Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)

Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)
Episode 2


__ADS_3

"Perempuan itu yang akan kuceritakan dalam goresan kertas hidupku.


Sebelum lebih lanjut, aku ingin menggaris bawahi, bahwa aku ingin menceritakan tentang perasaanku padaperempuan itu.


Karena dia orang yang pertama yang membuatku serius dalam menjalani sebuah ikatan perasaan…"


Perkenalan


Aku Menghampiri Perempuan yang sudah menungguku  diruang Tamu Sekretariat Komunitasku.


Hallo mas aku Dita Novianka, aku dari organisasi Jurnalistik


Kampus X, ucapnya Sambil mengulurkan tangannya.


Iya Aku rian, ada apa yah mbak?.“ balas ku sambil membalas jabatan tanganya.


Aku mw berdiskusi dengan acara seminar tadi dan tentangkomunitas ini, Jawabnya


Oke silahkan mbak” balasku…


Tanpa Mengulur waktu Kami memulai berdiskusi tentang seminar yang telah komunitasku angkat, diantara point-point yang kami bahas adalah tentang tujuan seminar Pendidikan Anti Korupsi, Out putnya. Serta Tujuan Komunitas kami terbentuk, Program-program kerja apa saja yang akan dilakukan, mengingat komunitas yang kami bentuk tergolong baru dan menjadi wajah baru dikampus kami.


Singkat cerita diskusi telah selesai, Hasil diskusi tersebut akan diterbitkan edisi minggu depan oleh pihak jurnalistik Kampus.


Baiklah mas, aku rasa cukup, Makasih udah meluangkan waktunya, tapi boleh aku minta soft copy file-file materi seminar tadi? Tanya


Bisa sih mbak, tapi filenya ga sama aku sama Divisi acara,dan mereka lagi ga disini, gimana kalau nanti aku kabarin ? tinggalin aja nomor hp mbak” balasku


Oke deh, ni nomor ku 0857xxxxxx, oh ya btw jangan panggil mbak, dong panggil dita aja kita lagian seangkatanpun, ucapnya


Ehh iya aku panggil dita aja, oke dita nanti aku sms yah


balasku


Aku pamit dulu yah rian, makasi yah. Ucapnya sambil


meninggalkan sekretariatku.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Gambaran Waktu Lokasi dan Tokoh.


Kampus Ku Adalah salah satu Universitas yang Tertua


Dikawasan barat Indonesia, Termasuk Kampus Favorit  dipulau ini, Kampusku Tereletak dipinggir


Kota Perbatasan Ibu Kota Provinsi dengan Kabupaten, Kampus terletak diatas


Bukit yang masih begitu asri dengan pohon-pohon yang masih kokoh berdiri, dan


bangunan Kampusku tergolong unik bangunan nya hampir sama semua, jika anak baru


mungkin akan bingung membedakan bangunan kampusku.


Entah Mengapa Aku bisa lulus Di kampus ini aku masih tak


yakin dengan diriku, yah mungkin takdir Tuhan.


Aku Masuk dikampus ini Tahun 2008, penuh perjuangan aku


untuk membayar uang Pangkal atau sebutan lainya, karena ada jasa-jasa orang


yang membantuku untuk melanjutkan sekolah Keperguruan tinggi, nantiku


Keceritakan dilain kesempatan, Pada zamanku kampusku belum menerapkan system UKT


seperti diera kekinian ini. System pembayaran uang kuliahku, ada uang pangkal dan


uang semester, dengan nominal yang sama tiap semester dan ini ditentukan dengan jurusan yang


kita pilih. Berbeda dengan UKT (uang kuliah tunggal) yang tergantung dari hasil


penelian pendapatan orang tua, setauku seperti itu namun untuk lebih jelas


silahkan googling saja dengan sumber yang valid.


Dikampus ini aku mengenal tentang pertemanan yang tanpa


memandang status social, tujuan kami disini untuk menimba ilmu, namun tetap


saja masih ada mereka-mereka yang bergaul dengan yang selevel dengan kalangan


mereka, yah hanya segelintir.


