
Aku juga mau menjalani hubungan kita dengan namanya pacaran,
semoga kita dapat membangun mimpi kita bersama.. makasi yah dol ucapnya.
Aku merasa bahagia dengan perkataanya, jika di gambarkan ada
slowmotion love-love dikepalaku…
\===
Awal cerita kisah cintaku sungguh begitu manis, aku mulai
menghabiskan waktuku bersamanya, hubunganku dengan dia, tidak mempengaruhi
aktifitas kuliah dan organisasiku, semua berjalan seirama dikarenakan diantara
kami berdua saling memahami dengan kondisi kami masing-masing.
Kami melewati hubungan kami dengan sebagaimana pacaran
sewajarnya, saling mendukung cita-cita yang ingin di raih, saling membagi
pemikiran dalam berbagai hal, kami sering meluangkan waktu kami untuk
berjalan-jalan ke pantai dikota ini, tempat favorit dita adalah pantai, melihat
sunset, ia selalu berkata “aku ingin seperti batu karang yang kuat di hempas
gelombang laut, sebagaimana jika dikaitkan dengan hidup selalu tegar dihempas
cobaan, tak kenal lelah untuk bertahan ketika dihempas rintangan.”
Narasi narasi yang ia ucapkan berbau motivasi, salah satunya
seperti yang diatas tadi, dita merupakan perempuan yang menjalani hidup dari
keluarga yang tidak baik-baik saja, dalam segi ekonomi dia tergolong cukup
namun dari segi kasih sayang dia sedikit bermasalah, efek perceraian orang
tuanya, salah dampak dari perceraian orang tuanya, dita menjadi karakter yang
tertutup, dia ingin menunjukkan kepada orang tuanya bahwa dia bisa tanpa
mereka. Salah satu cara dia ingin menjadi orang sukses setelah perkuliahaannya,
hal yang bisa ia lihatkan kepada orang tuanya yaitu dita mahasiswa berprestasi
dan mendapatkan beasiswa, bisa dikatakan dalam kurun waktu 4 tahun dia tidak
perlu merepotkan orang tuanya dalam biaya perkuliahan, alias gratis.
Perempuanku ini sosok yang terlihat tegar, tapi sebenarnya
dia rapuh, dia manusia biasa yang butuh perhatian butuh sandaran, aku secara
perlahan mulai terbiasa dengan kondisinya yang bisa dikatakan manja, dan
ketergantungan denganku, segala aktifitas yang dia lakukan hampir semuanya
dilakukan bersamaku,Hal-hal sepele yang bisa dikatakan bisa dilakukan sendiri, akan
mlibatkan aku.Kondisi ini hanya berlaku denganku saja.
Kami sudah menginjak semester 5 di kampus ini, kurang lebih
dalam kurun waktu 6 bulan lagi kami akan memasuki masa penghabisa mata kuliah,
umumnya para mahasiswa yang tidak terkendala dengan matakuliah, seperti terkena
efek mengulang kebawah, setelah kkn akan memikirkan permasalahan skripsi. Yang kupikirkan
adalah ketika memasuki masa KKN bagaimana dengan perempuanku ini, dengan
kondisi dia yang seperti ini apakah bisa dia menyesuaikan dirinya dengan
lingkungan baru dan berpisah denganku dalam kurun waktu dua bulan lamanya. Entah
mengapa yang terlintas diotakku pikiran ini,
Seiring berjalanya waktu tak terasa kami satu bulan lagi
kami akan menempuh ujian akhir semester, dan pada kondisi ini semua yang
seangkatan denganku, akan disibukkan dengan persiapaan KKN, karena pendaftaraan
kkn telah selesai dibulan lalu, dua bulan sebelum Ujian Akhir Semester. Berbeda
denganku yang tidak memilih untuk mengikuti KKN bersama angkatanku, aku memilih
untuk mengikuti diperiode selanjutnya, untuk mata kuliahku tidak ada yang
mengulang kebawah, namun aku mempunyai tanggung jawab moral terhadap
organisasiku, aku diberikan amanah memimpin sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa
dikampusku, serta aku diberikan amanah sebagai ketua tim dalam pembentukan
paguyuban Mahasiswa daerahku, dan juga aku masih terlibat dalam kepengurusan cabang
disebuah organisasi extra kampus tingkat Kota ditempat ku mengenyam pendidikan.
