
Saat ini aku dan Chen tengah duduk di bawah pohon sembari menunggu Yuzu membawa makanan cukup lama hingga akhirnya Yuzu menghampiri dengan membawa roti cokelat juga susu kotak.
"Cantik kita ke sana yuk?"
"Mau kemana Zuu disini aja adem,"
"Itu tuh lihat anak-anak Al lagi main basket,"
"Kalo kamu berdua mau kesana pergi aja aku tunggu disini,"
"Yah ga seru kalo kamu ga ikut Yi,"
"Che kalo mau kesana pergi aja aku gapapa,"
"Udah ga usah kalo kamu ga kesana kita juga ga pergi,"
"Ya udah ayo jangan pada ngambek," lapangan kini penuh karena semua siswa-siswi melihat anak-anak Alrasthor main basket karena setiap hari Rabu anggota Al rutin main basket dan hal itu tak pernah lepas dari keramaian.
"Nihlyi makin lama makin cantik aja,"
"Iya makin imut gemes deh,"
"Cantik tuh banyak kan yang muji kamu di sini,"
"Udahlah Zuu ga penting juga katanya mau nonton itu tuh nonton aja,"
"Yi kamu kenapa kok akhir-akhir ini ga semangat bawaannya lesu mulu,"
"Katanya mau nonton itu nonton aja ga usah berisik," saat sedang fokus nonton suasana semakin riuh karena permainan semakin seru hingga akhirnya Fanyu datang juga dua sahabat barunya mereka bertiga terlihat antusias melihat permainan basket anggota Al tiba-tiba mereka berjalan kearah kami duduk.
"Eh Nihlyi geser dong ini Fanyu mau duduk,"
"Itu kan juga ada bangku yang kosong kenapa juga suruh-suruh Nihlyi geser,"
"Ga tau juga nih,"
"Nihlyiiiiiiiiii kamu denger kita kan?"
"Ya udah ayo Che Zuu kita pergi aja," saat hendak melangkah tiba-tiba ada kaki yang menyandung ku hingga akhirnya aku tak sengaja mendorong Fanyu hingga jatuh tersungkur ke lantai begitupun aku jatuh hingga lutut ku lecet.
"Fanyu kamu kenapa?"
__ADS_1
"Lursl itu tuh lihat Nihlyi yang dorong Fanyu sampe kek gini,"
"Engga Kak aku lihat kok dia yang nyandung kaki Nihlyi," ucap Che sembari menolongku berdiri ku lihat tak sedikit pun Lursl melihat ke arahku malah dia langsung membantu Fanyu berdiri.
"Iya Kak Yi ga mungkin dorong dia kalo Nihlyi dorong wanita ini ga mungkin Nihlyi juga luka," ku lihat Lursl sedikit melirik ke arah ku sebelum berbicara yang menyakiti perasaan ku.
"Diem kamu mungkin aja dia emang ga suka sama Fanyu nyatanya dia sampe ngedorong Fanyu hingga sikunya luka!"
"Ga Kak Nihlyi ga pernah gitu,"
"Che udah kita pergi aja,"
"Tapi kan Yi kamu disini ga salah,"
"Iya cantik kamu kan ga salah kenapa harus diem mereka ini fitnah kamu,"
"Gapapa Che Zuu ya udah kita pergi aja," ucapku mengalihkan pandanganku ke sembarang arah untuk menutupi air mata yang hendak menetes karena perih jujur selain perih di lutut juga hati ini.
"Lursl perih,"
"Ya udah kita pergi terus obatin luka di siku kamu," ucapnya menarik tangan Fanyu menjauh meninggalkan luka yang ku buat sendiri salah siapa juga bikin Lursl ngejauh.
"Yi kamu gapapa?"
"Ya udah kamu tunggu disini aku mau ngambil obat ke UKS,"
"Iya cepet ya Che biar aku jaga Yi disini,".Saat sampai di UKS Chen melihat Fanyu juga dua sahabatnya dan Lursl yang tengah membantu mengobati luka Fanyu.
"Ngapain juga kamu ke sini ha!"
"Mau cari obat,"
"Ga ada obat disini buat cewek udik kayak kalian!"
"Terus masalahnya sama kamu apa?"
