Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)

Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)
Episode 7 (Sebuah Pertanda ?)


__ADS_3

Waktu terus berlalu, tidak terasa hari ini adalah


keberangkatan dita Kesebuah daerah X, melaksanakan kegiatan kkn. Aku


mengantarkanya ke titik lokasi kumpul mahasiswa KKN.


Terlihat raut wajah sedih dari perempuanku, aku memberikan


semangat untuknya,


Udah jangan sedih, kan kita bisa telponan yank, nanti aku


sering-sering mengunjungi kamu kok ucapku,


Janji ucapnya sambil memeluk erat tubuhku dari samping,


Yank jangan kayak gitu malu diliat orang ucapku.


Hmm biariin kan aku pacar kamu, ucap dita


Iya iya, sayang balesku.


Dan waktu keberangkatan telah tiba dita berpamitan denganku,


seketika setelah mobil yang ia tumpangi berangkat dan pergi dari hadapanku,


entah mengapa air mataku menetes dengan sendirinya perasaanku tak karuan, seolah-olah


dita akan pergi jauh… aku mulai mengontrol perasaanku yang tak karuan, aku


tinggalkan tempat ini dan aku menuju kampusku untuk mengikuti rapat


organisasiku.


Setelah sampai di tempat tujuan, aku masuk kedalam ruangan


dan aku duduk menepi disudut ruangan itu, didalam ruangan hanya ada aku yang


datang kepagian untuk mengikuti rapat, kemudian aku termenung dan berpikir


apakah ini sebuah tanda? Apakah setelah dita selesai KKN hubungan Kami


baik-baik saja. Aku berusaha membuang jauh-jauh pikiran buruk, karena aku takut


ini menjadi sugesti dan berefek menjadi kenyataan, dan seketika aku terkejut


dalam lamunanku, datangnya beberapa orang keruanganku, yah mereka teman-teman


organisasiku.


Kak Rian, rian, rian mereka memanggilku,


Eh iya , jawabku,


Kok Bengong kak, kenapa kak ada masalah ? salah satu dari


mereka bertanya kepadaku


Ga papa ga ada masalah kok ucapku.


\===


Seminggu berlalu setelah keberangkatan dita KKN, ia selalu


menghubungiku, selalu member kabar apa yang ia lakukan, ia selalu menagih


janjiku, kapan mengunjunginya, ia selalu mengucapkan kata rindu denganku,


memang dalam seminggu ini aku belum bisa kesana karena aktifitasku dalam


persiapan kegiatan organisasiku aku belum bisa meninggalkan kampus ini, namun


aku merencanakan dalam 2 atau 3 hari lagi aku akan kesana, namun aku tidak akan


memberi tahu dita, ketika ia menangih janjiku, aku menjawab kemungkinan dua


minggu lagi akan kesana, ia merespon dengan kesal dan marah-marah kepadaku,


namun aku berusahaa menenangkanya,…


Dita bercerita bahwa disana ia belum bisa menyesuaikan diri


dengan teman-temanya, dita masih banyak diam dan berinteraksi seperlunya saja,


namun aku mengarahkanya untuk berusaha membaur dengan mereka, karena dita akan


butuh teman-temanya dalam menjalani hari-hari kknnya, ia mengiyakan saranku,


dan berusahaa untuk lebih dekat dengan teman-temanya, namun aku garis bawahi,


untuk tidak terlalu dekat dengan teman pria, naluri kecemburuan ku, tiba-tiba


saja muncul, dan dita tertawa dengan sikapku yang mulai cemburu.. ya begitulah


aku sudah mulai siaga tingkat satu.


\==


Sesuai rencanaku beberapa hari lalu, hari ini aku akan


berangkat kedaerah X untuk mengunjungi Perempuanku tersayang, dan satu hari


sebelum keberangkatanku, aku sengaja tidak mengabarinya sedikitpun aku sengaja


membuat dia kesal, biar marah sekalipun ga apa-apa. Hahaha.


Dan tak lupa aku membawakan brownies kesukaanya, aku


berharap dia sangat senang ketika aku datang mengunjunginya.


Sebelumnya aku memang tidak tau lokasi detail tempat dita


kkn, namun aku menghubungi teman angkatanku yang kkn didaerah tersebut, dan ia


memberi petunjuk dengan jelas walaupun ia tidak satu lokasi kkn dengan dita


tapi ia tau posko-posko kkn yang satu daerah denganya.