Dikampus ini aku mengenal dengan semangat berorganisasi, yah


tak perlu kamu juara 1 pintar dikelas, untuk masuk kedalam organisasi, seperti


di zaman sekolahku (ini yang aku rasakan bukan berarti semua sekolah sama semua,


tergantung pernilian masing) dikampus ini mereka yang ada niat belajar


berusaha bersama saling membesarkan ayo masuk.


demikian sedikit gambaran Kampusku.


\=\=\=


Tokoh


Dita Novianka, Perempuan Bekacamata ini Aktif didunia


jurnalistik Universitasku, gadis ini mempunyai cara pandang hidup yang matang,

__ADS_1


analisis yang cukup tajam dalam merespon berbagai isu yang sedang hangat


dikampusku. Dan selalu melihat dua sisi pandang terkait masalah, isu yang


sedang hangat diperbincangkan, perempuan ini asik dalam bertukar pikiran,


mungkin didikan dari organisasinya bisa membentuk karakternya seperti itu.


Nah Bagaimana dengan Peroalan Persaaan? Nantiku ceritakan dirangkaian cerita


ini.


Rian sanjaya, Aku memiliki kekarkter yang biasa-biasa saja,


selalu ingin memperbanyak teman, dan namun aku masih merasa kosong, sehingga


aku butuh belajar dalam menjalani kehidupan kampus dan dunia nyata, Organisasi


tempatku belajar. Pertemanan,Persaudaraan, Pahit manis perjuangan menuju


Wisuda.


\=\=\=\=


Kembali lagi Kepertemuanku dengan dita, singkat cerita aku


telah selesai rapat evaluasi acara, aku teringat aku ada janji memberikan


file-file materi seminar tadi kepada dita, aku tidak memberikan kabar kepadanya


bahwa file tersebut sudah ditanganku, namun aku berinisiatif untuk mendatangi


kesekretariatan organisasinya, karena pusat aktifitas mahasiswa dikampusku


masih satu gedung jadi tak ada salahnya aku berjalan-jalan mengunjungi


organisasi lain.


Singkat cerita Tibalah aku ditempat tujuanku.


Permisi sahut ku didepan pintu, ada mbak dita mas? Tanyaku


pada sesorang yang ada didalam ruangan.


Nyari mbak dita yah mas, aduh dia lagi keluar tu mas, aku


kabarin dulu yah, masuk aja dulu mas, Ucap sesorang itu .


Owh lagi keluar yah mas, ya udah aku tunggu diluar aja mas,


jawabku.


Selang beberapa 20 menit, sosok yang ku cari datang


kearahku.


Engga kok mbak santai aja, jawabku


Aduh aku engga enak ini, kenapa ga sms aja mas? Biar aku aja


yang jemput. Jawabnya


Ga apa-apa kok mbak, aku juga mau pulang juga sebelum pulang


aku mampir dulu kesini yah sekalian liat-liat sekretariatan organisasi yang


lain. Balasku


Ayo mas masuk dulu, sekalian aku mau ambil laptop didalem,


ucapnya


Eh ga usah mbak aku nunggu disini aja, ga apa-apa kok,


balasku.


Disetiap sekretariatan organisasi dikampusku terdapat kursi


disebelah pintu masuk sekretariatan, aku duduk disitu.


Dita menghampiriku dia duduk disebelahku, aku menyerahkan


file tersebut, kami sambil bercerita tentang aktifitas kami, tentang kuliah, asal


daerah, dan dari sini kami mulai satu frekuensi, sebenarnya aku ingin


mengakhiri obrolan ini, namun dita mulai berinisiatif  mengajakku kekantin untuk makan bersama


kebetulan hari sudah sore dan aku masih lapar, aku menyetujui ajakannya. Dan sekalian


langsung pulang ke Kontrakan Masing-masing.


Singkat cerita kami sudah dikantin, aku memulai kembali


obrolan mengenai hal pribadi.


