Nihlyi Si Gadis Mungil

Nihlyi Si Gadis Mungil
Yakitori?


__ADS_3

Disini sekarang aku tengah duduk seorang diri di bangku taman sekolah aku lebih memilih menutup diri dari siapa pun namun ada siswa yang sifat nya sangat mirip dengan Yuzu dia juga sering mengikuti ku.


"Cantik ngapain kok sendiri?"


"Ah Yakitori gapapa cuman mau sendiri," jawab ku melihat kearahnya yang terus tersenyum


"Kamu jangan ngerasa sendiri di sini ada aku,"


"Kamu itu mirip sama sahabat aku yang ada di China,"


"Cowok juga kayak aku?"


"Iya cowok tapi udah meninggal,"


"Oh maaf ya Yi,"


"Gapapa Ya,"


"Bagus ya nama kita kamu Yi aku Ya haha," ucapnya disambut tawa kami berdua


"Terus nanti kamu mau masuk ke universitas apa?"


"Ga tau juga Ya,"


"Gimana kalo kita berdua ngambil fakultas kedokteran,soal nya aku dari dulu pengen jadi dokter dulu jantung ku bermasalah tapi ibuku dengan senang hati merelakan jantungnya untuk ku," ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangis


"Kamu juga punya masalah sama jantung?"


"Iya waktu aku umur 13 tahun,"


"Sama Ya waktu itu aku umur 16 tahun terus yang donorin jantung nya buat aku itu Reio cinta pertama aku,"


"Tuhan memang adil ya Yi kita berdua dipertemukan disini,gimana mau?"


"Aku takut sama darah Ya,"


"Ya gapapa nanti kalo udah lama-lama lihat darah ga akan takut lagi,"


"Iya Ya," cukup lama kami berdua berbicara rasanya aku kembali menemukan sosok sahabat ku di dirinya hingga tak terasa sudah hampir satu tahun Yuzu meninggal


7 tahun kemudian aku sudah lulus kuliah kedokteran di LA dan sekarang aku sudah berkerja disini dirumah sakit bagian bedah umum aku juga Yakitori berdiri dibangsal cukup lelah hari ini karena dapat banyak pasien yang ku lihat rata-rata tentara dari China.


"Hallo,"


"Sayang mami sama papi udah di apartemen kamu kapan pulang nak?"


"Sebentar lagi mi Nihlyi masih banyak pasien,"


"Ya udah sekalian ajak Yaya kamu itu haha,"


"Mi Yakitori bukan Yaya,"


"Iya siapa aja haha,ini juga ada Syefi disini,"


"Emang Kakak juga mbak Sye kesini juga mi?terus Kak Aldof sama mbak Sii kesini juga?"


"Iya mereka ikut mami juga papi kesini,kalo Aldof masih di China katanya masih harus ngurus pasien mungkin nyusul,"


"Ya udah mi Nihlyi mau lanjut kerja masih banyak pasien soalnya,".Memang benar kata Yakitori kalau sudah terbiasa melihat darah tidak akan takut sama sekali dulu waktu awal-awal jadi dokter aku sering pingsan karena melihat darah lucu memang tapi itulah aku beruntung di sini ada Yakitori yang selalu ada.


"Yi di ruang rawat nomor tiga ada tentara yang luka lumayan parah tolong kamu urus aku masih harus ke lantai atas," ucapnya berlalu


"Hais selalu aja gitu," lirih ku berjalan ke ruang rawat nomor tiga saat sampai di sana aku melihat laki-laki yang selama ini selalu aku rindukan dan mungkin sudah jadi suami orang ku lihat dia mengenakan seragam militer China wajahnya semakin tampan ingin berlari dan memeluk erat tubuhnya menumpahkan segala kerinduan namun cepat-cepat ku tepis pikiran itu aku harus pura-pura tak mengenalinya atau berpura-pura jadi orang lain.

__ADS_1


"Permisi tolong duduk agar saya bisa membantu anda menjahit luka anda," ucapku menghampiri nya dan tampak sekali raut terkejut di wajah tampannya


"Nihlyi," panggil nya pelan


"Maaf tuan saya harus menjahit luka nya sebentar tolong jangan banyak bergerak," ucap ku yang di ikuti olehnya cukup lama aku menjahit hingga akhirnya selesai dan ku lihat dia tak bergeming masih setia menatap lekat wajahku.


"Nihlyi kamu Nihlyi kan?"


"Ah maaf tuan saya bukan Nihlyi," ucap ku mengelak dan berlalu keluar


"Hei kamu kenapa?" tanya Yakitori menepuk pundak ku pelan


"Aku ketemu dia lagi Ya aku harus gimana," ucap ku yang memang Yakitori mengetahui segala tentang masa laluku termasuk tentang Lursl


"Aku harus gimana Ya aku masih cinta masih banget malah hiks hiks," ucapku memeluk tubuh sahabat ku ini


"Ya udah kamu harus pulang dulu tadi mami udah telepon aku,"


"Ya udah aku pulang,"


"Maaf ga bisa anter aku masih banyak pasien,"


"Gapapa Ya,aku duluan," ucapku keluar dan mencari taxi saat di luar aku melihat Luii juga beberapa anak-anak Alrasthor dulu yang mengenakan seragam sama persis dengan Lursl.