Aku memulai Perjalananku setelah subuh, dengan semangat yang


menggebu, dan kecepatan motor ala valentine rossi, aku sampai dengan cepat .


setelah aku bertanya-tanya dengan penduduk sekitar aku menemukan posko KKN

__ADS_1


dita, terlihat olehku spanduk yang bertuliskan nama universitasku, aku bergerak


menuju pintu masuk rumah itu.


(Sebelumnya sedikit gambaran biasanya posko kkn ini adalah


rumah penduduk yang ditempati oleh mahasiswa KKN, dita dan mahasiswa perempuan


lainya, tinggal di rumah ibu joko dan untuk mahasiswa laki-laki tinggal dirumah


ibu Mila.)


Aku mengucapkan salam didepan pintu masuk, terlihat sepi kondisi


rumah itu, aku berpikir mereka sedang  ada kegiatan, tak lama aku berdiri didepan pintu, keluarlah seorang


perempuan berjilbab ungu yang menggunakan kacamata, cantik sih , tapi bukan itu


prioritasku,


Ia mas cari siapa yah, ucap perempuan itu


Maaf mbak saya rian saya mau cari dita, ucapku


Belum sempat perempuan itu menjawab datang seorang dari arah


belakang perempuan berjilbab ungu memotong pembicaraan kami.


Ayoo sipaa dia?? Oo sipa dia? hahaha


Rian…. Ucap sesorang itu


Eh Vera lu ngapaen disini ? balasku


Ya ampun rian, gua yang harusnya nanya ngapaen lu disni ucap


vera


Perempuan berjilbab ungu itu hanya diam mendengarkan kami.


Mbak sarah kenalin ini rian temen jurusan aku mbak ucap vera


memperkenalkan aku dengan perempuan berjilbab ungu itu.


Rian ucapku sambil mengulurkan tangan


Sarah mas, ia membalas jabat tanganku,


Masuk dulu rian ucap vera dan mempersilahkan aku duduk


diruang tamu.


Kami bertiga memulai obrolan kami.


Lu belum jawab tujuan lu ngapaen kesini ucap vera.


Ya gua jawab ver, lu kayak mw nyidang gua ucapku sambil


tertawa,


Ya udah jawab timpal vera,


Lu ga sopan banget ver gua tamu tapi lu ga ngasi minum dulu


gitu jawabku,


menimpal obrolan kami.


Eh engga usah mbak saya cuman bercanda kok sama vera mbak


jawabku,


Bener ni mas ga mau diambilin minum ucap sarah


Bener mbak ucapku.


Aku mulai melanjutkan kembali obrolanku dengan vera.


Gua mw ketemu dita ver ucapku,


Ohh, emang dita siapa lu bales vera


Yah siapa lagi, lu kayak anak kecil lu kayak ga tau aja


balesku. Sambil tertawa


Dita lagi keluar sama anak-anak ada kegitan disekolahan desa


ini. Ucap vera


Ohh ya udah gua tungguin aja, kok lu engga ikut,? Tanya ku


Ikut sih tadi pagi, cuman gua ama mbak sarah pamit duluan


tadi mau beli perlengkapan untuk program kerja mbak sarah bales vera.


Oh ucapku


“Aku memperhatikan sarah yang sedari tadi melirikku saat aku


berbicara dengan vera, dalam hatiku ni orang liat gua gini amat yah, naksir


kali ama gua tingkat kepedean ku memulai. Hahaha. Vera merupakan teman satu


angkatanku dijurusanku, aku tidak mengetahui bahwa vera akan satu kelompok kkn


dengan dita, aku tidak terlalu ingat teman-teman angkatanku berlokasi kkn


didaerah mana saja, karena teman angkatanku cukup banyak jadi terlalu bisa


dingat satu persatu, kedeketanku dengan vera biasa-biasa saja, dibilang ga


dekat dekat sih, cuman normallah sebagaimana teman angkatan, karena satu


angkatan kami pasti dilibatkan untuk membuat dijurusan dan fakultas, dan


tugas-tugas kelompok kegiatan perkuliahan bareng, tentu kami akan mengenal satu


sama lain. Jadi vera juga termasuk mengetahui kegiatan ku dikampus begitu pula


aku. Jadi wajar-wajar saja aku bisa bercanda lepas dengan vera.


Mbak sarah jurusan apa tanyaku, melanjutkan obrolan kami

__ADS_1


bertiga


Pendidikan Dokter balesnya.


