Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)

Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)
Episode 21 (SANG PENENTU TAKDIR) RIAN


__ADS_3

RIAN


Rencana Terbaik Adalah rencana


Sang Penentu Takdir,


Aku menyusun sebuah Rencana yang


dipatahkan oleh Takdir,Aku menggambar lukisan dibingkai oleh tangan orang lain,


Seperti itu lah sebuah rasa yang ku gambarkan dengan kondisi patah hatiku.


Cinta,Cinta dan Cinta, aku tidak


bisa mengartikan sebuah makna cinta seperti sang penyair,


Berbicara tentang cinta mereka


yang bijak mengatakan\, ***(cinta bisa merubah segalanya\, bagaikan kematian) yang


membuat manusia jatuh sedalam dalamnya, pergi ditinggalkan orang yang


disayangi, merubah sebuah kebahagiaan menjadi penderitaan,


Sebegitu menderitanya aku


ditinggal cinta? Tidak Kawan , Cinta tidak hanya terfokus kepada sang kekasih


hati…..


Aku hanya sedikit memaknaii syair


tentang cinta, pada kondisi yang kualami, seseorang dapat berubah dalam waktu


sebentar saja, jika sudah menemukan perasaan yang baru, yah tidak perlu


berlama-lama melakukan pendekatan kepada sesorang, untuk membuat ia jatuh Hati !!!, hanya saja butuh kesesuaian jiwa antara kedua insan, mungkin


ia menemukan kesesuaian dan kenyamanan yang ia butuhkan..


Dan mungkin pada diriku ia tidak


menemukan itu..


Hidup tak sekedar bicara dengan


perasaan, komitmen, ikatan yang diucapkan oleh lisan, Masih banyak hal yang


lebih penting bukan untuk dipikirkan, dikerjakan? Jika semua orang diciptakan


tanpa Nafsu Takkan ada hati-hati yang terluka bukan? Apakah Aku mengugat Semua


pemberian Sang Penentu Takdir? Tidak…..


Aku hanya Manusia yang sedang


dalam proses pendawasaan diri, sedang menentukan jalan panjang menuju Manusia


yang melapangkan hati dan mengimbangi Pemberian Takdir.


Aku sedang masuk dalam lubang


perasaan yang membunuh diriku sendiri…..


Aku terbunuh dengan rasa sayang

__ADS_1


yang berlebihan…..


Kondisi ini membuatku berusaha belajar


untuk berbesar hati menerima kenyataan…


Kondisi ini membuatku


berhati-hati untuk memberikan perasaan terhadap lawan jenis..


Kondisi ini Membuatku berpikir


untuk membuat sebuah komitmen atas sebuah ucapan lisan…


Kondisi ini membuatku sedikit


tidak peduli dengan sebuah tali kasih antara dua insan.


Yah sudah lah, aku hanya butuh


waktu untuk menormalakan perasaanku kembali, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


Aku tidak dendam dengan apa yang


ia lakukan kepadaku, aku bisa memaafkan dia, hanya saja butuh waktu untuk


menutup semua rasa kepedihan ini…


Aku kembali melanjutkan hidupku


sebagaimana mestinya, meneruskan sebuah tanggung jawab sebagai mahasiswa menamatkan


studiku dikampus ini…


Aku tidak mau langkah ku terhenti


Menyelesaikan skripsiku dan


wisuda…… hanya itu untuk saat ini yang perlu ku kejarkan.


\====


Hidup ini penuh misteri, disaat


aku sedang memperbaiki hatiku, ada sesorang yang datang menemaniku,


Sarah Perempuan yang hadir disaat


aku sedang berusaha melupakan sesorang..


Aku tak ada rencana untuk


mendekatinya, menargetkannya untuk menjadi orang yang mengisi hatiku, karena


pada saat ini aku menikmati kebebasan untuk memberikan waktu luang kepada


siapapun, karena aku tak perlu memikirkan ketersinggungan, kecemburuan


seseorang…


Perjalanan kami ke Villa diatas


Bukit Bengawan, membuat aku semakin dekat dengan sarah,, Seorang calon diplomat


berubah menjadi biro jodoh lebih tepatnya, aku sudah tau apa yang ada dipikiran

__ADS_1


seorang vera, gerak geriknya membuat settingan memberikan kami berdua waktu


untuk berbicara, yah vera sang pelakunya, aku paham vera memang dekat dengan


sarah, bagaikan perempuan kembar yang tak mau terpisahkan…


Suasana tegang, canggung, sudah


mulai cair semenjak malam itu aku berbincang dengan sarah, menemaninya


menikmati pemandangan di atas bukit ini, mengantarkan kami dalam sebuah


pertemanan yang wajar, mulai dari berpoto berdua, dan kegiatan-kegiatan yang


aku lakukan bersama teman-temanku disana, hampir tiap waktu sarah menemaniku,


yah semua itu terjadi secara alami saja.


Dan tak lupa hana, temanku dari


awal aku masuk kuliah, yang selalu menjadi makanan sehari-hari kami dengan


kecentilanya…. Hana aku memandangnya sebagai teman yang sangat peduli dengan


yang lainnya,.. aku sudah memperhatikannya sejak lama… aku tidak pernah merasa


risih apabila didekatnya karena aku bukan memandang ia dari covernya saja dari


tingkahnya centilnya.. dia salah satu yang peduli denganku disaat aku


dikerumuni oleh para (S*ni*r )(S*k) Berkuasa dikampusku.


Hana mulai paham dengan


kedekatanku dengan sarah, ia mulai menjauh dariku, sebagaimana ketika aku masih


punya pacar terdahulu…


Kembali kesarah, aku tidak mau


menjadi orang yang terlalu percaya diri, seolah-olah sarah mempunyai perasaan


kepadaku, walaupun vera telah member kode kepadaku, tapi aku hanya berpikir


untuk mempunyai teman baru saling bertukar pikiran, yang kebetulan nyambung dan


satu frekuensi… yah hanya sebatas itu saja..


Dan lagi pula aku juga bukan


siapa-siapa, bukan dari kalangan yang menengah keatas, yang sekelas sarah, yah


sebagaimana aku mempunyai teman yang asik aja. Walaupun sedikit-sedikit


menyerempet obrolan tentang perasaan dalam candaan.


Karena akan terlalu cepat aku


mengambil sebuah kesimpulan sendiri dan kondisi perasaanku belum stabil dan aku


belum memikirkan kearah sebuah perasaaan.


\====


***(Cinta\, seperti kematian\, mengubah segalanya).Khalil Gibran

__ADS_1


Penulis Mengolah pemaknaan kata dari kutipan Khalil Gibran.


__ADS_2