
Waktu terus berlalu, tidak terasa hari ini adalah
keberangkatan dita Kesebuah daerah X, melaksanakan kegiatan kkn. Aku
mengantarkanya ke titik lokasi kumpul mahasiswa KKN.
Terlihat raut wajah sedih dari perempuanku, aku memberikan
semangat untuknya,
Udah jangan sedih, kan kita bisa telponan yank, nanti aku
sering-sering mengunjungi kamu kok ucapku,
Janji ucapnya sambil memeluk erat tubuhku dari samping,
Yank jangan kayak gitu malu diliat orang ucapku.
Hmm biariin kan aku pacar kamu, ucap dita
Iya iya, sayang balesku.
Dan waktu keberangkatan telah tiba dita berpamitan denganku,
seketika setelah mobil yang ia tumpangi berangkat dan pergi dari hadapanku,
entah mengapa air mataku menetes dengan sendirinya perasaanku tak karuan, seolah-olah
dita akan pergi jauh… aku mulai mengontrol perasaanku yang tak karuan, aku
tinggalkan tempat ini dan aku menuju kampusku untuk mengikuti rapat
organisasiku.
Setelah sampai di tempat tujuan, aku masuk kedalam ruangan
dan aku duduk menepi disudut ruangan itu, didalam ruangan hanya ada aku yang
datang kepagian untuk mengikuti rapat, kemudian aku termenung dan berpikir
apakah ini sebuah tanda? Apakah setelah dita selesai KKN hubungan Kami
baik-baik saja. Aku berusaha membuang jauh-jauh pikiran buruk, karena aku takut
ini menjadi sugesti dan berefek menjadi kenyataan, dan seketika aku terkejut
dalam lamunanku, datangnya beberapa orang keruanganku, yah mereka teman-teman
organisasiku.
Kak Rian, rian, rian mereka memanggilku,
Eh iya , jawabku,
Kok Bengong kak, kenapa kak ada masalah ? salah satu dari
mereka bertanya kepadaku
Ga papa ga ada masalah kok ucapku.
\===
Seminggu berlalu setelah keberangkatan dita KKN, ia selalu
menghubungiku, selalu member kabar apa yang ia lakukan, ia selalu menagih
janjiku, kapan mengunjunginya, ia selalu mengucapkan kata rindu denganku,
memang dalam seminggu ini aku belum bisa kesana karena aktifitasku dalam
persiapan kegiatan organisasiku aku belum bisa meninggalkan kampus ini, namun
aku merencanakan dalam 2 atau 3 hari lagi aku akan kesana, namun aku tidak akan
memberi tahu dita, ketika ia menangih janjiku, aku menjawab kemungkinan dua
minggu lagi akan kesana, ia merespon dengan kesal dan marah-marah kepadaku,
namun aku berusahaa menenangkanya,…
Dita bercerita bahwa disana ia belum bisa menyesuaikan diri
dengan teman-temanya, dita masih banyak diam dan berinteraksi seperlunya saja,
namun aku mengarahkanya untuk berusaha membaur dengan mereka, karena dita akan
butuh teman-temanya dalam menjalani hari-hari kknnya, ia mengiyakan saranku,
dan berusahaa untuk lebih dekat dengan teman-temanya, namun aku garis bawahi,
untuk tidak terlalu dekat dengan teman pria, naluri kecemburuan ku, tiba-tiba
saja muncul, dan dita tertawa dengan sikapku yang mulai cemburu.. ya begitulah
aku sudah mulai siaga tingkat satu.
\==
Sesuai rencanaku beberapa hari lalu, hari ini aku akan
berangkat kedaerah X untuk mengunjungi Perempuanku tersayang, dan satu hari
sebelum keberangkatanku, aku sengaja tidak mengabarinya sedikitpun aku sengaja
membuat dia kesal, biar marah sekalipun ga apa-apa. Hahaha.
Dan tak lupa aku membawakan brownies kesukaanya, aku
berharap dia sangat senang ketika aku datang mengunjunginya.
Sebelumnya aku memang tidak tau lokasi detail tempat dita
kkn, namun aku menghubungi teman angkatanku yang kkn didaerah tersebut, dan ia
memberi petunjuk dengan jelas walaupun ia tidak satu lokasi kkn dengan dita
tapi ia tau posko-posko kkn yang satu daerah denganya.
