
Berita pagi ini mampu membuatku kehilangan semangat hidup bagai tersambar petir di siang hari aku mendapatkan kabar bahwa Reio sudah meninggal.Dengan perasaan hancur aku kerumah Reio saat sampai hal pertama yang ku lihat adalah sosok Reio yang terbaring kaku tak bernyawa sosok yang biasanya selalu tersenyum kearahku melindungi ku kini sudah tak bernyawa sontak aku berlari dan melihat ke dalam peti dimana Reio berada.
"Kak ini Nihlyi bangun Kak bangunnn hiks hiks,"
"Bundaa suruh Kakak bangun bundaa,"
"Papi,"
"Mami,"
"Kakak,"
"Suruh Kakak bangun suruh Kakak bangun,"
"Kenapa?kenapa pada diem pi suruh Kakak bangun pi," ucapku ambruk ke lantai sembari menangis terisak-isak
"Kenapa Tuhan kenapa kau ambil bahagia ku kenapa bukan aku yang kau ambil terlebih dahulu,"
"Udah sayang kamu yang sabar,"
"Bunda Kakak bunda hiks hiks,"
"Iya sayang iya,".Setelah Reio di makamkan aku tidak mau beranjak dan menangis kenangan demi kenangan terlintas di kepalaku bagaimana cara Reio memperlakukan aku mencintai aku dari dulu sampai sekarang.
"Sayang udah ayo pulang mau hujan nak," aku tak menjawab dan langsung berdiri mengikuti langkah mami untuk pulang.Sudah seminggu sejak meninggalnya Reio aku masih saja mengurung diri di kamar dan terus menangis Chen juga Yuzu setiap hari datang berkunjung untuk memberi ku semangat.
"Sayang di bawah ada bunda ayo turun,"
"Iya mi," ucapku berjalan ke lantai bawah
"Sayang bunda mau bicara boleh?"
__ADS_1
"Iya boleh bunda,"
"Sayang kamu mau ya di operasi pencakokkan jantung supaya kamu beneran sembuh,"
"Jantung?"
"Iya sayang sebelum Reio meninggal dunia dia menitipkan pesan jika suatu saat dia meninggal jantungnya akan di berikan sama kamu supaya kamu bertahan hidup lebih lama,"
"Mau ya sayang kan jantung nya Reio cocok sama kamu,".Dengan banyak pertimbangan aku menerima tawaran dari bunda ya karena rasa cintaku pada Reio aku mau operasi sebagai tanda terakhir yang aku terima.Setelah satu bulan lamanya kini aku sudah masa pemulihan dengan berdiam diri dirumah.
"Sayang ada Chen sama Yuzu di nih,"
"Haii cantik gimana udah sehat ya sekarang?"
"Pastinya dong cantik ku ini udah sembuh ya sekarang?"
"Iya udah sembuh lah siapa juga sahabatnya,"
"Akulah,"
"Udah-udah kalian berdua ini sahabatnya Yi,"
"Iya bibi ku yang manis,"
"Manis aja nih?"
"Cantik juga hahha,".Beruntung aku sangat beruntung memiliki keluarga juga sahabat yang sangat menyayangi aku.
"Hai cantik nya mbak gimana udah sehat?"
"Hai mbak Sye mbak Sii,"
__ADS_1
"Makin lama makin cantik aja nih hahah,"
"Udahlah kamu Zuu pinter banget mujinya,"
"Yeh emang beneran ya kan Yi,"
"Iya dong mbak nya siapu dulu,"
"Ya udah kalian di sini aja mami mau ke dapur,"
"Iya mi,"
"Gimana sayang udah ga sakit lagi kan?"
"Ga mbak Yi udah sehat sekarang,"
"Princes istirahat dulu ya Kakak sama mbak mau jalan-jalan,"
"Ah Kakak mah curang giliran mbak aja di ajak jalan aku nya engga,"
"Nanti ya kalau kamu udah sembuh kalau sekarang jangan ikut dulu nambah beban hahahah," ucap Aldof
"Iya beban hahaha,"
"Udah pergi aja sekalian aku sumpahin nanti punya anak sepuluh,"
"Ya enak dong sepuluh hhahah,"
"Terserah Kakak aja,".Setelah semuanya pulang aku langsung tidur dan semoga besok semua akan baik-baik saja.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys
__ADS_1