
SARAH
Divilla bengawan
Villa bengawan, ditempat ini aku merasakan kesejukan, dengan
suhu yang cukup dingin diatas bukit, keindahan alam yang ditampilkan membuat
mata nyaman untuk melihatnya, jika ku gambarkan seperti bukit dibelakang
sekolah novita dalam film kartu doraemon, dari atas bukit ini terlihat kawasan
penduduk, dan birunya laut, sungguh betapa indah alam yang ENGKAU CIPTAKAN
TUHAN.
Jika malam tiba diatas bukit ini akan terlihat lampu-lampu
kecil yang berkilau seperti bintang dilangit, tempat ini cocok untuk
menenangkan pikiran….
…..
Setelah malam tiba kami disungguhkan hidangan makan malam
oleh pemilik villa ini, setelah kami selesai makan malam, kami berkumpul
dihalaman villa ini dan membakar api unggun, kami mulai saling berkenalan,
saling bertukar informasi, yah karena bukan aku saja yang disana, bukan dari
bagian angkatan mereka, beberapa pasangan yang dibawa oleh teman-teman rian,
merupakan orang baru diangkatan mereka.
Mulai lah mereka bercerita dan bernostagia dengan awal-awal
masa mereka masuk kuliah, canda tawa mereka dalam bernostagia…
Aku hanya sebagai pendengar yang baik, ada yang beberapa hal
topic yang mereka bicarakan yang membuatku antusiaa mendengar,
“eh lu ingat ga waktu si X telat datang, trus disuruh berkokok
kayak ayam diatas bak s*mp*h?”
“Hahahha iya gua ingat trus akhirnya ributkan hampir
berantam jadinya”
Kemudian hana menyambung pembicaraan mereka,,..
“Iya gua waktu itu takut tau, waktu rian nyuruh turun si X,
dan rian ditarik-tarik sama senior rian ngelawan, tapi disitu gua udah mulai
jatuh cinta ama rian”
“Hooo apaan sih hana lu sempet-sempet aja nyerempet kesitu
mulu”
Mereka tertawa dengan ocehan hana,…
Hana membalas,”biariin dari pada lu, emang ada yang berani
kayak rian bela angkatan kita ha? Lu cemen wek wek,” hana memajukan bibirnya
Semua kembali tertawa dengan ocehan hana yang centil dan
manja
Pembicaraan mereka terus berlanjut, namun aku lihat rian
memisahkan diri dari mereka, rian berjalan kearah jalan masuk villa ini yang
disana bisa melihat pemandangan dibawah bukit ini, dan diikuti oleh hana yang
terus nempel seolah tidak mau lepas dari rian….
__ADS_1
Arah pandanganku masih kepada rian dan hana yang sedang
berjalan, aku dikejutkan oleh sapaan vera
“mbak sarah, cemburu yah”
“apaan sih vera, kamu ini ada-ada aja” balesku
“ikut aku yok mbak?” ajakan vera ketelingaku
“kemana sih vera” tanyaku
“udah ikut aja mbak jangan banyak protes ucap vera”, vera
menarik tanganku dan aku mulai mengikutinya, kami berjalan kearah rian dan
hanna, aku hany bingung kenapa vera mengajakku ketempat mereka berdua,
Setiba nya di tempat mereka berdua vera mulai menyapa mereka
berdua
“rian ngapaen disini”ucap vera
“lagi liat pemandangan nih vera” ucap rian
“lu napa sih vera ganggu gua ama rian aja”ucap hana kesal
Vera tak menghiraukan ucapan hana, vera merespon ucapan rian
dan aku hanya diam menonton mereka bertiga
“rian gua pinjem hana dulu yah? dan gua nitip mbak sarah
dulu” ucap vera
Aku mendengarnya terkejut, jantungku berdebar kencang, aku
disini bersama rian berdua, entah apa yang akan aku bicarakan, pasti akan
terlihat canggung
“owh gitu ya udah ga apa, ucap rian”
“udah lu ikut aja gua ada perlu penting sama lu” ucap vera
sambil menarik tangan hana,
Aku dan rian memperhatikan vera dan hana meninggalkan kami
berdua, setelah mereka pergi suasana mulai hening, aku mulai bingung, mau pamit
tapi aku mau didekat dia, kalau aku memulai pembicaraan duluan bisa tensin aku
sebagai cewek,
Walaupun aku sudah pernah ngobrol bareng rian, tapi waktu
itu ada vera yang menemani dan tidak terlalu canggung, dan gugup seperti ini.