Wah keren, tuh mbak, jadi primadona dong Kelompok KKN,


candaku


Ah mas bisa aja , engga kok mas biasa aja kok, mas kenapa


engga ikut KKN balasnya


Aku menceritakan alasan ku dengan mbak sarah, dan vera


menimpali percakapanku


Biasalah mbak orang sok sibuk, cinta banget ma kampus, jadi


dia mau lama-lama dikampus kita mbak, ucap vera sambil tertawa


Akupun membalas canda vera, masuknya susah keluarnya juga


susah, candaku hahah


Kami bertiga tertawa bersama.


Dan disaat tiba-tiba terdengar suara beberapa orang datang


kerumah itu, mengucapkan salam dan kami menjawab salam.


Kamu disini ucap dita, dita terkejut dengan keberadaanku, ia


berjalan kearahku dan duduk disampingku,


Kamu jahat banget, seharian ga hubungin aku, telpon aku ga


diangkat, sms aku ga dibales, ngeselin tau, dita mencubit lenganku,


Vera menimpalii ucapan dita, hallo bapak ibu yang dirundung


rindu, disini ada orang loh, kami ga ngontrak, kalau orang lagi kasmaran gini


ni, ga liat tempat , ucapnya tertawa,


Ihh apaan sih vera, ganggu aja , bales dita,


Aku membisikan sesuatu kepada dita, bahwa kita ngobrol


diluar aja, agar lebih privasi.


Dita mengiyakan ajakanku.


Namun ada lirikan tidak suka dari raut wajah sarah kearah


dita, aku melihatnya seperti itu, entah rasa percaya diriku terlalu tinggi atau


naluri lelakiku mulai bermain.


Akhirnya kami pamit meninggalkan rumah itu, kami mencari


tempat makan yang bisa kami gunakan untuk bercerita dan melepaskan kerinduan


kami.


Setelah menemukan tempat yang pas kami mulai duduk dan


memesan minuman ditempat makanan itu.


Aku memberikan Brownies kesukaan dita, dita tampak senang


sekali aku bawakan makanan kesukaanya,


Makasi yah sayang, Love U ucapnya.


Aku kehabisan kata-kata untuk mendeskripsikan bagaimana


suasana kerinduan yang kami rasakan, ada rasa bahagia, yang aku rasakan,


melihat senyumanya, tingkah manjanya, sungguh berartinya dia dihidupku, namun


ada bisikan pikiran aneh aku, ketika aku takut kehilangan dia dan ada seseorang


masuk dalam hubungan kami, disaat posisi dita butuh seseorang, dan seseorang


itu akan menggantikan posisiku, itu yang terlintas dipikiran anehku.


Singkat cerita kami dihalangi waktu untuk bersama, karena


hari itu telah sore dan waktunya aku bergegas kembali pulang kekontrakan ku


yang jauh disana, aku berpamitan dengan dita dan teman-teman KKNya, aku meminta


tolong kepada vera untuk menjaga dita, vera merespon dengan baik permintaanku.


Dengan motor kesayanganku, aku berangkat kembali kekota


tempatku mengenyam pendidikan, dalam perjalananku, tetesan air mataku jatuh


seketika, aku seperti lelaki lemah, meneteskan air mata untuk hal kecil yang


tak perlu ditangisi.. aku tak tau apa sebenarnya terjadi dengan diriku, namun


aku masih ingat kejadian beberapa tahun lalu, saat aku berkunjung kerumah


nenekku, aku sangat dekat dengan nenekku, jadi ikatan batin kami kuat, entah


mengapa setelah aku selesai berkunjung, ketika ku mau pulang kerumahku, ada


perasaan sedih ketika meninggalkan rumah nenekku, sedih sekali berat rasanya


meninggalkan nenekku. Setelah satu bulan dari kunjunganku dari rumah nenekku,


nenekku telah tiada, dan aku kembali menyimpulkan bahwa satu bulan kemarin, itu


adalah pertanda bahwa kami akan berpisah.


Dan aku takut kejadian itu terulang kembali, sebagai


pertanda dita akan berpisah denganku, dalam sebuah ikatan perasaan. Hal itu


yang menghantuiku… aku berusaha selalu menepis ketakutanku..


Aku memotivasi diriku “aku hanya bisa berencana, dan

__ADS_1


berharap rencana baik yang akan kudapatkan, dan yang memutuskan rencan baikku


sebagai hal yang aku butuhkan adalah Takdir”


__ADS_2