__ADS_1
Karena mempertimbangkan hal ini aku mengambil keputusan tidak mengikuti KKN
bersama angkatanku, sehingga aku lebih focus pada tanggung jawab moralku,
karena aku pikir setelah aku selesai dari kampus ini pengalaman organisasiku
suatu saat akan berguna didunia nyata setelah perkuliahan.
Keputusan yang ku ambil menjadi konflik dihubungan kami,
sebelum aku memutuskan hal ini, aku mencoba membicarakannya dengan dita,
Ngapain coba nunda-nuda segala, ucap dita terlihat kesal
Sayang kan udah kujelaskan pertimbanganya aku ngambil
keputusan ini,balasku dengan tenang.
Kalau kamu nunda KKN terus kamu kapan mau wisuda ? aku
maunya kita wisuda bareng yank, tegasnya dengan raut wajah sedih
Iya aku paham sayang, aku janji walaupun aku kkn telat, aku
tetap ngejar wisuda berbarengan dengan kamu, setidaknya kalaupun telat, jarak
wisuda aku dengan kamu tidak terlalu jauh yank, periode selanjutnya setelah
kamu. Balesku.
Iya sama aja boong aku maunya kita bareng, kamu ngapain
lama-lama dikampus ini yank, aku maunya kita cepat kelar dari kampus ini, biar
tahap awal kita bisa lewati, kalau kita udah wisuda kita bisa merencankan
kehidupan yang lebih serius lagi yank dengan hubungan kita. Bales dita.
Iya sayang aku paham, gini deh kalau memang kita wisuda
bareng nanti yang damping kamu wisuda siapa? Aku juga wisuda kamu juga wisuda
hayoo, candaku.
Udah aahh aku males, sama kamu, kamu pulang aja sana aku mau
tidur, ucapnya kesal..
Dalam kondisi ini aku tidak kembali membalas ucapnya, karena
aku paham kalau aku tetap memaksakan kehendakku pada saat ini akan menambah
untuk pulang kekontrakanku, ia hanya mengangukan kepala, dan berlalu pergi
masuk kekontrakanya.
Sebenarnya aku bisa saja untuk meninggalkan tanggujawab
moralku, yang dengan melakukan pendelegasian tugas kepada anggota organisasiku,
namun aku pikir tidak etis rasanya aku seperti ini aku hanya menjaga
kepercayaan yang telah diberikan kepadaku.
Setelah kejadian yang membuat dita marah kepadaku, hampir
satu minggu dia hanya mendiamkanku, memang perempuan adalah manusia yang super
unik, disaat terjadi perang dunia ke 3 diantara kita, tapi tetap saja dia mau
bertemu denganku, kegiatan yang biasa kamu lakukan bersama berjalan seperti
biasa, kekampus, makan bersama, nungguin dita bimbingan, pulang bersama, yah
seperti biasa, namun yang tidak biasa adalah komunikasiku dengan dita, setiap
kali pertanyaan ku dijawab dengan datar, iya, ohh, sudah, dan lain sebagainya..
aku harus bisa memaklumi hal ini, butuh waktu membuat dia tenang dan tidak
marah kepadaku,.
Sudah hampir seminggu lebih dia seperti itu aku mengambil
inisiatif untuk mengajak dia mencari suasana baru, dengan pergi kesuatu tempat
wisata disebuah kabupaten yang ada diprovinsi itu, waktu yang dibutuhkan untuk
sampai di kabupaten itu, sekitar 3 jam dari pusat ibu kota provinsi. Dan kebetulan
hari itu aktifitas kuliah sedang libur, malamnya sebelum keberangkatan kami,
aku menghubungi dita lewat sms.
