
Aku berpikir, orang lain saja bisa diperjuangkan rian,
bagaimana kalau ia bisa memperjuangkan aku, YA TUHAN Begitu Bahagianya Hambamu
ini, Bisa memiliki Laki-laki CIPTAAN MU. Begitulah rasa kekagumanku pada rian.
Tapi sayang dia sudah dimiliki oleh temanku sendiri,
walaupun aku tidak terlalu dekat dengan perempuan yang dimiliki rian.
Ini adalah sebuah rasa kekaguman yang lumrah di setiap
orang, dan hanya untuk sesaat, seiring
berjalananya waktu akan terlupakan dengan mudah.
\===
“Kami Hanya Pelengkap dari Kisah Mereka.”
Kalimat ini aku pikir lebih tepat untuk menggambarkan
perjalanan KKN KU, Bagaimana kelanjutan ceritaku dengan Rian ? Nanti akan kulanjutkan dalam perjalananKu di
desa ini.
Kegiatan-kegiatan yang memakasa kami untuk bertemu dengan
intensitas yang lebih sering, membuat
kami mengenal karakter satu sama lainya, didalam kelompok ini. mereka-mereka
yang awalnya terlihat jaim, sudah mulai mengeluarkan kekonyolan mereka, satu
persatu mulai memperlihatkan karakter asli masing-masing.
Kami saling tolong dalam berbagai tugas, baik dalam tugas
program kerja pribadi, program kerja Kelompok, dan Tugas Rumah tangga. Tugas
rumah tangga yang dimaksud adalah Untuk yang perempuan secara bergantian memasak,
yah disini akan ketahuan yang tidak bisa memasak, yang biasanya dimasakin
sekarang harus memasak, tapi walaupun seperti itu kami saling membantu
teman-teman kami, dalam mengisi kekurangan tersebut. Kemudian para lelaki
ditugaskan untuk menimba air karena rumah yang kami tempati memakai sumur, dan
tidak jarang menggunakan air sungai. Dan paling membuat kaum lelaki males yaitu
nungguin emak-emak belanja, yah biasalah celoteh lelaki, perempuan kalau
belanja lama, rempong .
Kondisi desa yang kami tempati ini tidaklah terlalu maju,
jalan akses kedesa belum menggunakan aspal, jadi medan yang ditemua batu
kerikil, tanah tanah kuning, cukup berbahaya bagi seorang perempuan
mengendaraii motor, jika kami ingin keluar melakukan kegiatan, para kaum lelaki
akan mengantarkan kami. Yah seperti itulah keluarga kecil kami disini saling
melengkapi.
Dari sinilah aku mulai mengerti, dengan cerita-cerita mahasiswa
yang terlebih dahulu bagaimana bisa ada cinta diKKN, Setali 3 uang aku menjawab
sendiri dan menjadi saksi pelengkap dari kisah mereka yang dimabuk asmara.
Seiring berjalannya waktu, secara sadar atau tidak sadar
beberapa orang dari kami sudah mulai merasakan ada sesuatu dengan perasaan
mereka, aku sudah mencium pergerakan dari mereka kearah benih-benih cinta.
Bisa terlihat sudah dari keberangkatan kami menuju lokasi
kegiatan kami, mereka sudah menentukan pasangan masing-masing, dan terkadang
ada dari mereka yang mencuri-curi waktu kosong untuk pergi berdua menikmati
indahnya alam didesa ini, untuk memadu kasih diantar mereka.
Ega dengan rahmat, Dira dengan dani, yah itulah dari
beberapa diantara kami yang sedang dimabuk asmara.
Bagaimana dita? ….
Disuatu malam ketika itu kami belum bisa tidur, aku asik
bercerita dengan vera dan shintya menghubungi orangtuanya untuk melepaskan
kerinduanya, aku dan dita berbeda kamar sejak awal kami tinggal disini dita
mengisi dikamara tengah dan aku mengisi dikamar belakang, tembok yang ada
dikamar kami cukup kedap suara, jika kami sedang bergosip tentunya apa yang kami bicarakan tidak akan terdengar jelas,
hanya suara-suara keributan biasa, hal ini sudah menjadi hal lumrah disetiap
malam kami, dan tetap kami masih tau batas kewajaran, terkecualii kami
teriak-teriak kayak dihutan.
