Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)

Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)
Episode 26


__ADS_3

RIAN


Kupandangi Sarah terlihat cantik, dengan rambutnya yang dihembuskan


angin, Ia begitu menikmati suasana disore hari ini, Apakah SANG PENENTU TAKDIR


Memberikan aku seorang penggannti yang lebih tepat dari pada rencanku? Entah


lah, Aku terbawa suasanaMelihat Makhluk Yang di Ciptakan Begitu Indah… dalam


lamunanku….


“Rian…Riann… Jangan liatin aku seperti itu, aku malu tau.”


Ucap Sarah


“Rian…Rian………" Teriak Sarah


“Eh iya Sarah.” Ucapku terkejut


“Rian kamu liat gitu banget ih.” Ucap Sarah memukul bahuku


“Hehehe, aku terpesona liat sarah.” Ucapku tertawa


“Dasar cowok gombal, nanti udah sayang-sayang ditinggal.” Ucap


sarah tertawa


“Masa sih? Menurutmu aku seperti itu kah ?.” Tanyaku dengan


gayaku sok keren


“Mana aku tahu we.” Ucap Sarah sambil tertawa


Angin yang berhembus seolah mendukung suasana hati yang kami


rasakan. Aku mulai bingung apa yang ku rasakan.


“Rian boleh Sarah nanya sesuatu ?.” Ucap Sarah dengan nada


serius


“Boleh mau nanya apa?.” Ucapku


“Apakah kamu menikmati kesendirianmu? Apa engga ada


kepikiran untuk membuka hati untuk orang lain ?.” Ucap Sarah membuatku bingung

__ADS_1


“Hmmmm.” Ucapku menggantung


“Kalau Rian ga mau jawab ga apa-apa kok” Ucap Sarah merasa


bersalah


“Hmm, wajahnya jangan gitu, santai aja Sarah, aku jawab kok,


jujur aku sudah mulai menikmati kesendirian ini, dan aku juga bingung untuk


membuka hati, ada rasa takut untuk memulai komitment lagi, masih ada rasa


traumaku, tapi aku sadar tidak bisa seperti ini, aku hanya mencoba secara


perlahan memulai membuang rasa traumaku, aku ga tau bisa cepat atau lambat,


rasa ketakutan dan kecemasanku ini bisa hilang.” Ucapku menjelaskan dengan


senyuman


“Jika ada seseorang yang hadir untuk menghilangkan ketakutan


dan kecemasan, dan membuka lembaran baru, dalam kisah hidupmu, apakah Rian


tidak mau berjalan beriingan bersama orang itu, berjuang bersama?.”


mengerti apa yang kamu maksud.” Ucapku dalam hati


“Hmm…. Aku takut ada hati yang tersakiti dengan kondisiku


seperti ini, menjalani lembaran baru tapi hatiku tak sepenuhnya, terbagi dengan


rasa cemas dan takut yang ingin ku buang jauh-jauh, tak adil rasanya aku


membagi rasa sakitku untuk orang baru yang masuk dalam kehidupanku Sarah.” Ucapku


“Maaf Rian aku tidak bermaksud mengungkit masa lalumu,


semangat Rian.” Ucap Sarah tersenyum


“Ga apa-apa kok Sarah, santai aja, Sarah terimakasih sudah


menjadi temanku yang baik, walaupun kita belum lama kenal, tapi kamu menjadi


teman yang baik bagiku.” Ucapku


“Iya Rian, aku senang kok kenal dengan kamu dan bisa

__ADS_1


berteman.” Ucap Sarah


“Kita pulang yuk.” Ucap Sarah mengalihkan pembicaraan


Kami bergegas untuk pulang, dan dalam perjalanan Sarah


meminta untuk singgah ke Supermarket.


Setelah selesai dari Supermarket Kami menuju ke


Kontrakanku..


SKIP


Setelah sampai dikontrakan, sebelum aku turun


“Rian ini bawa buat kamu.” Ucap sarah memberikan sesuatu


dalam kantong plastic


“Apa ini Sarah ?, kok ada obat sama makanan.” Tanyaku


bingung


“Iya itu obat kamu Rian, ngapaen kita tadi ke Klinik kalau


buat ambil obat kamu, makanan itu buat kamu biar perut kamu ga kosong buat


ganjel, obatnya diminum ampe habis yah Rian.” Ucap Sarah


“Aduh aku ga enak jadinya sama kamu Sarah, Report kayak


gini.” Ucapku


“Santai aja Rian, kan


kita temen.” Ucap Sarah Tersenyum


“Kamu baik banget, makasih yah Sarah.” Ucapku mengakhiri


pembicaraan, dan aku berpamitan dengan Sarah, Sarah Tersenyum ketika aku


berpamitan.


Maafkan aku Sarah membuatmu bingung dengan sikapku, ucapku


dalam hati

__ADS_1


__ADS_2