"Ga ada kan udah minggir jangan bikin aku emosi,"
"Chen Chen sok banget sih kamu dasar cewek miskin sok belagu,"
"Iya emang aku miskin tapi aku ga pernah fitnah orang terus kamu ya Lursl aku selama ini kagum sama kamu aku percaya kalo kamu bisa jaga Nihlyi tapi sekarang aku benci sama kamu dan ingat ini baik-baik jangan harap kamu bisa dapetin Nihlyi ga akan aku biarin!"
__ADS_1
"Hahha dasar kampungan loh siapa juga yang mau sama cewek penyakitan kayak Nihlyi apalagi Lursl kan yang super duper keren ya kalo sama Fanyu mereka cocok,"
"Udahlah ya jadi babu aja bangga hahah kalo emang bener kamu berani sendiri dong masa iya keroyokan,"
"Chennnnnnn kamu!"
"Hahahh emang ga salah Nihlyi selama ini ga pernah jatuh cinta sama loh ya Lursl yang terhormat kelakuan gini amat,"
"Chen diem kamu!"
"Kenapa aku harus diem ha!"
"Kalo loh ga tau permasalahan nya mending diem ga usah banyak omong!"
"Kenapa aku pantes bicara aku sama Yuzu dua bulan terakhir selalu sama Nihlyi aku tau gimana rasanya jadi dia yang tiap hari nangis karena Reio aku dari dulu juga tau kalo loh cinta sama Nihlyi dan aku juga pernah berharap suatu saat Nihlyi bisa nerima loh tapi hari ini aku bangga sama sahabat aku itu yang ga pernah akan nerima loh dihidupnya dia malang sekali nasib Nihlyi karena pernah berusaha buka hati buat loh pria brengsek!"
"Maksud kamu apa Che?"
"Iya aku pernah lihat Nihlyi nangis karena loh tapi dia ga pernah mau cerita kenapa di nangis loh juga harus tau kenapa dia sering ngelamun akhir-akhir ini itu semua karena loh dan satu lagi kenapa Nihlyi kalo di sekolah sering pergi ke toilet saat jam pelajaran berlangsung itu semua karena loh karena loh yang terus ganggu hidupnya Nihlyi karena loh!"
"Dan yah kalo loh bener cinta sama Nihlyi loh ga mungkin nyakitin dia hari ini saat dua wanita ular ini fitnah dia coba kalo loh pikir baik-baik gimana perasaan Nihlyi saat dia ngerasa loh ga lagi perduli ke dia!"
"Itu karena dia yang minta buat ngejauh Chen,"
"Udah ya Nihlyi pasti udah nunggu aku permisi," sementara di bangku bawah pohon Nihlyi dan Yuzu menunggu cukup lama hingga akhirnya Chen datang membawa obat.
"Yi sini aku obatin dulu,"
"Che kamu kenapa habis nangis?" tanyaku melihat kedua mata Chen sembab dan memerah
"Ga aku ga nangis kok,"
"Terus ini apa kalo ga nangis kamu itu ga pernah bisa bohong sama aku Che coba deh jujur kenapa kamu nangis atau karena Luii?"
"Ga aku ga mungkin nangis karena dia Yi,"
"Iya terus kenapa kamu nangis Che?"
"Aku sayang banget sama kalian berdua itu aja,"
"Ah kita berdua juga sayang sama kamu cantik," ucapku memeluk Chen di ikuti Yuzu hingga kami bertiga menangis sesekali tertawa mungkin yang melihat ini mengira kami gila.Sementara Lursl saat Chen pergi meninggalkan UKS dia kembali ke lorong ujung sekolah dimana tempat bisanya Alrasthor berkumpul sampai di sana Lursl membanting semua barang serta memukul tembok hingga tangannya berdarah.
__ADS_1
"Lursl kamu apa an sih ga usah nyakitin diri sendiri demi Nihlyi yang ga pernah cinta sama kamu ingat Lursl disini ada aku yang selalu cinta sama kamu," ucap Fanyu memeluk tubuh Lursl dari belakang namun dengan cepat Lursl menghempaskan tubuh Fanyu ke lantai karena dia tidak pernah mengizinkan tubuhnya di pegang oleh wanita lain kecuali Nihlyi walau Fanyu merupakan teman semasa kecilnya yang telah lama mencintai nya sedari dulu hingga sekarang.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys