
DITA…….
Sepekan sudah hubungaku berakhir dengan rian, perasaanku
kalut, aku terbawa arus oleh rasa kesepian membawa aku kedalam bencana
hubunganku, Aku putuskan untuk mengakhiri semua cerita bersama Lelaki X yang
masuk dalam kehidupanku.. Walaupun keputusan ini sudah terlambat, tapi ini
sebagai hukuman buat diriku, aku memang egois, mementingkan rasa kesepianku
mengorbankan perasaan orang lain, ada hati yang terluka diantara cerita yang
kubuat.
Perasaanku pada si X hanya sementara yang datang sebagai
penghibur disaat aku merasa sepi, egois memang tapi sudahlah, aku siap menerima
cacian dan makian atas semua yang telah ku buat, Harusnya aku bisa membatasi
perasaan yang salah ini, bukan malah terbuai dengan arus yang membuatku hancur.
Rasa memiliki itu penuh berarti ketika Rian sudah tidak
bersamaku lagi.. ini sangat terasa kumenjalani hari-hariku tanpa dirinya,
sehancur hancurnya aku diputuskan oleh mantanku yang dulu, lebih hancur kisah
yang kubuat bersama rian dengan kebodohanku sendiri.
Semenjak kejadian itu rian tidak bisa dihubungi, aku
memutuskan untuk menghampirinya kekontrakanya, namun hasilnya nihil, rian sudah
hampir seminggu tidak pulang, kemudian aku mencoba mencari ke Sekretariatan
organisasinya, namun tetap sama, rian juga tidak mengikuti beberapa kegiatan
dan izin untuk berkegiataan, tak ada informasi yang bisa kudapatkan dengan
keberadaan rian.
Oh rian kemana engkau, aku mohon izinkan sekali saja bertemu
denganmu, aku ingin meminta maaf, setelah itu terserah kau mau pergi kemana dan
menghilang dihadapanku…..
Hanya satu cara aku bisa mengetahui keberadaan rian melalui
vera, namun aku takut menghubunginya ada rasa tidak enakku kepada vera, vera
pasti marah denganku, Karena aku telah menyakiti temanya.
Tapi aku memberanikan diri untuk menghubungi vera apapun
respon dari vera aku bersiap mendengarkannya….
“Hallo vera, maaf menggangu, lagi sibuk ga?”ucapku dari
kejauhan
“lumayan, dita, kenapa tu? Bales vera dengan datar
“aku boleh Tanya ga, vera ada ketemu rian ga beberapa hari
ini? Ucapku gugup
“owhh mau nanya rian toh”jawab vera jutek
“aku belum ada ketemu rian vera, ga tau dah, dia kemana,
kenapa emang dita?”ucap vera melanjutkan pembicaraanya
“owhh gitu yah, ga ada aku Cuma mau nanya itu aja vera”balesku
“hmmm, ok deh, udah dulu yah aku mau pergi soalnya”ucap vera
mengakhiri panggilan ini.
__ADS_1
Sudahlah, resiko yang ku terima, rian menjauh dariku tanpa
sedikitpun memberikan aku kesempatan untuk berbicara…
Semoga suatu saat rian memaafkan aku…
SARAH…
Suara ayam berkokok, memngantarkan ku, untuk bangun di subuh
ini, setelahku selesai melakukan kewajibanku, aku berencana menikmati udara
yang sejuk dipagi ini,, aku mengajak vera untuk keluar berjalan-jalan melihat
mentari yang akan terbit menyinari bumi nan indah ini, namun tari memutuskan
untuk tidur kembali..
Aku mulai menuju halaman villa ini, tak disangka rian sudah
berdiri sendiri dihalaman villa ini sedang menikmati udara dipagi hari…
“Hai sarah mau kemana? Kok sendirian” ucap rian yang
mendengar langkahku yang berjalan diteras villa ini.
“mau jalan-jalan aja, mumpung disinikan bisa nikmati suasana
alam kayak gini, vera tidur lagi rian” ucapku sembari berjalan mendekatinya”
“owhh gitu,,, ya udah aku temenin yuk, kita muter-muter
sambil olahraga pagi”ucap rian
“ boleh rian”ucapku sambil tersenyum”
Sambil berjalan berdua denganya, aku menyelingi beberapa
pertanyaan kepada rian.