__ADS_1
“Ver kamu ga ada yang tertarik dengan temen cowok kita?”
Tanyaku pada vera
“Hmm,ga ad kak, ga ada yang kayak oppa sih” bales vera
sambil menahan tertawa
“kamu ini ngehalu aja dapet orang korea, kamu keseringan
nonton drama korea ini” candaku dan kamipun menahan tawa berdua, aku kembali
melanjutkan obrolanku dengan vera.
“Tapi kamu ngerasa ga sih pacar temen kamu deket sama si X?
“ tanyaku pada vera
“biasa aja sih mbak, emang kebetulan aja kali mereka deket
kali, wajarlah kan emang kondisi kita emang perlu saling bantu-membantu, dan
mungkin kebetulan aja si X lebih sering ngebantu si dita” bales vera dengan
pikiran cueknya.
“Ya ampun vera kamu itu cewek atau cowok sih ga peka sama
sekali” balesku
“menurut mbak aja, aduh….. aku ceweklah mbak, kenapa sih
mbak sampe gitu banget” Tanya vera
“Ya kamu pikir aja sendiri ver, mana cowok yang deket-deket
banget sama cewek kalau ga ada modus” balesku,
“Masak sih mbak kok aku ga terlalu merhatiin yah” bales vera
“Coba deh kamu inget-inget deh kejadian belakangan ini,
waktu kepasar,waktu kita kesekolah, waktu kita kantor desa, waktu kita jalan
bareng-bareng, si X ama dita mulukan? Udah nempel kayak perangko” penjelasan ku
“Hmm, iya juga sih mbak, padahal beberapa cowok juga banyak
yang kosong motornya, tapi mereka berdua mulu yah?” jawab vera dengan penuh
penasaran
“yah makanya itu aku nanya pendapat kamu vera, vera vera”
jelasku sambil menggeleng-gelengkan kepala
“mbak kok sampai seditail itu sih, merhatiiin mereka, aku
bales vera
“Kamu aja kali yang ga merhatiin, coba deh kamu Tanya ama
yang lain deh vera sama ga ? dengan mbak” balesku
Selang beberapa waktu masuk lah shintya yang baru selesai
menghubungi orang tuanya,
“Lagi bahas apa sih mbak, serius amat kayaknya” Tanya shintia
kepada kami berdua penasaran
Vera menyambut pertanyaan shintya dengan penuh penasaran
“Eh shintya kamu ngerasa ga dita dengan si X ?” Tanya vera
Naluri gossip shintya keluar seketika
“iya ngerasa gitu sih nempel terus, tu orang bedua,eh bukanya dita udah punya pacar yah? hmm, owh
iya rian temen jurusan kamu kan ver, yang waktu itu kesini kalau ga salah, lah
tu orang napa dah, udah punya pacar juga pun masih deket dengan cowok lain,
yang cowok juga ga mikir deketin anak orang” jawab shintya dengan ekspresi
emak-emak gosipnya.
“Nah kan bener ver bukan mbak aja yang ngerasaiin, shintya
juga sama dengan mbak”, jelasku
“Wah kasian temenku mbak, padahal rian itu banyak loh yang
suka, orang-orang aja pada ngiri ama dita, tau mereka pacaran, hmm termasuk
mbak sarah” canda vera sambil
Vera dan shintya berusaha menahan tawanya
“Apan sih ver shin, puas ya ngeledekin” balesku sambil
tersipu malu.
Vera kembali memulai obrolanya
“Gimana yah, aku sebenarnya males ikut-ikutan yang kayak
gini, ga mau ribet mbak, namun satu sisi rian temen aku, pantesan si dita
__ADS_1
terasa ngejauh ama aku mbak, mungkin dia ga enak kali sama aku.” Penjelasan ver
yang memulai kebingungan.
