Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)

Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)
Episode 6


__ADS_3

Singkat cerita kami telah sampai dikontrakan dita, aku


memarkirkan motorku, didepan kontrakan dita , aku duduk di kursi diluar


kontrakan dita, yah kontrakan ini sudah dipersiapkan tempat untuk berkunjung


para tamu yang datang, untuk jam kunjungan pria hanya diperbolehkan MAX Jam 9


malam. Dita masuk kekontrakannya untuk meletakan barang bawaanya. Setelah dita


selesai, dita menghampiriku dan kami memulai obrolan. Aku tau susasana hati


perempuanku ini sedang tidak baik, aku ingin mendengarkan keluh kesahnya…


\====


Kamu kenapa cemberut gita, tanyaku,


Hmm Ga tau kenapa semakin Kesini aku bawaanya mellow aja aku


bingung dengan diriku sendiri, (sambil ia meneteskan air mata) Kenapa aku


seperti anak kecil kayak gini, padahal kita cuman ga ketemu hanya beberapa


bulan, baru kali ini aku diperlakukan berbedan Laki-laki,


yah sejak pertama kita kenal aku ingin menunjukkan bahwa aku


terlihat dewasa, tegar, seolah ga butuh orang, tapi lama kelamaan aku sadar aku


juga manusia biasa, butuh seseorang yang menguatkanku,


dan aku malah berbanding terbalik dengan kamu, malah aku


yang egois selalu ingin kamu selalu ada untuk aku, aku pernah berpikir bahwa


kamu ga akan tahan dengan sikap aku kayak gini, tapi nyatanya kamu secara perlahan


bisa ngimbangi aku.


Perlakukanmu yang halus, menuruti keinginanku, dan kamu


punya cara sendiri menolak keinginanku, Yah caramu yank, caramu yang selalu

__ADS_1


mengalihkan perhatianku dengan  apa yang


belakang bertolak dengan logikamu.


Ga semua laki-laki bisa seperti kamu, mungkin jika orang


lain di posisi kamu, aku akan mendapatkan perdebatan yang berujung


bertengkaran.


Dan asal Kamu tau, aku sekarang  menjadi ketergantungan terhadap kamu, kamu


menjadi candu buatku. Yank.


Sekarang  aku menjadi kekanakan, yang belum mencoba melewati hari-hariku tanpa kamu tapi aku sudah


berpikiran yang aneh-aneh.


Jujur yank saat menjalani hari-hariku yang baru akan ada


penyesuiaaan diri, pada masa penyesuaian diri inilah perasaanku yang akan mulai


rapuh, dan aku takut masuk orang baru yang mengisi kekosongan perasaanku ini. Dan


Itu yang sebenarnya yang kutakutkan yank. Jelas dita panjang


lebar air matanya terus mengalir..


Dan aku mulai menenangkanya merangkulnya dan menghapus air


matanya….


Setelah ia mulai tenang. Aku membalas penjelasanya.


Kita cuman Bisa menjalani apa yang telah kita rencankan,


kita tidak pernah tau kedepanya akan bagaimana, kita hanya bisa berharap apa


yang kita rencanakan sesuai dengan kenyataan,


Namun tidak ada salahnya kita bersikap optimis yank, kamu


buang jauh-jauh pikiran kamu itu, cobalah untuk mengarahkan pikiran kamu bahwa

__ADS_1


apa yang kamu pikirkan tidak akan pernah terjadi. Aku yakin kamu bisa yank, aku


pikir ini hanya tahap awal menguji hubungan kita, perjalanan kita masih panjang


masih banyak tantangan yang mesti kita hadapi sayang.


Nantinya aku akan sering mengunjungimu, disana yank. Ucapku berusaha


menenangkanya…


Aku memulai candaanku terhadapnya, kamu cantik loh kalau


nangis ucapku sambil tertawa.


Apaan sih yank aku malu tau, kamu ngeledek aku… balas dita


sambil memukul bahuku..


Iya loh cantik banget kayak anak kecil ga dibolehin makan


permen, atau kamu mau dibeliin permen candaku..


Aaahhhh… males aahhh.. kesell ama kamu, respon dita mencubit


bahuku,


dan aku merangkulnya dan akupun mengucapkan hubungan kita


akan baik-baik saja, asalkan kamu yakin dengan diri kamu. Aku sayang Kamu”


Ditapun membalas ucapanku, aku juga sayang kamu,dan dia


bersandar dibahuku, moment seperti ini membuat kami, seolah-olah  akan berpisah begitu lama.


Sebenarnya aku tak pernah berpikir perpisahan kami yang


singkat ini, akan menjadi masalah nantinya dengan hubungan kami, aku hanya


berharap semua akan baik-baik saja.


Waktu telah menunjukkan jam 9 malam, aku berpamitan dengan


dita untuk pulang.

__ADS_1


__ADS_2