Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)

Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)
Episode 28 (RUJUK ?)


__ADS_3

RIAN


“Iya maaf buat lu jadi serba salah, gua udah ga tega liat


dia seperti itu Rian, gua pengen lu tau aja, Dita sangat merasa bersalah


banget, gua pikir dengan dia ga bisa nemuiin lu satu bulan ini, bisa sedikit


menebus keselahan dia, walau ga akan merubah keadaan seperti semula, dia udah


nyelesaiin semua hubungan sama cowok itu, komunikasi udah ga ada lagi, yang ada


dipikiran dia sekarang adalah lu Rian dan rasa bersalah serta penyesalan, gua


cuma pengen temen gua itu bisa nyelesaiin kuliahnya menyudahi permasalahan ini,


satu satunya cara cuman lu yang menjadi solusi Rian, Temuin dia dan lu dengerin


semua apa yang dia ingin sampaikan, setelah itu terserah lu Rian, permintaan


gua Cuma itu.” Ucap Silvi menjelaskan


“Huft.” Responku membalas ucapan Silvi, dan aku mulai


terdiam, berpikir, menarik nafas dalam-dalam, untuk menenangkan suasana hati,


hampir 20 Menit aku terdiam, dan Silvi hanya diam menunggu jawabanku.


“Oke, ya udah gua kerumah lu sekarang.” Ucapku menghentikan


kesunyian


“Akhirnya, makasi Rian, pake mobil gua aja Rian.” Ucap Silvi


dengan ekspresi senang


“Ya udah lu duluan aja keparkiran, gua mau nitip motor


dulu.” Ucapku mengakhiri pembicaraan


SKIP


DITA


“Ayolah dita, lu mau sampai kapan kayak gini, udahlah semua


udah terjadi, bangkit dong, fokus ama kuliah lu.” Ucap Silvi sambil memelukku

__ADS_1


yang sedang menangis


“Gua udah bodoh banget, gua nyesel ga jaga kepercayaan dia


Silvi, hiks hiks.” Ucapku menangisi kesalahanku


Silvi temanku yang menemaniku  dalam kondisiku yang tidak stabil ini,aku


hanya menghabiskan waktuku untuk menangisi kesalahanku, melihat kondisiku  yang seperti ini Silvi membawaku kerumahnya.


Hampir setiap sore aku duduk di taman belakang rumah Silvi


untuk menenangkan pikiranku, dalam lamunanku terdengar suara langkah kaki yang


menghampiriku.


“Hai Dita.” Ucap Silvi membuyarkan lamunanku dan terlihat


Rian bersama Silvi kearah ku, mulutku terkunci air mataku jatuh berlinang, Rian


datang mendekat duduk disampingku.


“Kamu kenapa nangis? Apa ga senang aku kesini.” Ucap Rian sambil


tersenyum


kurindukan selama ini.


“Ya udah gua tinggal dulu yah kalian berdua yah.” Begitu


Ucapan Silvi meninggalkan kami berdua


Rian masih menantapku, rasa bersalahku sangat besar dadaku


sesak melihat orang yang begitu menyayangiku ada dihadapanku, dan aku kembali


mengingat semua kesalahanku.


“Rian maafin aku, hiks hiks.”


“Kamu berhenti nangis dulu yah.” Ucap Rian memelukku,


membuatku tenang dengan ucapanya, Rian kembali berkata


“Aku udah maafin kamu kok, maafin aku juga ga dengerin dulu


penjelasan kamu”  Ucap Rian

__ADS_1


“Makasi yah Rian kamu udah maafin aku.” Ucap ku


SARAH


Intensitas pertemuanku dengan Rian mulai berkurang, semenjak


aku disibukan dengan aktifitasku di Rumah Sakit, Rian manusia itu menjadi


hidupku penuh berwarna, aku hanya bisa menunggu Rian menjadi milikku seutuhnya,


tidak seperti sekarang hanya sekedar dekat.


Rian apakah dirimu tidak peka? sudah kebukakan hatiku


padamu, tapi kau seolah masih ragu, apa karena hatimu masih terpaut dengan DIA?


Rian Kau terkadang membuat ku gila, kau bawa aku masuk


kedalam cerita mu, seolah aku orang yang menjadi penutup kisah mu, canda tawamu


mengisyaratkan sesuatu, Aduh Rian Aku ini perempuan yang bisa hanyut dalam


perasaan.


Entah kenapa beberapa waktu terakhir ini, Rian mulai tidak


menghubungiku, ada yang aneh kurasakan disaat aku mulai terbiasa dengan


kehadiranmu, tiba tiba kau tak ada kabar, aku semakin tak menentu, apakah aku


hanya tempat persinggahanmu sesaat?


 


 


 


\=====


Hai semua para pembaca setiaku ...


Mohon maaf lama update...


oh ya FYI saya lagi mempertimbangkan pindah ke Aplikasi Sebelah. :)


Jika teman teman mau membantu mohon share like dan coment yang membangun..

__ADS_1


Vote yah.... Makasihh...


__ADS_2