Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)

Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)
Episode 4 (Menunda KKN)


__ADS_3

Aku juga mau menjalani hubungan kita dengan namanya pacaran,


semoga kita dapat membangun mimpi kita bersama.. makasi yah dol ucapnya.


Aku merasa bahagia dengan perkataanya, jika di gambarkan ada


slowmotion love-love dikepalaku…


\===


Awal cerita kisah cintaku sungguh begitu manis, aku mulai


menghabiskan waktuku bersamanya, hubunganku dengan dia, tidak mempengaruhi


aktifitas kuliah dan organisasiku, semua berjalan seirama dikarenakan diantara


kami berdua saling memahami dengan kondisi kami masing-masing.


Kami melewati hubungan kami dengan sebagaimana pacaran


sewajarnya, saling mendukung cita-cita yang ingin di raih, saling membagi


pemikiran dalam berbagai hal, kami sering meluangkan waktu kami untuk


berjalan-jalan ke pantai dikota ini, tempat favorit dita adalah pantai, melihat


sunset, ia selalu berkata “aku ingin seperti batu karang yang kuat di hempas


gelombang laut, sebagaimana jika dikaitkan dengan hidup selalu tegar dihempas


cobaan, tak kenal lelah untuk bertahan ketika dihempas rintangan.”


Narasi narasi yang ia ucapkan berbau motivasi, salah satunya


seperti yang diatas tadi, dita merupakan perempuan yang menjalani hidup dari


keluarga yang tidak baik-baik saja, dalam segi ekonomi dia tergolong cukup


namun dari segi kasih sayang dia sedikit bermasalah, efek perceraian orang


tuanya, salah dampak dari perceraian orang tuanya, dita menjadi karakter yang


tertutup, dia ingin menunjukkan kepada orang tuanya bahwa dia bisa tanpa


mereka. Salah satu cara dia ingin menjadi orang sukses setelah perkuliahaannya,


hal yang bisa ia lihatkan kepada orang tuanya yaitu dita mahasiswa berprestasi


dan mendapatkan beasiswa, bisa dikatakan dalam kurun waktu 4 tahun dia tidak


perlu merepotkan orang tuanya dalam biaya perkuliahan, alias gratis.


Perempuanku ini sosok yang terlihat tegar, tapi sebenarnya


dia rapuh, dia manusia biasa yang butuh perhatian butuh sandaran, aku secara


perlahan mulai terbiasa dengan kondisinya yang bisa dikatakan manja, dan


ketergantungan denganku, segala aktifitas yang dia lakukan hampir semuanya


dilakukan bersamaku,Hal-hal sepele yang bisa dikatakan bisa dilakukan sendiri, akan


mlibatkan aku.Kondisi ini hanya berlaku denganku saja.


Kami sudah menginjak semester 5 di kampus ini, kurang lebih


dalam kurun waktu 6 bulan lagi kami akan memasuki masa penghabisa mata kuliah,


umumnya para mahasiswa yang tidak terkendala dengan matakuliah, seperti terkena


efek mengulang kebawah, setelah kkn akan memikirkan permasalahan skripsi. Yang kupikirkan


adalah ketika memasuki masa KKN bagaimana dengan perempuanku ini, dengan


kondisi dia yang seperti ini apakah bisa dia menyesuaikan dirinya dengan


lingkungan baru dan berpisah denganku dalam kurun waktu dua bulan lamanya. Entah


mengapa yang terlintas diotakku pikiran ini,


Seiring berjalanya waktu tak terasa kami satu bulan lagi


kami akan menempuh ujian akhir semester, dan pada kondisi ini semua yang


seangkatan denganku, akan disibukkan dengan persiapaan KKN, karena pendaftaraan


kkn telah selesai dibulan lalu, dua bulan sebelum Ujian Akhir Semester. Berbeda


denganku yang tidak memilih untuk mengikuti KKN bersama angkatanku, aku memilih


untuk mengikuti diperiode selanjutnya, untuk mata kuliahku tidak ada yang


mengulang kebawah, namun aku mempunyai tanggung jawab moral terhadap


organisasiku, aku diberikan amanah memimpin sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa


dikampusku, serta aku diberikan amanah sebagai ketua tim dalam pembentukan


paguyuban Mahasiswa daerahku, dan juga aku masih terlibat dalam kepengurusan cabang


disebuah organisasi extra kampus tingkat Kota ditempat ku mengenyam pendidikan.