“Rian udah nyusunkah?” Tanyaku
“Udah lagi proses” jawab rian
“aku kkn nanti ikut tematik aja yang diakhir tahun, katanya
sih sabtu minggu gitu”
“owhh bagus berarti, bisa sambil nyusun yah”balesku
“rian sibuk banget dengan organisasi yah?” Tanyaku balik
“ga juga, emang sarah tau dari mana”bales rian
“vera cerita” jawabku polos
“wah ketaun ngegibahin aku yah”ucap rian sambil tertawa, aku
menunduk malu dengan candaaa riaan
“ahh rian kepedean, rian ga ada pulang kampung gitu? Kan sibuk
banget” tanyaku mengalihkan pembicaraan
“hmm belum sempet sih, lagian aku males juga pulang yang
dikunjungi hanya keluarga pamanku” balesnya
“loh kenapa, orang tua kamu kemana? Tanyaku penasaran
“orang tuaku udah ga ada sarah, jadi aku tinggal bersama keluarga ibuku, kalau aku pulang ga enak
aja, pasti mereka sibuk-sibuk ngasi bekal buat aku disini” ucap rian
“oh maaf rian, ga tau” ucapku merasa bersalah
“santai aja udah biasa kok, selow aeee buk dokter” ucapnya
sambil tersenyum
“aku boleh nanya lagi ga, tapi jangan tersinggung” ucapku
__ADS_1
“boleh sih Tanya aja”ucap rian
“trus biaya kamu selama kuliah gimana?” tanyaku
“owh itu, aku dapet beasiswa juga dari kampus cukuplah untuk
bayar uang semester, kalau biaya hidup aku dapet pension ayahku, kadang aku
nyari sampingan juga sih, dosen kadang sering ngasi aku proyek penelitiannya”
“owhh emang cara bagi waktunya gimana rian, kan kamu sibuk
organisasi? Tanyaku
“yah dibagi aja, kan organisasi ga 24 jam, tinggal
kondisikan aja, kalau emang ga bisa hadir rapat dan kegiatan kan bisa
dilimpahkan wewenangnya, yang penting tanggung jawab yang diberikan kita
selesai”
“hebat yah kamu”ucapku penuh dengan kegamuman
“ga ah biasa aja, orang yang gabisa waktu antara
kuliahnya,organisasi dan kepentingan pribadi, itu kemungkinannya, kuliahnya
emang bener-bener padat, kayak fakultas X, dan yang sok sibuk hehehe” ucap rian
menjelaskan
Dalam perjalanan aku melihat laut dibawah sana pemandangan
yang bagus banget dan aku ga mau ketinggalan moment ini, aku meminta rian untuk
mengambil gambar diriku
Rian bagus yah,,, aku mau difotoiin dong ucapku kegirangan
“sini aku ambilin”ucap rian
Rian beberapa kali mengambil gambarku
“Udah kan ucap rian”
“belum rian masih ada yang kurang”
“apanya yang kurang sarah”Tanya rian
“poto bareng kamu belum”ucapku polos
“haih ok deh, kapan juga bisa poto bareng dokter cantik kan
ucap rian menggodaku”
“Kami pun berpoto berdua dengan beberapa kali pose gambar,
sesaat terdengar suara orang memanggil kami
“Cie cie yang poto beduaaa,, asek pacaran ni hahahah” ucap
vera
“apaan sih vera, orang cuman poto aja” ucapku malu, rian
hanya tertawa mendengarkan ocehan vera
“dicariin kemana-kemana disini rupanya, orang kalau lagi
kasmaraan ga ingat waktu” ucap vera
“hmmmm veraaaaaa kamu iseng banget sih godaiin orang” ucapku
kesel
“kenapa vera” ucap rian mengalihkan pembicaraan
“dicariiin sama anak-anak, kita mau sarapan,” ucap vera
“ohh ya udah yuk kita kevilla”ucap rian
__ADS_1
“maaf ya mbak sarah aku ganggu waktu kalian, wek” ucap vera
memajukan bibir dan menjauh meninggalkan ku, duluan pergiii dari kami.