Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)

Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)
Episode 18 (LIBURAN III)


__ADS_3

SARAH


Rian pun datang menghampiri kami bersama hana, vera langsung


memulai obrolan


“hana laki lu mana, gal u ajak? Ngapaen lu deket-deket rian


kesempatan lu ye” ucap vera


“ga gua ajak, kalau gua ajak, gua ga bisa deket-deket sama


rian, napa sih lu, dari dulu temen-temen ga suka liat gua deket ama rian”ucap


hana jutek


“hahah hana-hana lu  ga berubah ya dari dulu, giliran rian udah putus lu langsung mepet aja”


canda vera


“Udah-udah ucap rian berantem aja nih emak-emak, nih gua


bawa cemilan ada minuman juga nih, nih vera, nih mbak sarah” ucap rian sambil


memberikan barang yang dibawanya kepada kami


“hooo, rian aja biasa aja lu aja yang sewot vera” timpal


hana


Vera hanya tertawa membalas ucapan hana, aku hanya menjadi


penonton setia dari kelakuan mereka


“Han,kenalin ini mbak sarah temen gua, plus kakak gua” ucap


vera


“Hana mbak perempuan idaman mertua dan calon istrinya rian”,


ucap hana mengulurkan tanganya


“Sarah”ucapku tersenyum dan menahan geli atas ucapan sarah


“Kepedean lu hana” ucap vera


“mbak sarah kenapa mau jadi temen dan kakak dia, mbak ga


pusing apa sama dia yang ribet gitu” ucap hana sambil tertawa


“iya vera baik kok orangnya, walau dia sering nyinyir ucapku


“Gimana kabarnya mbak sarah, udah mau koas yah” ucap rian


mengalihkan pembicaraan agar mereka berdua tidak saling bertikai mulut walaupun


lucu melihat mereka berantem,

__ADS_1


“ baik rian, iya bentar lagi mau koas, lagi nunggu jadwal


fakultas rian” balesku


“owh gitu, kita kesana yuk udah pada ngumpul tuh anak-anak”


ucap rian mengarahkan kami berkumpul dengan yang lainnya..


Kami membentuk sebuah lingkaran, aku sedikit bingung dengan


intruksi rian, sedikit terkesan formal,


Mungkin ini sebuah menjadi kebiasaan bagi mereka setiap


kegiatan melukan brefing kecil-kecilan.


Setelah selesai pembicaraan dalam sebuah lingkaran itu, kami


mulai menaiki bus yang sudah menunggu,


Terlihat hana yang memulai aksi centilnya kepada rian,


“rian kamu duduk dimana? aku duduk bareng kamu yah”


“aku duduk dibelakang, hana mau duduk dibelakang ?” bales


rian


“ yah jangan dibelakang dong, ntar mereka gangguin kita lagi


“Eh mpok romla, lug a berubah-rubah ye, inget laki di rumah


noh, nempel aja ama rian” celutuk dira sambil tertawa


Semua orang tertawa melihat mereka berdua, aku pikir ini


menjadi makanan sehari-hari bagi mereka dengan aksi centil dari hana


“apa sih kalian, rian aja ga sewot malah kalian yang sewot


wekkk”ucap hana


“udah yuk naik, biar kita cepet sampai”ajak rian kepada


semua orang


Setelah kami menaiki bus yang kami tumpangi, bus mulai


berjalan, aku duduk bersama vera, dan rian duduk paling belakang dengan 5 orang


teman-teman laki-lakinya….


Mulailah aksi para lelaki yang mulai memainkan gitar untuk


menghibur kami dalam perjalanan, suasana kebersamaan ini yang paling dinanti


ketika berlibur bersama teman-teman, petikan gitar dan suara-suara meraka

__ADS_1


bernyanyi bersama membuat kebahagiaan dalam perjalanan ini, namun seketika


berubah hening, oleh suara sesorang yang mulai menyanyikan lagu…….


“Tak pernah 'ku sangka ini terjadi


Kisah cinta yang suci ini


Kau tinggalkan begitu saja


Sekian lamanya kita berdua


Tak 'ku sangka begitu cepat berlalu


'Tuk mencari kesombongan diri


Lupa segala yang pernah kau ucapkan


Kau tinggalkan daku


……


Pergilah, kasih, kejarlah keinginanmu


Selagi masih ada waktu (Pergilah, kasih)


Jangan hiraukan diriku


Aku rela berpisah demi untuk dirimu


Semoga tercapai (Tercapai) segala keinginanmu”


Suasan sedikit berubah dari lagu yang happy berubah ke lagu


yang sendu, suara yang menyanyikan adalah rian, orang yang ada didalam bus ini,


mengarahkan pandangan kepada rian, bagaimana tidak rian menyanyikan dengan nada


yang pas, dan menjiwaii lirik lagu tersebut, yah aku bisa merasakan bagaimana


lagu ini menggambarkan susasana hati rian, namun dipertemanan mereka kalau


tidak ada hana ga rame, slogan itu cocok untuk Hana, setelah lagu itu selesai


hana mulai berbicara dengan gaya khas nya…


“rian jangan sedih ada hana disini, rian sini duduk deket


hana, biar ga sedih”


Hoooo hoooo, suasan berubah menjadi gelak tawa sorakan


kepada hana.


Yah begitulah gambaran perjalanan kami, tak terasa kami sudah sampai ditempat tujuan, kami mulai sibuk mengemasi barang-barang bawaan kami...


Rian memberi tahu, Kamar-kamar mana saja yang khusu untuk lelaki dan kamar untuk khusus perempuan, walaupun kami pergi tanpa pengawasan orang tua, tapi budaya kami tetap menjaga batasan-batasan.tetap dengan gaya pergaulan yang wajar..

__ADS_1


__ADS_2