__ADS_1


Karena mempertimbangkan hal ini aku mengambil keputusan tidak mengikuti KKN


bersama angkatanku, sehingga aku lebih focus pada tanggung jawab moralku,


karena aku pikir setelah aku selesai dari kampus ini pengalaman organisasiku


suatu saat akan berguna didunia nyata setelah perkuliahan.


Keputusan yang ku ambil menjadi konflik dihubungan kami,


sebelum aku memutuskan hal ini, aku mencoba membicarakannya dengan dita,


Ngapain coba nunda-nuda segala, ucap dita terlihat kesal


Sayang kan udah kujelaskan pertimbanganya aku ngambil


keputusan ini,balasku dengan tenang.


Kalau kamu nunda KKN terus kamu kapan mau wisuda ? aku


maunya kita wisuda bareng yank, tegasnya dengan raut wajah sedih


Iya aku paham sayang, aku janji walaupun aku kkn telat, aku


tetap ngejar wisuda berbarengan dengan kamu, setidaknya kalaupun telat, jarak


wisuda aku dengan kamu tidak terlalu jauh yank, periode selanjutnya setelah


kamu. Balesku.


Iya sama aja boong aku maunya kita bareng, kamu ngapain


lama-lama dikampus ini yank, aku maunya kita cepat kelar dari kampus ini, biar


tahap awal kita bisa lewati, kalau kita udah wisuda kita bisa merencankan


kehidupan yang lebih serius lagi yank dengan hubungan kita. Bales dita.


Iya sayang aku paham, gini deh kalau memang kita wisuda


bareng nanti yang damping kamu wisuda siapa? Aku juga wisuda kamu juga wisuda


hayoo, candaku.


Udah aahh aku males, sama kamu, kamu pulang aja sana aku mau


tidur, ucapnya kesal..


Dalam kondisi ini aku tidak kembali membalas ucapnya, karena


aku paham kalau aku tetap memaksakan kehendakku pada saat ini akan menambah


untuk pulang kekontrakanku, ia hanya mengangukan kepala, dan berlalu pergi


masuk kekontrakanya.


Sebenarnya aku bisa saja untuk meninggalkan tanggujawab


moralku, yang dengan melakukan pendelegasian tugas kepada anggota organisasiku,


namun aku pikir tidak etis rasanya aku seperti ini aku hanya menjaga


kepercayaan yang telah diberikan kepadaku.


Setelah kejadian yang membuat dita marah kepadaku, hampir


satu minggu dia hanya mendiamkanku, memang perempuan adalah manusia yang super


unik, disaat terjadi perang dunia ke 3 diantara kita, tapi tetap saja dia mau


bertemu denganku, kegiatan yang biasa kamu lakukan bersama berjalan seperti


biasa, kekampus, makan bersama, nungguin dita bimbingan, pulang bersama, yah


seperti biasa, namun yang tidak biasa adalah komunikasiku dengan dita, setiap


kali pertanyaan ku dijawab dengan datar, iya, ohh, sudah, dan lain sebagainya..


aku harus bisa memaklumi hal ini, butuh waktu membuat dia tenang dan tidak


marah kepadaku,.


Sudah hampir seminggu lebih dia seperti itu aku mengambil


inisiatif untuk mengajak dia mencari suasana baru, dengan pergi kesuatu tempat


wisata disebuah kabupaten yang ada diprovinsi itu, waktu yang dibutuhkan untuk


sampai di kabupaten itu, sekitar 3 jam dari pusat ibu kota provinsi. Dan kebetulan


hari itu aktifitas kuliah sedang libur, malamnya sebelum keberangkatan kami,


aku menghubungi dita lewat sms.


