
Singkat cerita kami telah sampai dikontrakan dita, aku
memarkirkan motorku, didepan kontrakan dita , aku duduk di kursi diluar
kontrakan dita, yah kontrakan ini sudah dipersiapkan tempat untuk berkunjung
para tamu yang datang, untuk jam kunjungan pria hanya diperbolehkan MAX Jam 9
malam. Dita masuk kekontrakannya untuk meletakan barang bawaanya. Setelah dita
selesai, dita menghampiriku dan kami memulai obrolan. Aku tau susasana hati
perempuanku ini sedang tidak baik, aku ingin mendengarkan keluh kesahnya…
\====
Kamu kenapa cemberut gita, tanyaku,
Hmm Ga tau kenapa semakin Kesini aku bawaanya mellow aja aku
bingung dengan diriku sendiri, (sambil ia meneteskan air mata) Kenapa aku
seperti anak kecil kayak gini, padahal kita cuman ga ketemu hanya beberapa
bulan, baru kali ini aku diperlakukan berbedan Laki-laki,
yah sejak pertama kita kenal aku ingin menunjukkan bahwa aku
terlihat dewasa, tegar, seolah ga butuh orang, tapi lama kelamaan aku sadar aku
juga manusia biasa, butuh seseorang yang menguatkanku,
dan aku malah berbanding terbalik dengan kamu, malah aku
yang egois selalu ingin kamu selalu ada untuk aku, aku pernah berpikir bahwa
kamu ga akan tahan dengan sikap aku kayak gini, tapi nyatanya kamu secara perlahan
bisa ngimbangi aku.
Perlakukanmu yang halus, menuruti keinginanku, dan kamu
punya cara sendiri menolak keinginanku, Yah caramu yank, caramu yang selalu
__ADS_1
mengalihkan perhatianku dengan apa yang
belakang bertolak dengan logikamu.
Ga semua laki-laki bisa seperti kamu, mungkin jika orang
lain di posisi kamu, aku akan mendapatkan perdebatan yang berujung
bertengkaran.
Dan asal Kamu tau, aku sekarang menjadi ketergantungan terhadap kamu, kamu
menjadi candu buatku. Yank.
Sekarang aku menjadi kekanakan, yang belum mencoba melewati hari-hariku tanpa kamu tapi aku sudah
berpikiran yang aneh-aneh.
Jujur yank saat menjalani hari-hariku yang baru akan ada
penyesuiaaan diri, pada masa penyesuaian diri inilah perasaanku yang akan mulai
rapuh, dan aku takut masuk orang baru yang mengisi kekosongan perasaanku ini. Dan
Itu yang sebenarnya yang kutakutkan yank. Jelas dita panjang
lebar air matanya terus mengalir..
Dan aku mulai menenangkanya merangkulnya dan menghapus air
matanya….
Setelah ia mulai tenang. Aku membalas penjelasanya.
Kita cuman Bisa menjalani apa yang telah kita rencankan,
kita tidak pernah tau kedepanya akan bagaimana, kita hanya bisa berharap apa
yang kita rencanakan sesuai dengan kenyataan,
Namun tidak ada salahnya kita bersikap optimis yank, kamu
buang jauh-jauh pikiran kamu itu, cobalah untuk mengarahkan pikiran kamu bahwa
__ADS_1
apa yang kamu pikirkan tidak akan pernah terjadi. Aku yakin kamu bisa yank, aku
pikir ini hanya tahap awal menguji hubungan kita, perjalanan kita masih panjang
masih banyak tantangan yang mesti kita hadapi sayang.
Nantinya aku akan sering mengunjungimu, disana yank. Ucapku berusaha
menenangkanya…
Aku memulai candaanku terhadapnya, kamu cantik loh kalau
nangis ucapku sambil tertawa.
Apaan sih yank aku malu tau, kamu ngeledek aku… balas dita
sambil memukul bahuku..
Iya loh cantik banget kayak anak kecil ga dibolehin makan
permen, atau kamu mau dibeliin permen candaku..
Aaahhhh… males aahhh.. kesell ama kamu, respon dita mencubit
bahuku,
dan aku merangkulnya dan akupun mengucapkan hubungan kita
akan baik-baik saja, asalkan kamu yakin dengan diri kamu. Aku sayang Kamu”
Ditapun membalas ucapanku, aku juga sayang kamu,dan dia
bersandar dibahuku, moment seperti ini membuat kami, seolah-olah akan berpisah begitu lama.
Sebenarnya aku tak pernah berpikir perpisahan kami yang
singkat ini, akan menjadi masalah nantinya dengan hubungan kami, aku hanya
berharap semua akan baik-baik saja.
Waktu telah menunjukkan jam 9 malam, aku berpamitan dengan
dita untuk pulang.
__ADS_1