Nihlyi Si Gadis Mungil

Nihlyi Si Gadis Mungil
Lursl tolong aku


__ADS_3

"Hei berhenti kamu!"


"Mbak Luxu takut,"


"Luxu tenang ya kita harus lari,"


"Lursl dimana kamu tolong aku aku takut," batinku.Mereka semakin banyak mengejarku aku semakin takut di buatnya hingga kakiku lemas rasanya aku tak sanggup untuk terus berlari namun mengingat aku tidak sendiri aku harus kuat.


"Eh mau kemana kamu cantik," ucap mereka menghampiri ku semakin ku dekap tubuh Luxu yang gemetar karena takut dalam hati aku berharap semoga Lursl membantu ku namun ku rasa itu hanya harapan.


"Ayo cantik sini kamu takut kan pasti sendiri,"


"Kenapa sini sayang sama kita aja iya kan hahahah,"


"Udah ga usah takut gitu kita makin seneng sama yang kayak kamu jual mahal hahaha," aku semakin bergetar ke takutan dibuatnya


"Lursl kamu dimana bantu aku selametin aku aku takut," batinku semakin takut karena mereka semakin mendekat


"Bawa kesini,"


"Siap bos," ucapnya menarik tanganku kasar hingga aku meringis


"Ini bos," ucapnya melepaskan tanganku dan mendorong ku hingga aku hampir terjatuh namun langsung di tahan oleh yang katanya bos mereka.


"Hei kenapa cantik kamu takut ga usah takut aku ga bakal apa-apain kamu,"


"Dan yah kamu pasti berharap Lusrl yang malang itu nolong kamu yah oke kita tunggu aja," ucapnya membelai wajahku namun dengan cepat aku menghindar

__ADS_1


"Tolong jangan pegang-pegang saya!" teriak ku tak terima


"Berani kamu!" ucapnya mendekat kan wajahnya ke wajahku aku semakin gemetar tak henti-hentinya aku berharap semoga Lursl datang kali ini untuk membantu ku setidaknya datanglah untuk Luxu tiba-tiba Lursl benar datang namun dia hanya seorang diri dengan cepat Lursl menghajar anggota Arbragost satu persatu hingga semua kalah kini dia hanya berkelahi dengan satu orang yakni ketua Arbragost ku lihat Lursl berapa kali terjatuh di wajahnya banyak sekali lebam.


"Kak Luu awaaaassss," teriak ku saat ketua Arbragost ingin menusukkan pisau ke arah tubuhnya namun belum sempat menghindar pisau itu sudah mengores bagian lengannya hingga membuat darah segar menetes namun dengan cepat Lursl memukul dan menendang sehingga ketua Arbragost itu kalah dan langsung berlari di ikuti anggota nya.


"Kamu gapapa kan kamu ga ada yang sakit?" tanya nya memeluk tubuhku yang gemetar ketakutan


"Ayo," ajaknya mengambil Luxu yang sama takutnya denganku dengan cepat Lursl mengendarai mobil menuju kafe tempat tadi saat keluar dari mobil semua anggota Alrasthor terkejut karena melihat Lursl terluka cukup parah.


"Luu kenapa?"


"Kak ambil p3k tolong," ucapku pada Luii yang ingin mengahampiri kami


"Che tolong tenagin Luxu,"


"Ga mbak Luxu ga mau sama Kak Che maunya sama mbak aja,"


"Ini Yi p3k nya,"


"Iya makasih ya Kak," ucapku membuka dan langsung mengambil kapas alkohol dan juga antibiotik lalu mengobati luka di lengan Lursl yang ku lihat cukup dalam


"Udah diem jangan ketawa," ucapku mengobatinya sembari terisak sungguh aku tak tau caranya ber terimakasih padanya karena hal ini Lursl rela mengorbankan nyawanya hanya untuk diriku yang tak pernah bersikap baik padanya.


"Hei udah ga usah nangis," ucapnya mengahapus air mataku mengunakan tanganya yang satunya


"Ga usah nangis Kakak bilang Kakak luka gini mana bisa aku ga nangis hiks hiks!"

__ADS_1


"Ini bukan luka kecil jadi ga usah anggap remeh,"


"Iya-iya maaf," setelah selesai di obati lalu ku perban hilang rasanya rasa kesal ku seketika di gantikan rasa khawati yang berlebihan.


"Kamu khawatir ya sayang?" tanya nya memeluk dan menegelamkam wajahnya di dadaku sontak aku menjauhkan wajahnya di dadaku namun bukannya melepas Lursl semakin erat memelukku.


"Udah anda ini kenapa lepas ga!"


"Ga mau,"


"Dasar laki-laki brengsek!"


"Biarin yang penting kamu khawatir kan sampe nangis segala cuma karena aku kena luka gores dikit," ucapnya di sambut tawa semua orang hingga aku di buat malu olehnya


"Udah lepas saya mau pulang,"


"Ya udah ayo kita pulang," ucapnya berdiri gegas ku ikuti karena aku takut pulang sendiri karena kejadian tadi saat di perjalanan pulang Luxu sudah tidur mungkin capek kali ya tak ada yang bersuara hingga sampai dirumah.


"Lursl itu lengan kamu kenapa nak?"


"Ah ini bi biasa anak cowok,"


"Ya udah bi Lursl pamit," ucapnya berlalu pergi


"Luxu tidur Yi?"


"Iya bi tidur dia mungkin capek,"

__ADS_1


"Ya udah sini biar bibi bawa ke kamar,".Gegas aku keatas untuk membersihkan diri dan setelahnya aku tidur jujur aku sangat lelah hari ini.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys


__ADS_2