Yank besok selesai subuh, aku kekontrakan kamu, kamu jangan


lupa bawa jaket yah…smsku.


“Y “balas dita


Aku sudah menduga balasanya seperti ini ya sudah aku tak

__ADS_1


ambil pusing, semoga bisa setelah kami pergi berlibur dia sudah tidak marah


lagi,,,


\===


Aku terbangun dari tidurku, dan mulai melaksanakan aktifitas


kewajibanku sebagai manusia pada umumnya, Setelah selesai aku berenjak pergi


menggunakan motor ku, ke kontrakan dita, sampailah aku ditempat tujuan, aku


menghubungi dita, setelah menghubungi dia, selang lima menit diapun telah siap,


dan dia bertanya kita mau kemana subuh-subuh gini, udah ikut aja sayang


jawabku, dia hanya mengangukan kepala.


Kami menyusuri perjalanan yang melewati bukit bukit dan


terlihat diarah kanan laut yang biru terlihat indah diiringi matahari yang kan


terbit menyinari cahayanya, aku bisa meresakan perempuanku menikmati


pemandangan ini dia terlupa bahwa kami sedang perang dunia ke 3, bagus yah


sayang ucapnya ketilingaku, sambil memeluk erat tubuhku, iya sayang jawabku.


Kamu terus melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan kami,


singkat cerita kami telah menempuh perjalanan 3 jam dan sampailah dikabupaten


yang kami tuju, aku mencari tempat sarapan didaerah ini, sebelum kami menuju


air terjun di daerah ini, karena dikawasan air terjun itu cukup sulit mencari


makanan disana, dan kalaupun ada kurang ramah untuk saku mahasiswa sepertiku.


Setelah selesai sarapan kami menuju kawasan air terjun


tersebut, kawasan itu begitu asri masih alami belum disentuh oleh-oleh tangan


manusia jahil, kawasan ini hanya dikelola oleh penduduk setempat jalan setapak


tapi masih bisa sepeda motor melewatinya.


Setelah sampai kami bermain air terjun tersebut, kami menikmati


suasana alam yang begitu indah, kami berpoto berdua, dan ingat kami tidak melakukan


hal-hal yang tidak wajar disana, kami pacaran tau batas wajar.


Setelah puas kami menikmati air terjun itu kami berpindah


tempat ke pantai didaerah tersebut, karena disana ada pulau yang bagus yang


perlu kami kunjungi, sebelumnya aku sudah pernah kedaerah ini bersama


teman-teman organisasiku, jadi sudah tidak terlalu bingung dengan daerah ini.


Dengan kondisi mood perempuanku yang sudah bagus, dipulau


itu aku mulai topik pembicaraan perang dunia ke 3 kami.


Sayang, kita sampai kapan seperti ini mulu? Tanyaku,


Dia menoleh kepadaku, dia sedikit terdiam sambil


mengumpulkan kata-kata yang ingin ia ucapkan,


Iya aku tau aku salah bersikap kekanak-kanakan sama kamu,


tapi kamu taukan maksud aku tidak menyetujui itu karena untuk hal yang lebih


baik, tapi aku juga sadar, aku ga bisa egois juga dengan pemikiran aku,


harusnya aku mendukung apa langkah yang kamu ambil. Penjelasan dita.


Yah jadi gimana sayang jawabku,


Iya aku dukung keputusan yang kamu ambil.


Tapi… ucapnya menggantung


Tapi sayang, balasku,


Tapi kamu harus tepati janji, kamu harus bisa nyelesaian


skripsi kamu dengan cepat dan wisuda bareng aku, dan kalaupun telat yah sesuai


perkataan kamu diperiode selanjutnya setelah aku.


Dan satu lagi ketika aku KKN kamu harus mengunjungi aku,


sesibuk apapun kamu harus ketempat aku, tegasnya.. aku kangen kalau jauh dari


kamu. Ucapnya manja.


Aku menyanggupi apa yang iya sampaikan, aku berharap aku


bisa menepati janjiku ini.

__ADS_1


__ADS_2