Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)

Narasi Minim Dialog (Tentang Perasaan Ku)
Episode 19 (Divilla bengawan)


__ADS_3

SARAH


Divilla bengawan


Villa bengawan, ditempat ini aku merasakan kesejukan, dengan


suhu yang cukup dingin diatas bukit, keindahan alam yang ditampilkan membuat


mata nyaman untuk melihatnya, jika ku gambarkan seperti bukit dibelakang


sekolah novita dalam film kartu doraemon, dari atas bukit ini terlihat kawasan


penduduk, dan birunya laut, sungguh betapa indah alam yang ENGKAU CIPTAKAN


TUHAN.


Jika malam tiba diatas bukit ini akan terlihat lampu-lampu


kecil yang berkilau seperti bintang dilangit, tempat ini cocok untuk


menenangkan pikiran….


…..


Setelah malam tiba kami disungguhkan hidangan makan malam


oleh pemilik villa ini, setelah kami selesai makan malam, kami berkumpul


dihalaman villa ini dan membakar api unggun, kami mulai saling berkenalan,


saling bertukar informasi, yah karena bukan aku saja yang disana, bukan dari


bagian angkatan mereka, beberapa pasangan yang dibawa oleh teman-teman rian,


merupakan orang baru diangkatan mereka.


Mulai lah mereka bercerita dan bernostagia dengan awal-awal


masa mereka masuk kuliah, canda tawa mereka dalam bernostagia…


Aku hanya sebagai pendengar yang baik, ada yang beberapa hal


topic yang mereka bicarakan yang membuatku antusiaa mendengar,


“eh lu ingat ga waktu si X telat datang, trus disuruh berkokok


kayak ayam diatas bak s*mp*h?”


“Hahahha iya gua ingat trus akhirnya ributkan hampir


berantam jadinya”


Kemudian hana menyambung pembicaraan mereka,,..


“Iya gua waktu itu takut tau, waktu rian nyuruh turun si X,


dan rian ditarik-tarik sama senior rian ngelawan, tapi disitu gua udah mulai


jatuh cinta ama rian”


“Hooo apaan sih hana lu sempet-sempet aja nyerempet kesitu


mulu”


Mereka tertawa dengan ocehan hana,…


Hana membalas,”biariin dari pada lu, emang ada yang berani


kayak rian bela angkatan kita ha? Lu cemen wek wek,” hana memajukan bibirnya


Semua kembali tertawa dengan ocehan hana yang centil dan


manja


Pembicaraan mereka terus berlanjut, namun aku lihat rian


memisahkan diri dari mereka, rian berjalan kearah jalan masuk villa ini yang


disana bisa melihat pemandangan dibawah bukit ini, dan diikuti oleh hana yang


terus nempel seolah tidak mau lepas dari rian….

__ADS_1


Arah pandanganku masih kepada rian dan hana yang sedang


berjalan, aku dikejutkan oleh sapaan vera


“mbak sarah, cemburu yah”


“apaan sih vera, kamu ini ada-ada aja” balesku


“ikut aku yok mbak?” ajakan vera ketelingaku


“kemana sih vera” tanyaku


“udah ikut aja mbak jangan banyak protes ucap vera”, vera


menarik tanganku dan aku mulai mengikutinya, kami berjalan kearah rian dan


hanna, aku hany bingung kenapa vera mengajakku ketempat mereka berdua,


Setiba nya di tempat mereka berdua vera mulai menyapa mereka


berdua


“rian ngapaen disini”ucap vera


“lagi liat pemandangan nih vera” ucap rian


“lu napa sih vera ganggu gua ama rian aja”ucap hana kesal


Vera tak menghiraukan ucapan hana, vera merespon ucapan rian


dan aku hanya diam menonton mereka bertiga


“rian gua pinjem hana dulu yah? dan gua nitip mbak sarah


dulu” ucap vera


Aku mendengarnya terkejut, jantungku berdebar kencang, aku


disini bersama rian berdua, entah apa yang akan aku bicarakan, pasti akan


terlihat canggung


“owh gitu ya udah ga apa, ucap rian”


