
Singkat cerita Kami telah seminggu berada didesa X untuk
melaksanakan Kegiatan KKN, Hari ini Kami akan Sekolah untuk melakukan
sosialisasi Kepada Anak Sma Tentang Kampus kami. Karena giliranku dan vera
sudah selesai kami berpamitan untuk pulang duluan karena aku mempersiapkan
segala sesuatunya untuk program kerja ku esok hari di Posyandu dan Puskesmas.
Disaat kami berdua sedang bersantai didalam rumah itu,
terdengar suara seorang lelaki yang mengucapkan salam, aku berdiri dan
melangkahkan kaki kesumber suara.
Aku melihat seorang pemuda yang tinggi, yang berpakian
kemeja rapi, dengan senyum yang manis, melihatku, aku bertanya kepada pemuda
tersebut maksud tujuan nya, ia memperkenlakan diri, pemuda itu bernama rian
yang ingin menemui dita teman kelompok KKN ku, belum sempat aku menjawab tanpa
kusadari vera telah muncul dibelakangku, dan menyapa pemuda itu, yah rian
adalah teman satu jurusan dengan vera.
Vera memperkenalkan ku dengan rian, mereka asik bercerita berdua dan aku
menjadi pendengar setia, aku sesekali melirik wajah pemuda itu, mungkin ia
menyadari aku memandangi wajahnya, jujur saja aku sedikit kagum padanya, ia
rela jauh-jauh datang kedesa ini untuk menemui pcarnya yang tersayang, kalau
dipikir-pikir buang-buang waktu, masih banyak hari-hari lain untuk bertemu
dengan pcarnya tidak mesti mengunjunginya jauh-jauh kesini.
Obrolan vera dan rian terhenti ketika dita datang
menghampiri kami, sikap dita yang manja didepan kami yang ada disana membuat
kami menggeleng-gelengkan kepala, yah wajar dua orang insane sedang dimabuk
cinta untuk melepaskan kerinduan..
Rian dan dita pergi meningglakan kami, mereka butuh waktu
berdua untuk melepaskan kerinduan mereka.
Selepas kepergian mereka , entah mengapa mulut ini dengan
mudah bertanya tentang rian kepada vera, dikarenkan dalam kelompok kkn ini, aku
dan dita mempunyai dunia yang berbeda dengan yang lainnya, kami selalu berdua
beraktifitas, yah aku menemukan teman yang membuatku nyaman dan kurasa begitu
juga vera karena vera tidak segan-segan mengeluarkan canda tawanya kepadaku,
dan menceritakan tentang keluarganya, yang untuk seorang vera tidak akan
terbuka seperti ini jika ia merasa tidak nyaman pada seseorang.
Didalam kamar itu, vera merespon pertanyaanku,
Mbak suka yah dengan rian? tawanya
Apa sih vera, mbak cuman nanya doang, kalau ga mau jawab ya
udah jawabku kesal dan malu,
Ilih mbak ku yang cantik ngambek, nanti cantiknya ilang,
vera sambil tertawa.
__ADS_1
Dimana yah aku mulainya yah mbak soalnya banyak kalau mau
diceritakan tentang rian, dia termasuk orang yang menjadi topic trending
difakultasku. Jawab vera
Yah dari kedekatan kamu sama rian dulu deh, balesku semakin
penasaran tentang rian.
Gini, kalau deket sama rian itu, bisa dikatakan dekat tapi
masih dalam tingkatan biasalah, rian itu diangkatanku sebagai tokoh mbak,
walaupun dia bukan Ketua kelas atau komandan tingkat diangkatanku, tapi pengaruh
rian sangat kuat, jadi diangkatanku itu tidak ada yang tidak mengetahui tentang
rian mbak,
Aku semakin bersemangat mendengar cerita vera, entah apa
yang merasuki hingga aku mau mengetahui yang sudah jelas pacar orang, apakah
aku bisa disebut pelakor? Entah lah…
Aku lumayan banyak beraktifitas dengan rian, mengerjakan
tugas kuliah, kelompok, tugas survey lapangan, aku sering sekelompok denganya,
karena rian termasuk mahasiswa yang pintar dan bertanggung jawab, tidak seperti
mahasiswa yang lain terkadang hanya numpang nama didalam satu kelompok, dan aku
sering menjadi lawan debat nya dalam diskusi, tapi sayangnya dia tidak mau ikut
berpartisipasi dalam perlombaan debat dalam ajang apapun, dia selalu bilang dia
ga punya waktu alias sok sibuk, pokoknya gitu deh mbak, panjang kalau
kulihat mbak cocok deh dengan rian, canda vera, sambil tertawa.
