
RIAN
“Iya maaf buat lu jadi serba salah, gua udah ga tega liat
dia seperti itu Rian, gua pengen lu tau aja, Dita sangat merasa bersalah
banget, gua pikir dengan dia ga bisa nemuiin lu satu bulan ini, bisa sedikit
menebus keselahan dia, walau ga akan merubah keadaan seperti semula, dia udah
nyelesaiin semua hubungan sama cowok itu, komunikasi udah ga ada lagi, yang ada
dipikiran dia sekarang adalah lu Rian dan rasa bersalah serta penyesalan, gua
cuma pengen temen gua itu bisa nyelesaiin kuliahnya menyudahi permasalahan ini,
satu satunya cara cuman lu yang menjadi solusi Rian, Temuin dia dan lu dengerin
semua apa yang dia ingin sampaikan, setelah itu terserah lu Rian, permintaan
gua Cuma itu.” Ucap Silvi menjelaskan
“Huft.” Responku membalas ucapan Silvi, dan aku mulai
terdiam, berpikir, menarik nafas dalam-dalam, untuk menenangkan suasana hati,
hampir 20 Menit aku terdiam, dan Silvi hanya diam menunggu jawabanku.
“Oke, ya udah gua kerumah lu sekarang.” Ucapku menghentikan
kesunyian
“Akhirnya, makasi Rian, pake mobil gua aja Rian.” Ucap Silvi
dengan ekspresi senang
“Ya udah lu duluan aja keparkiran, gua mau nitip motor
dulu.” Ucapku mengakhiri pembicaraan
SKIP
DITA
“Ayolah dita, lu mau sampai kapan kayak gini, udahlah semua
udah terjadi, bangkit dong, fokus ama kuliah lu.” Ucap Silvi sambil memelukku
__ADS_1
yang sedang menangis
“Gua udah bodoh banget, gua nyesel ga jaga kepercayaan dia
Silvi, hiks hiks.” Ucapku menangisi kesalahanku
Silvi temanku yang menemaniku dalam kondisiku yang tidak stabil ini,aku
hanya menghabiskan waktuku untuk menangisi kesalahanku, melihat kondisiku yang seperti ini Silvi membawaku kerumahnya.
Hampir setiap sore aku duduk di taman belakang rumah Silvi
untuk menenangkan pikiranku, dalam lamunanku terdengar suara langkah kaki yang
menghampiriku.
“Hai Dita.” Ucap Silvi membuyarkan lamunanku dan terlihat
Rian bersama Silvi kearah ku, mulutku terkunci air mataku jatuh berlinang, Rian
datang mendekat duduk disampingku.
“Kamu kenapa nangis? Apa ga senang aku kesini.” Ucap Rian sambil
tersenyum
kurindukan selama ini.
“Ya udah gua tinggal dulu yah kalian berdua yah.” Begitu
Ucapan Silvi meninggalkan kami berdua
Rian masih menantapku, rasa bersalahku sangat besar dadaku
sesak melihat orang yang begitu menyayangiku ada dihadapanku, dan aku kembali
mengingat semua kesalahanku.
“Rian maafin aku, hiks hiks.”
“Kamu berhenti nangis dulu yah.” Ucap Rian memelukku,
membuatku tenang dengan ucapanya, Rian kembali berkata
“Aku udah maafin kamu kok, maafin aku juga ga dengerin dulu
penjelasan kamu” Ucap Rian
__ADS_1
“Makasi yah Rian kamu udah maafin aku.” Ucap ku
SARAH
Intensitas pertemuanku dengan Rian mulai berkurang, semenjak
aku disibukan dengan aktifitasku di Rumah Sakit, Rian manusia itu menjadi
hidupku penuh berwarna, aku hanya bisa menunggu Rian menjadi milikku seutuhnya,
tidak seperti sekarang hanya sekedar dekat.
Rian apakah dirimu tidak peka? sudah kebukakan hatiku
padamu, tapi kau seolah masih ragu, apa karena hatimu masih terpaut dengan DIA?
Rian Kau terkadang membuat ku gila, kau bawa aku masuk
kedalam cerita mu, seolah aku orang yang menjadi penutup kisah mu, canda tawamu
mengisyaratkan sesuatu, Aduh Rian Aku ini perempuan yang bisa hanyut dalam
perasaan.
Entah kenapa beberapa waktu terakhir ini, Rian mulai tidak
menghubungiku, ada yang aneh kurasakan disaat aku mulai terbiasa dengan
kehadiranmu, tiba tiba kau tak ada kabar, aku semakin tak menentu, apakah aku
hanya tempat persinggahanmu sesaat?
\=====
Hai semua para pembaca setiaku ...
Mohon maaf lama update...
oh ya FYI saya lagi mempertimbangkan pindah ke Aplikasi Sebelah. :)
Jika teman teman mau membantu mohon share like dan coment yang membangun..
__ADS_1
Vote yah.... Makasihh...