
"Perempuan itu yang akan kuceritakan dalam goresan kertas hidupku.
Sebelum lebih lanjut, aku ingin menggaris bawahi, bahwa aku ingin menceritakan tentang perasaanku padaperempuan itu.
Karena dia orang yang pertama yang membuatku serius dalam menjalani sebuah ikatan perasaan…"
Perkenalan
Aku Menghampiri Perempuan yang sudah menungguku diruang Tamu Sekretariat Komunitasku.
Hallo mas aku Dita Novianka, aku dari organisasi Jurnalistik
Kampus X, ucapnya Sambil mengulurkan tangannya.
Iya Aku rian, ada apa yah mbak?.“ balas ku sambil membalas jabatan tanganya.
Aku mw berdiskusi dengan acara seminar tadi dan tentangkomunitas ini, Jawabnya
Oke silahkan mbak” balasku…
Tanpa Mengulur waktu Kami memulai berdiskusi tentang seminar yang telah komunitasku angkat, diantara point-point yang kami bahas adalah tentang tujuan seminar Pendidikan Anti Korupsi, Out putnya. Serta Tujuan Komunitas kami terbentuk, Program-program kerja apa saja yang akan dilakukan, mengingat komunitas yang kami bentuk tergolong baru dan menjadi wajah baru dikampus kami.
Singkat cerita diskusi telah selesai, Hasil diskusi tersebut akan diterbitkan edisi minggu depan oleh pihak jurnalistik Kampus.
Baiklah mas, aku rasa cukup, Makasih udah meluangkan waktunya, tapi boleh aku minta soft copy file-file materi seminar tadi? Tanya
Bisa sih mbak, tapi filenya ga sama aku sama Divisi acara,dan mereka lagi ga disini, gimana kalau nanti aku kabarin ? tinggalin aja nomor hp mbak” balasku
Oke deh, ni nomor ku 0857xxxxxx, oh ya btw jangan panggil mbak, dong panggil dita aja kita lagian seangkatanpun, ucapnya
Ehh iya aku panggil dita aja, oke dita nanti aku sms yah
balasku
Aku pamit dulu yah rian, makasi yah. Ucapnya sambil
meninggalkan sekretariatku.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Gambaran Waktu Lokasi dan Tokoh.
Kampus Ku Adalah salah satu Universitas yang Tertua
Dikawasan barat Indonesia, Termasuk Kampus Favorit dipulau ini, Kampusku Tereletak dipinggir
Kota Perbatasan Ibu Kota Provinsi dengan Kabupaten, Kampus terletak diatas
Bukit yang masih begitu asri dengan pohon-pohon yang masih kokoh berdiri, dan
bangunan Kampusku tergolong unik bangunan nya hampir sama semua, jika anak baru
mungkin akan bingung membedakan bangunan kampusku.
Entah Mengapa Aku bisa lulus Di kampus ini aku masih tak
yakin dengan diriku, yah mungkin takdir Tuhan.
Aku Masuk dikampus ini Tahun 2008, penuh perjuangan aku
untuk membayar uang Pangkal atau sebutan lainya, karena ada jasa-jasa orang
yang membantuku untuk melanjutkan sekolah Keperguruan tinggi, nantiku
Keceritakan dilain kesempatan, Pada zamanku kampusku belum menerapkan system UKT
seperti diera kekinian ini. System pembayaran uang kuliahku, ada uang pangkal dan
uang semester, dengan nominal yang sama tiap semester dan ini ditentukan dengan jurusan yang
kita pilih. Berbeda dengan UKT (uang kuliah tunggal) yang tergantung dari hasil
penelian pendapatan orang tua, setauku seperti itu namun untuk lebih jelas
silahkan googling saja dengan sumber yang valid.
Dikampus ini aku mengenal tentang pertemanan yang tanpa
memandang status social, tujuan kami disini untuk menimba ilmu, namun tetap
saja masih ada mereka-mereka yang bergaul dengan yang selevel dengan kalangan
mereka, yah hanya segelintir.
