
RIAN
Rencana Terbaik Adalah rencana
Sang Penentu Takdir,
Aku menyusun sebuah Rencana yang
dipatahkan oleh Takdir,Aku menggambar lukisan dibingkai oleh tangan orang lain,
Seperti itu lah sebuah rasa yang ku gambarkan dengan kondisi patah hatiku.
Cinta,Cinta dan Cinta, aku tidak
bisa mengartikan sebuah makna cinta seperti sang penyair,
Berbicara tentang cinta mereka
yang bijak mengatakan\, ***(cinta bisa merubah segalanya\, bagaikan kematian) yang
membuat manusia jatuh sedalam dalamnya, pergi ditinggalkan orang yang
disayangi, merubah sebuah kebahagiaan menjadi penderitaan,
Sebegitu menderitanya aku
ditinggal cinta? Tidak Kawan , Cinta tidak hanya terfokus kepada sang kekasih
hati…..
Aku hanya sedikit memaknaii syair
tentang cinta, pada kondisi yang kualami, seseorang dapat berubah dalam waktu
sebentar saja, jika sudah menemukan perasaan yang baru, yah tidak perlu
berlama-lama melakukan pendekatan kepada sesorang, untuk membuat ia jatuh Hati !!!, hanya saja butuh kesesuaian jiwa antara kedua insan, mungkin
ia menemukan kesesuaian dan kenyamanan yang ia butuhkan..
Dan mungkin pada diriku ia tidak
menemukan itu..
Hidup tak sekedar bicara dengan
perasaan, komitmen, ikatan yang diucapkan oleh lisan, Masih banyak hal yang
lebih penting bukan untuk dipikirkan, dikerjakan? Jika semua orang diciptakan
tanpa Nafsu Takkan ada hati-hati yang terluka bukan? Apakah Aku mengugat Semua
pemberian Sang Penentu Takdir? Tidak…..
Aku hanya Manusia yang sedang
dalam proses pendawasaan diri, sedang menentukan jalan panjang menuju Manusia
yang melapangkan hati dan mengimbangi Pemberian Takdir.
Aku sedang masuk dalam lubang
perasaan yang membunuh diriku sendiri…..
Aku terbunuh dengan rasa sayang
__ADS_1
yang berlebihan…..
Kondisi ini membuatku berusaha belajar
untuk berbesar hati menerima kenyataan…
Kondisi ini membuatku
berhati-hati untuk memberikan perasaan terhadap lawan jenis..
Kondisi ini Membuatku berpikir
untuk membuat sebuah komitmen atas sebuah ucapan lisan…
Kondisi ini membuatku sedikit
tidak peduli dengan sebuah tali kasih antara dua insan.
Yah sudah lah, aku hanya butuh
waktu untuk menormalakan perasaanku kembali, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Aku tidak dendam dengan apa yang
ia lakukan kepadaku, aku bisa memaafkan dia, hanya saja butuh waktu untuk
menutup semua rasa kepedihan ini…
Aku kembali melanjutkan hidupku
sebagaimana mestinya, meneruskan sebuah tanggung jawab sebagai mahasiswa menamatkan
studiku dikampus ini…
Aku tidak mau langkah ku terhenti
Menyelesaikan skripsiku dan
wisuda…… hanya itu untuk saat ini yang perlu ku kejarkan.
\====
Hidup ini penuh misteri, disaat
aku sedang memperbaiki hatiku, ada sesorang yang datang menemaniku,
Sarah Perempuan yang hadir disaat
aku sedang berusaha melupakan sesorang..
Aku tak ada rencana untuk
mendekatinya, menargetkannya untuk menjadi orang yang mengisi hatiku, karena
pada saat ini aku menikmati kebebasan untuk memberikan waktu luang kepada
siapapun, karena aku tak perlu memikirkan ketersinggungan, kecemburuan
seseorang…
Perjalanan kami ke Villa diatas
Bukit Bengawan, membuat aku semakin dekat dengan sarah,, Seorang calon diplomat
berubah menjadi biro jodoh lebih tepatnya, aku sudah tau apa yang ada dipikiran
__ADS_1
seorang vera, gerak geriknya membuat settingan memberikan kami berdua waktu
untuk berbicara, yah vera sang pelakunya, aku paham vera memang dekat dengan
sarah, bagaikan perempuan kembar yang tak mau terpisahkan…
Suasana tegang, canggung, sudah
mulai cair semenjak malam itu aku berbincang dengan sarah, menemaninya
menikmati pemandangan di atas bukit ini, mengantarkan kami dalam sebuah
pertemanan yang wajar, mulai dari berpoto berdua, dan kegiatan-kegiatan yang
aku lakukan bersama teman-temanku disana, hampir tiap waktu sarah menemaniku,
yah semua itu terjadi secara alami saja.
Dan tak lupa hana, temanku dari
awal aku masuk kuliah, yang selalu menjadi makanan sehari-hari kami dengan
kecentilanya…. Hana aku memandangnya sebagai teman yang sangat peduli dengan
yang lainnya,.. aku sudah memperhatikannya sejak lama… aku tidak pernah merasa
risih apabila didekatnya karena aku bukan memandang ia dari covernya saja dari
tingkahnya centilnya.. dia salah satu yang peduli denganku disaat aku
dikerumuni oleh para (S*ni*r )(S*k) Berkuasa dikampusku.
Hana mulai paham dengan
kedekatanku dengan sarah, ia mulai menjauh dariku, sebagaimana ketika aku masih
punya pacar terdahulu…
Kembali kesarah, aku tidak mau
menjadi orang yang terlalu percaya diri, seolah-olah sarah mempunyai perasaan
kepadaku, walaupun vera telah member kode kepadaku, tapi aku hanya berpikir
untuk mempunyai teman baru saling bertukar pikiran, yang kebetulan nyambung dan
satu frekuensi… yah hanya sebatas itu saja..
Dan lagi pula aku juga bukan
siapa-siapa, bukan dari kalangan yang menengah keatas, yang sekelas sarah, yah
sebagaimana aku mempunyai teman yang asik aja. Walaupun sedikit-sedikit
menyerempet obrolan tentang perasaan dalam candaan.
Karena akan terlalu cepat aku
mengambil sebuah kesimpulan sendiri dan kondisi perasaanku belum stabil dan aku
belum memikirkan kearah sebuah perasaaan.
\====
***(Cinta\, seperti kematian\, mengubah segalanya).Khalil Gibran
__ADS_1
Penulis Mengolah pemaknaan kata dari kutipan Khalil Gibran.