sesaat aku bicara
dalam hati rian mulai membuka obrolan, mungkin rian tau dalam situasi ini aku
merasa malu dan bingung.
“gimana mbak sarah kuliah dikedokteran, susah ga?”ucap rian
“hmm gimana yah dibilang susah, susah sih, campur-campur
deh, jalanin aja sih rian”ucapku membalas pertanyaanyaa..
“Oh ya bisa ga manggil sarah aja,” ucapku sambil tersenyum
pada rian
“ok deh , aku panggil sarah aja” ucap rian
Rian kembali memulai pertanyaaannya
“proses kuliah dikedokteran itu lama juga yah sarah, aku
__ADS_1
denger ampe 7 tahun yah? “
“Yah hampir seperti itu rian, kalau sarjana
kedokteranya normal 4 tahun, habis itu
koas bisa sampai 2 tahun\, trus intership 1 tahun” *** balasku
“tapi tugasnya mulia, banyak nolong orang, tapi itu resiko
yang harus diambil adalah cowok sarah kasihan nunggu lama-lama untuk nikah”bales
rian becanda
“heheh giimana mau mikirin nikah cowok aja ga punya” balesku
“owh, ga punya toh, tapi yang naksir banyak kali yah”, ucap
rian
“hmm kalau itu sih aku ga tau rian, oh ya dita mana kok ga
diajak”ucapku pada rian walaupun aku tau sebenarnya mereka udah putus
“aku udah putus sarah sama dia, ga mungkin ngajak dia”ucap
rian datar
“owh maaf aku ga tau, rian suka yah pergi ketempat kayak
gini” tanyaku mengalihkan topic
“iya aku suka pergi tempat bernuansa alam kayak gini, bisa
nenangin pikiran”bales rian
“iya sih cocok banget jernihin pikiran, apalagi kalau lagi
galau, ups maaf becanda rian” ucapku polos
“hehe santai aja, udah resiko kok galau kalau pacaran, ya
udah sarah aja yang bantuiin aku supaya ga galau”canda rian
“apaan sih rian, emang aku dokter cinta menyembuhkan orang
patah hati” ucapku sambil tertawa
“hehehe kali aja gitu” ucap rian
Disinilah mulai awal pembicaraan kami yang sudah mulai
nyambung, dan sudah tidak canggung, kami saling bertukar informasi dari hal yg
kecil, dan sedikit-sedikit membahas lah pribadi.. namun disaat aku merasa
senang bisa mulai dekat dengan rian, sorot matanya masih terlihat beban
pikiran, ada rasa suatu kepedihan, dan yang aku pikirkan adalah disaat aku
nantinya mulai hanyut dalam perasaanku padanya, namun dia tidak melihat kearah perasaanku.. yah yang biasa disebut
teman biasa…..
Apakah ini terlalu cepat? Aku hanya beberapa kali bertemu
dan berbicara dengan rian akan tetapi, melihat tutur kata prilakunya beberapa
kali sudah cukup aku menilai dirinya, seorang lelaki yang pandai memperlakukan
perempuan dengan baik menghargai perempuan dan referensi dari teman baikku vera
yang setidaknya tau bagaimana seorang rian, menurutku sudah cukup hanya saja
butuh waktu untuk mempertemukan perasaan kami satu sama lain, atau hanya
bertepuk sebelah tangan.
Note:
****(jika ada terdapat kesalahan dalam
__ADS_1
penulisan proses perkulihaan kedokteran mohon dikoreksi, penulis mengambil
sumber dari informasi kampus yang penulis ketahui)