Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)

Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)
Episode 20


__ADS_3

DITA…….


Sepekan sudah hubungaku berakhir dengan rian, perasaanku


kalut, aku terbawa arus oleh rasa kesepian membawa aku kedalam bencana


hubunganku, Aku putuskan untuk mengakhiri semua cerita bersama Lelaki X yang


masuk dalam kehidupanku.. Walaupun keputusan ini sudah terlambat, tapi ini


sebagai hukuman buat diriku, aku memang egois, mementingkan rasa kesepianku


mengorbankan perasaan orang lain, ada hati yang terluka diantara cerita yang


kubuat.


Perasaanku pada si X hanya sementara yang datang sebagai


penghibur disaat aku merasa sepi, egois memang tapi sudahlah, aku siap menerima


cacian dan makian atas semua yang telah ku buat, Harusnya aku bisa membatasi


perasaan yang salah ini, bukan malah terbuai dengan arus yang membuatku hancur.


Rasa memiliki itu penuh berarti ketika Rian sudah tidak


bersamaku lagi.. ini sangat terasa kumenjalani hari-hariku tanpa dirinya,


sehancur hancurnya aku diputuskan oleh mantanku yang dulu, lebih hancur kisah


yang kubuat bersama rian dengan kebodohanku sendiri.


Semenjak kejadian itu rian tidak bisa dihubungi, aku


memutuskan untuk menghampirinya kekontrakanya, namun hasilnya nihil, rian sudah


hampir seminggu tidak pulang, kemudian aku mencoba mencari ke Sekretariatan


organisasinya, namun tetap sama, rian juga tidak mengikuti beberapa kegiatan


dan izin untuk berkegiataan, tak ada informasi yang bisa kudapatkan dengan


keberadaan rian.


Oh rian kemana engkau, aku mohon izinkan sekali saja bertemu


denganmu, aku ingin meminta maaf, setelah itu terserah kau mau pergi kemana dan


menghilang dihadapanku…..


Hanya satu cara aku bisa mengetahui keberadaan rian melalui


vera, namun aku takut menghubunginya ada rasa tidak enakku kepada vera, vera


pasti marah denganku, Karena aku telah menyakiti temanya.


Tapi aku memberanikan diri untuk menghubungi vera apapun


respon dari vera aku bersiap mendengarkannya….


“Hallo vera, maaf menggangu, lagi sibuk ga?”ucapku dari


kejauhan


“lumayan, dita, kenapa tu? Bales vera dengan datar


“aku boleh Tanya ga, vera ada ketemu rian ga beberapa hari


ini? Ucapku gugup


“owhh mau nanya rian toh”jawab vera jutek


“aku belum ada ketemu rian vera, ga tau dah, dia kemana,


kenapa emang dita?”ucap vera melanjutkan pembicaraanya


“owhh gitu yah, ga ada aku Cuma mau nanya itu aja vera”balesku


“hmmm, ok deh, udah dulu yah aku mau pergi soalnya”ucap vera


mengakhiri panggilan ini.

__ADS_1


Sudahlah, resiko yang ku terima, rian menjauh dariku tanpa


sedikitpun memberikan aku kesempatan untuk berbicara…


Semoga suatu saat rian memaafkan aku…


SARAH…


Suara ayam berkokok, memngantarkan ku, untuk bangun di subuh


ini, setelahku selesai melakukan kewajibanku, aku berencana menikmati udara


yang sejuk dipagi ini,, aku mengajak vera untuk keluar berjalan-jalan melihat


mentari yang akan terbit menyinari bumi nan indah ini, namun tari memutuskan


untuk tidur kembali..


Aku mulai menuju halaman villa ini, tak disangka rian sudah


berdiri sendiri dihalaman villa ini sedang menikmati udara dipagi hari…


“Hai sarah mau kemana? Kok sendirian” ucap rian yang


mendengar langkahku yang berjalan diteras villa ini.


“mau jalan-jalan aja, mumpung disinikan bisa nikmati suasana


alam kayak gini, vera tidur lagi rian” ucapku sembari berjalan mendekatinya”


“owhh gitu,,, ya udah aku temenin yuk, kita muter-muter


sambil olahraga pagi”ucap rian


“ boleh rian”ucapku sambil tersenyum”


Sambil berjalan berdua denganya, aku menyelingi beberapa


pertanyaan kepada rian.