Dikampus ini aku mengenal dengan semangat berorganisasi, yah
tak perlu kamu juara 1 pintar dikelas, untuk masuk kedalam organisasi, seperti
di zaman sekolahku (ini yang aku rasakan bukan berarti semua sekolah sama semua,
tergantung pernilian masing) dikampus ini mereka yang ada niat belajar
berusaha bersama saling membesarkan ayo masuk.
demikian sedikit gambaran Kampusku.
\=\=\=
Tokoh
Dita Novianka, Perempuan Bekacamata ini Aktif didunia
jurnalistik Universitasku, gadis ini mempunyai cara pandang hidup yang matang,
__ADS_1
analisis yang cukup tajam dalam merespon berbagai isu yang sedang hangat
dikampusku. Dan selalu melihat dua sisi pandang terkait masalah, isu yang
sedang hangat diperbincangkan, perempuan ini asik dalam bertukar pikiran,
mungkin didikan dari organisasinya bisa membentuk karakternya seperti itu.
Nah Bagaimana dengan Peroalan Persaaan? Nantiku ceritakan dirangkaian cerita
ini.
Rian sanjaya, Aku memiliki kekarkter yang biasa-biasa saja,
selalu ingin memperbanyak teman, dan namun aku masih merasa kosong, sehingga
aku butuh belajar dalam menjalani kehidupan kampus dan dunia nyata, Organisasi
tempatku belajar. Pertemanan,Persaudaraan, Pahit manis perjuangan menuju
Wisuda.
\=\=\=\=
Kembali lagi Kepertemuanku dengan dita, singkat cerita aku
telah selesai rapat evaluasi acara, aku teringat aku ada janji memberikan
file-file materi seminar tadi kepada dita, aku tidak memberikan kabar kepadanya
bahwa file tersebut sudah ditanganku, namun aku berinisiatif untuk mendatangi
kesekretariatan organisasinya, karena pusat aktifitas mahasiswa dikampusku
masih satu gedung jadi tak ada salahnya aku berjalan-jalan mengunjungi
organisasi lain.
Singkat cerita Tibalah aku ditempat tujuanku.
Permisi sahut ku didepan pintu, ada mbak dita mas? Tanyaku
pada sesorang yang ada didalam ruangan.
Nyari mbak dita yah mas, aduh dia lagi keluar tu mas, aku
kabarin dulu yah, masuk aja dulu mas, Ucap sesorang itu .
Owh lagi keluar yah mas, ya udah aku tunggu diluar aja mas,
jawabku.
Selang beberapa 20 menit, sosok yang ku cari datang
kearahku.
Engga kok mbak santai aja, jawabku
Aduh aku engga enak ini, kenapa ga sms aja mas? Biar aku aja
yang jemput. Jawabnya
Ga apa-apa kok mbak, aku juga mau pulang juga sebelum pulang
aku mampir dulu kesini yah sekalian liat-liat sekretariatan organisasi yang
lain. Balasku
Ayo mas masuk dulu, sekalian aku mau ambil laptop didalem,
ucapnya
Eh ga usah mbak aku nunggu disini aja, ga apa-apa kok,
balasku.
Disetiap sekretariatan organisasi dikampusku terdapat kursi
disebelah pintu masuk sekretariatan, aku duduk disitu.
Dita menghampiriku dia duduk disebelahku, aku menyerahkan
file tersebut, kami sambil bercerita tentang aktifitas kami, tentang kuliah, asal
daerah, dan dari sini kami mulai satu frekuensi, sebenarnya aku ingin
mengakhiri obrolan ini, namun dita mulai berinisiatif mengajakku kekantin untuk makan bersama
kebetulan hari sudah sore dan aku masih lapar, aku menyetujui ajakannya. Dan sekalian
langsung pulang ke Kontrakan Masing-masing.
Singkat cerita kami sudah dikantin, aku memulai kembali
obrolan mengenai hal pribadi.