Yank besok selesai subuh, aku kekontrakan kamu, kamu jangan
lupa bawa jaket yah…smsku.
“Y “balas dita
Aku sudah menduga balasanya seperti ini ya sudah aku tak
__ADS_1
ambil pusing, semoga bisa setelah kami pergi berlibur dia sudah tidak marah
lagi,,,
\===
Aku terbangun dari tidurku, dan mulai melaksanakan aktifitas
kewajibanku sebagai manusia pada umumnya, Setelah selesai aku berenjak pergi
menggunakan motor ku, ke kontrakan dita, sampailah aku ditempat tujuan, aku
menghubungi dita, setelah menghubungi dia, selang lima menit diapun telah siap,
dan dia bertanya kita mau kemana subuh-subuh gini, udah ikut aja sayang
jawabku, dia hanya mengangukan kepala.
Kami menyusuri perjalanan yang melewati bukit bukit dan
terlihat diarah kanan laut yang biru terlihat indah diiringi matahari yang kan
terbit menyinari cahayanya, aku bisa meresakan perempuanku menikmati
pemandangan ini dia terlupa bahwa kami sedang perang dunia ke 3, bagus yah
sayang ucapnya ketilingaku, sambil memeluk erat tubuhku, iya sayang jawabku.
Kamu terus melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan kami,
singkat cerita kami telah menempuh perjalanan 3 jam dan sampailah dikabupaten
yang kami tuju, aku mencari tempat sarapan didaerah ini, sebelum kami menuju
air terjun di daerah ini, karena dikawasan air terjun itu cukup sulit mencari
makanan disana, dan kalaupun ada kurang ramah untuk saku mahasiswa sepertiku.
Setelah selesai sarapan kami menuju kawasan air terjun
tersebut, kawasan itu begitu asri masih alami belum disentuh oleh-oleh tangan
manusia jahil, kawasan ini hanya dikelola oleh penduduk setempat jalan setapak
tapi masih bisa sepeda motor melewatinya.
Setelah sampai kami bermain air terjun tersebut, kami menikmati
suasana alam yang begitu indah, kami berpoto berdua, dan ingat kami tidak melakukan
hal-hal yang tidak wajar disana, kami pacaran tau batas wajar.
Setelah puas kami menikmati air terjun itu kami berpindah
tempat ke pantai didaerah tersebut, karena disana ada pulau yang bagus yang
perlu kami kunjungi, sebelumnya aku sudah pernah kedaerah ini bersama
teman-teman organisasiku, jadi sudah tidak terlalu bingung dengan daerah ini.
Dengan kondisi mood perempuanku yang sudah bagus, dipulau
itu aku mulai topik pembicaraan perang dunia ke 3 kami.
Sayang, kita sampai kapan seperti ini mulu? Tanyaku,
Dia menoleh kepadaku, dia sedikit terdiam sambil
mengumpulkan kata-kata yang ingin ia ucapkan,
Iya aku tau aku salah bersikap kekanak-kanakan sama kamu,
tapi kamu taukan maksud aku tidak menyetujui itu karena untuk hal yang lebih
baik, tapi aku juga sadar, aku ga bisa egois juga dengan pemikiran aku,
harusnya aku mendukung apa langkah yang kamu ambil. Penjelasan dita.
Yah jadi gimana sayang jawabku,
Iya aku dukung keputusan yang kamu ambil.
Tapi… ucapnya menggantung
Tapi sayang, balasku,
Tapi kamu harus tepati janji, kamu harus bisa nyelesaian
skripsi kamu dengan cepat dan wisuda bareng aku, dan kalaupun telat yah sesuai
perkataan kamu diperiode selanjutnya setelah aku.
Dan satu lagi ketika aku KKN kamu harus mengunjungi aku,
sesibuk apapun kamu harus ketempat aku, tegasnya.. aku kangen kalau jauh dari
kamu. Ucapnya manja.
Aku menyanggupi apa yang iya sampaikan, aku berharap aku
bisa menepati janjiku ini.
__ADS_1