
Sehabis makan A2 dan juga kedua orangtuanya kembali menuju ruang rawat sang adik.Namun tiba-tiba ada perempuan yang berlari dan tak sengaja menabrak Adief.
Bruukk
"Ah maaf saya tidak sengaja," ucapnya mengambil tas yang lumayan besar.
"Oh iya,"
"Maa_"
"Adief?".Awalnya Adief tak mengenali siapa yang menambraknya hingga Seyeil mendongak kan wajahnya menatap wajah tampan Adief.
"Seyeil kamu kenapa disini?"
"Deey Doof mami sama papi duluan ya kasihan Nihlyi sendiri,"
"Iya mi duluan aja nanti aku sama Aldof nyusul,"
"Bibi duluan ya cantik,"
"Eh iya tante hati-hati,"
"Seyeil kenapa kamu disini?kamu sakit,"
"Oh aku engga sakit Deey yang sakit itu Seira,"
"Ha Seira?dia dimana sekarang?" tanya Aldof sungguh dia sangat khawatir
"Ayo ikut aku," ucap Seyeil sembari berjalan di ikuti A2
"Sii ini ada yang mau ketemu,"
"Eh iya mbak siapa?" ucap Seira membalikkan badannya menghadap sumber suara
"Kak Aldof Kak Adief?"
"Iya tadi ketemu di luar katanya Nihlyi masuk rumah sakit lagi,"
"Ah Nihlyi aku kangen banget sama dia,terus Nihlyi gapapa kan?"
__ADS_1
"Sii kamu kenapa sakit apa?"
"Eh iya Kak ini kamaren pas di restoran ga sengaja jatuh dari tangga,"
"Kamu tu ya harusnya hati-hati," inilah Aldof berubah saat di depan cintanya menjadi serius seketika
"Kecelakaan Kak,"
"Kamu baik-baik aja Sii?"
"Iya Kak Adief aku baik-baik aja,"
"Syukurlah,"
"Udah jadi tentara aja ni sekarang hahah," ucap Seyeil karena sedari dulu Adief selalu bilang tiap mereka bertemu nanti dia akan jadi tentara untuk ngejaga keluarga nya dan juga Seyeil.
"Iya nih mbak Adief jadi tentara biar bisa jaga mbak Seyeil,"
"Doof kamu apa-apaan sih malu tau ga," ucap Adief kesal
"Syukurlah akhirnya jadi juga ya,"
"Kalian berdua sendiri gimana udah kerja sekarang?"
"Bukannya dulu papa kamu juga punya perusahaan terus kenapa kalian berdua kerja di sana?"
"Hm itu perusahaan papa collapse tiga tahun yang lalu terus papa meninggal setahun kemudian disusul paman,"
"Jadi kalian tinggal dimana sekarang?"
"Kita berdua ngontrak di depan jalan rumah sakit ini,".Setelah bertemu 2S Adief dan Aldof kembali lagi ke ruang rawat Nihlyi.
"Kak gimana mbak Sii sakit apa?"
"Kecelakaan dek waktu dia kerja,"
"Loh bukannya keluarganya mereka orang kaya ya Pi?"
"Iya mi dulu waktu papanya masih hidup,"
__ADS_1
"Emang sekarang udah meninggal?"
"Iya mi karena perusahaan papanya collapse jadi paman meninggal satu tahun kemudian di susul sama papanya Seira," jelas Adief panjang lebar
"Kak Nihlyi mau ketemu mbak Sye sama mbak Sii boleh ya?"
"Kamu belum sembuh jadi jangan banyak gerak dulu,"
"Boleh ya pi Yi mau ketemu mbak Sye sama mbak Sii Yi kangen banget sama mereka berdua," ucapku memohon
"Iya boleh sayang tapi besok aja ya ini kan udah malem jadi Yi harus istirahat dulu,"
Sedangkan dibandara Reio baru saja selesai mendarat dan kini dia sudah diperjalanan menuju rumah sakit.
"Halo Doof aku udah sampai di rumah sakit kamu dimana?"
"Yo sini aku udah di lobby,"
"Oke aku kesana sekarang,".Setelah melihat keberadaan Aldof Reio bergegas menghampirinya dan langsung menuju ruang rawat Nihlyi.
Ceklek mendengar pintu yang terbuka semua pasang mata langsung menghadap pintu dan betapa terkejutnya Nihlyi melihat keberadaan pujaan hatinya.
"Kucing kecilku," ucap Reio menghampiri Nihlyi dan memeluknya
"Kakak Yo aku kangen Kakak kapan datang?"
"Kakak juga sayang,baru aja tadi," ucap Rejo mencium pucuk kepalaku lembut
"Bukan nya Kakak masih di Jepang ya kok sekarang ada di China?"
"Kemarin pas lagi santai di apartemen Aldof ngasih kabar kamu masuk lagi rumah sakit jadinya yah Kakak kesini,"
"Hm gitu ya,"
"Sebegitu perhatiannya sang pujaan hati,"
"Cie cie," ledek Aldof entah kenapa dia selalu senang menggoda laki-laki yang dekat dengan adiknya itu.
"Apasih Lo ngeledek aja yang bisa," ucap Reio menjitak agak keras kepala Aldof yang di jitak hanya meringis pelan.
__ADS_1
"Rasain makanya jangan resek wekkk," ucapku menjulurkan lidah kearahnya.Setelah melepas rindu dengan Reio Nihlyi harus kembali istirahat.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys