Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)

Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)
Episode 11 (Sarah II)


__ADS_3

Singkat cerita Kami telah seminggu berada didesa X untuk


melaksanakan Kegiatan KKN, Hari ini Kami akan Sekolah untuk melakukan


sosialisasi Kepada Anak Sma Tentang Kampus kami. Karena giliranku dan vera


sudah selesai kami berpamitan untuk pulang duluan karena aku mempersiapkan


segala sesuatunya untuk program kerja ku esok hari di Posyandu dan Puskesmas.


Disaat kami berdua sedang bersantai didalam rumah itu,


terdengar suara seorang lelaki yang mengucapkan salam, aku berdiri dan


melangkahkan kaki kesumber suara.


Aku melihat seorang pemuda yang tinggi, yang berpakian


kemeja rapi, dengan senyum yang manis, melihatku, aku bertanya kepada pemuda


tersebut maksud tujuan nya, ia memperkenlakan diri, pemuda itu bernama rian


yang ingin menemui dita teman kelompok KKN ku, belum sempat aku menjawab tanpa


kusadari vera telah muncul dibelakangku, dan menyapa pemuda itu, yah rian


adalah teman satu jurusan dengan vera.


Vera memperkenalkan ku dengan rian, mereka asik bercerita berdua dan aku


menjadi pendengar setia, aku sesekali melirik wajah pemuda itu, mungkin ia


menyadari aku memandangi wajahnya, jujur saja aku sedikit kagum padanya, ia


rela jauh-jauh datang kedesa ini untuk menemui pcarnya yang tersayang, kalau


dipikir-pikir buang-buang waktu, masih banyak hari-hari lain untuk bertemu


dengan pcarnya tidak mesti mengunjunginya jauh-jauh kesini.


Obrolan vera dan rian terhenti ketika dita datang


menghampiri kami, sikap dita yang manja didepan kami yang ada disana membuat


kami menggeleng-gelengkan kepala, yah wajar dua orang insane sedang dimabuk


cinta untuk melepaskan kerinduan..


Rian dan dita pergi meningglakan kami, mereka butuh waktu


berdua untuk melepaskan kerinduan mereka.


Selepas kepergian mereka , entah mengapa mulut ini dengan


mudah bertanya tentang rian kepada vera, dikarenkan dalam kelompok kkn ini, aku


dan dita mempunyai dunia yang berbeda dengan yang lainnya, kami selalu berdua


beraktifitas, yah aku menemukan teman yang membuatku nyaman dan kurasa begitu


juga vera karena vera tidak segan-segan mengeluarkan canda tawanya kepadaku,


dan menceritakan tentang keluarganya, yang untuk seorang vera tidak akan


terbuka seperti ini jika ia merasa tidak nyaman pada seseorang.


Didalam kamar itu, vera merespon pertanyaanku,


Mbak suka yah dengan rian? tawanya


Apa sih vera, mbak cuman nanya doang, kalau ga mau jawab ya


udah jawabku kesal dan malu,


Ilih mbak ku yang cantik ngambek, nanti cantiknya ilang,


vera sambil tertawa.

__ADS_1


Dimana yah aku mulainya yah mbak soalnya banyak kalau mau


diceritakan tentang rian, dia termasuk orang yang menjadi topic trending


difakultasku. Jawab vera


Yah dari kedekatan kamu sama rian dulu deh, balesku semakin


penasaran tentang rian.


Gini, kalau deket sama rian itu, bisa dikatakan dekat tapi


masih dalam tingkatan biasalah, rian itu diangkatanku sebagai tokoh mbak,


walaupun dia bukan Ketua kelas atau komandan tingkat diangkatanku, tapi pengaruh


rian sangat kuat, jadi diangkatanku itu tidak ada yang tidak mengetahui tentang


rian mbak,


Aku semakin bersemangat mendengar cerita vera, entah apa


yang merasuki hingga aku mau mengetahui yang sudah jelas pacar orang, apakah


aku bisa disebut pelakor? Entah lah…


Aku lumayan banyak beraktifitas dengan rian, mengerjakan


tugas kuliah, kelompok, tugas survey lapangan, aku sering sekelompok denganya,


karena rian termasuk mahasiswa yang pintar dan bertanggung jawab, tidak seperti


mahasiswa yang lain terkadang hanya numpang nama didalam satu kelompok, dan aku


sering menjadi lawan debat nya dalam diskusi, tapi sayangnya dia tidak mau ikut


berpartisipasi dalam perlombaan debat dalam ajang apapun, dia selalu bilang dia


ga punya waktu alias sok sibuk, pokoknya gitu deh mbak, panjang kalau


kulihat mbak cocok deh dengan rian, canda vera, sambil tertawa.