“Rian udah nyusunkah?” Tanyaku


“Udah lagi proses” jawab rian


“aku kkn nanti ikut tematik aja yang diakhir tahun, katanya


sih sabtu minggu gitu”


“owhh bagus berarti, bisa sambil nyusun yah”balesku


“rian sibuk banget dengan organisasi yah?” Tanyaku balik


“ga juga, emang sarah tau dari mana”bales rian


“vera cerita” jawabku polos


“wah ketaun ngegibahin aku yah”ucap rian sambil tertawa, aku


menunduk malu dengan candaaa riaan


“ahh rian kepedean, rian ga ada pulang kampung gitu? Kan sibuk


banget” tanyaku mengalihkan pembicaraan


“hmm belum sempet sih, lagian aku males juga pulang yang


dikunjungi hanya keluarga pamanku” balesnya


“loh kenapa, orang tua kamu kemana? Tanyaku penasaran


“orang tuaku udah ga ada  sarah, jadi aku tinggal bersama keluarga ibuku, kalau aku pulang ga enak


aja, pasti mereka sibuk-sibuk ngasi bekal buat aku disini” ucap rian


“oh maaf rian, ga tau” ucapku merasa bersalah


“santai aja udah biasa kok, selow aeee buk dokter” ucapnya


sambil tersenyum


“aku boleh nanya lagi ga, tapi jangan tersinggung” ucapku

__ADS_1


“boleh sih Tanya aja”ucap rian


“trus biaya kamu selama kuliah gimana?” tanyaku


“owh itu, aku dapet beasiswa juga dari kampus cukuplah untuk


bayar uang semester, kalau biaya hidup aku dapet pension ayahku, kadang aku


nyari sampingan juga sih, dosen kadang sering ngasi aku proyek penelitiannya”


“owhh emang cara bagi waktunya gimana rian, kan kamu sibuk


organisasi? Tanyaku


“yah dibagi aja, kan organisasi ga 24 jam, tinggal


kondisikan aja, kalau emang ga bisa hadir rapat dan kegiatan kan bisa


dilimpahkan wewenangnya, yang penting tanggung jawab yang diberikan kita


selesai”


“hebat yah kamu”ucapku penuh dengan kegamuman


“ga ah biasa aja, orang yang gabisa waktu antara


kuliahnya,organisasi dan kepentingan pribadi, itu kemungkinannya, kuliahnya


emang bener-bener padat, kayak fakultas X, dan yang sok sibuk hehehe” ucap rian


menjelaskan


Dalam perjalanan aku melihat laut dibawah sana pemandangan


yang bagus banget dan aku ga mau ketinggalan moment ini, aku meminta rian untuk


mengambil gambar diriku


Rian bagus yah,,, aku mau difotoiin dong ucapku kegirangan


“sini aku ambilin”ucap rian


Rian beberapa kali mengambil gambarku


“Udah kan ucap rian”


“belum rian masih ada yang kurang”


“apanya yang kurang sarah”Tanya rian


“poto bareng kamu belum”ucapku polos


“haih ok deh, kapan juga bisa poto bareng dokter cantik kan


ucap rian menggodaku”


“Kami pun berpoto berdua dengan beberapa kali pose gambar,


sesaat terdengar suara orang memanggil kami


“Cie cie yang poto beduaaa,, asek pacaran ni hahahah” ucap


vera


“apaan sih vera, orang cuman poto aja” ucapku malu, rian


hanya tertawa mendengarkan ocehan vera


“dicariin kemana-kemana disini rupanya, orang kalau lagi


kasmaraan ga ingat waktu” ucap vera


“hmmmm veraaaaaa kamu iseng banget sih godaiin orang” ucapku


kesel


“kenapa vera” ucap rian mengalihkan pembicaraan


“dicariiin sama anak-anak, kita mau sarapan,” ucap vera


“ohh ya udah yuk kita kevilla”ucap rian

__ADS_1


“maaf ya mbak sarah aku ganggu waktu kalian, wek” ucap vera


memajukan bibir dan menjauh meninggalkan ku, duluan pergiii dari kami.


__ADS_2