Kenapa kuliah disini dita ? tanyaku memulai obrolan


Yah karena lulus hehehe, jawabnya sambil tertawa


Iya kalau itu mah aku tau, mungkin ada alasan-alasan


tertentu kali yang keluar dari mulut aktifis candaku,

__ADS_1


Aktifis apaan, aku cuman karena hobi aja ikut organisasi,


kamu tu yang aktifis hampir tiap hari di gedung secretariat, mungkin kamu tidur


juga disekretariatan kali, hehee, aku kuliah disini karena saran orang tua dan g


a terlalu jauh lokasi kampus dari daerahku jawabnya.


Ohh begitu balasku, (karena dia sudah memulai memanggilku


kamu yah aku mulai menyesuaikan diri dengan tidak menyebut namanya dalam setiap


panggilanku)


Kamu ga punya pacar ucapku polos…


Ye baru kenal udah nanya-nanya pacar, mau pdkt sama aku, jawabnya


sambil tertawa,


Yah kan ga enak aja aku bareng kamu, nanti pacar kamu marah,


jawabku dengan alasan basi cowok kalau deketin cewek


Menurutmu? Cari tau lah kalau mau pdkt sama aku hehehe,


tawanya


Ya kali secepat itu aku nyari tau emang aku peramal, jawabku


Dia mengalihkan topik dengan membalikkan pertanyaan itu


kepadaku.


Kalau kamu sendiri udah punya pacar? tanyanya


Yah aku yang nanya duluan malah dia balik nanya, sambungku,


Mau jawab ga? Kalau ga mau yah ga pa pa, balasnya sambil


dengan muka ngeselin


Iya ku jawab, aku ga ada pacar aku sibuk dengan urusanku


sendiri jawabku..


Ya iyalah ga punya pacar hidup kamu habis dengan teman-teman


kamu, rapat-rapat, pantesan jomblo, candanya


Aku hanya menanggapinya dengan senyuman, memang betul sih


apa yang iya katakan, setelah hampir mendekati tahun ke 2 aku kuliah sampai aku


bertemu dita ditahun ke 2 aku kuliah aku memang ga kepikiran punya pacar,


waktuku habis kuliah tugas, organisasi.


Nah pertanyaanku gimana dijawab dong buk ucapku,


Iya iya santai dong takut amat ga dijawab,hehehe, aku sempet


punya pacar tapi baru sebulan yang lalu aku udah putus. Jawabnya


Kami melanjutkan obrolan kami, aku kembali melontarkan pertanyaan


tentang permasalahan perasaan dia dimasa lalu, dia menjelaskan secara detail,


kepadaku aku mendengarkan dengan seksama, entah kenapa dia berani terbuka


kepadaku tentang masalah pribadinya, dan diapun mengakui entah kenapa dia bisa seterbuka


ini kepadaku.


Hari sudah mulai gelap kami beranjak dari kantin menuju


kekontrakan masing-masing, aku mengantarkan dia kekontrakannya.


Komunikasi kami berlanjut, kami sering telpon-telponan,kami


sering pergi kekampus berdua, pulang janjian bareng, kurang lebih hampir satu


bulan kedekatan kami, Hari-hari ku mulai berubah, aku mulai membagi waktuku


untuk dia, aku juga belajar banyak dari dia yang bisa membagi waktu pribadiku,


membagi skala prioritas, adakalanya kita harus meluangkan waktu untuk diri kita


sendiri dan tidak selalu menghabiskan waktu bersama teman-teman dan organisasi.


Yang biasa-biasanya aku pulang selalu sendiri, sekarang aku


punya aktifitas menunggu seseorang, yaitu dita agar kami bisa berbarengan


pulang. Terkadang dia yang menunggu aku dan sebaliknya akupun begitu, hal ini


membuat temen-temenku mulai menjadika aku topic bercandaan, yah biasalah


candaan cie cie ala remaja dulu, kembali dilontarkan, cie-cie yang ga pulang


sendiri lagi, cie cie ada yang nungguin,  pajak jadian jangan lupa. Yah begitulah lontaran candaan temen-temenku.


Secara resmi aku belum mempunyai ikatan apa-apa dengan dita,

__ADS_1


hanya teman dekat, tapi tak bisa dipungkiri aku memang ada perasaan dengan dia.


Tapiiii.


__ADS_2