Kenapa kuliah disini dita ? tanyaku memulai obrolan
Yah karena lulus hehehe, jawabnya sambil tertawa
Iya kalau itu mah aku tau, mungkin ada alasan-alasan
tertentu kali yang keluar dari mulut aktifis candaku,
__ADS_1
Aktifis apaan, aku cuman karena hobi aja ikut organisasi,
kamu tu yang aktifis hampir tiap hari di gedung secretariat, mungkin kamu tidur
juga disekretariatan kali, hehee, aku kuliah disini karena saran orang tua dan g
a terlalu jauh lokasi kampus dari daerahku jawabnya.
Ohh begitu balasku, (karena dia sudah memulai memanggilku
kamu yah aku mulai menyesuaikan diri dengan tidak menyebut namanya dalam setiap
panggilanku)
Kamu ga punya pacar ucapku polos…
Ye baru kenal udah nanya-nanya pacar, mau pdkt sama aku, jawabnya
sambil tertawa,
Yah kan ga enak aja aku bareng kamu, nanti pacar kamu marah,
jawabku dengan alasan basi cowok kalau deketin cewek
Menurutmu? Cari tau lah kalau mau pdkt sama aku hehehe,
tawanya
Ya kali secepat itu aku nyari tau emang aku peramal, jawabku
Dia mengalihkan topik dengan membalikkan pertanyaan itu
kepadaku.
Kalau kamu sendiri udah punya pacar? tanyanya
Yah aku yang nanya duluan malah dia balik nanya, sambungku,
Mau jawab ga? Kalau ga mau yah ga pa pa, balasnya sambil
dengan muka ngeselin
Iya ku jawab, aku ga ada pacar aku sibuk dengan urusanku
sendiri jawabku..
Ya iyalah ga punya pacar hidup kamu habis dengan teman-teman
kamu, rapat-rapat, pantesan jomblo, candanya
Aku hanya menanggapinya dengan senyuman, memang betul sih
apa yang iya katakan, setelah hampir mendekati tahun ke 2 aku kuliah sampai aku
bertemu dita ditahun ke 2 aku kuliah aku memang ga kepikiran punya pacar,
waktuku habis kuliah tugas, organisasi.
Nah pertanyaanku gimana dijawab dong buk ucapku,
Iya iya santai dong takut amat ga dijawab,hehehe, aku sempet
punya pacar tapi baru sebulan yang lalu aku udah putus. Jawabnya
Kami melanjutkan obrolan kami, aku kembali melontarkan pertanyaan
tentang permasalahan perasaan dia dimasa lalu, dia menjelaskan secara detail,
kepadaku aku mendengarkan dengan seksama, entah kenapa dia berani terbuka
kepadaku tentang masalah pribadinya, dan diapun mengakui entah kenapa dia bisa seterbuka
ini kepadaku.
Hari sudah mulai gelap kami beranjak dari kantin menuju
kekontrakan masing-masing, aku mengantarkan dia kekontrakannya.
Komunikasi kami berlanjut, kami sering telpon-telponan,kami
sering pergi kekampus berdua, pulang janjian bareng, kurang lebih hampir satu
bulan kedekatan kami, Hari-hari ku mulai berubah, aku mulai membagi waktuku
untuk dia, aku juga belajar banyak dari dia yang bisa membagi waktu pribadiku,
membagi skala prioritas, adakalanya kita harus meluangkan waktu untuk diri kita
sendiri dan tidak selalu menghabiskan waktu bersama teman-teman dan organisasi.
Yang biasa-biasanya aku pulang selalu sendiri, sekarang aku
punya aktifitas menunggu seseorang, yaitu dita agar kami bisa berbarengan
pulang. Terkadang dia yang menunggu aku dan sebaliknya akupun begitu, hal ini
membuat temen-temenku mulai menjadika aku topic bercandaan, yah biasalah
candaan cie cie ala remaja dulu, kembali dilontarkan, cie-cie yang ga pulang
sendiri lagi, cie cie ada yang nungguin, pajak jadian jangan lupa. Yah begitulah lontaran candaan temen-temenku.
Secara resmi aku belum mempunyai ikatan apa-apa dengan dita,
__ADS_1
hanya teman dekat, tapi tak bisa dipungkiri aku memang ada perasaan dengan dia.
Tapiiii.