Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)

Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)
Episode 12 “Kami Hanya Pelengkap dari Kisah Mereka.” (Sarah)


__ADS_3

Aku berpikir, orang lain saja bisa diperjuangkan rian,


bagaimana kalau ia bisa memperjuangkan aku, YA TUHAN Begitu Bahagianya Hambamu


ini, Bisa memiliki Laki-laki CIPTAAN MU. Begitulah rasa kekagumanku pada rian.


Tapi sayang dia sudah dimiliki oleh temanku sendiri,


walaupun aku tidak terlalu dekat dengan perempuan yang dimiliki rian.


Ini adalah sebuah rasa kekaguman yang lumrah di setiap


orang,  dan hanya untuk sesaat, seiring


berjalananya waktu akan terlupakan dengan mudah.


\===


“Kami Hanya Pelengkap dari Kisah Mereka.”


Kalimat ini aku pikir lebih tepat untuk menggambarkan


perjalanan KKN KU, Bagaimana kelanjutan ceritaku dengan Rian ?  Nanti akan kulanjutkan dalam perjalananKu di


desa ini.


Kegiatan-kegiatan yang memakasa kami untuk bertemu dengan


intensitas yang lebih sering,  membuat


kami mengenal karakter satu sama lainya, didalam kelompok ini. mereka-mereka


yang awalnya terlihat jaim, sudah mulai mengeluarkan kekonyolan mereka, satu


persatu mulai memperlihatkan karakter asli masing-masing.


Kami saling tolong dalam berbagai tugas, baik dalam tugas


program kerja pribadi, program kerja Kelompok, dan Tugas Rumah tangga. Tugas


rumah tangga yang dimaksud adalah Untuk yang perempuan secara bergantian memasak,


yah disini akan ketahuan yang tidak bisa memasak, yang biasanya dimasakin


sekarang harus memasak, tapi walaupun seperti itu kami saling membantu


teman-teman kami, dalam mengisi kekurangan tersebut. Kemudian para lelaki


ditugaskan untuk menimba air karena rumah yang kami tempati memakai sumur, dan


tidak jarang menggunakan air sungai. Dan paling membuat kaum lelaki males yaitu


nungguin emak-emak belanja, yah biasalah celoteh lelaki, perempuan kalau


belanja lama, rempong .


Kondisi desa yang kami tempati ini tidaklah terlalu maju,


jalan akses kedesa belum menggunakan aspal, jadi medan yang ditemua batu


kerikil, tanah tanah kuning, cukup berbahaya bagi seorang perempuan


mengendaraii motor, jika kami ingin keluar melakukan kegiatan, para kaum lelaki


akan mengantarkan kami. Yah seperti itulah keluarga kecil kami disini saling


melengkapi.


Dari sinilah aku mulai mengerti, dengan cerita-cerita mahasiswa


yang terlebih dahulu bagaimana bisa ada cinta diKKN, Setali 3 uang aku menjawab


sendiri dan menjadi saksi pelengkap dari kisah mereka yang dimabuk asmara.


Seiring berjalannya waktu, secara sadar atau tidak sadar


beberapa orang dari kami sudah mulai merasakan ada sesuatu dengan perasaan


mereka, aku sudah mencium pergerakan dari mereka kearah benih-benih cinta.


Bisa terlihat sudah dari keberangkatan kami menuju lokasi


kegiatan kami, mereka sudah menentukan pasangan masing-masing, dan terkadang


ada dari mereka yang mencuri-curi waktu kosong untuk pergi berdua menikmati


indahnya alam didesa ini, untuk memadu kasih diantar mereka.


Ega dengan rahmat, Dira dengan dani, yah itulah dari


beberapa diantara kami yang sedang dimabuk asmara.


Bagaimana dita? ….


Disuatu malam ketika itu kami belum bisa tidur, aku asik


bercerita dengan vera dan shintya menghubungi orangtuanya untuk melepaskan


kerinduanya, aku dan dita berbeda kamar sejak awal kami tinggal disini dita


mengisi dikamara tengah dan aku mengisi dikamar belakang, tembok yang ada


dikamar kami cukup kedap suara, jika kami sedang bergosip tentunya apa yang  kami bicarakan tidak akan terdengar jelas,


hanya suara-suara keributan biasa, hal ini sudah menjadi hal lumrah disetiap


malam kami, dan tetap kami masih tau batas kewajaran, terkecualii kami


teriak-teriak kayak dihutan.

