pemuda yang mengisi hari-harinya dalam kurun


waktu dua bulan, yang mengisi kekosongan hatinya. Aku bersikap seperti biasa, perlakuanku


padanya masih tetap sama, selayaknya aku memperlakukan perempuan seutuhnya,


bagaimanapun ia adalah orang yang kusayangi. Aku menahan semua kepedihan ini.


Berupaya kembali menata hatinya agar ia bisa melupakan pemuda itu.

__ADS_1


Sampai akhirnya aku memutuskan untuk angkat bicara tentang


hubungan ini, aku mencoba menguatkan hatiku, apapun yang terjadi nantinya, aku


harus siap menerima kenyataan sepahit apapun itu. Malam ini aku akan pergi


menuju kekediaman dita, dengan membawa beberapa minuman dan makanan kesukaanya


sebagai pelengkap obrolan kami nantinya.


Setibanya aku di kediaman dita, aku menghubunginya memberitahu


aku sudah dikediamanya, aku duduk dikursi yang sudah menjadi langganan ketika


aku kekediaman dita, tempat ini menjadi saksi bagaimana perjalanan kisah kami,


dan tempat ini pula dita mengungkapkan ketakukannya kehilangan diriku, Namun


sekarang apakah masih tetap sama setelah semua ini terjadi? Entah lah


Aku tersadar dalam lamunanku, ketika dita datang


Hai.. kenapa kamu melamun? Sambil Dita yang duduk


disampingku.


Tidak, aku tidak melamunkan apa-apa, balasku,


Kamu membawa brownies lagi yah?, ucap dita melihat kearah


barang bawaanku


Iya aku membawakanya untukmu, ucapku sambil membuka barang


yang kubawa dan memberikan kepadanya.


Aku melanjutkan obrolanku.


Yank aku ingin menanyakan sesuatu, ucapku

__ADS_1


Nanya apa ucap dita melihatku dengan tatapan serius.


“Kamu tau ga ? ditempat ini, seorang perempuan yang


menetaskan air mata, yang tak rela berpisah dengan seorang pemuda, sikapnya


yang manja, menumpahkan keluh kesahnya semua emosinya, seolah akan berpisah


selamanya…” ucapku kulihat dita yang terdiam dengan raut wajah yang sendu.


Dan kamu tau ga? Setelah mereka berpisah, pemuda yang ia


tinggalkan sangat merindukan perempuan itu, pemuda itu seperti orang yang


kebingungan ketika mendapati perempuannya tak member kabar berita, !!!


Dan sampai akhirnya pemuda itu melihat cahaya yang


memberikan harapan, ketika pujaan hatinya akan kembali lagi, setelah mereka


berdua terpisah, hampir dua bulan lamanya.


Namun Cahaya itu seketika itu redup kembali, mendapati sang perempuannya solah tak menginginkan


pertemuan ini.


Hanya butuh waktu dua bulan, keadaan merubah perempuanya.


seperti orang yang tak pemuda itu kenali. Sikap sang pujaan hati pemuda itu, berubah


sangat drastis, sikapnya ya dingin, mengunci mulutnya untuk berbicara seolah


ada yang disembunyikan….


Aku menghela nafas dan diam menantap dita…..


Dita meraih tanganku, dan ber ucap “Maafkan aku” airmatanya


jatuh berlinang…

__ADS_1


__ADS_2