Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)

Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)
Episode 9 Kedatangan


__ADS_3

Oh ya rian, gimanapun nantinya kedepan hubungan lu ama dita


semoga apa yang gua liat dan temen-temen gua lita semoga salah besar, dan gua


minta jangan libatkan gua dalam masalah lu bedua, gua ga mau ribet. Jangan lupa


ada mbak sarah menanti lu hahaha becanda rian, balas vera


\==


 


Kami pun mengakhiri obrolan kami melalui sambungan seluler,


aku masih bingung dengan mendengar kabar yang diberikan vera, seorang vera


tidak mungkin memberikan informasi yang mengada-ngada, yah vera seorang manusia


yang tidak mau direpotkan dengan hidup orang lain. Untuk hal remeh temeh


seperti ini untuk apa dia ambil bagian kalau hanya untuk membuat hubungan ku


hancur? Yah tidak ada salahnya aku mempercayai informasi yang vera berikan.


Bagaimana dengan sarah? Yah aku tak ambil pusing tentang


dia, pikiranku saat ini hanya tentang dita,dita,dita !!!


Aku membuka facebookku dan membuka profil dita, aku telurusi


semua yang berkaitan dengan dita hingga kutemukan photo-photo yang menandai


Nama dita, yah sesorang itu adalah teman KKN dita, aku melihatnya menjadi


panas, photo-photo tersebut hasil kegiatan-kegiatan mereka di desa itu,


terlihat dita bersama teman-temanya dalam photo tersebut, yang menjadi permasalahan


bagiku adalah kenapa si br*ngs*k itu selalu didekat dita\, aku sudah bisa menebak


mungkin ini manusia yang diceritakan oleh vera. Kembali aku penasarn aku


mencari profil manusia itu, akhirnya kutemukan dan benar saja terlihat ekspresi


bahagia\, dua orang manusia dalam postingan photo br*ngs*k itu. Yah perempuan


disebelahnya adalah wanitaku. Aku menutup facebookku, dan aku terbaring lemas


dengan apa yang kudapatkan hari ini,


Kenpa tidak aku menannyakan hal ini kepada dita? Dihubungi saja


sudah super sibuk,


Kenapa tidak menghampirinya saja? Dan meminta kejelasan atas


semua ini?.. aku sudah tidak mood untuk bertemu dita dalam waktu dekat ini, dan aku


tidak mau membuat keributan didesa itu, akan merusak pandangan orang-orang


disekitar dan akan menyangkut nama baik almamaterku.

__ADS_1


Kan bisa dibicarakan baik-baik? , iya bisa , tapi dengan


kondisiku yang tidak stabil aku sudah bisa memprediksi akan ada keributan yang


muncul akibat emosiku.


 Aku kembali berpikir,


ini merupakan sebuah pengujian hubungan kami, yang nantinya akan membuat pilihan


penguatan hubungan kami dengan hadirnya orang ketiga diantara kami dan atau


Takdir berkata lain? Yah Aku hanya seorang perencana yang berharap rencana baik


berpihak padaku.


aku akan bersikap seperti biasa seolah-olah tidak terjadi


apa-apa, akan ku hubungi dia seperti biasa, dan apabila tidak mendapat respon


dengan alasan yang ia buat aku akan percaya saja.


Sampai Nantinya Ia sudah selesai KKN di desa itu, Kembali


Lagi kekampus ini.


Aku kembali menjalani aktifitasku dikampus, aku melakukan


bimbingan dengan Pembimbing akademik tentang penelitian proposalku, dikarenakan


matakuliahku sudah tidak ada yang perlu diambil.


Setalah selesai diskusi dengan PA ku, aku Menuju


kepengurusan, dikarenakan beberapa program kerja sudah tidak mungkin lagii


dilaksanakan, akhirnya aku merencakan dalam beberapa hari kedepan  untuk mengadakan rapat resmi untuk membahasa


persiapan musyawarah besar (mubes), dan akan membentuk kepanitiaan.


Kalau ada yang bertanya kampuskan sedang libur, kenapa masih


ada aktifitas dikampus?


Kampus memang libur bagi mereka yang tidak mengikuti


Semester Pendek, Bimbingan Skripsi, KKN dan Mahasiswa yang mengikuti


organisasi, pada umumnya mereka yang sibuk dengan aktifitas organisasi akan


menghabiskan masa liburanya dengan bermacam kegiatan yang mereka buat.


Sayangkah ? waktu liburan dihabiskan untuk rapat-rapat,


membuat kegiatan? Yah semua punya pilihan hidup masing-masing.


Kembali lagi dengan dita, aku masih menghubungi dita


sebagaimana biasanya, terkadang mendapat balasan, terkadang tidak dengan alasan


kesibukanya, dan dita  sudah tidak pernah

__ADS_1


memintaku untuk mengunjunginya, yah aku pikir dia sudah mendapatkan


penggantiku,


Setelah semua kedaan ini kujalani tibalah saatnya dita akan


pulang kembali kekampusku untuk beraktifitas kesediakala, dita memintaku untuk


menjemputnya, yah seperti biasa yang kulakukan sebelum ia KKN.


Aku sudah merencanakan membuat sebuah klarifikasi Atas


informasi yang kudapatkan, dan perubahan sikapnya kepadaku selama ia disana,


tentunya tidak dihari kedatanganya, aku akan menentukan moment yang tepat untuk


melakukan itu.


Aku sudah bersiap menerima resiko atas hubunganku ini,


jikalau nantinya akan berakhir menyakitkan.


Malam itu aku sudah menunggu disbuah parkiran yang dimana


menjadi tempat berkumpulnya mahasiswa yang baru pulang KKN, setelah 30 menit ku


menunggu, akhirnya bus yang ditumpangi dita datang,… setelah bus itu parkir


dengan teratur, satu persatu penumpang didalam bus itu turun, terlihatlah vera


dan sarah yang turun diantara kerumunan penumpang, vera menyapaku, ia


menghampiriku, tak lupa sarah yang menyapaku dengan senyumannya yang indah,


terlihat cantik dengan busana yang eleganya, wibawa seorang dokter terlihat


jelas dari aura tubuhnya.


Aku dan vera memulai obrolan ringan tentang jurusanku,


pembahasan sedikit tentang proposal penelitian.


“Kenapa vera tak terlihat ketika aku mengantar dita ketika


keberangkatan KKN? (Karena vera, bersama beberapa temanya yang lain sudah


duluan kelokasi, untuk memastikan acara pembukaan didesa sudah dipersiapkan


dengan matang. Mereka berbagi tugas)”


dalam obrolan ku dan vera, seketika  aku melirik sarah yang selalu memperhatikanku


yang membuatku salah tingkah, cara menatapnya yang menurutku itu penuh dengan


rasa cinta (yah lebay hahaha) berubah drastis dengan kehadiran dita


disampingku,kamipun menuju kekontrakan dita.


yah pada saat itu aku bersikap seperti biasa dan aku merasakan ini bukan dita yang kukenal bagaimana tidak ?


dita hanya memberikan waktunya sebentar, ia seperti tidak ingin berlama-lama bertemu denganku, sangat berbeda dengan sebelum ia pergi KKN, ia selalu ingin berlama-lama denganku untuk menghabiskan waktunya bersamaku, sikap manjanya denganku sudah tidak terlihat lagi, dita berubah sangat drastis, namun ya sudahlah dia mungkin benar-benar lelah atas perjalananya menuju kota ini. Dan bisa saja ini tahap menuju akhir dari hubungan kami.

__ADS_1


 


__ADS_2