"Apa mungkin mereka jadi tentara semua ah sungguh hebat mereka," batin ku melangkah pergi namun saat melangkah tiba-tiba aku menabrak tubuh s|seorang


"Ma-maaf," ucapku terbata karena yang ku tabrak adalah Luii


"Semoga saja dia tak mengenal ku," batin ku berjalan menjauh


"Tunggu,"


"Iya," sontak aku menghentikan langkahku karena panggilan nya


"Nihlyi kamu Nihlyi kan?" tanya nya sembari melihat ku dari bawah hingga atas


"Permisi tuan," ucapku berlari dan langsung masuk ke taxi.Sementara Luii masih termenung di tempatnya dan memilih masuk untuk memberi tahu Lursl karena yang di cari mereka selama ini ada di Jepang.


"Luu aku dilu-"


"Luii aku tadi lihat ada Nihlyi disini," ucap Lursl menahan sejuta rindu bahkan beribu-ribu rindu


"Iya Luu aku juga tadi ketemu di depan,"


"Terus dia bilang apa sama kamu?"


"Dia bilang dia bukan Nihlyi,menurutku juga gitu karena setahu aku Nihlyi takut sama darah tapi tadi dia sekarang jadi dokter ga mungkin lah itu Nihlyi," jawab Luii


"Itu pasti Nihlyi ga mungkin aku salah itu pasti kucing kecilku," ucap Lursl dengan mata yang berkaca-kaca


"Kamu tau sendiri sama anak-anak Alrasthor kenapa aku mau jadi tentara ini alasan pertama untuk pergi cari Nihlyi dan sekarang saat aku menemukan nya nyatanya itu bukan dia,aku harus cari kemana lagi Nihlyi dari dulu sampai sekarang aku sering kerumahnya tapi apa yang ku dapat selalu jawaban yang sama," jelas Lursl panjang lebar sembari menyeka air mata yang terus terjatuh


"Luu kita semua tau gimana semangat nya kamu waktu kita masuk ketentaraan gimana gigih nya kamu jadi tentara biar bisa cari Nihlyi tapi kita juga harus terima kalau dokter itu bukan Nihlyi jangan kan kita Chen juga gatau Nihlyi sekarang dimana,"


"Sekarang kalian semua cari informasi tentang dokter itu,"


"Rogers ketua," jawab mereka serentak


"Bagaimana pun caranya aku mau Nihlyi bersamaku," batin Lursl


Sedangkan Nihlyi sudah sampai di apartemen.


"Ante tantik Syefi angenn anget ama ante," ucap Syefi dengan nada cadelnya berlari menghampiri ku

__ADS_1


"Ante juga cantik," jawabku memeluk tubuh mungil nya


"Ante ata oma ama opa ante halus epetan nitah ya bial Syefi punya ade,"


"Ya harusnya minta sama mimi sama pipi nya Syefi,"


"Da mau ante Syefi maunya ante yang asih dede buat Syefi,"


"Kak apaan sih ngajarin anaknya gini," ketus ku


"Ya ga ada yang ngajarin dek tanya aja sama mami tuh," tunjuk Kak Adief kearah mami yang tertawa terbahak-bahak hingga aku makin jengkel dibuatnya


"Mami tuh apaan sih ga tau banget perasaan anaknya," ucapku hampir nangis


"Ya maaf sayang mami cuma bercanda,"


"Candaan mami tuh ga lucu tau ga hiks hiks mami ga tau rasanya jadi Nihlyi," ucapku berlalu masuk kamar


"Ya oma ante tantik malah tuh,"


"Ya udah mami samperin dulu,"


"Sye ikut mi,"


"Mimi Syefi ikut,"


"Ya udah ayo jalan,"


"Dendong mi,"


"Iya-iya ayo sini anak mimi,"


Tok tok tok


"Nihlyi mami masuk ya," tak ku hiraukan panggilan mami terus saja aku menangis sesenggukan


"Kamu kenapa dek cerita sama mbak,"


"Kalian tuh ga tau rasanya jadi Nihlyi tiap ketemu pasti nanyain kapan nikah kapan nikah Nihlyi capek mi Nihlyi capek hiks hiks hiks Nihlyi juga mau nikah tapi ga sekarang kalian juga ga tahu kalo Nihlyi ada masalah atau engga yang kalian tau Nihlyi harus cepet-cepet nikah itu aja kalian juga ga tau kalo Nihlyi habis ketemu Lursl tadi dirumah sakit kalian ga tau itu hiks hiks hiks,"


"Nihlyi mau sendiri,"


"Sayang mami min-"


"Keluar mi keluaaaaaaar!"


"Nihlyi papi ga suka ya kamu kasar gitu,ayo mi keluar,"


"Dek kenapa ada masalah apa?"


"Kalian tu ga tau rasanya jadi aku dari dulu ga ada yang tau masalah apa aja yang aku hadepin terus kalian dimana kerja terus kerja cuma Kak Aldof yang tau semua masalah aku cuma Kak Aldof!"


"Pergiiiiiiii kalo kalian ga mau pergi biar aku yang pergi!" teriak ku beranjak keluar kamar pergi entah kemana yang penting bisa jauh-jauh dulu dari mereka.


"Pi Nihlyi kemana pi mami gatau kalau candaan mami bisa jadi gini,"


"Mimi Syefi akut ihat ante tantik malah hiks hiks,"


"Ga usah takut sayang itu ante kamu cuma akting biar jadi artis,"


"Syefi uga mau adi altis pipi,"


"Iya ayo turun Syefi makan dulu habis itu bobo,"

__ADS_1


"Tiap pi,"


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys


__ADS_2