
SARAH
Rian pun datang menghampiri kami bersama hana, vera langsung
memulai obrolan
“hana laki lu mana, gal u ajak? Ngapaen lu deket-deket rian
kesempatan lu ye” ucap vera
“ga gua ajak, kalau gua ajak, gua ga bisa deket-deket sama
rian, napa sih lu, dari dulu temen-temen ga suka liat gua deket ama rian”ucap
hana jutek
“hahah hana-hana lu ga berubah ya dari dulu, giliran rian udah putus lu langsung mepet aja”
canda vera
“Udah-udah ucap rian berantem aja nih emak-emak, nih gua
bawa cemilan ada minuman juga nih, nih vera, nih mbak sarah” ucap rian sambil
memberikan barang yang dibawanya kepada kami
“hooo, rian aja biasa aja lu aja yang sewot vera” timpal
hana
Vera hanya tertawa membalas ucapan hana, aku hanya menjadi
penonton setia dari kelakuan mereka
“Han,kenalin ini mbak sarah temen gua, plus kakak gua” ucap
vera
“Hana mbak perempuan idaman mertua dan calon istrinya rian”,
ucap hana mengulurkan tanganya
“Sarah”ucapku tersenyum dan menahan geli atas ucapan sarah
“Kepedean lu hana” ucap vera
“mbak sarah kenapa mau jadi temen dan kakak dia, mbak ga
pusing apa sama dia yang ribet gitu” ucap hana sambil tertawa
“iya vera baik kok orangnya, walau dia sering nyinyir ucapku
“Gimana kabarnya mbak sarah, udah mau koas yah” ucap rian
mengalihkan pembicaraan agar mereka berdua tidak saling bertikai mulut walaupun
lucu melihat mereka berantem,
__ADS_1
“ baik rian, iya bentar lagi mau koas, lagi nunggu jadwal
fakultas rian” balesku
“owh gitu, kita kesana yuk udah pada ngumpul tuh anak-anak”
ucap rian mengarahkan kami berkumpul dengan yang lainnya..
Kami membentuk sebuah lingkaran, aku sedikit bingung dengan
intruksi rian, sedikit terkesan formal,
Mungkin ini sebuah menjadi kebiasaan bagi mereka setiap
kegiatan melukan brefing kecil-kecilan.
Setelah selesai pembicaraan dalam sebuah lingkaran itu, kami
mulai menaiki bus yang sudah menunggu,
Terlihat hana yang memulai aksi centilnya kepada rian,
“rian kamu duduk dimana? aku duduk bareng kamu yah”
“aku duduk dibelakang, hana mau duduk dibelakang ?” bales
rian
“ yah jangan dibelakang dong, ntar mereka gangguin kita lagi
“Eh mpok romla, lug a berubah-rubah ye, inget laki di rumah
noh, nempel aja ama rian” celutuk dira sambil tertawa
Semua orang tertawa melihat mereka berdua, aku pikir ini
menjadi makanan sehari-hari bagi mereka dengan aksi centil dari hana
“apa sih kalian, rian aja ga sewot malah kalian yang sewot
wekkk”ucap hana
“udah yuk naik, biar kita cepet sampai”ajak rian kepada
semua orang
Setelah kami menaiki bus yang kami tumpangi, bus mulai
berjalan, aku duduk bersama vera, dan rian duduk paling belakang dengan 5 orang
teman-teman laki-lakinya….
Mulailah aksi para lelaki yang mulai memainkan gitar untuk
menghibur kami dalam perjalanan, suasana kebersamaan ini yang paling dinanti
ketika berlibur bersama teman-teman, petikan gitar dan suara-suara meraka
__ADS_1
bernyanyi bersama membuat kebahagiaan dalam perjalanan ini, namun seketika
berubah hening, oleh suara sesorang yang mulai menyanyikan lagu…….
“Tak pernah 'ku sangka ini terjadi
Kisah cinta yang suci ini
Kau tinggalkan begitu saja
Sekian lamanya kita berdua
Tak 'ku sangka begitu cepat berlalu
'Tuk mencari kesombongan diri
Lupa segala yang pernah kau ucapkan
Kau tinggalkan daku
……
Pergilah, kasih, kejarlah keinginanmu
Selagi masih ada waktu (Pergilah, kasih)
Jangan hiraukan diriku
Aku rela berpisah demi untuk dirimu
Semoga tercapai (Tercapai) segala keinginanmu”
Suasan sedikit berubah dari lagu yang happy berubah ke lagu
yang sendu, suara yang menyanyikan adalah rian, orang yang ada didalam bus ini,
mengarahkan pandangan kepada rian, bagaimana tidak rian menyanyikan dengan nada
yang pas, dan menjiwaii lirik lagu tersebut, yah aku bisa merasakan bagaimana
lagu ini menggambarkan susasana hati rian, namun dipertemanan mereka kalau
tidak ada hana ga rame, slogan itu cocok untuk Hana, setelah lagu itu selesai
hana mulai berbicara dengan gaya khas nya…
“rian jangan sedih ada hana disini, rian sini duduk deket
hana, biar ga sedih”
Hoooo hoooo, suasan berubah menjadi gelak tawa sorakan
kepada hana.
Yah begitulah gambaran perjalanan kami, tak terasa kami sudah sampai ditempat tujuan, kami mulai sibuk mengemasi barang-barang bawaan kami...
Rian memberi tahu, Kamar-kamar mana saja yang khusu untuk lelaki dan kamar untuk khusus perempuan, walaupun kami pergi tanpa pengawasan orang tua, tapi budaya kami tetap menjaga batasan-batasan.tetap dengan gaya pergaulan yang wajar..
__ADS_1