__ADS_1


“Ver kamu ga ada yang tertarik dengan temen cowok kita?”


Tanyaku pada vera


“Hmm,ga ad kak, ga ada yang kayak oppa sih” bales vera


sambil menahan tertawa


“kamu ini ngehalu aja dapet orang korea, kamu keseringan


nonton drama korea ini” candaku dan kamipun menahan tawa berdua, aku kembali


melanjutkan obrolanku dengan vera.


“Tapi kamu ngerasa ga sih pacar temen kamu deket sama si X?


“ tanyaku pada vera


“biasa aja sih mbak, emang kebetulan aja kali mereka deket


kali, wajarlah kan emang kondisi kita emang perlu saling bantu-membantu, dan


mungkin kebetulan aja si X lebih sering ngebantu si dita” bales vera dengan


pikiran cueknya.


“Ya ampun vera kamu itu cewek atau cowok sih ga peka sama


sekali” balesku


“menurut mbak aja, aduh….. aku ceweklah mbak, kenapa sih


mbak sampe gitu banget” Tanya vera


“Ya kamu pikir aja sendiri ver, mana cowok yang deket-deket


banget sama cewek kalau ga ada modus” balesku,


“Masak sih mbak kok aku ga terlalu merhatiin yah” bales vera


“Coba deh kamu inget-inget deh kejadian belakangan ini,


waktu kepasar,waktu kita kesekolah, waktu kita kantor desa, waktu kita jalan


bareng-bareng, si X ama dita mulukan? Udah nempel kayak perangko” penjelasan ku


“Hmm, iya juga sih mbak, padahal beberapa cowok juga banyak


yang kosong motornya, tapi mereka berdua mulu yah?” jawab vera dengan penuh


penasaran


“yah makanya itu aku nanya pendapat kamu vera, vera vera”


jelasku sambil menggeleng-gelengkan kepala


“mbak kok sampai seditail itu sih, merhatiiin mereka, aku


bales vera


“Kamu aja kali yang ga merhatiin, coba deh kamu Tanya ama


yang lain deh vera sama ga ? dengan mbak” balesku


Selang beberapa waktu masuk lah shintya yang baru selesai


menghubungi orang tuanya,


“Lagi bahas apa sih mbak, serius amat kayaknya” Tanya shintia


kepada kami berdua penasaran


Vera menyambut pertanyaan shintya dengan penuh penasaran


“Eh shintya kamu ngerasa ga dita dengan si X ?” Tanya vera


Naluri gossip shintya keluar seketika


“iya ngerasa gitu sih nempel terus, tu orang bedua,eh  bukanya dita udah punya pacar yah? hmm, owh


iya rian temen jurusan kamu kan ver, yang waktu itu kesini kalau ga salah, lah


tu orang napa dah, udah punya pacar juga pun masih deket dengan cowok lain,


yang cowok juga ga mikir deketin anak orang” jawab shintya dengan ekspresi


emak-emak gosipnya.


“Nah kan bener ver bukan mbak aja yang ngerasaiin, shintya


juga sama dengan mbak”, jelasku


“Wah kasian temenku mbak, padahal rian itu banyak loh yang


suka, orang-orang aja pada ngiri ama dita, tau mereka pacaran, hmm termasuk


mbak sarah” canda vera sambil


Vera dan shintya berusaha menahan tawanya


“Apan sih ver shin, puas ya ngeledekin” balesku sambil


tersipu malu.


Vera kembali memulai obrolanya


“Gimana yah, aku sebenarnya males ikut-ikutan yang kayak


gini, ga mau ribet mbak, namun satu sisi rian temen aku, pantesan si dita

__ADS_1


terasa ngejauh ama aku mbak, mungkin dia ga enak kali sama aku.” Penjelasan ver


yang memulai kebingungan.