Aku memulai Perjalananku setelah subuh, dengan semangat yang
menggebu, dan kecepatan motor ala valentine rossi, aku sampai dengan cepat .
setelah aku bertanya-tanya dengan penduduk sekitar aku menemukan posko KKN
__ADS_1
dita, terlihat olehku spanduk yang bertuliskan nama universitasku, aku bergerak
menuju pintu masuk rumah itu.
(Sebelumnya sedikit gambaran biasanya posko kkn ini adalah
rumah penduduk yang ditempati oleh mahasiswa KKN, dita dan mahasiswa perempuan
lainya, tinggal di rumah ibu joko dan untuk mahasiswa laki-laki tinggal dirumah
ibu Mila.)
Aku mengucapkan salam didepan pintu masuk, terlihat sepi kondisi
rumah itu, aku berpikir mereka sedang ada kegiatan, tak lama aku berdiri didepan pintu, keluarlah seorang
perempuan berjilbab ungu yang menggunakan kacamata, cantik sih , tapi bukan itu
prioritasku,
Ia mas cari siapa yah, ucap perempuan itu
Maaf mbak saya rian saya mau cari dita, ucapku
Belum sempat perempuan itu menjawab datang seorang dari arah
belakang perempuan berjilbab ungu memotong pembicaraan kami.
Ayoo sipaa dia?? Oo sipa dia? hahaha
Rian…. Ucap sesorang itu
Eh Vera lu ngapaen disini ? balasku
Ya ampun rian, gua yang harusnya nanya ngapaen lu disni ucap
vera
Perempuan berjilbab ungu itu hanya diam mendengarkan kami.
Mbak sarah kenalin ini rian temen jurusan aku mbak ucap vera
memperkenalkan aku dengan perempuan berjilbab ungu itu.
Rian ucapku sambil mengulurkan tangan
Sarah mas, ia membalas jabat tanganku,
Masuk dulu rian ucap vera dan mempersilahkan aku duduk
diruang tamu.
Kami bertiga memulai obrolan kami.
Lu belum jawab tujuan lu ngapaen kesini ucap vera.
Ya gua jawab ver, lu kayak mw nyidang gua ucapku sambil
tertawa,
Ya udah jawab timpal vera,
Lu ga sopan banget ver gua tamu tapi lu ga ngasi minum dulu
gitu jawabku,
menimpal obrolan kami.
Eh engga usah mbak saya cuman bercanda kok sama vera mbak
jawabku,
Bener ni mas ga mau diambilin minum ucap sarah
Bener mbak ucapku.
Aku mulai melanjutkan kembali obrolanku dengan vera.
Gua mw ketemu dita ver ucapku,
Ohh, emang dita siapa lu bales vera
Yah siapa lagi, lu kayak anak kecil lu kayak ga tau aja
balesku. Sambil tertawa
Dita lagi keluar sama anak-anak ada kegitan disekolahan desa
ini. Ucap vera
Ohh ya udah gua tungguin aja, kok lu engga ikut,? Tanya ku
Ikut sih tadi pagi, cuman gua ama mbak sarah pamit duluan
tadi mau beli perlengkapan untuk program kerja mbak sarah bales vera.
Oh ucapku
“Aku memperhatikan sarah yang sedari tadi melirikku saat aku
berbicara dengan vera, dalam hatiku ni orang liat gua gini amat yah, naksir
kali ama gua tingkat kepedean ku memulai. Hahaha. Vera merupakan teman satu
angkatanku dijurusanku, aku tidak mengetahui bahwa vera akan satu kelompok kkn
dengan dita, aku tidak terlalu ingat teman-teman angkatanku berlokasi kkn
didaerah mana saja, karena teman angkatanku cukup banyak jadi terlalu bisa
dingat satu persatu, kedeketanku dengan vera biasa-biasa saja, dibilang ga
dekat dekat sih, cuman normallah sebagaimana teman angkatan, karena satu
angkatan kami pasti dilibatkan untuk membuat dijurusan dan fakultas, dan
tugas-tugas kelompok kegiatan perkuliahan bareng, tentu kami akan mengenal satu
sama lain. Jadi vera juga termasuk mengetahui kegiatan ku dikampus begitu pula
aku. Jadi wajar-wajar saja aku bisa bercanda lepas dengan vera.
Mbak sarah jurusan apa tanyaku, melanjutkan obrolan kami
__ADS_1
bertiga
Pendidikan Dokter balesnya.