Apa sih kamu vera, jawabku sambil tersipu malu,
Mbak salut sih sama dia mau gitu ngunjungi dita jauh-jauh
sayang banget dia sama dita, mbak mau deh dapet cowok kayak gtu, ucapku sambil
tertawa.
Verapun ikut tertawa, aduh mbak kita bicariin pacar orang
ketawa vera,
Verapun melanjutkan penjelesanya, dengan penuh semangat,
tentunya aku ikut semangat,
Aku tu salut sama dia mbak, dia orang punya prinsip, dia
selalu melawan arah dari kebiasaan yang ada, kayaknya rasa ketakutanya ga ada,
ucap vera
Maksudnya gimana ver? Tanyaku penasaran,
Gini mbak waktu kami baru masuk, rian menjadi public enemi
di kalangan kakak tingkat kami, rian itu ga suka dengan namanya senioritas,
waktu masa pengenalan mahasiswa baru, rian sering ngelawan sama senior,
sampai-sampai rian diasingkan dibarisan kami, tapi rian tetap kekeh dengan
prinsipnya apa yang bertolak belakang dengan pikiranya akan ia lawan menurut
kebenaranya, Cuma dia yang berani seperti itu diangkatan kami.. hingga
__ADS_1
dibeberapa kalangan senior rian dikucilkan, pernah ada intruksi dari beberapa
senior untuk menjauhi rian, tapi kami ga ambil pusing karena rian bagian dari
keluarga kami.
banyak yang membenci rian banyak pula senior yang menyukai rian, banyak tawaran
organisasi fakultas kami untuk merekrut rian, tapi tidak satupun yang bisa
merekrut rian, rian hanya fokus dengan jurusan kami.
Pengaruh rian mulai terlihat jelas difakultas kami ketika
ada permasalahan tentang pemotongan beasiswa dan kesalahan system dari pihak
universitas yang membuat beberapa mahasiswa dipaksa berhenti studi sementara,
ketika ada pertemuan seluruh mahasiswa fakultas kami rian ikut terlibat dalam
pemecahan masalah ini. Dan rian dengan ucapanya menampar senior-senior yang
membenci sosok rian. karena dapat merusak tradisi senioritas difakultas ini.
Ketika itu rian bersuara dalam forum itu, “abang-abang
kakak-kakak semua, yang saya tau ketika masa pengenalan mahasiswa baru, jumlah
senior kami tidak sedikit ini mengelilingi kami, tapi kok ketika ada masalah
ini cuman segini yah yang hadir, Mana suara-suara yang dulu menyuarakan kecintaan
dengan fakultas sendiri? Mana? Mana? Keluarga kita dalam keadaan tidak
baik-baik saja hanya segelintir orang yang peduli”
yah begitulah ucapan rian yang membuat kami bersorak ria
mendukung ucapanya, masalah tersebut berhasil diatasi dengan melakukan audiensi
dengan fakultas dan universitas, yah rian termasuk dalam motor penggerak
penyelesaiain ini, semenjak kejadian itu nama rian menjadi trending topic
difakultas kami, iya diisukan akan menjadi gubernur Bem dan Presiden Mahasiswa
universitas kami.
Begitulah penjelasan
vera panjang lebar, sehingga menambah
kekagumanku pada rian.
Banyak penjelasan vera mengenai rian, namun dapat
kusimpulkan,
Rian adalah pemuda yang mempunyai cara pandang yang jauh
kedepan, ia sangat peduli dengan orang-orang sekitarnya, iya sangat mempunyai prinsip
dalam hidup, dalam penjelasan vera banyak mahasiswi yang tertarik pada rian,
difakultasnya tetapi rian tidak terlalu menanggapi perasaan mereka itu, yah
hanya dita yang beruntung bisa mendapatkan rian.
Aku berpikir, orang lain saja bisa diperjuangkan rian,
bagaimana kalau ia bisa memperjuangkan aku, YA TUHAN Begitu Bahagianya Hambamu
ini, Bisa memiliki Laki-laki CIPTAAN MU. Begitulah rasa kekagumanku pada rian.
Tapi sayang dia sudah dimiliki oleh temanku
sendiri, walaupun aku tidak terlalu dekat dengan perempuan yang dimiliki rian.
__ADS_1