“Ya udah vera, kamu juga ga perlu report ikut campur urusan
mereka, nantinya akan ketahuan juga kalau memang ada yang salah”. ucapku
“Iya ver bener kata mbak sarah, palingan nanti sirian pasti
ngerasa ada yang beda ama ceweknya, dan pastinya rian akan hubungi kamu dan
nanya-nanya kekamu ver, nah kamu jawab seadany aja, ga usah ditambah-tambahin
biar aja rian yang nilai sendiri, dan engga mungkinlah mbak sarah yang
dihubunginya yang ada malah saling selingkuh nantinya” ucap shintya sambil tertawa
“Apaan sih shin ga jelas banget, ga mungkin mbak kayak gitu,
bukan karakter mbak mau sama orang yang udah punya pacar” balesku kesal.
“Tapi kalau udah putus pasti mau kan” ucap mereka berdua
kompak dan sambil menahan tawa
Aku tersipu malu dengan ucapan mereka dan Mereka sangat puas
menjahili aku, obroalan kami berlanjut dengan topic yang lain dan kami mulai
sudah ngantuk, kamipun tertidur.
Skip
Dan malam malam selanjutnya aku diberi tahu oleh vera bahwa
rian menghubungi vera, yah seperti yang sudah diprediksi shintya sebelumnya,
vera bercerita rian menanyakan tentang dita, vera menceritakan apa yang ia
ketehui dan memberikan keputusan sepenuhnya kepada rian terhadap informasi yang
vera berikan, vera mengatakan terdengar dari kejauhan suara kekecewaan rian.
Skip
Singkat cerita kami telah selesai melaksanakan kkn, yah
suasana kebersamaan kami tentunya akan kami rindukan ketika kami sudah memulai
aktifitas seperti biasa.. ketika kami sudah sampai dikota kami tempat belajar,
aku bertemu dengan rian yang sedang menunggu dita,… aku yang sedang berjalan
bersama vera menghampiri rian, vera asik mengobrol dengan rian dan aku hanya
sebagai pendengar yang baik dan sesekali memperhatikan wajahnya, obrolan mereka
terhenti ketika dita datang menghampiri rian, rian pergi dari hadapan kami, yah
aku pikir itu lah pertemuanku terakhir dengan rian, karena tidak ada moment
tertentu bisa mempertemukan kami.
Jarak rumahku kekampus ini bisa terbilang jauh butuh waktu 1
Jam, karena aku menunggu jemputan abangku, aku mengajak vera untuk mencari
sebuah kafe untuk bersantai, setelah kami selesai mengemas-ngemas barang bawaan
kami, kami berjalan menuju sebuah kafe diseberang sana, tanpa aku sadari vera
memanggil sesorang diseberang sana, seseorang itu menghentikan motornya. Sesorang
itu adalah rian.
Vera mengajak rian untuk duduk bersama kami disebuah kafe, aku
melihat dari raut wajahnya rian sebuah rasa kekecewaan, aku begitu kasihan
kepada rian, namun apalah daya, aku tidak bisa bersikap terlalu jauh, dan aku
hanya berharap rian bisa melewati masalahnya, tidak menggangu kuliahnya dan
rencana masa depanya.
Dan disebuah kafe itu adalah kesempatanku terakhir untuk
bisa sedikit mengenal rian. karena sebelumnya aku hanya mendengar cerita dari
vera.
Yah aku hanya bisa mendoakan yang terbaik buat dia.
Yah aku hanya sebuah pelengkap dari kisah mereka.
\===
Hallo semuanya Terimakasih Sudah Membaca Ceritaku...
Mohon Maaf Atas Segala Kekurangan dalam alur cerita dan cara penulisan yang jauh dari sempurna.
Terimakasih Atas masukan dari pembaca dan penulis senior,Menambah semangatku untuk lebih serius dalam menulis cerita...
Untuk sekedar informasi cerita pendek ini akan saya tamatkan dalam beberapa episode, kurang lebih dua atau tiga episode.
Untuk Keberlanjutan Kisah Sarah Jika memungkinkan akan dibuat di Season II atau dicerita Baru, Namun ini tergantung pada situasi kondisi pembaca dan masukan dari beberapa pihak.
"Untuk Kisah dita dan rian bagaimana? Sad Endingkah"
__ADS_1
Coba saja tebak dahulu, barang kali bener tebakanya hehehe
Thanks untuk semuanya, Tanpa peran serta kalian, aku tidak semangat untuk menulis :)