Wah keren, tuh mbak, jadi primadona dong Kelompok KKN,
candaku
Ah mas bisa aja , engga kok mas biasa aja kok, mas kenapa
engga ikut KKN balasnya
Aku menceritakan alasan ku dengan mbak sarah, dan vera
menimpali percakapanku
Biasalah mbak orang sok sibuk, cinta banget ma kampus, jadi
dia mau lama-lama dikampus kita mbak, ucap vera sambil tertawa
Akupun membalas canda vera, masuknya susah keluarnya juga
susah, candaku hahah
Kami bertiga tertawa bersama.
Dan disaat tiba-tiba terdengar suara beberapa orang datang
kerumah itu, mengucapkan salam dan kami menjawab salam.
Kamu disini ucap dita, dita terkejut dengan keberadaanku, ia
berjalan kearahku dan duduk disampingku,
Kamu jahat banget, seharian ga hubungin aku, telpon aku ga
diangkat, sms aku ga dibales, ngeselin tau, dita mencubit lenganku,
Vera menimpalii ucapan dita, hallo bapak ibu yang dirundung
rindu, disini ada orang loh, kami ga ngontrak, kalau orang lagi kasmaran gini
ni, ga liat tempat , ucapnya tertawa,
Ihh apaan sih vera, ganggu aja , bales dita,
Aku membisikan sesuatu kepada dita, bahwa kita ngobrol
diluar aja, agar lebih privasi.
Dita mengiyakan ajakanku.
Namun ada lirikan tidak suka dari raut wajah sarah kearah
dita, aku melihatnya seperti itu, entah rasa percaya diriku terlalu tinggi atau
naluri lelakiku mulai bermain.
Akhirnya kami pamit meninggalkan rumah itu, kami mencari
tempat makan yang bisa kami gunakan untuk bercerita dan melepaskan kerinduan
kami.
Setelah menemukan tempat yang pas kami mulai duduk dan
memesan minuman ditempat makanan itu.
Aku memberikan Brownies kesukaan dita, dita tampak senang
sekali aku bawakan makanan kesukaanya,
Makasi yah sayang, Love U ucapnya.
Aku kehabisan kata-kata untuk mendeskripsikan bagaimana
suasana kerinduan yang kami rasakan, ada rasa bahagia, yang aku rasakan,
melihat senyumanya, tingkah manjanya, sungguh berartinya dia dihidupku, namun
ada bisikan pikiran aneh aku, ketika aku takut kehilangan dia dan ada seseorang
masuk dalam hubungan kami, disaat posisi dita butuh seseorang, dan seseorang
itu akan menggantikan posisiku, itu yang terlintas dipikiran anehku.
Singkat cerita kami dihalangi waktu untuk bersama, karena
hari itu telah sore dan waktunya aku bergegas kembali pulang kekontrakan ku
yang jauh disana, aku berpamitan dengan dita dan teman-teman KKNya, aku meminta
tolong kepada vera untuk menjaga dita, vera merespon dengan baik permintaanku.
Dengan motor kesayanganku, aku berangkat kembali kekota
tempatku mengenyam pendidikan, dalam perjalananku, tetesan air mataku jatuh
seketika, aku seperti lelaki lemah, meneteskan air mata untuk hal kecil yang
tak perlu ditangisi.. aku tak tau apa sebenarnya terjadi dengan diriku, namun
aku masih ingat kejadian beberapa tahun lalu, saat aku berkunjung kerumah
nenekku, aku sangat dekat dengan nenekku, jadi ikatan batin kami kuat, entah
mengapa setelah aku selesai berkunjung, ketika ku mau pulang kerumahku, ada
perasaan sedih ketika meninggalkan rumah nenekku, sedih sekali berat rasanya
meninggalkan nenekku. Setelah satu bulan dari kunjunganku dari rumah nenekku,
nenekku telah tiada, dan aku kembali menyimpulkan bahwa satu bulan kemarin, itu
adalah pertanda bahwa kami akan berpisah.
Dan aku takut kejadian itu terulang kembali, sebagai
pertanda dita akan berpisah denganku, dalam sebuah ikatan perasaan. Hal itu
yang menghantuiku… aku berusaha selalu menepis ketakutanku..
Aku memotivasi diriku “aku hanya bisa berencana, dan
__ADS_1
berharap rencana baik yang akan kudapatkan, dan yang memutuskan rencan baikku
sebagai hal yang aku butuhkan adalah Takdir”