Apa sih kamu vera, jawabku sambil tersipu malu,


Mbak salut sih sama dia mau gitu ngunjungi dita jauh-jauh


sayang banget dia sama dita, mbak mau deh dapet cowok kayak gtu, ucapku sambil


tertawa.


Verapun ikut tertawa, aduh mbak kita bicariin pacar orang


ketawa vera,


Verapun melanjutkan penjelesanya, dengan penuh semangat,


tentunya aku ikut semangat,


Aku tu salut sama dia mbak, dia orang punya prinsip, dia


selalu melawan arah dari kebiasaan yang ada, kayaknya rasa ketakutanya ga ada,


ucap vera


Maksudnya gimana ver? Tanyaku penasaran,


Gini mbak waktu kami baru masuk, rian menjadi public enemi


di kalangan kakak tingkat kami, rian itu ga suka dengan namanya senioritas,


waktu masa pengenalan mahasiswa baru, rian sering ngelawan sama senior,


sampai-sampai rian diasingkan dibarisan kami, tapi rian tetap kekeh dengan


prinsipnya apa yang bertolak belakang dengan pikiranya akan ia lawan menurut


kebenaranya, Cuma dia yang berani seperti itu diangkatan kami.. hingga

__ADS_1


dibeberapa kalangan senior rian dikucilkan, pernah ada intruksi dari beberapa


senior untuk menjauhi rian, tapi kami ga ambil pusing karena rian bagian dari


keluarga kami.


banyak yang membenci rian banyak pula senior yang menyukai rian, banyak tawaran


organisasi fakultas kami untuk merekrut rian, tapi tidak satupun yang bisa


merekrut rian, rian hanya fokus dengan jurusan kami.


Pengaruh rian mulai terlihat jelas difakultas kami ketika


ada permasalahan tentang pemotongan beasiswa dan kesalahan system dari pihak


universitas yang membuat beberapa mahasiswa dipaksa berhenti studi sementara,


ketika ada pertemuan seluruh mahasiswa fakultas kami rian ikut terlibat dalam


pemecahan masalah ini. Dan rian dengan ucapanya menampar senior-senior yang


membenci sosok rian. karena dapat merusak tradisi senioritas difakultas ini.


Ketika itu rian bersuara dalam forum itu, “abang-abang


kakak-kakak semua, yang saya tau ketika masa pengenalan mahasiswa baru, jumlah


senior kami tidak sedikit ini mengelilingi kami, tapi kok ketika ada masalah


ini cuman segini yah yang hadir, Mana suara-suara yang dulu menyuarakan kecintaan


dengan fakultas sendiri? Mana? Mana? Keluarga kita dalam keadaan tidak


baik-baik saja hanya segelintir orang yang peduli”


yah begitulah ucapan rian yang membuat kami bersorak ria


mendukung ucapanya, masalah tersebut berhasil diatasi dengan melakukan audiensi


dengan fakultas dan universitas, yah rian termasuk dalam motor penggerak


penyelesaiain ini, semenjak kejadian itu nama rian menjadi trending topic


difakultas kami, iya diisukan akan menjadi gubernur Bem dan Presiden Mahasiswa


universitas kami.


 Begitulah penjelasan


vera  panjang lebar, sehingga menambah


kekagumanku pada rian.


Banyak penjelasan vera mengenai rian, namun dapat


kusimpulkan,


Rian adalah pemuda yang mempunyai cara pandang yang jauh


kedepan, ia sangat peduli dengan orang-orang sekitarnya, iya sangat mempunyai prinsip


dalam hidup, dalam penjelasan vera banyak mahasiswi yang tertarik pada rian,


difakultasnya tetapi rian tidak terlalu menanggapi perasaan mereka itu, yah


hanya dita yang beruntung bisa mendapatkan rian.


Aku berpikir, orang lain saja bisa diperjuangkan rian,


bagaimana kalau ia bisa memperjuangkan aku, YA TUHAN Begitu Bahagianya Hambamu


ini, Bisa memiliki Laki-laki CIPTAAN MU. Begitulah rasa kekagumanku pada rian.


Tapi sayang dia sudah dimiliki oleh temanku


sendiri, walaupun aku tidak terlalu dekat dengan perempuan yang dimiliki rian.

__ADS_1


__ADS_2