“udah lu ikut aja gua ada perlu penting sama lu” ucap vera


sambil menarik tangan hana,


Aku dan rian memperhatikan vera dan hana meninggalkan kami


berdua, setelah mereka pergi suasana mulai hening, aku mulai bingung, mau pamit


tapi aku mau didekat dia, kalau aku memulai pembicaraan duluan bisa tensin aku


sebagai cewek,


Walaupun aku sudah pernah ngobrol bareng rian, tapi waktu


itu ada vera yang menemani dan tidak terlalu canggung, dan gugup seperti ini.


sesaat aku bicara


dalam hati rian mulai membuka obrolan, mungkin rian tau dalam situasi ini aku


merasa malu dan bingung.


“gimana mbak sarah kuliah dikedokteran, susah ga?”ucap rian


“hmm gimana yah dibilang susah, susah sih, campur-campur


deh, jalanin aja sih rian”ucapku membalas pertanyaanyaa..


“Oh ya bisa ga manggil sarah aja,” ucapku sambil tersenyum


pada rian


“ok deh , aku panggil sarah aja” ucap rian


Rian kembali memulai pertanyaaannya


“proses kuliah dikedokteran itu lama juga yah sarah, aku

__ADS_1


denger ampe 7 tahun yah? “


“Yah hampir seperti itu rian, kalau sarjana


kedokteranya  normal 4 tahun, habis itu


koas bisa sampai 2 tahun\, trus intership 1 tahun” *** balasku


“tapi tugasnya mulia, banyak nolong orang, tapi itu resiko


yang harus diambil adalah cowok sarah kasihan nunggu lama-lama untuk nikah”bales


rian becanda


“heheh giimana mau mikirin nikah cowok aja ga punya” balesku


“owh, ga punya toh, tapi yang naksir banyak kali yah”, ucap


rian


“hmm kalau itu sih aku ga tau rian, oh ya dita mana kok ga


diajak”ucapku pada rian walaupun aku tau sebenarnya mereka udah putus


“aku udah putus sarah sama dia, ga mungkin ngajak dia”ucap


rian datar


“owh maaf aku ga tau, rian suka yah pergi ketempat kayak


gini” tanyaku mengalihkan topic


“iya aku suka pergi tempat bernuansa alam kayak gini, bisa


nenangin pikiran”bales rian


“iya sih cocok banget jernihin pikiran, apalagi kalau lagi


galau, ups maaf becanda rian” ucapku polos


“hehe santai aja, udah resiko kok galau kalau pacaran, ya


udah sarah aja yang bantuiin aku supaya ga galau”canda rian


“apaan sih rian, emang aku dokter cinta menyembuhkan orang


patah hati” ucapku sambil tertawa


“hehehe kali aja gitu” ucap rian


Disinilah mulai awal pembicaraan kami yang sudah mulai


nyambung, dan sudah tidak canggung, kami saling bertukar informasi dari hal yg


kecil, dan sedikit-sedikit membahas lah pribadi.. namun disaat aku merasa


senang bisa mulai dekat dengan rian, sorot matanya masih terlihat beban


pikiran, ada rasa suatu kepedihan, dan yang aku pikirkan adalah disaat aku


nantinya mulai hanyut dalam perasaanku padanya, namun dia tidak melihat  kearah perasaanku.. yah yang biasa disebut


teman biasa…..


Apakah ini terlalu cepat? Aku hanya beberapa kali bertemu


dan berbicara dengan rian akan tetapi, melihat tutur kata prilakunya beberapa


kali sudah cukup aku menilai dirinya, seorang lelaki yang pandai memperlakukan


perempuan dengan baik menghargai perempuan dan referensi dari teman baikku vera


yang setidaknya tau bagaimana seorang rian, menurutku sudah cukup hanya saja


butuh waktu untuk mempertemukan perasaan kami satu sama lain, atau hanya


bertepuk sebelah tangan.


Note:


****(jika ada terdapat kesalahan dalam

__ADS_1


penulisan proses perkulihaan kedokteran mohon dikoreksi, penulis mengambil


sumber dari informasi kampus yang penulis ketahui)


__ADS_2