“Ya udah vera, kamu juga ga perlu report ikut campur urusan


mereka, nantinya akan ketahuan juga kalau memang ada yang salah”. ucapku


“Iya ver bener kata mbak sarah, palingan nanti sirian pasti


ngerasa ada yang beda ama ceweknya, dan pastinya rian akan hubungi kamu dan


nanya-nanya kekamu ver, nah kamu jawab seadany aja, ga usah ditambah-tambahin


biar aja rian yang nilai sendiri, dan engga mungkinlah mbak sarah yang


dihubunginya yang ada malah saling selingkuh nantinya” ucap shintya sambil tertawa


“Apaan sih shin ga jelas banget, ga mungkin mbak kayak gitu,


bukan karakter mbak mau sama orang yang udah punya pacar” balesku kesal.


“Tapi kalau udah putus pasti mau kan” ucap mereka berdua


kompak dan sambil menahan tawa


Aku tersipu malu dengan ucapan mereka dan Mereka sangat puas


menjahili aku, obroalan kami berlanjut dengan topic yang lain dan kami mulai


sudah ngantuk, kamipun tertidur.


Skip


Dan malam malam selanjutnya aku diberi tahu oleh vera bahwa


rian menghubungi vera, yah seperti yang sudah diprediksi shintya sebelumnya,


vera bercerita rian menanyakan tentang dita, vera menceritakan apa yang ia


ketehui dan memberikan keputusan sepenuhnya kepada rian terhadap informasi yang


vera berikan, vera mengatakan terdengar dari kejauhan suara kekecewaan rian.


Skip


Singkat cerita kami telah selesai melaksanakan kkn, yah


suasana kebersamaan kami tentunya akan kami rindukan ketika kami sudah memulai


aktifitas seperti biasa.. ketika kami sudah sampai dikota kami tempat belajar,


aku bertemu dengan rian yang sedang menunggu dita,… aku yang sedang berjalan


bersama vera menghampiri rian, vera asik mengobrol dengan rian dan aku hanya


sebagai pendengar yang baik dan sesekali memperhatikan wajahnya, obrolan mereka


terhenti ketika dita datang menghampiri rian, rian pergi dari hadapan kami, yah


aku pikir itu lah pertemuanku terakhir dengan rian, karena tidak ada moment


tertentu bisa mempertemukan kami.


Jarak rumahku kekampus ini bisa terbilang jauh butuh waktu 1


Jam, karena aku menunggu jemputan abangku, aku mengajak vera untuk mencari


sebuah kafe untuk bersantai, setelah kami selesai mengemas-ngemas barang bawaan


kami, kami berjalan menuju sebuah kafe diseberang sana, tanpa aku sadari vera


memanggil sesorang diseberang sana, seseorang itu menghentikan motornya. Sesorang


itu adalah rian.


Vera mengajak rian untuk duduk bersama kami disebuah kafe, aku


melihat dari raut wajahnya rian sebuah rasa kekecewaan, aku begitu kasihan


kepada rian, namun apalah daya, aku tidak bisa bersikap terlalu jauh, dan aku


hanya berharap rian bisa melewati masalahnya, tidak menggangu kuliahnya dan


rencana masa depanya.


Dan disebuah kafe itu adalah kesempatanku terakhir untuk


bisa sedikit mengenal rian. karena sebelumnya aku hanya mendengar cerita dari


vera.


Yah aku hanya bisa mendoakan yang terbaik buat dia.


Yah aku hanya sebuah pelengkap dari kisah mereka.


\===


Hallo semuanya Terimakasih Sudah Membaca Ceritaku...


Mohon Maaf Atas Segala Kekurangan dalam alur cerita dan cara penulisan yang jauh dari sempurna.


Terimakasih Atas masukan dari pembaca dan penulis senior,Menambah semangatku untuk lebih serius dalam menulis cerita...


Untuk sekedar informasi cerita pendek ini akan saya tamatkan dalam beberapa episode, kurang lebih dua atau tiga episode.


Untuk Keberlanjutan Kisah Sarah Jika memungkinkan akan dibuat di Season II atau dicerita Baru, Namun ini tergantung pada situasi kondisi pembaca dan masukan dari beberapa pihak.


"Untuk Kisah dita dan rian bagaimana? Sad Endingkah"

__ADS_1


Coba saja tebak dahulu, barang kali bener tebakanya hehehe


Thanks untuk semuanya, Tanpa peran serta kalian, aku tidak semangat untuk menulis :)


__ADS_2